
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Rumah Keluarga Cemara, Indonesia,
Apa yang terjadi di kamar pribadi Ake Herman dan Ene Bela, menghadirkan senyuman geli yang mengarah pada cekikikan.
Lalu mereka yang berada di kamar Ake Herman dan Ene Bela pun, satu per satu melipir keluar dari kamar tersebut-agar Ake Herman, berikut juga Ene Bela dapat beristirahat dengan nyaman.
“You guys don’t feel hungry?.... or have eat before come here (Kalian tidak lapar?.... atau sudah makan sebelum kesini)?” tanya Mama Fabi saat mereka yang berada di kamar Ake dan Ene Herman tadi, serta yang tadi berada di ruang tamu lantai bawah, kini kesemuanya berkumpul santai di ruang tengah cukup luas di lantai dua.
“Of course we’re hungry (Tentu saja kami semua lapar), Mama.”
Ann yang lekas menjawab pertanyaan ibu kandungnya itu.
“Kamu aja kali Ann,” timpal Val. “Kamu kan memiliki peternakan cacing di perut kamu itu, yang membuat kamu sering sekali merasa lapar macam zombie.”
Lalu mereka saling tertawa.
“Sudah sana, yang mau makan, makan.”
Mom Ichel kemudian bersuara.
“Tapi sebelumnya kalian bebersih diri atau setidaknya cuci muka dan berganti pakaian.... Wajah kalian kuyu banget Mom lihat.”
“Iya Mom –“
“However, I heard what all of you have done before here. I feel proud once again to all of you ( Ngomong – ngomong, aku mendengar apa yang sudah kalian lakukan sebelum kesini. Aku sekali merasa bangga pada kalian semua )”
“Grazie ( Terima kasih ), Mama Fabi....”
Mika CS membalas pujian Mama Fabi pada mereka.
♥♥♥
“Kalian jadi menginap disini?”
Mama Jihan bertanya pada para pewaris muda generasi adik yang tidak berhambur ke kamar untuk sekedar mencuci muka dan berganti pakaian.
Rumah Keluarga Cemara memang tidak semegah The Great Mansion di London ataupun Kediaman Utama di Jakarta, namun para pewaris muda tersebut memiliki kamar khusus jika mereka menginap di rumah Keluarga Cemara,. Walau tidak sendiri-sendiri.
Namun begitu, Mika CS tidak pernah mempermasalahkannya.
Terima-terima saja, karena berbagi kamar sama sekali bukan suatu masalah besar.
Lagipula berbaginya sama saudara sendiri, yang mana malah asik bisa chit-chat dulu sebelum tidur, atau melakukan sesuatu bersama macam main monopoli kek, ular tangga, bahkan maskeran bareng.
♥♥♥
“Jadi dong Mama Bear.” Isha yang mewakili para saudara-saudarinya untuk menjawab pertanyaan Mama Jihan.
“Udah bilang sama Dave atau siapa gitu, buat nurunin koper dan tas kalian? .... karena Mas Pram dan Mba Adis langsung kami suruh balik ke Kediaman Utama.”
“Memang mobil yang membawa koper dan tas masih disini? ....”
Isha balik bertanya.
“Masih. Kami ingat kalian yang bilang hendak menginap, jadi koper dan tas kalian masih di dalam mobil, tidak ikut dibawa Mas Pram dan Mba Adis bersama koper dan tas kami ke Kediaman Utama ....“
“Aku kasih tau anak-anak di bawah dulu deh untuk menurunkan tas dan koper kalian-“
Kafeel menawarkan diri.
Namun kemudian ditahan oleh Rery.
“Ga usah Kak. Santai aja. Toh disini juga kami punya stock pakaian.”
Kafeel pun mengangguk.
♥♥♥
“Kaka sama Arya kalo mau istirahat, istirahat gih sana? .... Jangan diikutin nih, bocah-bocah yang ga ada capenya.” Momma bersuara, namun celetukan cepat keluar dari mulut Poppa.
“Macam kamu sendiri ada capenya, Heart? ....”
Sambil Poppa mencubit gemas pipi Momma langsung nyengir kuda pada Poppa yang kemudian mendengus geli, kemudian membuat Momma bersandar di dadanya.
Yang berada di dekat Momma dan Poppa pun cengengesan saja melihat interaksi keduanya.
Poppa dan Momma bukan manusia yang sempurna, terlebih Poppa.
