HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
A N X I E T Y -- KEGELISAHAN


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Abang,”


“Iya, Gap?”


“Mengapa Celine belum tiba sampai dengan sekarang ke sini? Seingatku jadwal therapy Val dengannya itu bahkan kemarin seharusnya, bukan?”


“Ah soal itu. Maafkan aku yang lupa menyampaikan pada kalian soal therapy Val dengan Celine yang akan di stop dulu untuk sementara waktu, karena Val menghubungiku lalu mengeluh bosan serta juga letih dengan theraphynya itu.....”


“Mengapa begitu? Val itu masih aku lihat dan perhatikan belum sedikitpun mengingat dirinya yang sekarang.....”


“Itu juga yang menjadi pertimbanganku, Gap. Therapy yang dilakukan Celine tidak bisa banyak membantu, lambat proses dan itu pun disampaikan Celine padaku. Lalu aku berdiskusi dengannya dan Uncle Mario bahkan Uncle Alan dan Aunt Clarissa, mereka bilang tak apa di stop dulu. Lalu biarkan Val mengingat apa yang ia lupakan secara natural saja. Mungkin mansion, London bahkan kampusnya dapat memacu ingatan Val yang hilang untuk kembali.”


“Baiklah jika seperti itu.....”


“Nanti saat Val libur kuliah, mungkin akan aku minta Val datang ke sini. Karena Jakarta dan K-U-J juga punya banyak cerita tentang dirinya.....”


“Okay then.”


🌷🌷


AUTHOR’S POV,


Kala itu, Val terheran melihat seorang bocah laki-laki yang di matanya --- wajah anak itu adalah perpaduan antara Varen dan Drea. Lalu tak lama kemudian, Val diberitahu jika bocah yang berhambur dengan bersemangat ke arahnya saat itu, adalah anak dari Varen dan Drea --- yang kemudian juga Val diperkenalkan dengan anak dari Nathan dan Via, yakni Gadis.


Val yang memang dasarnya menyukai anak kecil, tentu saja merasa senang setelah mengetahui jika dirinya telah memiliki dua keponakan.


Dan tak sulit juga bagi Val untuk akrab dengan dua bocah yang imut dan menggemaskan itu, karena memang selama ini Val akrab dan cukup dekat dengan Putra dan Gadis yang sering Val ajak main bersama jika keduanya sedang berada di sekitar Val.


Jadi amnesia Val, tidak berpengaruh dengan kenyamanan Putra dan Gadis bila berdekatan dengan Val.


Putra dan Gadis yang memang tidak tahu menahu tentang kondisi satu tantenya itu, bersikap sebagaimana biasanya pada Val.


Meski saat Val masih berada di dalam ruang perawatan di Little Star Island dan kondisi Val belum stabil benar, keberadaan Putra dan Gadis dibatasi untuk berada di dekat Val.


Terlebih saat di ruang perawatan, Putra dan Gadis hampir tidak pernah dibiarkan berada lama – lama di ruangan tersebut, apalagi dilepas dari gendongan. Maklum, keduanya adalah anak yang hiperaktif.


Namun setelah Val kian membaik, Putra dan Gadis dibebaskan untuk mendekati Val, kapanpun mereka minta.


Tapi tetap dengan pengawasan.


Karena Putra dan Gadis adalah dua bocah hiperaktif yang kelakuannya suka sulit diprediksi.


Bisa saja mereka mendudukkan diri mereka di atas Val dengan keras, atau terkadang sering memainkan kunciran rambut mereka yang mengikat rambutnya --- memainkan seolah itu adalah tali sambungan kuda.


Dan jika itu kepala Val yang sedang rawan kondisinya, maka itu akan mengkhawatirkan seluruh anggota keluarga. Jadi pendampingan dan pengawasan pada Putra dan Gadis saat Val belum benar – benar pulih, cukup diperhatikan.


Namun seolah paham jika satu tantenya itu sedang sakit, dan memang diberitahukan kepada keduanya dengan lembut menggunakan bahasa yang kiranya Putra dan Gadis mengerti, yakni,


“Abang Putla sama Ade Gadis mainnya hati – hati ya? Soalnya, Aunty Val lagi sakit. Oke?—“


“Okkee..” Begitu sahutan yang diberikan oleh Putra dan Gadis kiranya, saat mereka diberikan peringatan secara halus oleh para orang dewasa.


Dan entah bagaimana, dua bocil unyu itu seolah mengerti jika mereka harus berhati – hati saat bermain dengan satu tante mereka yang sedang sakit itu.


Yang sudah lama sekali mereka lihat tertidur tidak bangun – bangun, tidak juga mengajak mereka bermain bersama dalam waktu yang lama.


