HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
AT THE END OF WAITING


__ADS_3

PADA UJUNG PENANTIAN


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Jakarta, Indonesia..


Mengintip dua orang yang sedang berada di dalam sebuah kamar.


Val dan Kafeel. Yang sedang berada di dalam kamar Kafeel.


Setelah Val yang sudah mengingat segala tentang Kafeel meski belum secara keseluruhan betul—namun intinya Val sudah mengingat tentang siapa seorang Kafeel Adiwangsa yang selama Val belum mengingatnya, Kafeel terasa misterius untuk Val.


Tak kenal, tapi Val seringkali merasakan perasaan aneh jika melihat atau mendengar nama Kafeel. Dan ragam hal yang membuat Val jadinya penasaran tentang sosok Kafeel Adiwangsa, yang pada akhirnya semua yang Val herankan tentang pria itu, terjawab dalam sebuah mimpi panjang berkelanjutan yang Val alami.


Hingga akhirnya—katakanlah ‘cinta akan menemukan jalannya’ atau ‘cinta sejati akan kembali ke pemiliknya’.


Seperti itu kiranya, cinta Val yang begitu besar pada Kafeel sebelum ia bertindak nekat lalu koma setelah sebelumnya sempat mati suri lalu melupakan Kafeel karena keputusan Dad R berikut keluarganya yang lain—tak berlama-lama melupakan pemilik cintanya Val itu.


Lalu cinta Kafeel yang sama besarnya seperti Val mencintainya, memberikannya keluasan hati untuk berdamai dengan takdir cintanya dan Val yang pelik dan Kafeel rasa banyak rintangannya.


Namun begitu, tak sedikitpun Kafeel berniat mencari pengganti Val dalam hati serta hidupnya.


Hingga doa-doa tulus dengan sabar Kafeel rapalkan selepas ia selesai dengan sujudnya, terlepas masih banyak kekurangannya sebagai umat.


Tapi Kafeel tak lelah berdoa--mengharap belas kasihan Sang Pemilik Semesta berikut isinya, agar kiranya Val dikembalikan padanya.


Dan Kafeel mendapatkan belas kasihan itu.


🌷


Val sudah mengingatnya, bahkan Val segera datang setelah ia mendapatkan kembali ingatan tentang siapa dirinya untuk Val. Yang membuat Kafeel terkejut setengah mati, hingga dalam beberapa saat ia tertegun tak percaya lalu meluruh parah namun bahagia kini menyelimuti hati dan tubuh Kafeel secara keseluruhan, karena Val yang selama ini begitu Kafeel rindukan sampai rindu itu menggiring Val selalu hadir dalam mimpi Kafeel—telah nyata adanya di hadapan Kafeel.


Sudah Kafeel dengar jelas suara Val di telinganya, yang tak lagi samar seperti dalam mimpi. Pun sentuhan Val di kulitnya.


Nyata.


Seperti sentuhan Val yang Kafeel sering rasakan sebelum tragedi cinta keduanya terjadi.


Termasuk pelukan Val.


Lalu bagaimana Kafeel kian bahagia, adalah ketika Val lebih dulu mengecup bibirnya, yang Kafeel lalu manfaatkan inisiatif Val itu—untuk Kafeel rasakan bibir Val lebih dari sekedar kecupan.


Kian membuncah bahagia Kafeel, kala Val tidak menolak ciumannya pada bibir Val—yang bahkan Val balas dengan sama penuh perasaan seperti dirinya, walau tak lama—karena Val tahu-tahu melepaskan tautan bibir mereka itu.


“Kita.. tidak seharusnya berciuman seperti ini..”


Yang Val katakan dengan agak lirih setelah ia duluan melepaskan tautan bibir Kafeel dari bibirnya.


Dimana Kafeel berpikir—karena Kafeel segera teringat kalau Val sudah memiliki kekasih baru sekarang, jadinya Val merasa salah berciuman dengan dirinya.


