HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
MAKNA


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Author's POV..


Tepat di hari ini, acara lamaran dan pertunangan Val-Kafeel berikut Mika-Arya dihelat dalam gelaran acara yang tidak sesederhana beberapa anggota keluarga The Adjieran Smith yang sudah lebih dulu melakukannya.


Contohnya Momma dan Poppa, yang acara lamaran dan pertunangannya terbilang amat sangat sederhana untuk ukuran keluarga The Adjieran Smith. Yang Poppa hanya datang bersama keluarga inti kala itu, lalu meminta Momma pada Ake Herman dan Ene Bela–memasangkan cincin dan makan bersama di sebuah hotel berbintang.


Hanya seperti itu sih, tapi tiga unit mobil mewah yang menjadi seserahannya. Diluar printilan-printilan seserahan lain, yang kalau diuangkan---kiranya bisa buat ongkos naik haji berkali-kali.


Sederhana dalam kacamata keluarga The Adjieran Smith, karena tidak ada pesta seperti yang mereka gelar untuk Mika dan Val dalam acara lamaran dan pertunangan keduanya dengan pasangan masing–masing.


Yang digelar disebuah hotel berbintang lima, walau singkat persiapan. Namun yang nampak adalah sebuah acara lamaran dan pertunangan seperti yang sudah dipersiapkan dari jauh–jauh hari.


Dari dekorasi hingga makanan untuk tamu, bahkan sudah seperti dalam sebuah pesta pernikahan---tapi bagi keluarga The Adjieran Smith, itu masih kategori pesta biasa lantaran tamu yang diundang terbatas saja.


Hanya keluarga dari kerabat terdekat satu klan keluarga itu saja yang diundang ke acara lamaran dan pertunangannya Mika-Arya serta Val-Kafeel, jadi bagi keluarga The Adjieran Smith---pesta pertunangan dua incess mereka dengan pasangannya masing-masing itu\, ya hanya biasa-biasa saja.


“Selamat datang, Kafeel Adiwangsa dan Arya Narendra beserta keluarga...”


Yang prosesi lamaran dan pertunangannya berlangsung kala keluarga Kafeel dan Arya telah datang ke tempat acara, dalam sebuah ruangan besar pada hotel yang menjadi tempat berlangsungnya acara tersebut.


Dimana setelahnya, penyambutan dari keluarga Mika dan Val pun dilakukan terhadap Kafeel dan Arya berikut rombongan mereka---lalu selanjutnya setiap tahap berjalan sesuai dengan susunan acara yang sudah dibuat sedemikian rupa.



“Untuk selanjutnya, mari kita hadirkan yang ditunggu-tunggu oleh Mas Kafeel dan Mas Arya---“


Sampai kemudian tiba waktu untuk Mika dan Val muncul ke hadapan dua pria yang sudah tidak sabar untuk melihat keduanya yang menjadi pasangan masing-masing.


“Masya Allah—“


“Bisa langsung Ijab aja ga sih?”


Kafeel dan Arya yang sama-sama dibuat terpana oleh Val dan Mika, sama-sama saling menggumam di tempatnya.


“Awas jangan sampai tertukar pasangannya yaa...”


Sang pembawa acara pun berguyon, hingga suara kekehan jadi terdengar seantero ruangan.


Termasuk dua pasang calon mempelai yang kini sudah saling berhadapan dengan pasangannya masing-masing.



“Mas Kafeel dan Mas Arya, ada yang mau disampaikan ke pujaan hatinya masing-masing?”


Lalu setelah kekehan mereda, pembawa acara kembali berkata kepada dua pria yang ia sebut namanya itu.


Dimana Kafeel dan Arya, kini sudah saling lempar tatap dan senyum pada pasangan masing-masing yang juga melakukan hal yang sama dengan keduanya---lalu Kafeel dan Arya mengangguk mengiyakan ucapan pembawa acara.


“Mau siapa dulu yang bicara?—“


“Yang tuaan dulu,“ sambar Arya ketika pembawa acara itu bertanya padanya dan Kafeel.


Suara kekehan pun terdengar lagi, termasuk Kafeel yang ikut terkekeh kecil.


Lalu tak lama kemudian, Kafeel kembali memandang fokus pada Val.


Yang Kafeel berikan pada Val buket bunga indah di tangan, sambil Kafeel katakan, “Singkat aja, aku cuma mau bilang... yang udah terjadi dibelakang, biar jadi pelajaran. Tapi kali ini aku yakinkan, dan sekuat tenaga akan aku pastikan. Kalau kamu, akan jadi pendamping hidupku, yang halal... sampai usai waktu, Valera Madelaine Aditama Adjieran Smith...”