Namun sebagai pasangan keduanya saling melengkapi, selain saling setia, seperti salah satu dasar negara. Eh bukan, nilai yang diterapkan dalam keluarga mereka yang sifatnya mutlak.
Yang memang diterapkan dengan teramat sangat dalam keluarga The Adjieran Smith, bahkan dari jaman pendahulunya. Bahwasanya kesetiaan pada pasangan adalah sesuatu yang wajib mereka terapkan.
__ADS_1
Katakanlah ada beberapa casanova dalam keluarga yang suka bergonta-ganti pasangan. Namun predikat casanova itu tanggal secara otomatis, saat para casanova telah menemukan soulmate mereka.
Namun Poppa, juga Daddy R tidak termasuk dalam lingkup geng casanova dalam keluarga mereka.
Meski dulunya Poppa dan Daddy R selalu dikelilingi gadis-gadis cantik dan seksi, mereka hanya menjalin hubungan dengan satu orang, itupun tanpa embel-embel keintiman yang sarat berakhir di ranjang.
Sebuah prinsip yang memang Poppa dan Daddy R pegang teguh, sampai mereka menemukan soulmatenya masing-masing.
♥♥♥
“Gih sana kalau kalian berdua mau istirahat?-“ imbuh Momma. “Kalau mau ganti baju, disini juga ada stok pakaian baru kok-“
“Santai Aunt-“
“Iya Aunt, woles aja, woles-“
Kafeel dan Arya menyahut.
“Ck!” Momma berdecak. “Kalian nih, udah dibilangin jangan lagi panggil Aunt sama Uncle sama kami. Masih aja kaku kek kanebo kering!” tegur Momma pada Kafeel dan Arya.
Dua orang itupun sontak terkekeh mendengar teguran Momma yang seringnya ada embel-embel kocak di belakang kalimat yang Momma ucapkan.
Menjadi salah satu Nyonya Besar yang tersohor di London, sungguh tidak mengubah kepribadian istri super tercintanya Poppa itu menjadi arogan.
Momma tetap membumi, namun tetap mampu menempatkan dirinya dengan baik.
Dalam hal ini, jika ada acara-acara resmi dan formal dimana Momma akan mendampingi Poppa dengan elegan.
Kurang lebih sama, seperti para wanita menikah dalam keluarga mereka, yang tidak punya sisi arogan berlebihan dalam diri masing-masing.
Setidaknya, sisi arogansi tersebut akan muncul jika memang diperlukan. Dalam hal ini, akan ditunjukkan pada orang-orang songong.
♥♥♥
“Awas aja nanti eike kenain denda kalo masih manggil Aunt sama eike!” ancam Momma pada Kafeel dan Arya yang kemudian mengiyakan patuh, canda ancaman Momma pada mereka berdua itu. “Inget tuh!”
“Iya A-Momma ....” sahut Kafeel dan Arya sambil mesam-mesem.
“Nah gitu, para calon mantu kudu patuh pada para calon mertua ....” cetus Momma.
“Para calon mantu? ....”
Spontan Rery bertanya.
Sambil menatap heran pada sang Momma.
“Nah itu Arya Narendra calon mantu juga kan? ....” Momma dengan celetukannya.
“Heu? ....” tanggap mereka yang berada didekat Momma.
Dengan wajah terheran-heran menatap pada Momma, termasuk si Sadboy sendiri.
“Aku?-“
Arya menunjuk mukanya.
Momma manggut-manggut santai.
“Memang siapa yang akan jadi pasangannya? ....” Mika bersuara seraya bertanya secara spontan.
“Kamu lah ....”
Momma menyahut dengan cepat.
“Uhuk! Uhuk!”
Mika sampai tersedak salivanya sendiri.
“Batuk Bu Aji? –“ kelakar Momma sambil dirinya cengengesan, dan Momma tak cengengesan sendiri.
“Ih Momma apa sih?! –“ kecuali satu orang yang tidak ikut cengengesan.
Mika langsung saja menyergah pada celetukan asal Momma itu.
“Orang yang kalo ketemu berantem mulu tapi ga saling benci, jodoh pasti.”
“Wah iya betul juga itu –“
“Mana ada?! ....” Mika menyergah lagi.
“Ada! Itu Momma dan Poppa ....”
Daddy R menyambar bersuara.
“Sejak aku mengenalkan mereka dulu, bahkan almarhum Bundaku sering pening karena itu si Donald Bebek sama X Demi Moore KW tidak pernah tidak ribut kalo ketemu-sampai aku bertolak ke London –“
__ADS_1
Daddy R meneruskan ucapannya.
