HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 208


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


“Eh, tapi tangan Kak Kafeel luka begini? ..”


Ada Val yang wajahnya kembali menjadi khawatir setelah melihat beberapa lecet yang nampak memerah di tulang ruas jari Kafeel.


“Hanya luka kecil. Cuma lecet begini ..”


“Tapi acute ( perih ) kan pasti?“


Val bertanya sambil wajahnya nampak meringis, karena lecet itu juga ada yang beberapa terkelupas kulitnya meski hanya kecil saja kulit punggung tangan Kafeel di tulang ruas jarinya yang mengelupas itu.


“Engga tuh ..“


“Benar? ..”


Val bertanya seraya memastikan, sambil menatap pada Kafeel.


Kafeel pun mengangguk mantap.


“Yang bisa bikin aku merasa perih itu kalo ditinggal kamu pas lagi sayang – sayangnya ..”


“Ih, mana mungkin Val meninggalkan Kak Kafeel coba?! ..” Val memanyunkan bibirnya.


Kafeel langsung terkekeh kecil. “Kamu nih, kapan sih ga bikin aku gemes? ..”


Lalu menangkup lagi wajah Val dan menggoyangkannya pelan ke kanan dan ke kiri.


Membuat Val jadi tersenyum lebar menatap pada Kafeel yang nampak sedang gemas padanya itu.


“I love you, Kak Kafeel –“


Gantian Val yang menangkup wajah Kafeel.


“I love you more, Tuan Putri ..”


Balasan Kafeel atas kalimat mesranya membuat Val tersenyum cantik.


Dan setelahnya Val sedikit bangkit hingga posisinya menjadi lebih tinggi daripada Kafeel yang sedang duduk di atas ranjang Val.


Cuupp ..


Satu kecupan lembut nan dalam Val sematkan di kening Kafeel dengan penuh perasaan.


Membuat Kafeel rasanya meleleh dengan kelakuan kekasih kecilnya ini. Diluar bila Val memiliki keinginan dan permintaan menggemparkan.


“Selamanya Val tidak akan pernah meninggalkan Kak Kafeel,” bisik Val selepas ia mengecup kening Kafeel.


Sambil Val menempelkan keningnya dan kening Kafeel masih dalam posisi Val setelah ia bangkit dan kini bertopang pada kedua lututnya yang tertekuk di atas permukaan ranjang pribadinya itu. Sambil juga Val tetap menangkup wajah Kafeel. Hingga sepasang insan itu kemudian saling diam dan saling menatap teduh. Sampai pada akhirnya, Val memberanikan diri untuk lebih dulu menempelkan bibirnya di bibir Kafeel --- meski jantung Val rasanya berdebar tak karuan, disaat untuk pertama kalinya --- Val yang lebih dulu mencium bibir Kafeel.


Kafeel dibuat tercengang dengan tindakan Val yang mencium bibirnya duluan. Tapi tentu saja, hati Kafeel menjerit kegirangan karena Val berinisiatif duluan untuk menciumnya.


Hingga tangan Kafeel otomatis melingkar di pinggang Val yang tak lama melepaskan tautan bibirnya dari bibir Kafeel.


“Jangan menilai Val kecentilan karena mencium Kak Kafeel duluan ya?” tutur Val.


Kafeel tak menjawab, hanya senyuman tipis yang kemudian ia tampakkan selepas kalimat polos diucapkan oleh Val barusan.


Sambil Kafeel menikmati keindahan Tuhan yang ada di hadapannya ini, hingga memperhatikan tiap lekuk wajah Val dengan lekat.


Dimana Kafeel terus saja bersyukur dalam hatinya karena bisa memiliki seorang Val, yang sungguh ingin cepat-cepat Kafeel halalkan.



“Kok diam?. Kak Kafeel geli ya dengan Val karena Val mencium Kak Kafeel dengan tiba-tiba?”


Val sontak bertanya, karena kekasih setengah om-omnya itu tidak merespon ucapannya.


Val berpikir, jika mungkin Kafeel jengah pada wanita yang suka nyosor duluan meskipun status Val adalah kekasihnya Kafeel.


Val tidak tahu saja jika Kafeel justru merasa senang dengan Val yang seperti tadi. Berinisiatif mencium bibirnya duluan. “Aku justru senang ..” Yang kemudian perasaan senang itu Kafeel sampaikan pada Val .


“Ben –“ Val hendak berbicara, namun Kafeel sudah lagi keburu bicara.


