HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 30


__ADS_3

Happy reading..


Varen, Drea dan Val telah berada di sebuah Restoran yang berada di lantai 67 sebuah gedung bertingkat yang menyajikan kuliner inovatif dan memiliki bar atap yang seru.


"Abang ...."


Val bersuara, disela ia menikmati makan siangnya bersama dua orang yang kadang membuat Val sakit mata karena saking uwunya itu sepasang anak manusia yang mesranya ga kelar-kelar.


Val memanggil sang Abang yang hobi banget nyuapin istrinya kalo lagi makan bersama itu.


"Hem?"


Varen yang hampir selesai dengan makanannya itu, menyahut singkat pada Val.


"Val ikut ke Pulau --"


"No!" sergah Varen sebelum Val menyelesaikan kalimatnya itu.


"Abang ih, main potong aja deh ucapan Val--"


"No, Tidak!"


Kembali Varen memotong ucapan Val yang orangnya langsung mencebik.


"Ih Abang pelit sekali sama adiknya sendiri. Adik kandung lagi ..."


"Masa bodoh!" tukas Varen.


"Ck!" Val berdecak kecil.


"Kau atau siapapun tidak akan aku biarkan mengganggu quality time ku dengan istriku."


Varen berucap santai, namun ia menegaskan.


"Val janji deh tidak akan mengganggu Abang dan Kak Drea..."


"Kubilang tidak, ya tidak," kata Varen.


"Kak Drea..."


Kini Val beralih pada Drea yang tersenyum kecil padanya saat ini.


"Abaikan."


Varen melengoskan kepala Drea, yang wajahnya tadi menoleh pada Val, agar beralih menoleh dan menatap padanya.


Tidak perlu Varen begitu juga, Drea rasanya tidak akan bisa membantu Val untuk meminta Varen mengabulkan permintaan Val yang ingin ikut dengannya dan Varen ke sebuah Pulau eksklusif yang merupakan aset pribadi keluarga mereka.


Sebuah Pulau eksklusif yang biasanya menjadi tempat para buciners di keluarga mereka, saat ingin memiliki waktu berdua saja dengan pasangan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sorry ...."


Drea menunjukkan wajah penyesalannya pada Val seraya bersuara, setelah ia melengoskan kembali kepalanya dari wajah sang suami.


Ucapan permintaan maaf kecil Drea pada Val terlontar karena kalau sudah menyangkut quality time nya sebagai pasangan halal dengan Varen, Drea takkan bisa berbuat apa-apa karena itu merupakan kuasanya si Abang.


Bukan apa, biasanya, jika Varen telah menjadwalkan quality time nya sebagai pasangan halal dengan Drea, berarti Varen telah benar-benar mengosongkan jadwalnya untuk satu waktu tersebut.


Karena apa yang disebut sebagai quality time Sebagai pasangan suami istri itu memang sudah dibicarakan dan diatur sedemikan rupa oleh Varen dan Drea untuk mewujudkannya.


Demi sebuah keharmonisan hubungan rumah tangga mereka, bahkan dari sejak anak lelaki Varen dan Drea ada dalam hidup mereka.


Dan sampai Varen dan Drea memiliki satu anak lelaki itupun hal mengenai quality time tetap terus dilakukan, termasuk quality time dengan anak mereka juga.


Dimana dalam waktu yang telah ditentukan itu, semua hal dan jadwal akan dikosongkan, terutama yang menyangkut pekerjaan.


Hal yang menjadi suatu ketentuan tak tertulis dalam keluarga mereka mengenai waktu untuk keluarga yang harus dipastikan ada.


Dan quality time sebagai pasangan pun tidak hanya dilakukan oleh Varen dan Drea, namun juga oleh pasangan-pasangan lainnya dalam keluarga mereka.


Baik Nathan maupun Via, serta para Dad dan Mom yang masih melakukan hal tersebut meskipun mereka sudah menjadi nenek dan kakek.


Dan untuk quality time sebagai pasangan, Drea akan menyerahkan segala keputusan pada Varen dimana Drea tidak akan membantah apa yang Varen katakan dan putuskan untuk yang satu ini.

