
Terima kasih masih setia
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Hai-hai, terima kasih untuk kalean yang masih teteup setia baca.
Semoga selalu suka...
Mohon Supportnya juga untuk karya ini.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading yah....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jakarta, Indonesia
“Adri, kalian dimana?”
Ini Kafeel yang bicara saat ia menghubungi nomor kontak supir yang bersama Val tersebut.
“Saya di Ancol, Tuan Kafeel. Menemani Nona Muda Valera yang minta diantar kesini...” jawab si supir yang bernama Adri.
“Apa Nona Valera ada dekat kamu?” tanya Kafeel lagi.
“Nona Muda Valera sedang jalan-jalan di pantai restoran yang biasa disewa sama para Tuan dan Nyonya kalau sedang ada acara disini, Tuan Kafeel....”
“Oh, ya sudah. Siapa yang menemani Nona Valera?” Satu pertanyaan lagi Kafeel cetuskan pada Adri.
“Achiel, Tuan. Mahen dan Tata sudah disuruh kembali ke kediaman oleh Nona Muda Valera dari sejak di kantor Tuan Reno tadi...”
“Hmm... Kenapa kamu ga ikut? ...”
“Ga diajak sama Nona Muda Valera, Tuan. Katanya pengen berdua aja sama Achiel ----“ ucap Adri.
Namun belum sempat Adri menyelesaikan kalimatnya, Kafeel segera memotong.
“Apa katamu?!”
Suara Kafeel terdengar ketus.
“Tadi saya dengernya Nona Muda Valera bilang, ‘Ayo Kak Achiel temani Val jalan-jalan di pantai, sekaligus booking ini tempat agar tidak ada yang ganggu’. Begitu Tuan Kafeel, yang dibilang Nona Muda Valera tadi. A—“
Lagi, belum sempat Adri meneruskan kalimatnya, Kafeel memotong ucapan Adri. Namun bukan dengan pertanyaan, melainkan Kafeel langsung memutuskan panggilan telepon.
“Apa maksudnya coba Val berduaan di pantai dengan Achiel?. Pakai segala booking satu resto gitu?.... Val naksir Achiel sekarang?.... Udah ga naksir gue lagi gitu???....” Kafeel menggumam.
Kafeel tergesa dalam mengemudikan mobilnya.
“Katanya cinta mati sama gue?....”
Kafeel menggumam sebal.
♥
Kembali pada dua orang yang sedang berada di tepian pantai, pria dan wanita.
Yang mana si pria sedang mendapat penganiayaan kecil pada pipinya oleh si wanita yang berstatus gadis plus perawan.
“Jomblo tua suka menggemaskan yah?!” itu Val, yang berseru sesuka hatinya, dengan masih mencubit gemas pipi Achiel yang juga Val goyang-goyangkan ke kanan dan ke kiri. Yang mana sebenarnya mau Achiel hentikan, tapi ia sungkan.
Karena pasti Achiel akan memegang tangan sang Nona Muda. Dan Achiel tidak mau kalau sampai dibilang hendak berlaku kurang ajar.
Jadi Achiel memilih pasrah saja dengan perlakuan sang Nona Muda yang sedang menganiaya pipinya itu.
Sementara sang Nona Muda juga masih asik saja menganiaya pipi Achiel seraya tersenyum lebar. Dan saat Val masih asik menganiaya dengan gemas pipi Achiel itu tahu-tahu,
“Val!”
Sebuah suara bariton membuat Val dan Achiel spontan menoleh ke arah sumber suara secara bersamaan.
‘Waduh!’
Achiel yang terkejut spontan berseru dalam hatinya saat kemunculan seseorang dengan suara bariton tersebut.
“Eh, Kak Kafeel????....”
Val cukup terkejut melihat kehadiran Kafeel di tempatnya berada saat ini.
__ADS_1
♥
“Tuan Kafeel.”
Achiel langsung menyapa seraya menggerakkan sedikit kepalanya untuk memberi hormat pada Kafeel yang tahu-tahu muncul saat pipinya sedang dianiaya Val.
