
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Rumah Keluarga Cemara, Bekasi, Jawa – Barat, Indonesia....
Ada yang sedang berkumpul memberi dan mendengarkan informasi yang membagongkan pada sebuah kesempatan di rumah Ake Herman dan Ene Bela.
“Eh by the way, bagaimana hasil investigasi kalian?-Mika sama Kak Aryanya mana?” Kak Drea bertanya, sambil dirinya celingukan.
“Oh my gat Kak Drea! Ada Hot News, you know?!”
Kehebohan kemudian mulai tercipta.
“Eh Aro, tadi bukannya kamu live igeh?-Kok ga ada di story sama feed igeh kamu?”
Ada Isha yang menyela sejenak, sebelum hot news mereka bagi.
“Siapa juga yang live sih?” sahut Aro.
“Nah tadi kamu bukannya mem-video-kan saat Mika dan Kak Arya bernyanyi bersama?” timpal Isha.
“Video biasa lah!” tukas Aro.
“Mika sama Arya nyanyi bareng?”
“Kamu nanyea?? ...” tukas Aro pada Kak Tan-Tan yang bertanya-tanyea.
♥
“Jawab dulu!. Si Mika sama si Arya duet maut sing a song gitu?” Kak Tan-Tan yang masih penasaran kembali bertanya pada para KE-POers pencari berita dan jawaban dari jiwa mereka yang selalunya sering kepo itu.
“Yes!” Sahutan pun dengan cepat terdengar.
“Ho oh!”
♥
“Mana coba lihat videonya?” Abang Varen jadi ikut penasaran.
“Wait aku kirim ke grup.”
“And you guys know what????”
(Dan kalian tahu tidak????)
“What? (Apa?)” Mereka yang dipandangi Ann balik bertanya pada si Little Devil.
“May dan Kak Arya, sudah menjadi sepasang kekasih!”
“Haaa?? ...”
“Cius itu?? ...”
“Super cius!”
“Thousand percent confirm (Seribu persen terkonfirmasi)”
“Isha punya video keuwuan mereka waktu Kak Arya menghampiri Mika setelah nembak Mika di panggung-Plus waktu Mika terima itu tembakannya Kak Arya.”
Dan yang ponselnya ditinggal di kamar, melongo ke ponsel yang tersedia.
“Ya ampun gue merinding liatnya!” Komentar Abang Varen, membuat lainnya cekikikan.
Makin cekikikan, setelah Kakak Tan-Tan yang mulutnya sering ilang saringannya, bilang, “Mantep peletnya si Sadboy!”
“Dipadu sama ilmu gendam jangan-jangan?” Abang Varen menambahkan, yang lain makin cekikikan. Bukan salah Abang Varen sama Kak Tan-Tan jika mereka sampai nyeletuk asal demikian.
Karena berita si judesgirl dan si sadboy-yang kini udah resmi jadi eks-sadboy, memang sungguh diluar nalar. Bagi mereka yang tahu bagaimana interaksi Tom and Jerry versi manusia itu.
Well, Mika dan Arya bukan musuh bebuyutan memang, tapi suratan takdir yang membuat keduanya kini telah resmi menjadi sepasang kekasih sesuai laporan para adik, memang sungguhlah membagongkan untuk didengar.
“Terus mana itu mereka? –“
Papi John bertanya. Lalu yang mendengar pertanyaan pun celingukan ke arah pintu masuk rumah Keluarga Cemara tersebut.
“Perasaan tadi ada dibelakang kita?”
♥♥
Beberapa waktu sebelumnya....
“Jadi begadang ini kita?”
Itu Aro yang bersuara, kala ia dan tujuh orang lainnya telah sampai di halaman depan rumah salah satu Kakek dan Nenek mereka.
“GOAALL!!! ..”
Suara pekikan riuh terdengar dari area dalam, rumahnya Ake Herman dan Ene Bela itu.
“Jadiin –“ Kafeel yang menjawab. “Tuh masih pada melek.” Dimana ucapan Kafeel berikutnya tertuju dari para pemilik suara yang baru saja berteriak itu.
“Kita juga ikutan begadang kan, Sha, Ann, May? ..”
Val menimpali ucapan Aro dan Kafeel.
“Okay!” Ann yang lekas menyahut, dan didukung oleh Isha juga Mika.
♥
“Assalamu’alaikum!”
__ADS_1
Mereka yang baru saja tiba dari nongki-nongki malam itu serempak mengucapkan salam di pintu masuk rumah Keluarga Cemara, yang walau ucapan salam itu diucapkan di pintu masuk, namun tetap terdengar sampai ke ruangan di mana orang-orang yang tadi bersorak ‘Goal’ berada.
“Euumm ..” Ada Mika yang menggumam tertahan, setelah ia ikut mengucapkan salam serempak bersama mereka yang datang dengannya tadi. Ada yang ingin Mika panggil, namun Mika canggung-bingung lebih tepatnya. Karena orang yang ingin Mika panggil kini memiliki sebuah status dengannya.