__ADS_1


Karena Drea tahu, selayaknya para pria dalam Dinasti Keluarganya, Varen akan sangat konsisten dengan waktu untuk quality time Varen bersama Drea. Varen akan benar-benar melepaskan segala hal yang menyangkut pekerjaan.


Pun saat Varen dan Andrea akan menyediakan waktu mereka untuk quality time bersama anak semata wayang mereka. Konsistensi dari gangguan apapun jika memang tidak urgent tidak boleh digubris.


Jadi permintaan Val untuk ikut Varen dan Drea ke Pulau yang ditolak Varen itu, tidak dapat Drea tentang.


Memang jarang sekali Drea menentang keinginan Varen selama ini. Semua itu karena Drea tahu betul bagaimana Abang Varen mencintainya.


Jadi Drea hanya bisa mengatakan 'maaf' pada Val yang sedikit merungut saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Varen, Drea dan Val telah menyelesaikan makan siang mereka.


Val sedikit merasa lesu saat ini. Bukan karena menjadi ngantuk dan malas karena perutnya telah penuh selepas makan.


Tapi karena pria pujaan hati belahan jiwanya benar-benar tidak menyusul untuk makan siang bersama dengan dirinya, berikut Varen dan Drea.


Val bete rasanya.


Makin tambah bete, karena sang Abang tidak memperbolehkan Val ikut ke Pulau, tempat dimana Varen dan Drea akan menghabiskan satu waktu untuk quality time mereka sebagai pasangan halal.


Padahal Val hanya ingin sedikit healing saja, sambil memikirkan beberapa hal serta membetulkan suasana hatinya yang sedang galau.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


R Corp, Jakarta, Indonesia ...


Tiga orang yang tadi makan siang bersama di sebuah Restoran yang berada di lantai 67 sebuah gedung telah kembali ke R Corp.


"Abang, Kak Drea .." panggil Val pada dua orang yang ia panggil tersebut kala mereka telah turun dari mobil.


Varen dan Drea yang jalan didepan Val dan hendak melewati pintu lobi itu langsung menoleh kala Val memanggil mereka.


"Val ga mampir lagi ke dalam yah?" ucap Val pada Varen dan Drea kala kedua orang itu telah menoleh padanya.


"Kau tidak ingin bertemu dengan Kak Kafeelmu itu?" tanya Varen.


"Engga deh .." jawab Val.


"Kalau memang tidak ingin mampir kenapa turun dari mobil?. Tito kan bisa langsung mengantarmu?"


Valera menunjuk pada satu bodyguard yang dikhususkan untuknya.


"Memang kamu bawa kendaraan Chiel?. Tadi kan kamu bareng sama Mahen dan Tata?...."


Drea berbicara pada bodyguard khususnya Val itu.


"Memang tidak bawa Nyonya Muda Andrea."


Bodyguard bernama Achiel itu pun menjawab dengan sigap.


"Saya kan tadi di baris depan mobil yang Nyonya, Nyonya Muda Via, Nona Valera dan Nona Mikaela tumpangi saat kesini menggunakan mobil dinas."


"Iya maksud Val, mau naik mobil itu aja biar Achiel yang menyetir."


Val menyela.


"Mobil yang dibawa Mas Tito terlalu besar untuk Val duduk sendirian..."


"Ya kan Achiel akan menemanimu. Kau bisa ajak Mahen dan Tata berada di satu mobil itu."


Varen bersuara.


"Ga ah, Val mau naik mobil yang mereka kenakan tadi itu saja.."


"Ya itu sih terserah padamu saja," tukas Varen.


"Mohon maaf Tuan Alvarend saya menyela, Ada Adri kok Tuan..." Achiel bersuara.


"Oh ya sudah kalau begitu," sahut Varen. "Kamu naik mobil yang disupiri Adri saja Val, nanti biar Mahen dan Tata atau siapa saja, ikut mengiringimu."


"Oke Abaang ... "


Val membentuk simbol oke dengan satu tangannya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Val bukan terganggu gara-gara omongan Kak Drea dan Abang di Restoran tadi kan?" tanya Drea.


