
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Isola, Italia,
“Tuan Moreno ---“
“Hai, Cel. Apa kau sudah makan? ...”
Dad R bertanya setelah ia mengangguk menanggapi sapaan Celine padanya, yang tak lama muncul ke dekatnya dan Varen, setelah Dad R belum lama datang ke sebuah bangunan yang juga berada di Little Star Island, namun agak terpisah dari kastil.
“Sudah, Tuan,”
“Alva mengatakan jika kau sudah berhasil mendapatkan semua kandungan dalam cairan buatan Ann?”
“Iya, Tuan... saya sedang melakukan pengecekan sekali lagi untuk itu. Untuk melihat kandungan racun di dalamnya yang menyebabkan Nona Muda Valera jatuh koma...“
“Alat apa itu, Cel?...”
Dad R yang setelah manggut-manggut kecil mendengar jawaban Celine yang agak membuat hatinya lega itu, bertanya setelah ia iseng mengedarkan pandangannya ke bangunan yang menjadi tempat penelitian serta percobaan dari hasil penelitian Varen dan Celine untuk sebuah penemuan atau pengembangan dari sebuah teknologi, ataupun ragam obat untuk medis yang dibuat Celine.
“Oh itu, akan dipergunakan bagi para korban pelecehan s*ksual yang memiliki trauma hebat dan mendalam, agar mereka melupakan kejadian buruk yang menimpa mereka dan dapat menjalani hidup mereka dengan normal...”
“Jadi itu, dengan kata lain, itu adalah alat penghapus memori?...” duga Dad R.
“Iya, Tuan Moreno. Hanya saja alat itu dapat mengatur memori yang ingin di hapus.”
“Apa bekerja pada orang yang koma?”
“Dad?...”
“Aku tanya padamu Celine, apa itu bekerja pada orang yang koma? Karena aku tidak ingin putriku kembali merasakan lukanya saat dia sadar dari tidur panjangnya nanti dan melakukan hal bodoh dengan mencoba membunuh dirinya sekali lagi ...“
“Dad, apa Dad yakin ingin melakukan itu?...”
“Jika itu bisa membuat putriku tak perlu lagi mengingat sakit di hatinya karena Kaka, lalu tidak bertindak bodoh dengan berusaha bunuh diri lagi, yang mana untuk kali kedua belum tentu dia akan seberuntung saat ini, dan nyawanya terselamatkan walaupun dalam keadaan koma... Ya. Aku yakin.”
“Tapi Tuan Moreno, hasil akhir berbeda-beda meskipun pada orang yang dalam kondisi sadar. Ada resiko amnesia total, dan tidak hanya melupakan memori yang ingin di hapus pada masa tertentu. Namun Nona Muda Valera bisa saja melupakan anda semua---“
“Asal tidak mengancam nyawanya. Lakukanlah,” tukas Dad R yang memandang Celine dengan raut muka yang menggambarkan jika Dad R yakin dengan apa yang barusan ia katakan, dimana Celine lalu menggigit bibir dalamnya sembari melirik ke arah Varen.
“Dad ...”
Varen meraih pundak ayah kandungnya itu.
“Aku akan selalu mendukung setiap keputusan Dad demi kebaikan Val ...” sambung Varen. “Tapi ada baiknya Dad bicarakan hal ini terlebih dahulu dengan Mom, Gappa, bahkan dengan yang lainnya juga---“
---
Telah Varen sampaikan kepada seluruh anggota keluarganya, ide yang Dad R cetuskan saat melihat salah satu alat yang merupakan hasil buatan Varen dan Celine untuk membantu mereka yang menjadi korban pelecehan seksual, lalu menderita trauma yang mendalam.
“Aku sedikit khawatir ... Tapi aku tidak dapat menampik, jika ucapan R ada benarnya. Saat Val sadar nanti, siapa yang dapat menjamin jika luka hatinya karena Kaka itu hilang, lalu tidak sampai lagi melakukan kenekatan sampai nyawanya terancam seperti ini ... Dan jika itu terjadi hingga yang kedua kali, apa Tuhan akan kembali berbaik hati? Membuat Val tertolong lagi seperti sekarang meskipun koma... Namun walau begitu, ada harapan dari kondisi Val yang sedang koma itu, ketimbang kita menanggung luka karena kehilangan Val untuk selama – lamanya. Jika terjadi untuk yang kedua kali, apa akan sama kita memiliki harapan seperti sekarang ini lagi? ...”
