HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 205


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


Terima kasih masih setia baca yawgh.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


AAAARRGGHH!! ..


Suara pekikan bak lolongan terdengar memulas telinga siapapun yang mendengarnya, termasuk mereka yang sedang melihat orang yang berteriak itu dari jarak tertentu telah tertebas tangannya pada layar televisi yang beberapa orang dimana sebagian besar adalah memang satu keluarga inti.


Didetik berikutnya, ekspresi horor yang kemudian terlihat dari wajah-wajah mereka yang melihat adegan yang bukan sebuah film itu di layar televisi dalam ruang santai sebuah kediaman dari orang-orang yang merupakan pemilik sebuah bangunan paling mewah nan megah di lingkungan tempat bangunan itu berdiri dengan angkuhnya.


Sungguh mereka yang menonton adegan tersebut dibuat terperangah dan terkesima, hingga kengerian sontak melanda beberapa orang yang adalah para wanita---dimana mereka amat sangat dibuat terkejut dan bergidik melihat pemandangan tersebut, selain memekik dengan spontan.


Berbeda dengan para pria yang terlihat biasa saja, meski mereka sempat terkesima dan tercengang dengan adegan penebasan sebuah tangan menggunakan sebuah katana dimana pelaku penebasan itu adalah pewaris tertua dan utama dalam keluarga mereka. Para pria tersenyum tipis penuh arti melihat satu anak tertua mereka yang auranya bak seorang panglima perang itu pada layar televisi mereka.


Bagi para pria yang sedang menonton adegan penebasan tangan tanpa rekayasa itu, pemandangan tersebut bukanlah suatu hal yang membuat mereka cemas apalagi ngeri.


Karena sesungguhnya, apa yang dilakukan oleh anak lelaki tertua mereka itu telah lebih dulu dilakukan oleh para Dad of The Adjieran Smith. Yang memang memiliki rentetan kekejaman di masa lalu mereka.


Dan rasanya lebih banyak dari apa yang pernah Varen lakukan.


Tidak benar memang.


Namun kekejaman dan kengerian  yang pernah para Dad of The Adjieran Smith lakukan, termasuk juga Gappa dan para pendahulu mereka bukanlah tanpa alasan.


Apalagi hanya untuk sekedar bahan senang-senang.


Semua kekejaman dan kengerian itu dilakukan hanya karena satu alasan, yakni pengusikan hingga gangguan yang membuat nyawa seluruh anggota keluarga terancam.


Hal yang sekiranya sulit mendapat pengampunan dari para pria Adjieran Smith. Jadi apa yang dilakukan Varen itu, biasa saja bagi mereka yang tak aneh dengan hal-hal yang berbau kengerian dan kekejaman.


Well, tidak hanya para pria The Adjieran Smith yang merasa tidak ngeri melihat Varen menebas tangan seseorang nun di sana---di tempat Varen menggiring dan memojokkan satu geng motor kriminal yang sudah banyak merugikan orang-orang yang pernah menjadi korban keganasan orang-orang yang tergabung dalam geng motor kriminal tersebut.


Nyatanya sebagian besar para wanita The Adjieran Smith baik yang muda, pertengahan usia ataupun mengarah ke paruh baya, ada yang biasa saja melihat pemandangan tersebut meski sempat terkejut sesaat. “Ya ampun Bebeb Abang keren banget!!!!” Yang mana salah satunya adalah istri dari pelaku penebasan tangan seseorang yang kini sudah terlihat di layar televisi sedang bicara,


Maju, sekarang gue mau kepala.


“Abaang ..” Dimana lirihan dari para wanita itu sontak terdengar.


♥♥


“Beneran itu Abang akan sampai menebas kepala orang kalau ada dari anggota geng motor berandalan itu ada yang berani maju?...” Ada Isha yang langsung berkomentar selepas mendengar Abang Varennya itu berbicara dengan mengarahkan katana milik si Abang ke arah pihak lawan.


“We’ll see about it ( Kita lihat saja nanti )” Poppa yang menyahut.


MAJU!


Lalu perhatian Poppa maupun Isha berikut mereka yang bersama kedua orang itu menyaksikan kejadian dalam realtime kembali fokus ke layar televisi mereka ketika suara menggelegar Varen terdengar dari dalam layar televisi tersebut.


