HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 152


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Bekasi, Jawa Barat, Indonesia...


“Jadi?--- Apa jawaban lo... Mikaela Finn Adjieran Smith?--- Lo mau kasih gue kesempatan dulu, atau lo langsung terima gue jadi pacar lo mulai dari sekarang?” Ada Arya yang sedang meminta kepastian pada Mika.


“Gue...”


Sementara orang yang sedang Arya tunggu kepastiannya, nampak ragu untuk bicara.


Mika menggantungkan sejenak apa yang ingin ia ucapkan barusan, lalu memandang pada Arya.


“Lo... ga lagi nge-prank gue kan?...” tanya Mika pada Arya sambil ia menelisik wajah pria muda yang sedang berada di hadapannya itu.


“Ya ampun Mi, gue ga sebrengsek itu buat nge-prank sampe sejauh ini-Mi, kalo lo mau kepo, lo boleh cari tau atau tanya langsung gimana gue memperlakukan mantan-mantan gue—“


“Kerajinan,” sambar Mika dan Arya tersenyum tipis.


“Lo mau percaya atau engga, tapi gue harap lo percaya. Kalo selama ini, baru dua cewek yang pernah gue tembak ... Drea, sama lo.“


Arya melanjutkan lagi perkataannya, sambil ia memberanikan diri untuk meraih tangan Mika yang kemudian ia angkat dan Arya bawa ke bibirnya.


Membuat Mika menjadi sedikit risih dengan apa yang sedang Arya lakukan saat ini, yakni menggenggam tangannya dan mengecupnya dalam. Bukan risih yang gimana-gimana, tapi Mika risih karena Arya melakukan hal itu di tempat terbuka.


Jadi kalo di tempat tertutup gimana, Mi? ... ehem.


Kembali kepada Arya yang lanjut lagi bicara pada Mika.


“Mereka yang pernah jadi pacar gue-bukannya sok ganteng, tapi emang gue ganteng sih—“


“Kepedean!” timpal Mika yang menukas ucapan pede Arya.


Arya pun mendengus geli atas timpalan Mika.


Lalu sepersekian detik berikutnya, Arya bicara lagi.


“Mereka yang nembak gue duluan.”


Arya menatap lembut netra Mika, kemudian lanjut bicara.


“Dan pada Drea, gue bahkan nembaknya ga begini, Mi.... Lo boleh tanya deh sama kakak lo itu—“ Sambil Arya tersenyum lembut pada Mika. “Gue ga berani nge-prank kalo menyangkut hati.”


Arya telah menjauhkan tangan Mika dari bibirnya, namun masih Arya genggam.


"Apalagi hati cewek yang serius gue sayangin," imbuh Arya.


Mika pun bersemu.


“Nih, lo rasain ..” Arya meletakkan satu tangan Mika di dada kirinya. “Jantung gue lagi dugem ..”


Dimana Mika yang sedikit sedang kikuk itu, mau tidak mau menempelkan tangannya di dada kiri Arya.


Tapi mau bagaimana? .. Arya menahan tangan Mika untuk menempel di dada kiri Arya yang berbalut kaos santai.


‘Ya ampun!—‘


Lalu Mika membatin tak percaya, ketika tangannya telah menempel di dada kiri Arya.


“Kerasa? ..” tanya Arya yang menahan tangan Mika di dada kirinya itu. “Kalo hati gue lagi dugem sekarang gara-gara lo?”


“.......”


“Ada orang nge-prank nembak cewek tapi malah hati yang nge-prank yang malah berdebar ga karuan, saking nunggu jawaban?” lanjut Arya.


“Gue—“


“Lo pernah denger kalimat L’amore trova una via? ..” sambar Arya.


“Pernah ..” tanggap Mika.


“Apa artinya?” tanya Arya lagi.


“Cinta akan menemukan jalannya.”


Mika yang tahu kalimat dalam bahasa Italia yang ditanya oleh Arya itupun lekas menjawab.


“Dan udah gue temukan jalan gue itu.”


Arya tersenyum dan meremat lembut tangan Mika.


“Elo—“


“Ar—“


“Jadi apa lo punya petunjuk arah buat gue, atas lo yang menjadi jalan yang dimaksud sama si cinta itu?—“


“Rangga?” timpal Mika dan Arya pun sontak terkekeh mendengar timpalan Mika itu.


“Bisa ngelucu juga Non Judes—“


“Kan di film favoritnya The Moms, Cinta itu pasangannya Rangga.”


“Kalo Mika pasangannya Arya,” sambar Arya dengan segera. “Oke deal kita jadian!” tambahnya dengan cepat.


“Hah?!”

__ADS_1


“Okay we’re officially in relationship by tonight ( Oke kita resmi dalam hubungan mulai malam ini )”


Arya sudah lagi berbicara saat Mika masih terkesiap atas ucapan Arya yang sebelumnya.


“Ih apaan?!.....” sergah Mika kemudian. Setelah ia bisa menelaah kesemua ucapan Arya dengan baik.


“Kita udah jadian,” tukas Arya dengan santainya. Lalu si sadboy pun hendak menyeruput minumannya.


“Idih!.....”


“Astagaa.....”


Arya berkesah karena Mika yang menyergah tadi sambil menepuk sedikit kencang punggung atasnya.


Yang mana tepukan Mika itu, nyaris membuat gelas minumannya terlepas dari pegangan Arya.


“Apa lo bilang?!” seru Mika. “Kita jadian?”


“Iya, Sayang,” sahut Arya enteng, seraya ia cengengesan.


“Apaan sih?!”