Poppa yang kemudian pertama kali menyampaikan pendapatnya setelah Varen mengatakan soal gagasan Dad R yang ingin menggunakan sebuah alat yang katakanlah adalah alat penghapus memori itu pada Val, atas dasar kekhawatirannya yang dibayangi oleh rasa ketakutannya sebagai seorang ayah yang takut kehilangan putrinya untuk selama – lamanya.
“Jadi, aku secara pribadi, mendukung apa yang R gagaskan.”
Setelahnya, Poppa menegaskan dukungannya pada Dad R. Dimana suara Poppa itu kemudian diaminkan oleh para Dad lainnya yang berpikir sama seperti Poppa.
---
Tadinya---para Mom dan Nenek termasuk juga dua kakek itu, ingin memberikan penolakan atas ide Dad R yang ingin menghapus ingatan Val tentang Kafeel.
__ADS_1
Termasuk juga Mommy Ara yang sebelumnya sudah diajak bicara terlebih dahulu oleh Dad R, sebelum Varen mewakili dirinya menyampaikan gagasan spontan yang ia punya, setelah Dad R melihat satu alat di ruang penelitian Varen dan Celine yang dijelaskan fungsi alat tersebut oleh Celine, kemudian gagasan untuk menggunakan alat itu pada Val melintas di pikiran Dad R---lalu langsung ia cetuskan di hadapan Varen dan Celine.
Mommy Ara yang bimbang, menyampaikan keraguannya pada Dad R yang tidak memaksakan kehendaknya pada sang istri yang kemudian ia boyong ketika pemberitahuan jika seluruh keluarga mereka sudah berkumpul untuk diberitahu soal gagasan Dad R tersebut.
“Aku hanya tidak ingin menghadapi lagi situasi disaat Val dinyatakan tiada seperti kala itu. itu saja ... Tetapi aku akan meminta pendapat yang lain akan gagasanku ini, karena bukan hanya aku seorang orang tua Val. Hanya saja Babe, mengertilah posisiku.”
Yang Dad R katakan pada Mommy Ara, dimana Dad R paham betul jika istrinya itu sangat bimbang untuk menyampaikan pendapatnya---tentang gagasan Dad R yang mengejutkan itu.
Dan memang seperti itu kiranya, sampai dimana ia duduk berkumpul bersama Dad R dan seluruh keluarga, Mommy Ara masih merasa bimbang untuk mengatakan Ya atau Tidak, atas ide suaminya itu terkait Val.
Namun bimbangnya Mommy Ara dengan sedikit kekhawatiran serta juga ada rasa keberatan karena takut resiko yang akan terjadi setelah Varen dan Celine menjelaskannya---dimana apa yang Mommy Ara rasa, juga dirasakan oleh para Mom lain serta tiga nenek dan dua kakek, kemudian menjadi anggukan kepala dan ucapan persetujuan yang keluar dari mulut mereka semua setelah mendengar ucapan panjang lebar Poppa sebagai pendapatnya, setelah Varen menyampaikan gagasan Dad R di depan seluruh keluarga.
Dimana ucapan Poppa itu kemudian menciptakan bisikan dalam hati dan kepala mereka yang mendengar komentar dari pria berbadan paling besar dalam keluarga, yang juga adalah sosok paling dominan dalam keluarga selain Dad R, setelah Gappa digantikan oleh keduanya saat Poppa dan Dad R telah dewasa, dan dirasa mampu untuk menjadi pemimpin dalam keluarga setelah Gappa.
‘Rasanya memang, lebih memilih dihadapkan oleh Val yang hilang ingatan, daripada dihadapkan dengan situasi dimana kami harus menguburnya di dalam tanah ...’
Seperti itu, kiranya bisikan di dalam kepala serta hati semua orang setelah mendengar ucapan Poppa yang adalah pendapatnya secara pribadi atas gagasan Dad R yang ingin menggunakan alat penghapus memori yang ia lihat di ruang penelitian Varen dan Celine.
“Jadi, sepakat untuk melakukan ide Dad pada memory Val? ...”
Varen mempertanyakan lagi keputusan seluruh anggota keluarganya yang sudah mengangguk mengiyakan untuk melaksanakan gagasan Dad R terkait ingatan Val.