“Val baru ingat kalau Kak Kafeel kan suami orang sekarang.. dan ini kamar kalian.. Val tidak pantas..“


🌷


Namun nyatanya, alasan mengapa Val mengurai duluan ciumannya dengan Kafeel, berbeda dengan apa yang Kafeel duga. Jadi kemudian Kafeel luruskan, sambil Kafeel tunjukkan banyaknya foto dalam bingkai yang terpajang dalam kamar Kafeel kepada Val.


Lalu Kafeel katakan apa statusnya sekarang pada Val. Yang membuat Kafeel kemudian menjadi minder dan kembali pasrah andai Val tidak menerima statusnya sekarang. Karena Kafeel ingat, Val pernah menjadi sendu karena dia bukan pacar pertama dan cinta pertama Kafeel—yang Kafeel sendiri lupa pada siapa cinta pertamanya tersangkut.


Mungkin karena cinta kunyuk? Jadinya Kafeel lupa pada siapa cinta pertamanya itu berlabuh.


Meski cinta kunyuk itu sendiri tidak bisa dianggap enteng, jika ingat cinta kunyuknya Momma pada Poppa.


Momma mencintai Poppa dari sejak Momma masih SMP--Cinta kunyuk kan, hitungannya?


Tapi cinta kunyuk Momma bertahan terus meski sempat berpisah selama 6 tahun dengan Poppa tanpa kabar.


Hingga akhirnya, takdir menjadikan cinta kunyuk Momma pada Poppa menjadi cinta sejatinya pada pria yang kini telah menjadi suaminya.


Jadi cinta kunyuk tidak bisa diremehkan, bukan?--jika cinta kunyuk itu terhubung dengan perasaan Momma pada Poppa.


🌷


Tapi cinta kunyuk pada Kafeel itu, ia rasa tidak seperti cinta kunyuknya Momma pada Poppa. Karena memang benar Kafeel lupa. Cinta kunyuknya cuma nemplok masa itu aja kayaknya. Macem kunyuk nemplok di puun. Jadi sudah amat Kafeel lupakan.


Bahkan Kafeel rasa, Val lah yang menjadi cinta pertamanya—meski sudah entah berapa banyak kali Kafeel gonta-ganti pacar di masa remajanya, atau di masa sebelum ia menyandang usia mapan. Karena baru Val yang bisa membuat Kafeel kacau dan bahagia di saat yang bersamaan.


Dunia seolah cukup bagi Kafeel setelah ia bersama Val. Lalu pedih dan sakit saat ia terpaksa jauh dari Val. Merasakan bagaimana tersiksa karena rindu.


Rasa ingin mati, ketika mendengar hal yang begitu buruk pada Val. Hingga kematian itupun coba Kafeel undang agar menghampirinya.


Untung saja, kematian tak jadi memeluk Kafeel. Karena jika iya, arwah Kafeel mungkin akan sesenggukan kalau ternyata Valnya masih hidup, lalu ia melewatkan momen yang bisa membuat bahagianya membuncah dengan dirinya dan gadis belia tercintanya itu bisa kembali sedekat ini sekarang.


🌷


Kafeel minder dengan keadaan dirinya pada Val. Takut, juga pasrah jika Val merangkum ketidaksempurnaannya untuk Val yang memilih untuk tidak kembali bersamanya karena—katakanlah mimpi Val untuk bisa jadi yang pertama untuk Kafeel dalam satu hal banyak yang tidak terwujud.


Bukan cinta pertama Kafeel.


Bukan pacar pertama Kafeel.


Bukan gadis pemilik ciuman pertama Kafeel.


Meski seingat Kafeel ciuman pertamanya ia berikan pada poster Jessica Alba saat pertama kali Kafeel melihat salah satu artis hollywood itu dalam sebuah film.


Lalu terakhir, tentang bukan yang pertama bagi Kafeel—adalah Kafeel menikah pertama kali bukan dengan Val.