Tak panjang-panjang memang, kata mutiara yang Kafeel tujukan untuk Val sebagai pengantar kedatangannya untuk melamar.


Namun tetap bisa membuat Val rasa terenyuh dan terharu, dan Val kemudian menunjukkan senyum terbaiknya pada Kafeel meski dengan matanya yang berkaca-kaca. Pancaran haru atas bahagianya.



Rasa terenyuh dan terharu, tak hanya dirasakan oleh Val karena ucapan romantis Kafeel pada gadis belia tercintanya itu, tapi juga dirasakan oleh semua orang yang menyaksikannya.


Lalu rasa terenyuh dan terharu itu semakin terasa, disaat sang pembawa acara bertanya pada Val tentang apakah ada yang ingin disampaikannya pada Kafeel, lalu Val bilang, “Thank you for loving me, Kak. Dan untuk Kak Kafeel tahu dan ingat dalam pikiran dan hati Kakak, kalau Kakak akan selalu menjadi yang pertama dan terakhir untuk Val...”


Kafeel tersenyum haru mendengarnya, dan tangannya lalu meraih satu tangan Val yang kemudian ia genggam dan kecup ringan.


“I love you, Kak.” Disaar yang sama Val berucap lagi dengan mengatakan satu kalimat sakti bagi para pecinta.


“I love you more, Sayang.”


Lalu Kafeel membalas ucapan romantis Val padanya.

__ADS_1


Dan Kafeel berikan kecupan di kening Val, tepat setelahnya.


“Excuse me, Bapak Kafeel Adiwangsa.”


Namun sesi Kafeel mengecup kening Val itu jadi singkat saja adanya, karena suara Arya menginterupsi tindakan Kafeel yang sedang berlaku mesra pada Val itu.


“Bukan situ aja yang mau ngelamar ini...” tambah Arya, dan membuat Kafeel serta Val jadi terkekeh bersama juga orang-orang di sekeliling mereka.


“Ish, ganggu aja...”


Ucapan itu kemudian terdengar.


Namun bukan dari Kafeel.


“Ya aku juga pengen ngelamar sama ngomong romantis ke kamu, Nona Mikaelaa.”


Melainkan dari Mika, yang kemudian fokus Arya kini beralih kepadanya. “Ya kasih kesempatan dulu Kak Kaf sama Val sampai selesai.” Dan Mika membalas ucapan Arya.



Kalau Kafeel dan Val berinteraksi dengan romantis dari sejak Kafeel mengutarakan apa yang ingin ia katakan pada Val setelah pembawa acara mempersilahkannya untuk melakukan hal tersebut lalu Val membalas dengan tak kalah romantisnya, beda dengan pasangan yang satu lagi.


Mika dan Arya, membuat orang-orang disekeliling mereka jadi tersenyum dan terkekeh geli karena interaksi keduanya yang seolah nampak tak akur.


“Nanti mereka bisa puas-puasin mesra-mesraan abis ini lamaran.”


“Ya beda kelles—“


“Beda dari mananya sih?” tukas Arya. “Mesra-mesraan sama aja mau gimana situasinya—“


“Kalo dibilangin—“


“Mba, Mas, jadi mau ikutan lamaran ga kek pasangan yang itu?  tinggal nih, kalo malah ribut berdua?...”


Celetukan keluar dari mulut Sony.


"Ga tau orang laper apa, belom sarapan?"


Membuat suara kekehan jadi terdengar lagi dalam ruangan tempat acara dua lamaran dan pertunangan itu berlangsung.


“Oke, oke..." ucap Arya kemudian, yang membuat geli orang-orang. Termasuk Mika. "Serius Mi," kata Arya lagi dengan sudah kembali membuat dirinya tegak berhadapan dengan Mika.


Arya sudah memposisikan dirinya untuk melakukan apa yang Kafeel lakukan sebelumnya, selepas selorohan dari Nathan. Sudah siap untuk juga melontarkan kata mutiara nan romantis pada Mika seperti yang Kafeel lakukan saat sebelum menyematkan cincin pertunangan di salah satu jari Val.


Dengan wajah yang terkesan serius Arya memandang pada Mika yang juga sedang memandanginya, sambil Arya persiapkan dulu kalimat romantis yang sudah ia siapkan untuk Mika. Arya sudah siap rasanya, untuk mengatakan kalimat yang tak kalah romantisnya seperti kalimat Kafeel yang pria itu berikan pada Val beberapa saat sebelumnya.


