
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,
(KUJ)
“Kalian dengar kan pengakuan Simon tadi??!!”
“Luar biasa!—“
“Sungguh! Val benar-benar luar biasa bukan???? Sudahlah Val adalah wanita satu-satunya dalam keluarga ini yang pastinya akan menikah dengan seorang duda, Val juga satu-satunya wanita dalam keluarga ini.... Yang pernah berpacaran dengan homo sapiens—“
“Ah iya, lidah Val terjungkal. Maaf. Homoseksual maksud Val. Luar biasa bukan aku ini??!! Karena Val membuat rekor yang pasti tidak ada satupun dari keluarga ini yang bisa mengalaminya—“
“Bahkan rasanya rekor Val ini dapat dimasukkan ke MURI atau bahkan World Record, jika mengingat apa yang sudah Val alami selama setahun terakhir. ‘Kisah Hidup Yang Unique’ itu bisa menjadi judul rekor Val. Bisa juga dijadikan dokumenter, iya kan??? Begitu luar biasanya—“
🌷🌷
Yah memang luar biasa seorang Valera Madelaine Aditama Adjieran Smith itu.
‘Luar biasa gesrek otaknya.’ Kalau kata batiniah para saudara saudarinya. ‘Perlu diterapi setrum nih kayaknya otak si Val....’
Hingga cetusan nyeleneh juga tercetus di otak para saudara saudari Val yang sedang bersama anak bontot kandungnya Dad R dan Mommy Ara itu.
Yang baik para pewaris muda The Adjieran Smith berikut para orang tua dan kakek nenek yang ada termasuk pria yang kelewat bucin pada Val, dibuat tertegun melihat tanggapan Val pada pengakuan Simon---pacar resmi Val sampai detik ini, karena memang belum Val putuskan secara resmi---yang ternyata adalah seorang penyuka sesama jenis.
Tak hanya tertegun, namun sungguh mereka terperangah.
Alih-alih Val syok berat setelah mengetahui jika ia berpacaran dengan seorang gay seperti yang keluarganya dan Kafeel itu khawatirkan, yang ada Val malah nampak girang.
🌷🌷
Keluarganya dibuat tertegun dan terperangah oleh Val, namun tak lama mereka ada yang mendengus dan tersenyum geli saja dengan kelakuan adik kandungnya Abang Varen yang suka nyeleneh memang. Sering diluar ekspektasi sikapnya si Val itu, yang ujungnya akan membuat geli perut. Yah, terkecuali masa pasca percobaan bunuh dirinya.
Sementara Simon hanya tertegun tak paham melihat kelakuan Val. Dimana sebelumnya Val mengagetkan dirinya kala setelah ia mengaku tentang jalur seksualitasnya dengan gadis itu yang bangkit secara tiba-tiba dari duduk, kemudian berseru dengan berucap cepat serta menggunakan bahasa Indonesia. Lalu merepet dengan hebohnya.
Wajah Val nampak sumringah dan bersemangat.
Padahal Simon mengira jika Val yang tiba-tiba berdiri dari duduknya akan mengusirnya dengan kasar, atau juga menamparnya.
“Kembali ke tempatmu, putriku sayang.”
Suara Dad R lalu terdengar bicara di telinga Val dengan lembut, tapi ada gemas yang ditangkap dalam ucapan Dad R pada Val itu.
“Kamu membuat Simon kebingungan dengan sikapmu itu,” tambah Dad R.
“Oh iya, Dad. Habis Val excited sekali karena Val akan memiliki rekor langka dalam keluarga—“
‘Haish, luar biasa sekali memang putri kandungku ini. Jika anak perempuan lain mengetahui mereka berpacaran dengan seorang gay akan marah besar atau bahkan shocked berat, si Val ini malah girang dan menganggapnya macam rekor....’
Dad R membatin tak habis pikir pada putri kandungnya itu, yang suka ada-ada saja kelakuannya.
“Duduklah kembali dan dengarkan Simon dengan baik sampai ia selesai bicara, dan mungkin kamu bisa sekaligus menyelesaikan urusan kamu dengannya, terkait hubunganmu dan Kaka—“
“Oh iya, ya? Val kan mau memutuskan Simon?—“
“Iya, tapi biarkan dia menuntaskan dulu apa yang ingin ia sampaikan.”
“Iya, Dad—“
🌷🌷
Val kembali pada ketenangannya sambil memandang Simon yang tadinya hendak mempertanyakan perihal kehebohan Val tadi, namun urung karena merasa ia lebih baik fokus untuk meminta maaf pada Val.
Selain memang, Simon ini adalah orang yang sangat kalem. Dalam kondisi apapun.
Entah kalau dia bergaul lama dengan orang-orang dalam lingkup The Adjieran Smith Family itu.