Mika mendorong tubuh Arya.


“Ya ampuunn..... ga maen fisik kenapa?!-“


Arya yang langsung menggerutu karena Mika yang mendorong bahunya itu.


“Gue mau minum ga jadi-jadi ini.”


Arya meneruskan gerutuannya.


“Ya elo lagi?......” sergah Mika. “Sembarangan aja bilang kalo kita udah jadian secara sepihak!”


Mika bereaksi tidak terima.


“Mana ada sepihak?-“


Arya menanggapi setelah ia sukses menyeruput minumannya.


“Kalo gue umumin ke semua orang tanpa ada elo, itu baru sepihak namanya-“


Arya melanjutkan ucapannya.


“Nah ini elonya kan ada disamping gue?.....”


“Kesimpulan lo sembarangan.”


“Mana ada sembarangan sih?-“ tukas Arya dengan cepat.


Arya pun terkekeh mendengar cerocosan yang berisi protes dari Mika itu.



“Ya udah, jadi apa jawabannya?”


Arya melontarkan pertanyaan selepas ia terkekeh.


“Lo cinta juga ga sama gue?-“


“Engga tuh! ... Gue cintanya sama uang!”


Balasan Mika yang menyambar dengan cepat pertanyaan Arya itu, lagi-lagi membuat Arya terkekeh.


“Jujur banget! ...” kekeh Arya.


“Gue emang apa adanya tuh.”


“Makanya gue sayang ... serius ga pake becanda, apalagi bohong ... dan gue sangat berharap lo percaya akan itu.” Wajah Arya berikut tatapannya pada Mika, telah berubah serius.


Kembali Arya menggenggam tangan Mika, yang duduk disampingnya, namun tidak menghadap padanya.


“Gue serius sayang sama lo. Dan gue serius meminta lo untuk menjalin hubungan yang lebih dari hubungan yang kita punya selama ini.”


Arya berujar lagi, dan Mika terdiam.


“Dan gue sangat-sangat berharap, lo mau memulai hubungan itu sama gue, Mi ...”



“Say something ( Ngomong sesuatu ), Mika ...”


Arya bersuara untuk bertanya, karena Mika belum berkata apa-apa dari sejak Arya benar-benar meminta kepastian pada Mika.


“Jujur gue shock ...”


Mika lalu mulai bersuara.


Namun Mika yang bersuara itu, tidak menoleh pada Arya.


“Masih ga percaya dengan semua yang udah gue ungkapkan ke elo?-“


“Mungkin,” potong Mika.


Mika menghela nafasnya kemudian.


“Jadi gue harus gimana?”

__ADS_1


“..........”


“Lo butuh bukti? ...”


“It wasn’t the problem, you know?”


“( Bukan itu masalahnya, tau? )”


“Terus apa?-“


“Gue juga ga tahu, Ar.”


Mika memandang pada Arya.


“Ini terlalu mendadak dan mengejutkan buat gue..... ungkapan perasaan lo ke gue, permintaan lo-“


“Intinya lo ga percaya.....”


“Bukannya gue ga percaya, Ar. Gue cuma bingung harus nanggepin kayak apa..... gue-“


“Gini aja deh,” potong Arya.


Lalu Arya kembali membuat dirinya dan Mika saling berhadapan.


“Lo masih punya perasaan benci sama gue, ga suka-me-as a person ( kepribadian gue ), atau apalah?.....”


“Iya,” jawab Mika.


Arya pun melipat bibirnya.


“Pernah,” tambah Mika. “Sampai lo tolong gue di kolam renang kediaman itu, benci gue ke elo terkikis.”


Mika tersenyum.


“Well, gue ga benci secara kesumat sama lo actually.”


Arya ikutan tersenyum.


“Gue cuma ga suka aja sama lo, Ar. Lo ngeselin aja gitu di mata gue. Tapi ga benci yang parah ... I don’t know ...”


Arya mendengus geli.


“But to build a relationship-the special one, I’m afraid I can’t ( Tapi untuk memulai suatu hubungan-yang spesial, gue ga yakin kalo gue bisa ), Ar-“


“Lo masih merasa terganggu dengan gue?”


“Gue ada disini sama lo?-“


“Karna gue paksa lo.”


Mika mendengus geli atas timpalan Arya.


“Intinya gini, lo, mau ga memulai suatu hubungan spesial itu sama gue?-“



“Pacaran sebelum umur gue dua puluh tahun, ga ada dalam kamus gue, Ar ...” ucap Mika.


“Gue tungguin kalo gitu-“


Arya dengan cepat menukas ucapan Mika.


Namun Mika menggeleng.


“Jangan ngebuang waktu lo.”


“Gue ga akan merasa begitu-“


“Jangan Arya, gue takut penantian lo sia-sia ... Lo jangan ngebuang waktu lo untuk menanti yang ga pasti.”


Mika memberanikan dirinya meraih tangan Arya.


“Gue belum siap pacaran itu yang pertama. Yang kedua, yang menurut gue, akan menjadi ga adil buat lo, lo cuma akan membuang waktu lo, karena gue sendiri ga tau bentuk perasaan gue sama lo, Ar ...”


“Kalo ga dijalanin ga akan tau-“


“Tapi Ar-“


“Nyanyi yuk ah!”


♥♥♥


To be continue ...


Jadi gimana status hubungan si sadboy dan si judesgirl???


Apakah bakal jadian atau TTM-an???


Ditunggu pada episode selanjutnya.


Shodaqoh jempol dulu ye?


Biar Emaknya Queen cemungud!


Loph, Loph Sekebon Raya.


♥♥♥♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2