Jadi lengkap sudah rasanya ketidaksempurnaan Kafeel dengan tidak dapat memujudkan mimpi-mimpi Val. Padahal perihal menjadi istri Kafeel, sudah Kafeel bayangkan untuk ia jadikan tameng kalau Val membahas tentang ia tidak bisa mendapatkan momen sebagai yang pertama bagi Kafeel.

__ADS_1


Bahkan Kafeel membayangkan—jika tragedi kisah cintanya dan Val tidak terjadi, Kafeel akan jumawa pada Val dengan mengatakan Val bukan hanya istri pertama Kafeel, melainkan akan menjadi yang terakhir—satu-satunya.


Tapi sayangnya hal itu tidak terwujud. Karena takdir membuat hal itu tidak dapat Kafeel lakukan.


Sedih dan kecewa, Kafeel pada dirinya.


Sekali lagi Kafeel merasa mengecewakan Val.


Lalu bayang-bayang impian indah Kafeel untuk bersama Val akan terbang ke angkasa, menjadi momok menyedihkan bagi Kafeel.


🌷


Namun Kafeel bisa merasa lega sekarang, karena momok menyedihkan yang sempat membayanginya kemungkinan besar tidak akan terjadi. Karena reaksi Val, berbanding terbalik dengan apa yang ia pikirkan. “Dengan memiliki pasangan seorang duda, Val akan memiliki rekor baru dalam keluarga! Seru sekali bukan?!“ malah seperti itu yang Val katakan.


Sungguh membuat Kafeel tercengang.


Namun setelah itu, Kafeel mendapatkan bahagia yang rasanya berlimpah.


Sudah Val telah mengingat dirinya, bahkan sampai bela-belain datang dari London dengan segera untuk menemuinya atas ingatan Val tentang Kafeel yang telah kembali itu. Lalu Val bilang,


“Tapi terlepas dari itu, Val bahagia. Karena sekarang Kak Kafeel sudah bukan milik orang lagi. Tapi milik Val.” Bahkan Val yang lebih dahulu mengklaim Kafeel sebagai miliknya, hal yang saat ini tidak Kafeel memiliki keberanian atasnya.


Karena sebelumnya kan Kafeel merasa sudah kian tidak pantas untuk Val.


Tapi ketika Val mengatakan kalimat tadi, kepercayaan diri Kafeel untuk bersanding dengan Val pun kembali.


🌷


Bagaimana kepercayaan diri Kafeel untuk bersanding dengan Val telah kembali, perhatian Val padanya—selain cinta dari gadis mantan putri tidur itu, juga kembali pada Kafeel seperti sebelumnya. Ketika Val teringat jika pria setengah om-om tercintanya itu sedang sakit, menurut perkataan Lena tadi saat Val masuk ke dalam kamar Kafeel dan melihat pria itu tertidur di atas ranjangnya.


“Eh Kak?.. Tangan Kakak panas..” kata Val saat merasakan tangan Kafeel yang memang panas karena demam di pipinya. “Ah ya ampun! Tadi Lena kan mengatakan kalau Kakak sedang sakit..“ katanya lagi, dan Kafeel lalu tersenyum menanggapinya. Serta langsung menanggapi ucapan Val itu.


“Aku sudah tidak apa-apa, Val—“


“Tidak apa-apa bagaimana Kak?! Tubuh Kakak panas begini?!”


Val yang nampak mulai panik itu, menukas ucapan Kafeel sambil ia menempatkan punggung tangannya di leher Kafeel.


“Kak Kafeel sudah makan?—“


“Minum obat?”


Lalu mencecar Kafeel dengan pertanyaan dikala sudah Val menjadi agak heboh sendiri, selain gelagapan.


“Kamu obat paling ampuh buat aku, Val.”


Adalah yang Kafeel ucapkan kemudian untuk menenangkan Val.


Mungkin lebay, tapi bagi Kafeel itu yang sebenarnya. Karena Val yang ada di hadapannya secara nyata sekarang ini, membuat Kafeel seolah tak lagi merasakan kondisi tubuhnya yang menurun.