Pasalnya, Drea memiliki kekhawatirannya sendiri saat ini tentang Val yang mungkin mengambil hati ucapannya tentang bagaimana Val harus bersikap pada Kafeel.


Val tersenyum simpul seraya menggeleng. "Kak Drea nih, masa Val terganggu dengan nasehat dari Abang dan Kak Drea?"


"Bener?..." Drea memastikan. Dan Val pun mengangguk antusias dengan tetap tersenyum simpul.


"Bener Kak Drea..." jawab Val. "Kak Drea kan tahu Val ga akan mudah menyerah soal berjuang untuk mendapatkan cinta Kak Kafeel?...." tambah Val.


"Iya Kak Drea tahu, tapi biasanya kamu akan menyempatkan setor gelayut manja dulu sama Kak Kafeel?.." tukas Drea dan Val terkekeh. "Dan ini Kak Kafeel kan mau langsung ketemu Abang ..."


"Iya Val tahu ..." sahut Val. "Tapi kan untuk mengurus pekerjaan?" sambungnya dengan tidak menghilangkan senyuman dari wajahnya. "Iya kan Abang? ..."


Val memandang pada Varen yang langsung mengiyakan dengan anggukkan. Val menarik sudut bibirnya.


"Nah ya sudah, makanya lebih baik Val tidak usah mampir deh .. nanti Val diabaikan lagi malah Val jadi gundah dan sebal!"


Val merungut manja. Varen dan Drea tersenyum kecil melihat ekspresi Val tersebut. "Jadi kamu mau langsung pulang?" tanya Varen.


"Hemm..." Val menggumam seraya nampak sedang berpikir.


"Atau mau menyusul Mika dan Kak Via ke Perusahaan Utama kedua?"


Varen menyela Val yang sedang berpikir.


"Entah deh, nanti Val putuskan saat di jalan saja, apa Val akan menyusul Kak Via dan Mika ke Perusahaan Utama kedua atau langsung kembali ke Kediaman Utama."


Val pun menyahut.


"Ya sudah kalau begitu."


Varen berucap.


"Val pamit yah Abang, Kak Drea?"


Val berpamitan, dan dua kakaknya itu pun mengangguk.


Val langsung menaiki mobil yang sejak tadi memang sudah bersiap untuk menjemput kepulangannya dari R Corp, karena mobil yang tadi Val dan Drea tumpangi saat datang, ikut bersama Via dan Mika.


"Eh iya!.." Val berseru. "Berhenti Mas Adri!"


Val meminta sang supir untuk menghentikan mobil yang Val tumpangi.


"Abang, Kak Drea!" panggil Val pada dua orang tersebut, yang telah memasuki lobi perusahaan.


Dan tentunya Varen dan Drea segera menoleh lagi seraya memiringkan tubuh dan menjeda langkah mereka.


"Kenapa? berubah pikiran?"


Varen sedikit mencibir pada Val yang memang labil seringnya itu.


"Mau menemui Kafeel?" sambung Varen.


" Val lupa salim."


Val berucap seraya menyodorkan tangannya pada Varen, kemudian pada Drea.


Dua orang itupun langsung tersenyum kecil pada Val yang cengengesan setelah menyalim takdzim tangan Varen dan Andrea.


Varen mengacak pelan rambut Val. Karena sebagaimanapun Val sering membuatnya kesal, tetap Varen menyayangi Val seperti ia menyayangi adik-adik perempuannya yang lain, yang kadang masih Varen perlakuan seperti saat adik-adiknya itu kecil.


Terlebih Val itu suka berlebihan manjanya kalau lagi kumat moodynya. "Have a great time yah Abang, Kak Drea."


"Ma acih sayang.."


"Ya.."


Drea dan Varen menyahut bersamaan, lalu membalas lambaian Val yang sudah berlari kecil kembali ke mobil yang tadi sudah sempat ia naiki.


"Kita langsung kembali ke Kediaman, atau ingin pergi ke JSC? ---?" tanya Achiel, bodyguard pribadi Val yang duduk disisi kiri supir yang bernama Adri.


"Tidak dua-duanya," potong Val.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


To be continue..


__ADS_2