MAJU! NGAPAIN TAKUT?! MEREKA TETEP KALAH JUMLAH SAMA KITA!


Lalu suasana di sebuah ruangan yang memiliki fungsi sebagai ruang santai keluarga dalam kediaman The Adjieran Smith tersebut mulai menjadi tegang, kala layar televisi menampilkan salah seorang pihak lawan yang menyambut nyalang tantangan Varen.


“Ya Tuhan, para berandalan itu ga ada takutnya-“


“Hah, mereka berani gitu juga pasti karena merasa punya anggota banyak.”


Mami Prita menimpali ucapan Mommy Ara yang berkomentar sambil geleng-geleng melihat salah seorang dari geng motor kriminal itu menyambut tantangan anak kandung sulungnya.


Hingga kemudian, ekpresi keterkejutan yang merasa takjub nampak terlihat dari para wanita yang tadi merasa ngeri karena adegan penebasan tangan yang dilakukan Varen---saat melihat puluhan motor dari berbagai arah keluar dari tempat-tempat tersembunyi.

__ADS_1


DRAGONS!


Dan ekspresi ketakjuban kian nampak nyata, ketika di layar televisi Varen sekali lagi berseru dengan lantangnya, seiring kemunculan banyak lagi motor sport yang kemudian mengepung balik pihak musuh hingga tanpa celah sedikit pun.


Tempat ini akan menjadi kuburan kalian.


“Kapok.”


Celetukan tersebut keluar dari mulut Mom Ichel saat pihak anak-anaknya dan orang tua lain yang anak-anaknya ikut serta dalam aksi memberantas satu geng motor kriminal itu, nampak sudah menguasai dengan telak keadaan di satu tempat yang tadi dikatakan Varen akan menjadi kuburan para anggota geng motor itu jika mereka tetap kekeh melawan Varen dan pasukan Dragonsnya.


♥♥


Dimenit berikutnya---setelah sempat terkekeh ringan karena celetukan Mom Ichel, atensi para penonton di kediaman mulai lagi fokus ke layar televisi ketika seruan terdengar lagi dari Varen saat musuh dianggap memilih untuk bertarung.


DRAGONS! BANTAI TANPA SISA!


Hingga pertarungan terjadi, tak lama setelah terlihat Nathan melemparkan dengan sangat kencang sebuah tongkat baseball ke arah pihak lawan yang hendak menyerang Varen.


Dan kengerian kembali dialami oleh para wanita, ketika nampak lagi Varen menebas satu tangan yang hendak menyerangnya sampai ada kurang lebih dua tangan lagi yang di tebas Varen dengan katananya.


Lalu satu per satu aksi para pewaris muda yang bertarung dengan orang-orang dari pihak musuh terlihat di layar televisi, meski pertarungan tersebut nampak tak imbang.


Tapi yah, salahkan musuh yang kukuh menantang meski sudah tahu jika mereka amatlah sangat kalah jumlah.


Para wanita seolah menahan nafas mereka, ketika melihat anak-anak lelaki mereka bertarung dengan sengit dan nampak beringas.


Penampakan berbeda dari pribadi anak-anak lelaki tersebut jika mereka sedang berkumpul di tengah keluarga dengan wajah berikut senyuman hangat yang tidak ada sedikitpun terlihat di layar televisi ekspresi tersebut dari mulai Varen, Nathan, Aro, Rery, bahkan juga dari Arya, Kafeel dan Felix---anak sulung lelaki Uncle Nino yang juga turut serta dalam pertarungan.


Namun hanya sebentar saja kiranya para wanita itu menahan nafas mereka, karena pertarungan yang terjadi hanya beberapa menit saja lamanya. Dikarenakan ya itu, pihak musuh yang amat sangat kalah jumlah itu memanglah sudah diprediksi bulat-bulat akan kalah telak.


Apalagi, belum apa-apa senjata tawuran di tangan mereka sudah keburu dipreteli dengan cepat oleh timnya Varen dan para pria muda yang menjadi pentolan tim sebagaimana Varen. Jadi ya sudah, bukan hanya kekalahan yang para anggota geng motor kriminal itu terima---tapi juga kondisi wajah dan tubuh yang sudah tak karuan kondisinya, karena selain pentolan tim inti yang tenaganya luar biasa---anggota The Dragons sebagian besar bak atlit WWF perawakannya.