Harum hingga perhatian Val sekarang, kiranya obat terampuh bagi Kafeel dan vitamin abadi untuknya. Terlebih jika ia bisa melanjutkan kembali apa yang sempat terhenti.


Yakni rencana pernikahannya dan Val. Yang amat sangat Kafeel ingin segera realisasikan. Menjadikan Val milik Kafeel seutuhnya.


Val yang telah ada di hadapannya sekarang bahkan telah sempat berinteraksi mesra dengannya serta perhatian Val padanya saat ini, kiranya sudah amat cukup bagi Kafeel.


Toh semua akan indah pada waktunya bukan?


🌷


Iya, semua akan indah pada waktunya.


Untuk melanjutkan rencana pernikahannya dengan Val yang sempat terhenti itu Kafeel serahkan pada Val dan keluarganya saja nanti.


Sekarang ini, Kafeel memilih untuk menikmati kebersamaannya dengan Val yang hilang.


🌷


“Val nyanyikan lullaby, ya?.. sini, topangkan kepala Kakak di paha Val..”


Perhatian Val seperti dulu telah Kafeel dapatkan sekaligus rasakan sekarang.


Setelah menyuruh Kafeel untuk menyempurnakan istirahatnya—namun Kafeel menolak karena tidak ingin melewatkan memandangi wajah Val sedekat sekarang setelah sempat wajah berikut sosoknya terasa amat jauh untuk Kafeel raih, Val kemudian menepuk-nepuk pelan pahanya.


Meminta Kafeel untuk berbaring dan menjadikan paha Val sebagai bantalnya.


Sempat menolak, namun pada akhirnya Kafeel melakukan apa yang Val minta.


Maksud Val memang baik, menduga jika Kafeel yang Val sudah tahu masih amat mencintainya—lalu Val ingin Kafeel menjadikan pahanya sebagai bantal agar pria setengah om-omnya yang Val duga takut jika dirinya kemudian tidak lagi ada di sampingnya saat Kak Kafeelnya terbangun nanti, bisa menjadi tenang dan mau beristirahat—kiranya.


Selain ia juga ingin menciptakan momen kemesraan bersama Kafeel.


Namun maksud baik Val malah menjadi sebuah kepanikan dan kehebohan kecil karena pemilihan kata yang ia ucapkan dikala Achiel menyambungkan Dad R yang ingin bicara pada Val ketika Kafeel sudah berbaring sambil meletakkan kepalanya di atas paha Val.


“Sudah dulu ya Daddy, Val mau meniduri Kak Kafeel..”


“A-apa..“


Membuat Dad R yang tersambung dengan Val jadi tergugu di tempatnya.


‘Alamak!’


‘Waduh!’


Lalu Achiel dan Kafeel tertegun seraya melongo sambil membatin tercengang di tempat mereka.


🌷


“Achiel! Apa yang aku dengar tadi?!..“ sukses membuat Dad R jadi ngegas pada Achiel. “Dan kau diam saja saat melihat anakku dan Kaka dalam keadaan yang tidak pantas?!..” repet Dad R kemudian pada bodyguard khususnya Val itu—yang dengan sabar mendengarkan repetan tak seberapa panjang salah satu bos besarnya.


Sementara Val nampak cuek bebek saja, dan kembali fokus pada Kafeel yang ia paksa untuk memejamkan mata, dimana Kafeel sendiri sedang membatin di tempatnya. ‘Yakin gue kena semprot Naga 1 nih sebentar lagi.’

__ADS_1


“Begini Tu—“


“Mana si bocah tengik Kafeel Adiwangsa?!”


“Sebentar Tuan—“


🌷


“Tuan Kafeel, Tuan Moreno ingin bicara—“


‘Kan, apa gue bilang? Pasti bukan bicara, tapi nyemprot gue—‘


“Iih, Kak Achiel, Kak Kafeel harus istirahat.”


Sementara Kafeeel membatin was-was kala Achiel menyampaikan jika Dad R ingin bicara dengan Kafeel yang ia duga kuat pasti salah paham dengan satu kata ambigu yang diucapkan Val, si pelaku pembuat Dad R jadi berpikir tidak-tidak itu menyergah Achiel yang sudah menyodorkan ponselnya pada Kafeel.