“Dan sekarang aku ketagihan ..” Dimana setelahnya Val terkesiap. Karena Kafeel langsung menarik dirinya, hingga Val kini berada di atas pangkuan Kafeel.

__ADS_1


Lalu didetik berikutnya, tengkuk Val sudah berada dalam pegangan Kafeel---bersamaan dengan bibir Val yang membuat Kafeel tercanduh-canduh itu, telah dalam penguasaan bibir Kafeel yang sudah ***** bibir Val lembut.


Val memejamkan matanya, merasakan setiap gerakan bibir Kafeel yang menari-nari dengan lembut di setiap inci bibirnya.


Lalu merasakan juga ciuman Kak Kafeelnya menjadi kian menuntut, hingga indera pencecap kekasih setengah om-omnya itu sudah bagaimana melesak masuk ke dalam rongga mulut Val yang sesekali membelit lidah Val dengan liarnya.


Ini yang kedua, Val merasa bak seorang wanita dewasa akibat perlakuan Kafeel yang nakal ini walau hanya sebatas ‘silat lidah’.


Untuk itu, Val mencoba mengimbangi setiap gerakan bibir dan lidah Kafeel---tanpa mempedulikan oksigen yang mulai sulit Val hirup melalui mulutnya yang terbebat lekat oleh bibir dan lidah Kafeel.



“Hemm ..”


Kafeel berdehem kecil selepas ia melepaskan tautan bibirnya yang membebat kuat bibir dan juga mulut kekasih kecilnya itu.


“Maaf ..”


Kafeel berucap pelan dengan suaranya yang sedikit parau.


Karena sempat, saking terbawa suasana akibat sesi ciumannya dengan Val yang membuat darah kelakian Kafeel mulai berdesir---tangan Kafeel sudah sedikit menggerayang ke tubuh Val.


Walau hanya sampai di batas pinggang, dimana tangan Kafeel menelusup dengan nakalnya ke balik kaos Val. Yang mana untung saja Kafeel cepat sadar. Hingga tangan nakal tak berakhlaknya tidak bergerak ke bagian depan atas tubuh Val, dimana ada dua ‘buah’ mengkal bertahta di sana.


Jadi, atas dasar Kafeel tidak mau sampai kebablasan yang mungkin saja bablas itu bisa terjadi walau dirinya dan Val sedang berada di ‘sarang’ para ‘naga’ tampan namun kejam dan mengerikan kalau mode senget mereka sedang menyala---Kafeel memang sudah melatih dirinya untuk menjaga dirinya agar tidak ‘kurang ajar’ pada Val yang Kafeel yakin Val tidak akan memberikan penolakan jika Kafeel ‘mengajaknya’.


Para ‘naga’ tampan itu memang terkenal sangat tegas dalam banyak hal tertentu.


Namun kesemua keluarga Val, adalah orang-orang---yang walaupun sering kepo, tapi mereka tetap orang-orang yang menghargai privasi para pasangan lain.


Termasuk, anak-anak mereka. Namun tentu, hanya pada para pasangan anak-anak mereka yang sudah terverifikasi oleh para ‘naga’ sebagai pembuat keputusan yang dominan.


Jadi lagi, jika Kafeel ingin ‘mengajak’ Val ‘iya-iya’---ada kemungkinan hal itu mulus saja Kafeel lakukan\, karena tidak akan ada sesi ‘penggerebekan’. Mau selama apapun Kafeel berada di kamar pribadi Val.


Terlepas salah atau tidaknya, para orang tua dan tetua---seyogyanya tidak pernah mengekang anak-anak mereka. Semuanya bebas menentukan pilihan jalan yang ingin masing-masing tempuh. Segala nasehat telah diberikan, termasuk pandangan-pandangan baik dan buruk untuk setiap tindakan.


Semua, atas dasar pengalaman para orang tua dan tetua. Sisanya, pilihan diberikan kepada masing-masing anak untuk menentukan jalan mereka. Yang jikapun salah, tidak akan ada tudingan berlebihan untuk kesalahan anak-anak mereka yang mungkin menimbulkan kekecewaan yang teramat besar---jika teringat kisah Nathan saat pacaran dengan Via dulu.


Yang toh pada akhirnya, meski sempat terkesan abai pada pergaulan Nathan---namun nyatanya segala nasihat dan pandangan-pandangan tentang baik dan buruknya suatu perbuatan, memang terpatri dalam otak Nathan.