Namun...


“Malah cekikikan...”


Bukannya kata mutiara yang keluar dari mulut Arya, melainkan protes kecilnya pada Mika yang memang terlihat jelas sedang cekikikan ditempatnya. Terkikik dengan geli sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.


Karena Mika tak tahan, melihat wajah serius Arya yang justru jadi terlihat menggelikan untuknya.


Jadilah Mika cekikikan. karena menahan tawanya atas wajah serius Arya.



“Dah sst! Diem!” Arya berkata pada Mika sambil satu tangannya menurunkan tangan si Neng Judes yang sedang menutupi mulutnya sendiri itu karena sedang terkikik.


Dimana setelahnya, Mika nampak mencoba menahan kikikannya dengan merapatkan bibirnya.


“Aku udah mau serius ini,” kata Arya lagi.


Dan Mika pun mengangguk, mencoba mengembalikan kembali ke anggunannya sebagai seorang calon mempelai wanita yang akan dilamar.


“MC cuap-cuap dong? udah dibayar juga...” celetuk Arya sambil menoleh ke arah yang bersangkutan.


Sekali lagi, si Recehboy itu membuat orang-orang disekitarnya terkekeh karena kelakuannya, termasuk interaksi Arya dan Mika kala si Neng Judes sedang cekikikan.


“Baik, Mas Arya, dipersilahkan untuk mengatakan sepatah dua patah kata romantis untuk Kak Mikaela...” ucap sang pembawa acara kemudian, sambil juga ia tersenyum geli di tempatnya.


“Nah gitu,” celetuk Arya lagi.


Lalu tak lama kemudian Arya sudah fokus kembali memandang pada Mika yang sudah nampak berhenti terkikik.


Sudah kembali nampak kalem dan anggunly.


“Ini Mi, terima dulu bunganya,” ucap Arya kemudian.

__ADS_1


Pada Mika sambil menyodorkan buket bunga yang sedari tadi masih ia pegang.


Melempar senyumannya pada Mika sebentar, sebelum ia meneruskan untuk bicara.


Dimana semua orang nampak khusyuk untuk mendengarkan kalimat romantis Arya untuk Mika, sebagaimana kalimat romantisnya Kafeel untuk Val.


Hanya saja,


“Nanti kalo udah nikah baru terima benihnya, benih calon anak-anak kita yang akan langsung aku tanem sampe dalem—“


Alih-alih kalimat romantis, malah kalimat nyeleneh yang keluar dari mulut Arya. Dan sukses membuat Arya mendapat toyoran spontan dari Papa Rico.


Dimana selanjutnya, tidaklah ada momen romantis dan khusyuk serta haru sesaat seperti saat sesi Kafeel dan Val tadi.


Yang ada sekarang, hanya suara kekehan geli orang-orang yang terdengar---selepas mendengar ucapan nyeleneh Arya pada Mika yang berujung pada kepala Arya yang ditoyor oleh ayah kandungnya, berikut umpatan kecil yang dilontarkan Papa Rico untuk anak bungsunya yang petakilan itu.


Namun begitu, acara lamaran dan pertunangan dua pasang anak manusia yang kini sudah lebih upgrade hubungan cintanya secara resmi ity---berjalan dengan lancar, secara keseluruhan.



Wajah-wajah puas, lega dan bahagia, terpancar dari semua orang yang ada di acara lamaran dan pertunangan Val-Kafeel berikut Mika-Arya.


Ketika serentetan acara inti yang sudah dikemas sedemikian rupa, telah berlangsung sesuai rencana---walau ujungnya acara yang seharusnya sakral, malah sering diwarnai dengan kekehan bahkan tawa.


Tapi toh acara lamaran dan pertunangan dari dua pasang anak manusia itu, memang tidak dikemas secara kaku. Tamu undangannya walau banyak---tapi kesemuanya hanya orang-orang dari kerabat dekat dan akrabnya keluarga The Adjieran Smith dan keluarga Narendra, sementara dari pihak Kafeel---hanya ia, ibu dan adik perempuannya saja.


Tak ada satupun keluarga Adiwangsa yang hadir, karena Kafeel tidak mengundang mereka.


Ibunya memang yatim piatu dari sejak kecil, jadi tak punya saudara.


Sementara keluarga Adiwangsa---nama keluarga almarhum sang ayah yang Kafeel sandang nama itu dibelakang namanya, sudah tak Kafeel anggap lagi.