Kafeel tak menyahut. Pandangannya sedikit tajam pada Achiel, sembari matanya menyorot tangan Val yang masih bertengger di pipi Achiel. Val yang sedang terkejut senang melihat kedatangan Kafeel juga seolah terhipnotis sampai ia seolah tak bergerak dengan tangannya yang masih berada di pipi bodyguard khususnya itu.
“Kak Kafeel sama siapa? ...”
Val bertanya dengan sumringah.
Kafeel yang matanya sedang menyorot sedikit tajam pada Achiel itu segera menoleh dan tersenyum lebar pada Val.
“Sendiri..” jawab Kafeel.
Sembari kedua tangan Kafeel menyentuh tangan Val yang masih memegang pipi Achiel, lalu melepaskan tangan Val dari pipi Achiel, yang orangnya nampak kikuk itu.
Lalu Kafeel berdiri di antara Val dan Kafeel. Membelakangi bodyguard khusus Val yang spontan melangkah sedikit mundur, kala Kafeel berdiri didepannya. ‘Mati ini gue, kalau Tuan Kafeel ternyata cemburu lihat Nona Valera megang pipi gue!’
Achiel membatin was-was.
“Val cantik marah sama Kakak?..” tanya Kafeel seraya tersenyum teduh pada Val yang nampak senang sekali melihat kedatangan sang pujaan hatinya itu.
“Engga..” jawab Val dengan wajah innocent nya, lalu kembali tersenyum.
“Kok panggilan telepon Kakak ga kamu terima? ..” tanya Kafeel lagi.
“Sepertinya ponsel Val, tertinggal di mobil deh .. makanya Val ga terima panggilannya Kak Kafeel..”
“Hmm ...” Kafeel menggumam pelan.
Kemudian Kafeel memiringkan tubuhnya ke arah Achiel.
Jika pada Val, Kafeel berbicara dengan lembutnya, berbeda saat ia berbicara dengan Achiel sekarang.
“Dan lo, kenapa juga ga terima telepon gue?!”
Kafeel berbicara, seraya bertanya dengan ketus pada bodyguard khusus Val itu. Rasanya Kafeel sedang sebal sekali pada Achiel.
“Maaf Tuan Kafeel ponsel saya tadi sedang dicharge di mobil dan lupa saya bawa. Soaln –“
Lalu bodyguard khusus Val itu segera berjalan menjauh dari Val dan Kafeel. Tapi sejenak kemudian Achiel menghentikan langkahnya.
Achiel kembali berjalan mendekat pada Val dan Kafeel. “Maaf Tuan Kafeel, Nona Muda...” ucap Achiel. “Ini sepatu Nona Muda bagaimana? ..”
“Eh i—“
“Lo makan!” sahut Kafeel dengan ketus saat Val hendak menyahut pada Achiel. “Ya lo bawa lah!”
Kafeel mendelik setengah tajam pada Achiel.
“Udah tahu Val masih ada disini. Ga akan juga dia pakai itu sepatu di pasir begini.”
“Baik Tuan Kafeel.”
Achiel menyahut sopan, selain pasrah mendapat perlakuan sinis dari Kafeel.
“Nih! Bawain sepatu gue sekalian!”
“Baik Tuan Kafeel.”
Lalu Achiel kembali melanjutkan langkahnya untuk hengkang dari hadapan Kafeel dan Val.
“Jangan jauh-jauh!. Siapa tahu kami butuh lo nanti,” ucap Kafeel dengan nada suara yang masih terdengar ketus pada Achiel.
Achiel mengangguk. “Baik Tuan Kafeel,” jawab Achiel.
♥
“Jangan galak-galak sama Kak Achiel, Kak.”
Suara Val membuat Kafeel yang sedang memperhatikan Achiel berjalan menjauh darinya dan Val itu, membuat Kafeel segera menoleh ke arah Val yang sedang menatapnya dengan wajah yang memelas namun keimutan mendominasi, hingga tampak menggemaskan di mata Kafeel.
“Habis dia teledor.” Ucap Kafeel. ‘Tambah lagi itu orang kayak keenakan kamu pegangin pipinya!’ Kafeel berkata ketus dalam hatinya. ‘Pipi gue aja ga pernah dicubit-cubit gemas macam Val cubit-cubit pipinya si Achiel tadi!’ Kafeel masih menggerutu dalam hatinya.