Kenapa Mika bingung?
Karena Arya Narendra telah menjadi kekasihnya.
Jadi Mika kebingungan, bagaimana dia harus memanggil Arya, karena pria muda itu,
Adalah orang yang paling Mika sentimenin di seluruh dunia, orang yang paling menyebalkan di mata Mika.
Yah, tapi itu dulu. Sebelum kata-kata manis dan romantis serta tulus terucap dari mulut Arya untuk Mika.
Yang menyadarkan Mika, jika ada sebentuk rasa di hatinya untuk seorang Arya Narendra. Meski, Mika yakin jika itu belum dapat dikatakan sebagai perasaan cinta.
‘Masa gue panggil dia sadboy?’
Mika membatin. Ia tidak ikut masuk bersama para saudara dan saudarinya berikut Kafeel ke dalam rumah, yang mereka sebut sebagai Rumah Keluarga Cemara itu.
Mika sedang berdiri canggung ditempatnya, sambil memandang pada punggung Arya yang orangnya juga sudah hendak masuk ke dalam rumah Keluarga Cemara-yang kemudian menyadari jika Mika tidak ada di sisinya.
“Mi?-“ panggil Arya, yang sudah menghentikan langkahnya, lalu ia menoleh ke arah Mika yang sedang bergeming di tempatnya.
♥
Mika terkesiap kala Arya memanggilnya. Lalu Mika kembali menjadi canggung, kala Arya berjalan mendekatinya.
Yang ingin Mika panggil sedari tadi, karena Mika ingin mengajak Arya bicara sebentar berdua saja.
Namun ya itu, Mika yang tidak pernah membayangkan dalam benaknya jika suatu hari dirinya akan menjadi pacar seorang Arya Narendra-yang mana Mika tidak sukai selama ini karena Mika mengganggap segala hal yang menyangkut Arya Narendra adalah suatu gangguan, yang bisa membuatnya alergi.
Jadi, perkara memanggil Arya yang selalu Mika panggil sebagai sadboy setelah pria muda yang Mika sentimenin selama beberapa tahun belakangan itu, menjadi sedikit masalah untuk Mika.
♥
Mika memandang pada Arya yang sudah berdiri tepat di hadapannya itu.
Yang kemudian telunjuknya menyentuh satu sisi pipi Mika.
“Kenapa?” tanya Arya, seraya satu telunjuknya itu mengelus pelan dan lembut pipi Mika yang sedang ia sentuh itu.
“Engga, itu .. Ada yang mau gue omongin sama lo ..”
Mika menyahut pelan, akibat kekikukkan dirinya yang masih belum imun dengan Arya Narendra sebagai pacarnya sekarang.
“Kalo mau ngomong kenapa malah matung disini dan ga manggil gue?” kata Arya.
“Gue bingung manggilnya-“
“Bingung? ..” heran Arya.
“Yaa, selama ini kan gue manggil lo sadboy-“
“Geli!” seloroh Mika, dan Aryapun langsung terkekeh geli mendengar sahutan Mika.
“Ya udah, mau ngomong apa?-“
“Kita.”
“Oke.”
♥♥
Kembali pada waktu yang sebenarnya....
Pada mereka yang berada di dalam rumah.
“May dan Kak Arya, sudah menjadi sepasang kekasih!”
“Haaa?? ...”
“Cius itu?? ...”
“Super cius!”
“Thousand percent confirm (Seribu persen terkonfirmasi)”
“Isha punya video keuwuan mereka waktu Kak Arya menghampiri Mika setelah nembak Mika di panggung-Plus waktu Mika terima itu tembakannya Kak Arya.”
“Ya ampun gue merinding liatnya!”
“Mantep peletnya si Sadboy!”
“Dipadu sama ilmu gendam jangan-jangan?”
“Terus mana itu mereka? –“
Papi John bertanya. Lalu yang mendengar pertanyaan pun celingukan ke arah pintu masuk rumah Keluarga Cemara tersebut.
“Perasaan tadi ada dibelakang kita?”
Kafeel yang menjawab pertanyaan Papi John.
“Lagi mojok kali?” celetuk Drea sambil cekikikan setelahnya.
“Apa Poppa dan Papi mau menugaskan Agent Ares untuk memata-matai mereka?? ...” Ada yang kemudian nyeletuk.
Adalah adik kandung si judesgirl yang barusan nyeletuk itu.
Ares.
__ADS_1
Dimana membuat dua Daddy dan para kakak itupun langsung lagi cekikikan karena tingkah Ares yang menirukan pose sebuah tokoh film mata-mata Hollywood.
“Lady Bond ikut!”
Aina menimpali ide Ares, dengan keantusiasan yang sama seperti Ares.
Dan mereka selain dua pewaris bontot itu mendengus geli saja atas kelakuan itu dua bocil yang maunya ngintilin terus kegiatan para kakak.