Lalu saat melihat satu tante mereka yang selama ini tertidur dalam pandangan Putra dan Gadis, dua bocil itu nampak senang bukan main.


Dan atas dasarnya anak – anak, kepolosan Putra dan Gadis --- Putra terlebih, karena ia lebih lancar bicara dari Gadis, yang mana memang umur Putra lebih tua setahun dari Gadis --- membuat Putra lebih sering bicara pada Val.


“Onty Uyat Buyuu!”


Begitu Putra berseru riang saat ia melihat Val sudah tidak lagi nampak tertidur seperti seringnya ia dibawa untuk melihat sang Onty yang katanya sedang sakit dan tidak pernah Putra lihat bangun dalam waktu yang cukup lama.


Dimana kalimat sapaan riang Putra itu membuat Val mengernyit, selain merasa heran tentang siapa Putra sebelumnya. Bocah laki – laki yang dalam pandangan Val, adalah perpaduan wajah sang kakak lelaki kandung dan kakak perempuan angkat yang merangkap kakak iparnya.


Tak sempat Val bertanya tentang siapa bocah laki – laki yang wajahnya adalah perpaduan Abang Varen dan Drea itu, pun mengapa bocah itu memanggilnya Onty Uyat Buyu. Lalu setelah Val mendapatkan informasi dirinya yang mengalami amnesia khusus, kemudian diperkenalkan dengan Putra dan Gadis --- keheranan menghampiri Val karena dua bocah itu seringnya menyebut Val dengan sebutan Onty Uyat Buyu.


Yang setiap kali Val ingat untuk tanyakan, Val selalu dibuat lupa karena setiap kali niatannya itu terbersit, Val yang kala itu sedang mengalami fase dimana ia sulit fokus dan gampang teralihkan mengakibatkannya gampang melupakan apa yang sebelumnya ia ingin atau pikirkan setelah tidak sengaja teralihkan --- jadi pertanyaan mengapa ia dipanggil Onty Uyat Buyu oleh Putra dan Gadis, tak sempat Val cetuskan untuk tanyakan pada keluarganya.


Lalu pada akhirnya Val terbiasa, kemudian tidak lagi terbersit dalam otaknya untuk bertanya pada keluarganya, mengapa Putra dan Gadis memanggilnya dengan sebutan seperti itu.


Hingga Val kemudian dihadapkan pada sebuah mimpi yang terputar bak potongan trailer film yang menyambung satu sama lain, dimana Val akhirnya tahu, alasan mengapa Putra dan Gadis seringkali memanggilnya dengan sebutan Onty Uyat Buyu.


END OF AUTHOR’S POV.


🌷🌷


“Oh My Goodneess!! ( Oh Tuhaan!! ) .... My Prince, May! Pangeran masa depan aku!. Dia sudah datang! .... Itu siapa sih, kok kayaknya aku ga pernah lihat?”


“Itu Kak Kafeel. Anaknya salah seorang kerabat para Dad yang sudah meninggal. Kamu memang ga pernah ketemu kayaknya.”


--


“Benar-benar seperti Pangeran impian aku itu dia, Mi! Exactly seperti yang aku mau!”


“Iya tapi Val... You know what?”


“What? ...”


“Kak Kafeel itu seumur Abang!”


“So what?”


“Val, kamu sehat?”


“Sangat sehat untuk berkenalan dengan Pangeran aku dimasa depan, calon imam aku!”


--


“Kalau yang ini, Valera, ya?”


“Betul sekali! .... Hi Kak Kafeel, salam kenal ....”


“Salam kenal juga Valera.”


--

__ADS_1


“Perpaduan Uncle R sama Aunt Ara banget ya Valera ini?”


“Cantik, kan aku?!”


“Pastinya dong!”


“Tunggu ya?”


“Tunggu apa?”


“Tunggu lima tahun lagi, tunggu usia aku tujuh belas tahun.”


“Tunggu untuk?...”


“Untuk jadi pacar Kak Kafeel, laaahhh... masa begitu saja tidak paham sih???? ...”


--


“Hai Val ...”


“Ga mau high five ( tos ), aku maunya cium tangan!”


“Selalu aja sukanya maksa ... dan menggemaskan.”


“Kan memang seperti itu seharusnya sikap aku ke Kakak ...”


“Iya deh, Val kan anak baik selain cantik luar biasa ...”


“Ya, kan harusnya memang begini sikap aku sama calon future husband ( suami masa depan ) aku!”


--


“Kak Kafeel sabar yah? ...” ucap Val.


“Untuk? ...”


“Menunggu aku satu atau dua tahun lagi? ... Lalu kita akan bersama sampai tua!”