Meski, jika bicara tentang hal yang manusiawi. Nathan khilaf. Hal yang rasanya setiap manusia di dunia ini miliki, termasuk Nathan---yang pernah bablas sekali khilafnya, sampai hal terbilang sangat nekat selain tega ia lakukan atas dasar kepengecutan.


Jadi ya seperti itu kira-kira, bagaimana para orang tua dan tetua dalam klan keluarga The Adjieran Smith bekerja untuk mendidik anak-anaknya.


Terserah orang mau bilang benar atau salah, toh pengekangan pada anak pun belum tentu membuat anak yang dikekang orang tuanya dalam bergaul dan mengambil keputusan itu akan membuat anak tersebut berada di jalan yang benar.


Jika menelisik beberapa pasang orang tua yang ada diluar sana, yang mendoktrin diri mereka adalah orang tua yang sudah mendidik anaknya dengan benar, lalu kenapa anak yang dididik dengan benar itu bisa sampai MBA alias hamil diluar nikah? ..


Ga jaminan kan jadinya? ..


Makanya berkaca dari itu, serta berkaca dari diri mereka sendiri.


Para orang tua dan tetua di klan The Adjieran Smith, menerapkan apa yang sudah mereka terapkan pada anak-anak mereka semenjak para buah hati itu kecil.


Semua yang baik kiranya telah diajarkan. Semua konsekuensi akibat perbuatan buruk lebih-lebih lagi dijabarkan.


Namun ya itu, tak ada yang namanya pengekangan dalam keluarga tersebut.


Tapi lebih ke mengarahkan jalan yang benar agar tak merugi dikemudian hari.


Dan semua hal itu Kafeel tahu.


Cara bekerja para orang tua di dalam keluarga kekasih kecilnya itu Kafeel sudah pahami dengan baik.


Kafeel tidak akan sampai dipukuli hingga mati oleh keluarga Val jika dia berani mengambil langkah untuk menggagahi Val sebelum halal.


Namun begitu, Kafeel tidak mau merusak kepercayaan setiap orang tua Val yang sudah juga menganggapnya sebagai anak mereka sendiri. Meski juga sekalipun Kafeel nekat mengajak Val khilaf karena toh ujung-ujungnya Kafeel memang sudah punya rencana cukup matang untuk menikahi Val, orang tua dan keluarga Val juga tidak akan membesarkan hal tersebut---namun kiranya Kafeel akan sekuat tenaga menahan diri untuk tidak sampai mengajak Val berkhilaf ria dalam yang namanya ‘surga dunia’.


Meski kesempatan untuk itu, sebenarnya mudah saja dicari jika Kafeel memang berniat mengajak Val untuk khilaf dengan bulat.


Yakin Val juga tidak akan menolak sepertinya, jika ajakan itu Kafeel suarakan.


Tapi tidak, Kafeel tidak sepicik itu. Meski dirinya tahu persis bagaimana Val mencintainya. Karena Kafeel tidak hanya sekedar suka.


Pada Val, Kafeel sudah jatuh cinta. Yang mungkin sudah sama kisaran besarnya dengan cinta Val pada dirinya. Gadis ulat bulu itu sudah membuat Kafeel tergila-gila.


Hingga Kafeel pun sudah bucin adanya.


Sindrom penyakit akut yang dimiliki oleh sebagian besar pria dalam keluarga Val. The Dads serta dua kakak lelaki Val yang paling akut sindrom bucinnya.

__ADS_1



Atas dasar sindrom kebucinan yang sudah menempel di diri Kafeel pada Val, rasa posesif pun muncul.


Meski belum separah The Dads dan dua kakak lelaki tertua Val keposesifan Kafeel yang masih tahu diri karena Val belum sepenuhnya dia miliki.


Namun begitu, kebucinan yang dimiliki The Dads dan dua kakak lelaki tertua Val itu setidaknya memiliki sisi positif. Yakni, rasa ingin melindungi pasangan mereka masing-masing dengan sepenuh hati.


Menjaga dengan segenap jiwa dan raga sampai sebegitunya.


Dan seperti itulah Kafeel kiranya.


Meski tak menampik Kafeel sudah beberapa kali hampir tak bisa menahan keinginannya untuk menyentuh Val hingga seperti beberapa saat yang lalu Kafeel mencium Val dengan agak intim, namun Kafeel masih memiliki kontrol atas dirinya.


Yah setidaknya Kafeel selalu berusaha memegang kontrol dirinya itu bila sedang berduaan dengan Val, dengan situasi dan kondisi yang kiranya selusin setan berbisik bising di telinga Kafeel untuk 'mengiya-iyakan' Val.