♥♥


Namun atensi mereka kembali tertarik ketika melihat satu pemandangan, dimana ada Kafeel yang berdiri berhadapan bersama seorang pria yang mereka tebak adalah pria yang telah merugikan dan merusak Lena. “Kak Kafeel ..” Suara lirihan sontak keluar dari mulut Val, ketika Kafeel nampak menghantam dengan sekuat tenaga wajah pria yang berhadapan dengannya itu.


“Aduh Kaka-“


“Kak Kafeel! Sudah Kaakkk ..”


Val memekik dan melirih ketika melihat pemandangan yang bagi Val cukup mengerikan, karena yang dilihat Val saat ini adalah Kafeel yang nampak jauh berbeda dari Kak Kafeel dengan segala kelembutan dan kesabarannya pada Val---ketika Kafeel nampak sangat bernafsu memukuli dan menendang lawannya yang sudah nampak payah, berikut umpatan-umpatan kasar yang keluar dari mulut Kafeel.


“Minta Kak Kafeel berhenti, Daad ..”


Val melirih lagi. Kini kekasih belianya Kafeel itu sudah berlinang air mata.


Dimana istri dari Uncle Nino yang kebetulan duduk bersebelahan dengan Val langsung memeluknya bersama dengan Mika yang juga duduk bersebelahan dengan Val di sisi yang berbeda dengan Aunt Eve.


Selain Val juga mendapat perhatian dari para Mom dan para saudarinya, serta Gappa dan Gamma berikut para Dad kala gadis itu sudah mulai menangis melihat Kafeel yang sedang nampak sangat kalap itu.


Lalu para Mom serta saudari-saudari Val berikut Gappa dan Gamma kemudian mencoba menenangkan Val yang sudah kian terisak itu.


“Take Val to her room (Ajak Vak ke kamarnya)” Papa Lucca berucap sambil menatap pada Mika yang sedang merengkuh Val bersama Aunt Eve.


Mika pun mengangguk untuk mengiyakan ucapan Papa Lucca. Sambil Mika langsung mengajak Val untuk pergi ke kamar pribadi salah satu saudarinya itu, yang didukung oleh para saudari Val yang lain, juga oleh para Mom dan Gappa serta Gamma.


“Minta Kak Kafeel berhenti Daaddd ..” lirih Val sekali lagi.


♥♥


Jakarta, Indonesia,


Di tempat lainnya,

__ADS_1


Iring-iringan empat buah mobil berbeda jenis dengan puluhan motor sport sudah nampak siap untuk meninggalkan satu tempat yang merupakan bangunan terbengkalai. Dimana letak bangunan tersebut jauh dari hiruk pikuk kota.


“Pastikan mereka semua menerima bayaran mereka malam ini juga, Ammar-“


“Oke, Boss-“


“Gaji lo gue potong kalau sampai bayaran orang-orang ini telat...”


“Iya oke, Tuan Alva,” jawab Ammar yang kini hubungannya dengan Varen lebih mengarah kepada pertemanan ketimbang anak buah, seperti halnya Dad R dan Uncle Nino dulu juga para Dad yang lain dengan masing-masing orang kepercayaan mereka yang sudah terbukti dengan sangat kesetiaannya.


Varen lalu langsung masuk ke dalam mobil bersama Kafeel selepas mendengar jawaban dari Ammar yang juga memasuki mobil berbeda dengan Varen dan Kafeel, yang Ammar tumpangi sedari awal.


Masuknya Varen dan Kafeel ke dalam mobil, seolah pertanda bagi mereka yang juga siap meninggalkan TKP untuk menyiapkan kendaraan mereka agar segera melaju setelah tanda dari Varen yang berada di dalam mobil pribadinya pada posisi tengah diantara puluhan motor sport ber CC besar yang tersebar di bagian depan dan belakang---mengawal empat mobil yang berada di posisi tengah.


“Woy Bang! Tanggung jawab ini! Tangan orang empat biji gimana urusan?!”


Sementara Varen sudah berada di dalam mobil pribadinya yang ia biarkan terbuka kapnya, ada Sony yang merepet pada Varen.


♥♥


Varen berikut mereka yang mendengar repetan Sony itu terkekeh saja.