“Nanti, saat kita menikah keluarga ayah Arya benar-benar tidak mau Kakak undang juga?...”


“Engga...” jawab Kafeel atas pertanyaan Val tersebut. “Dari sejak mereka tega mengabaikan ayah saat ia difitnah dengan keji sampai ayah meregang nyawa, aku sudah menganggap kalau aku bukan bagian dari keluarga Adiwangsa...”


Dengan wajah Kafeel yang kemudian berubah jadi sedikit tidak santai.


“Kalau saja bukan karena bunda memohon-mohon agar aku tidak melakukannya dan karena namaku adalah murni pemberian ayah, aku sudah ingin melepaskan nama Adiwangsa dari nama aku...”


“Val paham perasaan Kakak...” timpal Val kemudian, sambil ia mengusap-usap lembut lengan Kafeel. “Kurang lebih sama dengan perasaan Dad R tentang kisahnya yang melepaskan nama Alexander dari belakang namanya—“


“Maaf ya, Baby,” tukas Kafeel. “Hati aku belum bisa bener-bener bersih kalau sudah urusan dengan yang namanya keluarga Adiwangsa, karena aku masih menyimpan rasa sakit hati yang besar pada mereka atas apa yang menimpa ayah, aku, bunda dan Lena.”


“Manusiawi itu, Kak. Dad R juga tidak mau ada hubungan apapun lagi dengan keluarga Alexander. Dan lagi keluarga Papa Rico kan sudah jadi keluarga Kakak juga, termasuk keluarga The Adjieran Smith—“


“Iya, dan aku bersyukur untuk itu,” tukas Kafeel yang kini wajahnya sudah tidak nampak kaku lagi. “Tapi yang paling aku syukuri ya kamu, Nona Valera...”


Kafeel berucap lagi, sambil ia tersenyum teduh memandang pada Val yang mengulum senyumnya sambil juga memandangi Kafeel yang tak hanya memandanginya dengan tersenyum teduh, namun juga mengusap lembut sebelah pipi Val.


“Yang mau menerima aku dengan segala kekurangan yang aku punya, dimana ga semua orang bisa menerimanya—“


“That’s because I love you that much, Kak. Yang Val rasa dan yakin sangat tulus mencintai Val, hingga Val tidak bisa menemukan alasan, untuk berhenti mencintai Kakak. Walau Kakak memiliki sejuta kekurangan.” Yang selanjutnya karena ucapan Val ini, Kafeel membawa Val ke dalam pelukannya.



Cinta Hanyalah Sebuah Kata, Sampai Seseorang Datang Dan Menjadikannya Berarti.



Lima bulan setelah acara lamaran dan pertunangan Val-Kafeel serta Mia-Arya, pernikahan keduanya telah ditetapkan untuk dilangsungkan. Sama seperti acara lamaran dan pertunangan mereka, dua pasang sejoli itupun sepakat untuk melaksanakan pernikahan mereka dihari yang sama---serupa dengan dua pasang orang tua dalam klan The Adjieran Smith.


Namun tak sama, karena Papi John-Mami Prita dan Daddy Jeff-Mama Jihan, melangsungkan ijab kabul dihari yang berbeda. Hanya resepsi dua pasang orang tua The Adjieran Smith itu saja yang digelar berbarengan. Tapi kalau pasangan Val-Kafeel dan Mika-Arya, akan berbarengan di hari yang sama dari mulai ijab kabul sampai resepsi. Hanya berbeda waktu pelaksanaannya saja untuk prosesi Ijab Kabul.


Yang disepakati juga, kalau Kafeel yang akan lebih dulu mengucapkan kalimat Ijab untuk menjadikan Val miliknya seutuhnya---istrinya, pasangan halalnya. Baru Arya yang akan mengucapkan kalimat Ijab untuk membuat Mika sama seperti Val untuk Kafeel, dimana saat itu---sudah tak sabar untuk segera sampai oleh Kafeel dan Arya, pun Val dan Mika sama tak sabarnya menunggu hari itu tiba.


Hari yang menjadi awal untuk membina hidup bersama kekasih tercinta, lalu menjalani hari-hari sebagai suami istri yang kiranya berasa seperti naik delman.


Istimewa!


♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue......


Seistimewa perasan Emaknya Queen yang bahagia, kalo readernya masih pada enjoy baca karya ini.


Apalagi kalo udah ngasih jempol.


Beuh!

__ADS_1


Emak anggep sodara dah😁


__ADS_2