Di otak Kafeel seolah ada alarm otomatis untuk membuatnya sadar, ketika tindakannya mulai mengarah agak-agak menuju kenakalan yang mengarah pada sesuatu yang identik dengan unsur dewasa bersama Val. Ya itu, cinta Kafeel tulus pada Val. Jadi sekuat tenaga Kafeel menjaga Val. Baik karena Kafeel memang sudah berjanji untuk menjaga Val pada keluarga Val terutama pada para Dadnya Val, Kafeel juga sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga jalinan kasihnya dengan Val tidak sampai kebablasan parah.


Tunggu nanti sampai Val sudah benar-benar halal untuknya.


Nah kalau sudah begitu Kafeel bersumpah.


Setiap detik di malam pertamanya dengan Val nanti, Kafeel yakinkan tidak akan terbuang percuma. Digaspol sampe jebol tanpa ada yang namanya kasih kendor.



Atas nama digaspol sampai kendor, Kafeel tidak mau membuang waktu.


Namun untuk kebersamaannya dengan Val di kamar pribadi kekasih kecilnya saat ini, Kafeel harus mau tidak mau mengendurkan hasratnya untuk berbuat lebih jauh dengan Val dari sesi memangku Val di atas ranjang yang berakhir dengan encup-encupan sampai oksigen sulit untuk diraup olehnya dan Val.


“Hemm ..” dehem Kafeel yang sedikit menjadi salah tingkah selepas sesi ciumannya dengan Val yang mulai membuat hawa panas menjalar dalam tubuh Kafeel. “Maaf ..” Kafeel berucap pelan dengan suaranya yang sedikit parau.


Sambil Kafeel berusaha menetralkan dirinya yang sedang dilanda api gairah karena sesi memangku dan mengecup Val kelewat dalam.


“Maafin tangan aku yang agak kurang akhlak ini tadi, ya? –“


Kafeel berucap sembari membelai satu sisi Val yang masih terduduk di atas pangkuannya.


“It’s okay Kak.”


Val menjawab pelan, akibat dia sendiri pun --- meski katakanlah super agresif saat mengejar Kafeel dulu, namun setelah pacaran resmi dengan Kafeel, Val selalu tidak dapat menahan semu di wajahnya jika Kafeel sudah berlaku mesra, apalagi sampai seperti tadi mesranya.


Yang membawa Val, sedikit menyentuh ranah dewasa dengan ciuman Kafeel yang menuntut. “Maaf kalau Val belum bisa mengimbangi ciuman Kak Kafeel –“ polos Val dan Kafeel langsung terkekeh kecil.


“Kamu membuat aku gila, Tuan Putri,” ucap Kafeel kemudian.



“Jadi daripada aku gila dan jadi ga bisa menahan diri, lebih baik kita turun ke bawah yuk? –“ ajak Kafeel dan terkekeh kecil.


“Iya, ayo,” angguk Val.


Di detik dimana Kafeel meringis dalam hati setelah Val mengiyakan ajakannya untuk turun bergabung bersama lainnya di lantai bawah.


‘Ssshhhhh. Pengen khilaf banget ini ya ampun!’ kata hati Kafeel. Karena setelah Val mengiyakan ajakannya untuk pergi ke lantai bawah kediaman keluarga Val, kekasih kecilnya itu bukannya langsung bangkit --- tapi malah memposisikan duduknya di atas pangkuan Kafeel dengan gerakan yang menyentuh pusat server tubuh Kafeel sebagai seorang pria.


“Eh tapi sebentar ya? Val masih ingin seperti ini dulu –“


Val melingkarkan tangannya di leher Kafeel dan memeluk Kafeel erat, hingga kian membuat dirinya duduk dalam posisi yang makin rawan untuk mendapat ‘salam’ dari ‘tongkat ajaibnya’ Kafeel.


‘Duh, Gusti –‘



SPOILER :


"Kak, jika sudah selesai makan, datanglah ke ruang kerja utama." - Papi John.


"Iya, Pih -" - Kafeel.


-----


"Val, besok mungkin Kakak tidak bisa menemui Val seharian." - Kafeel.


"Kenapa, Kak? Apa Kak Kafeel diberi peringatan karena apa yang kita lakukan tadi di kamar Val, ketahuan oleh The Dads makanya Kak Kafeel tidak diperbolehkan kesini?...." - Val.


"Bukan, aku hanya akan mengurus sesuatu yang penting." - Kafeel.


♥♥♥♥

__ADS_1


To be continue ..


__ADS_2