Yang kalau sudah begitu dekat dengan mereka, maka akan tahu bagaimana kelakuan masing-masingnya di dalam lingkup keluarga—berbanding terbalik dengan sosok mereka diluaran.
Dulu macam Simon yang kalem luar dalam.
Keluarga The Adjieran Smith pun punya citra dingin aura di luar dan tetap cool di dalam.
Namun berubah kemudian menjadi ramai dan rusuh plus usil adanya, sejak kehadiran satu makhluk dalam keluarga mereka yang sebut saja dia—mawar?
Haha,
Bukan.
Dia gerangan, yang gesreknya kelakuan--yang bersangkutan tularkan pada Poppa Andrew dan Dad R yang cool sebagai ‘korban’ pertamanya yang tertular kegesrekannya dan keusilannya itu, adalah Kajolita Esperansah De La Costah alias Naomytha Stefania alias Fania alias Mrs. Andrew Smith alias M-o-m-m-a.
Dengan segenap keajaibannya, bahkan bisa membuat seorang petinggi The Adjieran Smith sekelas Anthony Adjieran Smith yang sangat bersahaja dan sangat cool adanya, pada akhirnya bisa menunjukkan kekonyolannya juga. Bahkan sampai bisa juga menggombal receh pada istrinya.
__ADS_1
Jadi Simon pun bisa dipastikan akan mengucapkan ‘babay’ pada kekaleman, seperti halnya Kafeel yang lama bergaul dengan para personel The Adjieran Smith Family, jadi yaah begitulah si AA sekarang.
‘Kalem-kalem tahi ayam’
Kalem dan cool di luaran.
Tapi saat sudah berada didalam ruang lingkup The Adjieran Smith Family—macam para prianya keluarga tersebut—sifat kalem dan cool itu, seringnya masuk kantong.
🌷🌷
Kembali pada si kalem Simon. Yang kemudian bicara lagi dengan santun pada Val. “You may give me any kind of punishment to me, Valera. I already said that to your family in London, but they said it’s all on you. And once again, I’m so sorry ( Kamu silahkan memberikanku hukuman apapun, Valera. Aku juga sudah mengatakannya pada keluarga kamu di London, tapi mereka bilang semua terserah padamu. Dan sekali lagi, aku sungguh mohon maaf )—“
“I won’t give you any punishment ( Aku tidak akan memberikan hukuman apapun pada kamu ), Simon.”
Val menukas ucapan Simon dengan gadis eks Snow White itu tak nampak lagi pecicilan. Malah, wajah Val menunjukkan ekspresi tak tega.
“Especially after I heard your story about your sister.... which I’m sure it’s true. How can I punish someone who try to save their family member in the name of affection ( Terutama setelah aku mendengar cerita tentang adik kamu.... yang aku yakin benar adanya. Bagaimana aku bisa menghukum seseorang yang mencoba menyelamatkan anggota keluarga mereka berdasarkan kasih sayang )?....”
“But I deserved it, Valera. I already using a very kind girl like you ( Tapi aku layak mendapatkannya, Valera. Aku sudah memperalat seorang gadis yang baik sepertimu )”
Simon memandangi Val dengan masih berekspresi penuh penyesalan. Dimana Val tersenyum dan memandang pada Simon dengan bersahabat serta juga hangat. Yang mana memang, layaknya ibu kandung Val, gadis itu punya hati yang murni.
“No, Simon. You don’t deserved any punishment.... not from me, nor my family. And I’m sure--like me, they understand the thing that you said, if you using me ( Tidak, Simon. Kamu tidak pantas mendapatkan hukuman apapun.... tidak dariku, ataupun keluargaku. Dan aku yakin—seperti halnya aku, mereka mengerti tentang hal yang kamu katakan, kalau kamu memperalat aku )”
🌷🌷
Bijak dan tulusnya ucapan Val, membuat Simon tersenyum manis padanya.
Kekaguman Simon pun bertambah pada Val. termasuk pada keluarga gadis itu yang mengiyakan ucapan Val tentang pendapatnya kalau Simon tidak sepatutnya mendapat hukuman.
Dulu, sebelum dekat dengan Val, Simon—seperti kebanyakan orang yang tahu tentang The Adjieran Smith Family, mengira jika satu keluarga itu layaknya para kaum elite selalunya. Dingin—terutama pada mereka yang dianggap tak setara kastanya, bahkan pongah dan sering merendahkan orang-orang yang berbeda status sosial dengan para kaum elite itu.
Tapi ternyata, setelah sampai di KUJ ini dan bertemu serta menghabiskan lebih banyak waktu bersama Val dan keluarganya, serta juga sudah merasakan perlakuan baik dari beberapa orang bagian The Adjieran Smith yang Simon temui di London, Simon pun menarik kesimpulan jika Val dan keluarganya berbeda dari kaum elite kebanyakan. Hangat dan bijaknya satu keluarga itu, kini Simon bisa rasakan.