“Bukan salah Kak Achiel juga sih, Kak.. Val yang tadi terburu-buru keluar dari mobil saat sampai disini, makanya mungkin Kak Achiel sampai lupa bawa ponselnya.” Kata Val. “Jadi Kak Achiel jangan dimarahi.”
“Ya sudah, iya.” Sahut Kafeel.
__ADS_1
Yang mana Kafeel langsung tersenyum dengan manisnya pada Val.
‘Kenapa juga gue jadi sewot sama si Achiel karena Val cubit-cubit gemas pipi dia?! ....’
♥
“Kak Kafeel kok tahu Val ada disini?...” tanya Val dengan lugunya. “Kan Val sama Kak Achiel ga terima panggilan Kak Kafeel? ..” sambung Val yang bertanya pada Kafeel yang sudah kembali menolehkan wajahnya pada Val.
“Lupa ya aku ini asisten Abang Alva yang jenius itu?.... dan dia membuat program tracker yang bahkan bisa menembus laut dalam?....” jawab Kafeel.
“Oh iya, ya!”
Val menyahut.
“Waktu aku antar berkas ke ruangan Alva, aku ga lihat kamu. Aku pikir kamu sedang di toilet. Tapi Alva dan Drea bilang, kalau kamu ga mampir lagi ke perusahaan setelah makan siang dengan mereka.” Tutur Kafeel. “Aku langsung berpikir kalau kamu marah sama aku.”
Val menggeleng.
“Val ga marah kok sama Kak Kafeel....”
“Beneran? .....”
Kafeel memastikan.
“Iya benar.”
“Tapi ngambek?”
Kafeel memastikan lagi, seraya bertanya.
Val tersenyum geli. “Sedikit!”
Val menjawab dengan menggerakkan tangannya, dengan jempol dan telunjuknya yang hampir rapat, berikut ekspresi imut Val yang menyertainya.
Membuat Kafeel seketika gemas, hingga satu tangannya terangkat dan dua jarinya menjepit dengan gemas hidung mancung Val. ‘Bisa goyah iman gue kalau terus-terusan dihadapkan dengan wajah Val yang menggemaskan begini.’
Kafeel membatin.
‘No, Ka!’
Hati Kafeel berseru.
‘No!’ seru hati Kafeel lagi. ‘Hapus pikiran lancang lo untuk menyambar bibir imut nan menggoda milik gadis yang bahkan umurnya belum genap delapan belas tahun ini!’
♥
“Duduk yuk disana? Nanti lama-lama disini kulit mulus Val yang cantik ini bisa terbakar loh,” ucap Kafeel seraya menunjuk pada satu spot tempat duduk yang mirip sofa dengan kanopi yang menutupi sofa semi kasur tersebut yang mana space semi kasur, lengkap dengan beberapa buah bantal itu dinamakan orbit.
“Iya ayo! Kebetulan Val juga haus!” sahut Val.
“Yuk!”
Kafeel merundukkan tubuhnya.
“Sini.”
Kafeel menoleh pada Val sambil menepuk-nepuk satu sisi punggung atasnya.
“Kak Kafeel, mau menggendong Val? ...” tanya Val yang ingin memastikan jika memang Kafeel ingin menggendong belakang dirinya.
Kafeel mengangguk seraya tersenyum. “Itu juga kalau Val cantik mau aku gendong ...”
“Ih Val mau lah. Masa ga mau sih?!” sahut Val dengan sumringah.
“Ya udah, yuk? ...” Kafeel mengkode agar Val segera naik ke atas punggungnya.
“Habis Kak Kafeel menggendong belakang Val, nanti kita latihan ya Kak? ..” ucap Val.
“Latihan apa? ...” sahut Kafeel seraya bertanya, karena tidak paham dengan ucapan Val tersebut.
“Latihan menggendong Val ala bridal style.”
Val berucap sumringah.
“Biar nanti Kak Kafeel tidak kaku saat menggendong Val dihari pernikahan kita!”
Eyyaaa! .....
♥♥
__ADS_1
To be continue....