--


“Val memang beneran suka sama Kak Kafeel?”


“Cinta Momma!”


“Eumm, kalo ternyata Kak Kafeel ga punya perasaan yang sama gimana?”


“Akan Val buat dia punya!”


“Ga boleh maksain perasaan orang tahu Val!”


“Tak akan kulepas walau Kak Kafeel lepas terus!”


--


“Kak Kafeel!”


“Hey, Val yang cantik dan menggemaskan,”


“Kak Kafeel. Val miss you so much!....”


--


“Kak Kafeel! Ayo Kita Pacaran Mulai Dari Sekarang! Tahun depan kita menikah!”


--


“Val Tidak Mau Tahu! Daddy Berangkat Ke Jakarta Saat Ini Juga Karena Daddy Harus Melamar Kak Kafeel Untukku!”


--


“Bawa Val pergi Kak!”


“Pergi?”


“Ayo kita kawin lari!”


--


“Habis Kak Kafeel menggendong belakang Val, nanti kita latihan ya Kak? ....”


“Latihan apa? ....”


“Latihan menggendong Val ala bridal style .... Biar nanti Kak Kafeel tidak kaku saat menggendong Val dihari pernikahan kita!”


🌷🌷


Beberapa penggalan kejadian yang terputar lagi dengan sambung menyambung diantara satu dan lainnya di alam bawah sadar Val, yang secara tidak langsung membuat Val menemukan jawaban, mengapa Putra dan Gadis menyematkan panggilan Onty Uyat Buyu padanya.


Bagaimana luar angkasanya tekad Val saat mendekati dan mengejar Kafeel kala itu.


Lalu penggalan kejadian lain yang menjawab keheranan atas perasaan aneh yang Val rasakan, selain dejavu samar yang sering Val alami.


Penggalan kejadian, atas cerita dirinya dan seorang Kafeel Adiwangsa.


Yang membuat Val terbangun dengan terkejut, terperangah kemudian selain tercengang dan terkesima.


Tercenung sesaat, lalu apa yang selama ini ia lupakan perihal Kafeel Adiwangsa, dapat Val mulai ingat dengan baik.


🌷🌷


The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, England .....


‘Ya Tuhan! Kak Kafeel ....’


Lirihan Val dalam hatinya ketika ia terbangun dari tidur yang memutar banyak kejadian yang ia lupakan.


Dimana kejadian – kejadian yang terputar bak trailer film dalam mimpi  Val serta berurutan – menyambung dari satu kejadian ke kejadian lainnya, membuat Val tercenung sesaat.


Lalu dalam cenungnya, apa yang ada di mimpi, Val ingat kembali.


Dan hal itu memicu ingatan Val tentang seorang Kafeel Adiwangsa.

__ADS_1


Tentang bagaimana arti pria itu dalam hati dan hidupnya. “Bagaimana .... bisa? ....”


Val kemudian menggumam dalam isakan dirinya yang sudah tercipta. Karena tak hanya ingatannya tentang Kafeel Adiwangsa yang kembali, namun Val ingat juga jika selama ini dia telah melupakan Kak Kafeelnya.


Alasan utama, mengapa Val jadi bersedih hati hingga terisak setelah bangun dengan terkaget dari tidurnya yang Val alami karena sindrom putri tidurnya. ‘Aku harus menemui Kak Kafeel.’


Yang Val putuskan dengan bulat dalam hatinya.


“Dads! Mom! .... Val ingin ke Jakarta .... saat ini juga --- Val ingin .... bertemu Kak Kafeel .... Val, ingin ke Jakarta .... Daads  ....  Sekarang, ya Dads? Karena Val ingin segera bertemu dengan Kak Kafeel .... Please Daddy .... Poppa .... Papa .... Val mo – hoon ....“


Dan keputusan bulatnya itu kemudian Val suarakan dengan tergesa serta penuh permohonan kepada tiga daddy berikut juga tiga Mommynya.


Yang karena dasar tak tega, akhirnya mengiyakan dengan segera permintaan Val.


🌷🌷


Jakarta, Indonesia .....


Dan di kota inilah sekarang Val berada.


Jakarta.


Kota yang menjadi pusat kisah cinta Val dan Kafeel bermula.


The Dads dan The Moms yang direngeki Val dengan gadis itu yang bercucuran airmata, tidak hanya sekedar mengiyakan permintaan Val untuk segera bertolak ke Jakarta saat itu juga.


Namun The Dads dan The Moms yang ada di mansion utama mereka yang berada di London, langsung merealisasikan permintaan Val.