Termasuk para adik dari jajaran Mika bahkan Aina dan Ares, walaupun dua anak itu masih terhitung bocil. Namun begitu, Ares dan Aina yang macam seperti para saudara dan saudarinya yang lain, sudah paham akan situasi dan sudah dapat berpikir untuk menilai.
Karena mereka besar dalam keluarga yang sudah terlatih untuk berpikir dewasa sedari usia belia---namun tidak dituntut untuk bersikap jauh di luar batas usia mereka.
---
“Baiklah kalau begitu, besok Celine akan mempersiapkan semuanya. Dengan mengecek kondisi Val terlebih dahulu, untuk melihat jika ada resiko membahayakan untuk melakukannya---mengingat Val sedang dalam kondisi koma saat ini. Dan alat itu, baru pernah digunakan pada orang yang memiliki kesadaran. Serta baru dipergunakan oleh dua orang, walaupun hasilnya cukup memuaskan. Sesuai dengan tujuan alat itu aku ciptakan untuk membantu orang-orang yang memiliki trauma hebat atas perkosaan. Namun mereka dalam kondisi sadar, tidak seperti Val.”
Yang Varen katakan pada semua anggota keluarganya, ketika mereka telah mencetuskan sepakat---menjawab pertanyaan Varen yang memastikan untuk menggunakan alat buatannya pada Val.
Lalu anggukan mengiyakan paham, terlihat lagi dari semua anggota keluarga The Adjieran Smith yang sedang Varen ajak bicara itu tanpa terkecuali.
“Ya sudah. Besok, aku dan Celine akan melihat kemungkinan untuk menghapus sebagian memory Val yang mana itu bersangkutan dengan ingatannya tentang Kaka. Tapi aku ingin menegaskan satu hal...”
Varen kembali bicara.
“Jika ada resiko sekecil apapun yang kiranya membahayakan jika hal itu dilakukan pada Val yang sedang koma sekarang ini, maka aku akan langsung membatalkannya,” tegas Varen. “Okay, Dad?” Lalu Varen memfokuskan pandangan dan ucapannya pada sang pencetus ide untuk menghilangkan ingatan Val tentang Kafeel, dimana Dad R langsung menjawab dengan anggukan yakin pada anak kandung sulungnya itu---yang akan meneruskan perannya dan Poppa dalam keluarga sebagai seorang Alpha, sosok dominan dalam satu kelompok.
Lalu Varen juga menggangguk sekali menjawab persetujuan ayah kandungnya itu, kemudian Varen dan seluruh anggota keluarganya tersebut mengakhiri pertemuan mereka dalam mengambil keputusan terkait usaha mereka agar saat sadar nanti, Val akan melupakan luka hatinya pada Kafeel---lalu akan hidup normal tanpa memberikan momok menakutkan pada keluarganya, jika ia akan berusaha bunuh diri untuk yang kedua kalinya.
---
“Dad..” Nathan memanggil Dad R yang sedang bersama para Dad lainnya.
“Ya, Than?” sahut Dad R.
“Celine bilang semua sudah siap.”
“Baiklah—“
“Are you really sure want to do this? ( Apa lo benar yakin mau melakukan ini ), R?..”
“Ya.”
“Ya sudah kalau begitu.”
Poppa manggut-manggut kecil setelah mendengar jawaban Dad R, saat hari dimana langkah untuk menghilangkan ingatan Val tentang Kafeel akan dilakukan.
Poppa memang yang paling pertama menyampaikan dukungannya setelah Varen lebih dulu mengatakan jika ia mendukung apapun keputusan ayah kandungnya itu terkait Val.
Namun tetap, Poppa juga masih sedikit memiliki kekhawatirannya sendiri atas rencana penghapusan memori Val tentang Kafeel.
__ADS_1
Dan sebagai saudara bagi Dad R, Poppa ingin melihat lagi keyakinan Dad R yang memang seperti selalunya, Dad R konsisten pada setiap kata – kata dan keputusannya.
---
“Tuan, Nyonya,” ucap Celine yang kini sedang berhadapan dengan seluruh anggota keluarga The Adjieran Smith di depan ruang rawat Val. “Anda terutama Tuan Moreno,” ucap Celine lagi, yang kini pandangannya tertuju lebih fokus pada Dad R.