“Ujung-ujungnya saling jatuh cinta dan menikah,” imbuh Daddy R.
Dan didetik berikutnya, riuh ledekan pun terdengar.
“Cieee Mikaa ....”
♥♥♥
“Mana ada teori macam begitu? ....”
Mika menggerutu datar, saat ia hengkang dari hadapan mereka yang tadi cie-cie-in dirinya akibat dijodoh-jodohkan dengan Arya.
“Ya kan tidak mungkin itu juga terjadi padaku –“
“Tidak ada yang tidak mungkin, My Dear.”
“Dad tidak usah ikut-ikutan deh! –“
“Nah iya itu betul kata Daddy Boo-Boo, nothing is impossible! ....”
“Lagian kamu dengan itu si Sadboy memang mirip denganku dan Momma kalian. Bertengkar mulut setiap bertemu, tapi akhirnya dalam pernikahan kami bersatu, dan itupun bisa terjadi pada Arya dan dirimu ....”
‘Oh tidak! tidak! aku dan si sadboy tidak akan bersatu!’ sanggah Mika dalam hatinya setelah ia berada dalam kamar dan mengingat ucapan beberapa orang tuanya tadi yang menghubung-hubungkan kisah Momma dan Poppa dengan dirinya dan Arya.
Mika memilih untuk hengkang dari para anggota keluarganya yang bersama Mika tadi, dan menghubung-hubungkannya dengan Arya, lalu meledeknya habis-habisan.
‘‘Kayak apa coba kalau gue pacaran sama si sadboy??. Ish kenapa gue jadi memikirkan hal itu sih?! ....’’
Mika menggerutu dalam gumaman, saat ia sudah merebahkan dirinya di atas kasur dalam kamar di rumah Keluarga Cemara yang memang diperuntukkan untuknya, Val, Isha dan Aina.
♥♥♥
Waktu berlalu, dimana sebagian besar anggota Dinasti The Adjieran Smith hendak berpamitan untuk kembali ke Kediaman Utama selepas waktu maghrib.
Mika juga tak lama kembali bergabung di tengah-tengah keluarganya saat pemberitahuan jika Abang, Kak Drea-dan entah siapa yang pergi dengan keduanya telah kembali dengan membawa lusinan kue pancong.
“Kami pulang dulu. Besok kami kesini lagi ....”
Daddy Jeff yang bicara mewakili yang lainnya.
“Kalian jaga Ake dengan baik!” timpal Daddy R pada The Bangor Kids.
“Iya Daaaddd!!!!!” sahut Mika CS, yang kemudian mengecupi satu per satu pipi orang tua mereka yang hendak kembali ke Kediaman.
Tapi tak ikut mengantar ke depan, karena setelah kue pancong sebelum maghrib, sekarang Mika CS disibukkan dengan bakso beranak yang dibelikan oleh pekerja di rumah Keluarga Cemara.
“Mi ambil saos!”
“Nah ini ada saosnya!”
“Ga mau saos yang ini ah!”
“Ribet ih!”
“Biar Bibi yang ambilin saosnya.”
“Ga usah Bi, biar aku aja-“
Mika beranjak dari duduknya.
“Bibi dan lainnya ikut makan aja.”
Mika pun melangkahkan kakinya menuju dapur di rumah Keluarga Cemara.
“Astagfirullah!”
Mika spontan mengucapkan istigfar, kala saat ia berbalik sudah ada orang yang berdiri tegak di hadapannya, tanpa Mika sadari kehadirannya yang mengikuti Mika ke dapur.
“Kok, lo masih disini? –“ ucap Mika seraya bertanya. “Bukannya rombongan yang mau pulang ke Kediaman sudah berangkat?”
“Iya emang udah ....”
Seseorang yang berada di hadapan Mika itu menjawab pertanyaan Mika.
“Nah terus lo, kenapa masih disini, Sadboy?” ucap Mika lagi pada seseorang yang berada di hadapannya itu.
Arya.
Yang Mika pikir telah ikut bersama rombongan keluarganya yang pulang ke Kediaman mereka yang berada di Jakarta, terkecuali Kafeel yang memilih ikut menginap di rumah Keluarga Cemara.
“Karena ada yang mau gue omongin sama lo, Mi ....”
♥♥♥♥♥♥
__ADS_1
To be continue ....