Alih-alih mendapatkan perlakuan atau nasib buruk atas hidupnya, semisal kehilangan pekerjaannya sebagai dosen lalu namanya akan ada di daftar blacklist hingga sulit mendapatkan pekerjaan seperti yang sempat sudah Simon bayangkan, apalagi dengan kenyataan jalur seksualitasnya yang melenceng. Rasanya akan mudah sekali menghancurkan seorang Simon Atley jika keluarga Val adalah yang seperti dalam pikirannya sebelumnya—Simon malah seolah kejatuhan bintang.
Tak dipermasalahkan dirinya yang Simon sendiri anggap telah memperalat Val demi kepentingan pribadinya, yang meskipun ada alasan kesembuhan adik perempuannya—oleh keluarga Val. “Jika kami dalam posisimu, mungkin kami akan melakukan hal yang sama....” kiranya seperti itu yang disampaikan oleh satu Dadnya Val di KUJ.
Yang didukung oleh satu pria The Adjieran Smith lainnya ucapan itu.
“Jangankan memperalat seseorang. Membunuh pun akan kami lakukan, jika taruhannya adalah orang-orang terkasih kami.”
Begitu kiranya perumpamaan yang dicetuskan di hadapan Simon. Dan terima kasih pada Val dan keluarganya, rasanya tak akan bosan Simon katakan, karena selain dimaafkan karena telah memperalat Val—pengobatan untuk adiknya pun dapat jaminan.
Berhasil atau tidaknya proses penyembuhan sang adik perempuannya, itu lihat saja nanti--karena Simon sudah cukup lega sekarang ini. Masalah mental adik perempuannya yang sudah bertahun-tahun membuat kekhawatiran yang teramat bagi Simon dan keluarganya, setidaknya sudah mendapat jalan keluar sekarang.
Itulah makanya ada pepatah yang bilang,
Don’t Judge A Book From It’s Cover.
Jangan menilai sesuatu dari luarnya saja.
Jangan menghakimi tanpa tahu story.
🌷🌷
“Just like Val said, we can’t punish someone who sincerely fight for their family. Cause all of us here are people who will do anything for our beloved, exactly like what Moreno said. Also you don’t harm Val ( Seperti yang Val katakan, kami tidak dapat menghukum mereka yang tulus berjuang untuk keluarganya. Karena kami semua disini juga adalah orang-orang yang akan melakukan apapun untuk mereka yang sangat kami sayangi, tepat seperti yang Moreno katakan. Juga kau tidak membahayakan Val )....”
Papi John yang angkat suara ini.
“So we don’t have any excuse to punish you ( Jadi kami tidak memiliki alasan untuk menghukummu )” timpal Gappa.
“But it doesn’t mean, things that you did connecting Val was right ( Tapi itu bukan berarti, apa yang kau lakukan terkait Val dapat dibenarkan )....”
Varen yang sebelumnya diam dan menyimak saja, sekarang ikut angkat suara. Dimana komentarnya itu diaminkan oleh para keluarganya yang lain. Simon pun mengangguk paham.
“Ya of course, that’s is wrong and I really regret it. Especially after I know all of you more deeper ( Ya tentu saja, hal itu salah dan aku sangat menyesalinya. Terlebih setelah aku mengetahui bagaimana kalian yang sebenarnya lebih dalam )”
🌷🌷
“Very sorry once again,” ucap Simon yang telah berdiri kemudian sedikit merundukkan tubuhnya di hadapan orang-orang yang ada bersamanya saat ini pada ruang tamu kediaman utama keluarga The Adjieran Smith yang berada di Jakarta.
“That would be okay, Simon.” Daddy Dewa yang merespons permintaan maaf Simon yang begitu santun dan juga tulus itu, mewakili keluarganya yang ada. “And about handling for your sister, Alvarend will help you more for that ( Dan tentang perawatan adik perempuanmu, Alvarend akan lebih membantumu untuk itu )”
Sambil wajah dan pandangan Daddy Dewa, yang kemudian spontan diikuti semua orang, tertuju kepada Varen.
“Ya, Bang?” ucap Daddy Dewa lagi. Memastikan kesediaan Varen.
Varen pun langsung mengangguk mengiyakan.
“We’ll discuss about this after lunch ( Kita bicarakan tentang ini setelah makan siang ), okay Simon?” ucap Varen kemudian, setelah ia melirik arlojinya.
“Ya, sure ( Iya, tentu )” jawab Simon.
🌷🌷
__ADS_1
“How long you will stay here ( Berapa lama kamu akan tinggal di sini ), Simon?—“
“I’ll be back to London tomorrow, Val. Since it’s almost summer holliday, and teachers have their busy time, you know.”