Semata menepati janji mereka pada diri sendiri, agar kiranya bila Val bisa kembali seperti sekarang ini --- hidup dan senyuman Val dapat mereka lihat lagi, permintaan Val akan mereka kabulkan, selama itu bukan hal yang mustahil.


Dan merencanakan penerbangan dengan sangat cepat dari London ke Jakarta, bukanlah sebuah hal yang mustahil bagi The Adjieran Smith family.


🌷🌷


Didampingi Dad R dan Mommy Ara, Val kini sudah berada di Jakarta.


“Abang .... ada di R Corp atau di perusahaan kita yang lain ya, Daddy? Karena biasanya kan, dimana ada Abang, disitu ada Kak Kafeel? ....”


“Ini sudah hampir tengah malam, Val. Apa kamu tidak melihat gelapnya langit di luar dari jendela tadi? ....”


“Oh iya, ya. Val sampai tidak memperhatikan karena Val terlalu excited ingin segera bertemu dengan Kak Kafeel dan meminta maaf karena telah melupakannya, bahkan pernah bersikap sinis juga pada Kak Kafeel saat di Little Star Island.”


Dad R dan Mommy Ara sama tersenyum, lalu bergantian mengusap kepala Val dengan lembut.


“Kita kembali ke kediaman dulu ya? Kamu istirahat dulu, sayang. Ini kan pertama kalinya kamu berada belasan jam dalam perjalanan selepas kamu tersadar dari koma, jadi kamu harus memperhatikan kondisi tubuh kamu dulu, Val.”


“No, Mommy. Aku ingin segera bertemu dengan Kak Kafeel—“


“Tapi ini sudah larut malam, Baby—“


“Val tidak peduli Daddy—“


“Val—“


“Val ingin bertemu Kak Kafeel sekarang! Sebelum Val melupakan apa yang sudah Val ingat tentang Kak Kafeel! Sebelum Val jadi bodoh lagi!”


‘Oh, Val ....’


Dad R dan Mommy Ara melirih dalam hati, karena Val seketika menjadi mulai histeris.


Hal yang dijaga selama ini dari Val atas beberapa efek sindrom putri tidurnya, yang satu diantaranya adalah kestabilan emosi.


Mudah marah dan tersinggung.


Meski ini pertama kalinya Val menunjukkan satu gejala itu.


Jadi Dad R dan Mommy Ara, tidak tahu bagaimana yang selanjutnya terjadi jika mereka tidak mengindahkan tuntutan Val yang sedang tidak stabil emosinya itu.


Namun yang jelas kekhawatiran juga menyelimuti kebingungan Dad R dan Mommy Ara, atas Val yang terlihat mulai mengalami ketidakstabilan emosi saat ini.


“Daddy dan Mommy tidak tahu bagaimana rasanya jadi Val yang bodoh ini—“


“Baby ....”


“Val ....”


“Yang sedikit – sedikit lupa! Sedikit – sedikit tidak fokus! Sedikit – sedikit lihat jurnal! Kalian nanti harus cerita lagi sama Val! Kalian memang tidak lelah?! Tidak bosan?! Karena Val lelah dan bosan! Kalau seperti inii .... seharusnya Val dibiarkan saja mati—“


“Sshh, jangan bicara seperti itu, Baby—“


“Val ingin bertemu Kak Kafeel sekarang. Tidak peduli ini tengah malam—“


“Ya sudah baiklah—“


“Val hanya ingin bertemu dengan Kak Kafeel dengan segera—“


“Iya, sayang, iya .... Tapi Val, Val tenang dulu ya? .... bukan kami ingin menghalangi Val untuk bertemu Kak Kafeel. Tapi Val memang tidak bisa menemui Kak Kafeel saat ini .... karena Kak Kafeel—“


🌷🌷


To be continue ....


Noted :


Lupa, emang biasa.


Tapi jika dirasa authornya lupa sama cerita, tolong diperhatikan  lagi kata yang mendapat penebalan – terutama di awal sebelum paragraf yang biasanya emak tebalkan atau miringkan tulisannya.


Contoh, di episode sebelumnya.


Val yang diceritakan ingin merebut Kak Kafeel dari istrinya itu adalah POV – nya Val, alias Sudut Pandang atau Pemikiran Val.


Kenapa Val berpikir seperti itu dalam sudut pandangnya?


Karena dalam cerita Val, memang dia belum sampai mendapat pemberitahuan detail tentang Kak Kafeel.


Ngono.


Sampe sini paham iye?


😁

__ADS_1


Ampuni Emak yang punya kebiasaan bikin cerita maju mundur ngejedak.


Tapi apa mau dikata, Emaknya Queen begitu adanya.


__ADS_2