Tak menyahut, Varen hanya mengangkat satu tangan yang menunjukkan jari tengahnya ke udara.


Lalu tangan Varen membuat pola lain, yang menandakan untuk maju.


Di detik dimana suara derungan motor dan deruman mobil terdengar pecah bersahutan di area tempat Varen dan tim berada saat ini.


Iring-iringan puluhan motor sport ber CC besar yang nampak seperti mengawal empat mobil mewah berbeda jenis itu sudah siap dalam formasi.


Yang tak seberapa lama dari Varen yang membuat kode dengan jarinya, suara Varen terdengar lantang berucap.


“DRAGON’S ARMY! MOVE!” ( Pasukan Naga! Bergerak! )


Puluhan motor yang berada di garis depan itupun langsung menggas motor mereka dan melaju kemudian selepas mendengar seruan lantang dari mulut dia yang disebut sebagai pemimpin orang-orang dengan tampilan bak sebuah kelompok gangster dalam jumlah yang sangat besar---diikuti empat mobil berikut puluhan motor lainnya yang berada di belakang ke empat mobil tersebut yang juga mendapat kawalan motor sport ber CC besar di sayap kanan dan kirinya.


Kemudian suara derungan motor dan deruman mobil menggema sekali lagi, sebelum satu tim kendaraan yang membentuk formasi tersebut benar-benar maju meninggalkan area pertarungan mereka yang lebih pantas untuk disebut sebagai area pembantaian meski tidak ada nyawa para musuh yang melayang---hanya empat tangan saja yang copot dari tempatnya.


♥♥


Puluhan kendaraan dengan dua jenis yang berbeda itu membelah jalanan dengan nampak gagahnya, dimana sinar lampu dari puluhan kendaraan tersebut akan menyilaukan pandangan siapa saja yang melihatnya.


Selain kengerian dari orang yang siapa tahu saja ada yang melihat iring-iringan puluhan kendaraan tersebut bisa jadi tercipta, karena para pengendara motor yang lebih tersorot daripada para pengemudi mobil itu menggunakan pakaian yang kurang lebih sama warna berikut penampilannya---berikut suara derungan dari motor-motor sport ber CC besar dalam iringan kendaraan dalam jumlahnya terbilang juga besar itu.


Tidak bising memang, namun cukup garang terdengar.


Yang mana, puluhan motor sport ber CC besar dan empat mobil mewah berbeda tipe itu membuat formasi yang rapih selama perjalanan.


Selain kondisi jalan yang sangat sepi hingga membuat mereka leluasa membuat formasi yang nampak kokoh seiring ban-ban kendaraan itu berputar dengan kecepatan yang stabil, jalanan yang puluhan kendaraan dengan dua jenis kendaraan yang berbeda itu menggunakan rute yang telah disiapkan dengan penuh perencanaan untuk mereka lewati---agar setidaknya tidak terlalu mengganggu kenyamanan kendaraan lain yang bisa saja melintasi jalanan yang sama dengan mereka itu.


Walau yah, jikapun ada kebetulan pengendara lain yang melintas di jalan yang sama dengan iring-iringan kendaraan dalam jumlah besar dan membentuk formasi itu---rasanya nyaman atau tidak nyaman para pengendara lain yang sedang melintas, mereka akan memilih untuk tidak mendekati sekelompok orang dengan puluhan kendaraan tersebut.


Karena deru suara puluhan kendaraan yang didominasi oleh puluhan motor sport ber CC besar itu rasanya sudah cukup membuat kengerian tercipta bagi orang yang melihatnya, selain memang cukup memukau. Hingga kemudian gabungan kendaraan tersebut membelah hingga berpisah, saat tujuan para panglima---yakni tempat tinggal mereka sudah tinggal sekali belok saja.


Empat mobil mewah melaju beriringan dengan tertib menuju satu bangunan nan kokoh selain megah menjulang meski dari jarak yang agak jauh, berikut beberapa motor sport ber CC besar yang hanya berjumlah sekitar sepuluh saja.


Kediaman Utama Jakarta of The Adjieran Smith yang menjadi tujuan belasan kendaraan yang beberapa diantaranya adalah penghuni inti bangunan mewah nan megah tersebut.


“Neng, Abang pulang.”


♥♥♥♥


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2