“( Aku akan kembali ke London besok, Val. Karena hampir libur musim panas, dan para pengajar sedang sibuk-sibuknya, kamu tahulah )”
“OMG, then I need to go back to London too, because you will give a lot of task, right ( Ya ampun, kalau begitu aku juga harus segera kembali ke London, karena kamu pasti akan memberikan banyak tugas, iya kan )?—“
“Well you know me?—“
“Hum, you’re a sweet boyfriend, but a mean lecture ( kamu pacar yang manis, tapi dosen yang kejam )”
Val mencebik, dan Simon terkekeh. Namun didetik berikutnya Val tersenyum.
🌷🌷
‘Oh iya, bicara tentang pacar, aku bahas saja sekalian hubunganku dengan Simon ya?’ Val lalu membatin. “Eumm, Simon.”
Selanjutnya Val memanggil Simon, namun nampak ada keraguan di wajahnya.
Dimana Simon menyahut dan Val akhirnya berkata, “Can we talk in person ( Bisa kita bicara secara pribadi )?”
“Yes, sure—“
“Shall we, then ( Ayo, kalau begitu )“
Val berdiri dari duduknya, dan bicara pada para keluarganya setelah ia mengajak Simon untuk bicara berdua.
“Val pamit sebentar ya? Ingin bicara secara berdua dengan Simon tentang—“
“Bicara di sini aja kenapa?”
Namun belum selesai Val berbicara, Kafeel menyela.
“Ya tidak enak—“
“Ga enaknya?—“
“Ya Val kan mau memutuskan Simon ini, tapi kan tidak etis kalau Val bicara di depan kalian. Nanti Simon tersinggung. Kak Kafeel tidak perlu cemburu—“
🌷🌷
Kafeel kemudian sedikit merepet.
“Aku hanya jaga-jaga, kalau kalian bicara berdua, tahu-tahu yang ada dia berubah pikiran terus mau tobat dan malahan jatuh cinta ke kamu? Aku yang repot nanti.... boleh kamu berdua dengan dia, tapi aku ikut—“
“Kalo lo ikut, itu namanya bukan bicara berdua, oncom!”
Tukasan sebal berasal dari mulut Varen sambil melempar bantal kursi yang mendarat tepat di wajah Kafeel.
🌷🌷
Mendengar namanya disebut oleh Val kala Val berbicara dengan Kafeel, Simon pun menyela dan bertanya tentang apa yang sebenarnya ingin Val bicarakan berdua dengannya. Dimana pada akhirnya, Val pun mengatakan hal apa yang ingin ia bicarakan dengan Simon berdua saja.
Yang hal tersebut adalah tentang keputusan Val mengakhiri hubungannya dengan Simon, dan takut Simon tak nyaman membicarakan hal itu di depan keluarga Val—yang kini sedang bercengkrama sambil menunggu waktu makan siang dan makanan untuk mereka telah siap adanya.
Dimana setelahnya, Simon tersenyum pada Val dan mengatakan dirinya tak keberatan sama sekali untuk membicarakan tentang hal yang Val pandang adalah sesuatu yang pribadi dan mungkin sensitif.
“But don’t hate me, okay?....”
Yang Simon katakan pada Val, setelah ia dan Val telah resmi putus di hadapan seluruh keluarga Val.
“I won’t, Simon....”
Val menjawab seraya ia tersenyum tulus pada pria yang kini berstatus mantannya itu.
Dimana setelahnya, Simon mengajak bicara Kafeel dan menebak, jika sebelum Val amnesia, Kafeel dan Val memiliki hubungan spesial.
Yang langsung diiyakan Kafeel, dan Val kemudian juga jujur tentang ingatannya yang mulai kembali pada Simon.
“I guess it already, when first time we meet at London. The way you looking at Val, looks deeper in my eyes that time.”
“( Aku sudah menebaknya, saat pertama kali kita bertemu di London. Caramu menatap pada Val, terlihat begitu dalam di mataku kala itu )”
“Apart that you are using her, thank you for making her happy while she forget about me ( Terlepas dari kau yang memperalatnya, terima kasih untuk membuatnya bahagia saat dia sedang melupakanku )”
Kafeel lalu berujar menanggapi ucapan Simon padanya tadi. Dan Simon pun merespons ucapan Kafeel itu.
“And I believe you can make her happier ( Dan aku percaya kamu dapat membuatnya lebih bahagia lagi )....”
“I’ll do my best for that ( Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk itu )....” sahut Kafeel. “Totally....”
“I’m sure you will ( Aku yakin seperti itu ).... And I sincerely wish, you and Val will always be happy together—“
🌷🌷 🌷🌷 🌷🌷
__ADS_1
To be continue....