“Kenapa, Cel?...”
Dad R menanggapi Celine.
‘Tak apa, Cel. Katakan saja pendapatmu.”
Varen bersuara, setelah Celine meliriknya saat ia ingin mengatakan sesuatu hal pada Dad R, namun gadis nyentrik itu sedikit ragu untuk menyampaikannya pada yang bersangkutan.
“Katakan saja apa yang ingin kau katakan padaku, Cel. Tidak perlu takut untuk menyampaikannya. Kecuali jika kau membuat kesalahan.”
“Baik, Tuan Moreno ...”
“Bicaralah ... Apa kondisi Val menjadi tidak memungkinkan? ...”
“Tidak, Dad. Val okay jika proses penghapusan memorinya tentang Kaka dilakukan.”
Varen lalu menjawab pertanyaan Dad R---kala saat bertanya tadi, Dad R memandang padanya.
Atas dasar Varen yang mengetahui kondisi Val seperti Celine, karena Varen ikut turun tangan mengecek kondisi adik kandungnya itu untuk kelayakan Val melakukan proses penghilangan memorinya tentang Kafeel.
“Lalu apa yang ingin kau sampaikan, Cel? ...”
Gappa yang lalu angkat suara, berkata seraya bertanya pada Celine.
“Jadi begini Tuan, Nyonya semua ...”
Celine kemudian bicara. Dan semua orang yang ada di hadapannya itu memfokuskan mata dan telinga mereka kepada gadis nyentrik itu.
“Semua tes tentang kelayakan Nona Muda Valera untuk dihapus memorinya tentang Tuan Kafeel, menunjukkan jika tidak ada resiko terancam nyawa untuk melakukannya.” Celine mulai menerangkan. “Namun yang ingin saya sampaikan adalah, tindakan penghapusan memori Nona Muda Valera ini hanya dapat dilakukan satu kali saja, mengingat kita tidak dapat melihat hasilnya dengan segera---“
“Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, jika kondisi Val yang koma membuat keterbatasan untuk mengetahui hasilnya. Meski jika pada orang normal, biasanya akan ada lebih dari satu sesi upaya ... Untuk membuat mereka benar – benar lupa pada pengalaman mengerikan mereka.”
Varen kemudian menginterupsi.
“Silahkan kau lanjutkan, Cel,” ucap Varen kemudian pada Celine yang langsung mengangguk.
“Dan atas keterbatasan itu, maka saya tidak berani melakukan lebih dari satu kali upaya. Karena hasilnya kan masih abu – abu bahkan gelap ... Jadi kalau mengikuti upaya yang dilakukan pada orang dalam kondisi sadar, saya takut akan ada gangguan fungsi otak pada Nona Muda Valera ...”
Celine kembali memberikan penjelasannya, yang juga adalah pendapatnya.
“Meski sebenarnya saya agak sedikit ragu untuk melakukan tindakan ini pada Nona Muda Valera saat ia masih dalam keadaan koma ...”
“Takut ada gangguan fungsi otak seperti yang kau katakan tadi?”
“Tidak Tuan Moreno. Bukan itu ...” jawab Celine. “Jika hanya sekali, tidak ada resiko akan itu ...”
“Lalu, apa yang membuat kamu ragu, Cel?---“
“Saya hanya takut, jika efek dari upaya penghapusan yang bertujuan untuk menghapus ingatannya tentang Tuan Kafeel, malah akan berujung pada Nona Muda Valera yang akan mengalami amnesia disosiatif, dimana beliau akan benar – benar lupa pada semua hal---yakni anda semua, termasuk siapa dirinya ... Selain ada kemungkinan, upaya penghapusan memori Nona Muda Valera tentang Tuan Kafeel ini tidak berhasil mengingat beliau yang sedang koma. Itu saja, Tuan, Nyonya.”
Celine lalu memandangi satu per satu keluarga Val.
“Tak apa. Lakukan saja. Jika Val melupakan kami dan dirinya, kami akan membantunya mengingat. Jika gagal pun tak apa. Kami akan berserah pada takdir saja. Jika saat sadar nanti Val masih mengingat Kaka dan luka yang ia berikan padanya, kami akan lebih waspada menjaga Val ke depannya. Selebihnya, sekali lagi. Biar takdir yang selanjutnya terjadi.”
*******
To be continue.......
__ADS_1