“Bocil gegayaan!”
♥♥
Mengunjungi dua insan yang belum masuk ke area dalam rumah Keluarga Cemara.
Dimana keduanya kini duduk di kursi taman yang ada di pekarangan depan rumah yang ditempati Ake Herman dan Ene Bela itu.
“Mau ngomongin apa, Sayang?” tanya Arya sambil mengulum senyuman, dimana Mika langsung berdecak kecil.
“Lebay!” cetus Mika kemudian, dan Arya pun terkekeh.
“Ya udah, jadinya mau ngomong apa?”
“Seperti yang gue bilang tadi-“
“Kita?-“
“Iya.”
“Kenapa dengan kita memangnya, Mi? ...”
“Boleh gue tanya satu hal sama lo?-“
“Silahkan-“
“Lo yakin mau ngejalanin hubungan ini sama gue?”
“Yakin-“
“Meskipun gue masih belum bisa kasih lo perasaan yang sama seperti yang lo punya ke gue?-“
“Iya ...”
Tangan Arya terulur untuk menyelipkan sejumput surai Mika ke belakang telinga gadis judes yang telah resmi menjadi kekasihnya itu.
“Kan gue udah bilang tadi. Selama apapun gue akan nunggu, bersabar sambil berusaha buat dapet balasan ucapan ‘I Love You Too’ dari lo, setiap gue bilang ‘I Love You’ ...”
Arya mengulas senyuman, lalu didetik berikutnya Arya meraih satu tangan Mika yang kemudian ia genggam.
“Kalo gue boleh tau, alasan lo terima gue, apa? ...”
“Kasihan,” tukas Mika dan Arya terkekeh lagi, Mika mendengus geli.
“Ga apa deh biar karena kasian juga. Yang penting lo mau jadi pacar gue.”
“Segitunya,” tukas Mika dan Arya tersenyum lembut kemudian. Kemudian Mika memandang lurus kedepan. “Gue ga bisa janjiin lo apa-apa buat kedepannya-“
“Lo kenapa terima gue?-“ potong Arya. “Kalo boleh gue minta jawaban yang serius,” sambung Arya dengan masih tersenyum lembut pada Mika yang kemudian menoleh dan menatapnya.
“Hati gue yang suruh,” jawab Mika. “Jadi gue ikutin,” tambah Mika, lalu balas tersenyum pada Arya. “Ga tau kenapa hati gue pro ke elo sekarang,” lanjut Mika dan Arya menambahkan volume senyumnya.
“Sorry kalo gue kepedean.” Arya berujar. “Kalo lo bilang hati lo udah pro ke gue sekarang, itu tandanya, lo udah ada rasa sama gue, Mi.”
Sambil Arya mengusap lembut punggung tangan Mika yang sedang ia genggam.
“Tapi lo masih ragu sama perasaan itu.”
“Mungkin begitu ...” tukas Mika.
“Lo nyaman ga sekarang sama gue kayak begini?” tanya Arya kemudian, dan tak lama Mika mengangguk dengan seutas senyum tipis sambil memandang pada Arya.
“Itu aja udah cukup buat gue, Mi-“ kata Arya. “Cukup dengan lo yang nyaman aja sama gue, dideket gue, gue udah seneng. Yang penting satu-“
“Apa?” sambar Mika.
“Jangan pernah hentikan gue untuk selalu berusaha membuat lo nyaman berada disisi gue, sampai gue mampu membuat rasa sekedar nyaman lo, jadi sangat nyaman sama gue, lalu rasa sangat nyaman itu membuat lo bisa jatuh cinta sama gue ...”
Arya tersenyum manis.
“Jangan lagi nanya, apa gue yakin atau engga buat ngejalanin hubungan ini sama lo, meski cinta lo masih samar ke gue, atau bahkan belum ada, atau pun akan lama adanya ...“
“...........”
“Karena jawaban gue akan tetap sama,” ungkap Arya. “Gue akan selalu yakin dengan hubungan ini, dari sekarang sampai ke tahap selanjutnya,” lanjut Arya. “Jadi ga usah lagi lo pertanyakan kenapa. Karena cukup dengan lo merasa nyaman sama gue, gue punya sesuatu yang pantas buat gue perjuangkan dalam hidup gue.”
Dikecup singkat tangan Mika yang sedang Arya genggam itu.
“Elo, Mikaela Finn Adjieran Smith.”
Arya tersenyum tipis kemudian.
“Terserah mau dibilang lebay, gombal, I don’t care ... Tapi bagi gue, mulai dari sekarang. Hanya elo, perempuan yang rasanya lebih dari pantas buat gue perjuangin cintanya, buat gue bahagian hidupnya.”
‘Oh Arya ...’
♥♥♥♥
To be continue ...
Hai-hai, Emak selalu nungguin, ngarepin dukungan kalian atas karya remahan Emak ini.
Jadi Emak harapkan geolan jempolnya yeh?
__ADS_1
Tararenkyu.