“Ga apa, Tuan Putri.. Ga sopan kalau aku menolak bicara dengan Dad R.”


🌷


“Ya sudah, Kak Kafeel lanjut istirahat sekarang. Val akan setia disini menemani Kakak,” ucap Val setelah Kafeel selesai bicara dengan Dad R dan meluruskan apa yang sebelumnya bengkok karena pemilihan kata yang kurang tepat dari Val.


Achiel juga sudah undur diri dari kamar Kafeel. Tapi dia tetap berada di rumah bundanya Kafeel selama Val masih berada di sana.


“Begini aja,” sahut Kafeel atas ucapan Val sebelumnya.


“Tapi Kak Kafeel masih sakit dan harus beristirahat. Dan Val telah mengganggu istirahat Kakak tadi, bukan?—“


“Engga Val, engga..”


Kafeel menyergah. Lalu dengan cepat lagi kembali bicara dengan dirinya yang kembali menopangkan kepala di atas kedua paha Val.


Itupun atas paksaan Val.


“Hampir satu tahun, Kakak kehilangan kesempatan bisa mandang wajah kamu sedekat ini dan Kakak ga akan menyiakan kesempatan itu sekarang.”


“Masih banyak kesempatan untuk Kak Kafeel memandangi wajah Val.. Kan Val tidak akan kemana- mana lagi setelah ini?..”


“Meski begitu, Val..”


Kafeel menyergah lagi.


“Aku masih agak trauma sebenarnya. Masih punya rasa takut akan jadi jauh lagi dari kamu setelah sekarang,” sambung Kafeel.


“Takut amnesia Val yang melupakan Kakak, kembali lagi ya?—“


“Iya..”


🌷


Atas ketakutan Kafeel, Val menjawab,


“Sebenarnya itu juga yang Val takutkan, makanya Val meminta untuk bertolak ke Jakarta dengan segera setelah Val mendapatkan ingatan Val tentang siapa Kakak bagi Val yang selama ini Val lupakan, bahkan Val sudah memiliki—Astaga!”


Val yang sedang berkata untuk sekedar curhat dengan tenang pada Kafeel itu kemudian terlihat agak panik. Karena dari ucapannya sendiri barusan, Val jadi teringat pada seseorang di London sana.


Dan Kafeel menangkap kepanikan Val yang langsung ia pahami itu. Val ingat jika ia memiliki seorang kekasih saat ini. Lalu hati Kafeel mencelos lagi. Kafeel pun tersenyum masam.


“Val ingat pacar Val sekarang, yah? Simon ya, kalau ga salah, namanya?—“


🌷


🌷


London, Inggris..


“Yes, Dave?”


“I’m sorry,Sir’. But I have information about Simon Atley ( Maafkan saya, Tuan-Tuan. Tetapi saya memiliki informasi tentang Simon Atley )”


--------


“What do you think ( Bagaimana menurutmu ), Old Ghost?..”


“All I can think is that he has a veiled by become Val’s boyfriend ( Yang aku pikirkan hanyalah jika dia memiliki maksud terselubung dengan menjadi kekasih Val )..”


“You heard that ( Kau dengar itu ), Dave?..”


“Yes, Mister Andrew..”


“Bring him to us right away ( Bawa dia ke depan kami secepatnya )”


“Yes, Mister Andrew..”


--------


“Have a seat, Simon.”


“Thank you.”


“Since we spares no pleasantries. I will talk straight to the point ( Karena kami tidak suka berbasa-basi. Aku akan bicara langsung pada intinya )”


“Sure. Please ( Tentu. Silahkan )”


“Tell us about this ( Jelaskan pada kami tentang ini )..”


“......”


“What are you reffering to by become Val’s boyfriend ( Apa sebenarnya maksudmu dengan menjadi kekasih Val )?”


🌷🌷🌷

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2