HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
L E G O W O


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Little Star Island, Italia,


“Apa Nona Muda Valera ingat jika Nona sudah bertunangan?.... “ adalah Celine yang sedang melakukan tanya jawab dengan Val secara tertutup.


“Hah?! What?!”


Lalu keterkejutan yang teramat sangat kini nampak di wajah Val bersamaan dengan seruan kagetnya---meski tidak kencang. Dan Val menatap Celine sampai melongo dan membulatkan mata.


“Bahkan Nona sudah hampir menikah, loh –“


“Kak Celine, selain unik---lucu juga. Masa Val yang masih berusia 14 tahun ini sudah bertunangan dan mau menikah?”


“Nona ....“ Celine hendak menyergah ucapan Val yang orangnya berucap seraya ia terkekeh, namun urung ketika Val kemudian berkata lagi dengan gadis itu yang menduga – duga ---- dan nampak panik sendiri.


“Ah masa sih The Dads tega menjodohkan Val yang masih berusia 14 tahun ini??? Itu kan melanggar hukum? ... Memang Val melakukan kesalahan apa sampai The Dads tega menjodohkan Val di usia Val yang masih remaja imut –imut ini? ...”


“Nona Muda Valera, usia anda sekarang itu delapan belas tahun. Bukan empat belas.”


“Apa?! –“


“Iya Nona, anda bukan bukan berumur 14 tahun sekarang, melainkan 18 tahun,” tukas Celine seraya manggut – manggut kecil, sambil memandangi Val dengan dirinya yang memasang senyum canggung juga.


🌷🌷


Setelah beberapa saat sesi tanya jawab Celine lakukan dengan Val, akhirnya Celine cukupkan sesi tanya jawabnya dengan Val.


Karena Val terdengar meringis dan mengeluh jika kepalanya sedikit sakit.


“Nona, apakah sakit di kepala yang anda rasa sangat menyakitkan? –“


“Tidak, Kak ... hanya nyeri sedikit saja, dan masih dapat Val tahan –“


“Apa anda sering mengalami nyeri di kepala anda itu, Nona Muda Valera?”


Celine memastikan untuk memprediksi tindakan yang akan ia ambil jika Val mengatakan iya.


“Val merasakan kepala Val lumayan sakit hanya pada saat Val membuka mata, lalu setelahnya hanya nyeri seperti ini ... itu pun jika rasanya ada sesuatu yang hendak masuk ke otak Val, atau jika seperti tadi saat Val ingat jika Val sedang berada di cruise ship kami ... kemudian tiba – tiba langsung rasanya otak Val gelap gulita, termasuk pandangan Val ...”


“Seperti ada gambaran kejadian yang hendak masuk ke dalam ingatan Nona Muda Valera namun terhalang sesuatu, begitu? ...“ tanya Celine kemudian.


“Ah iya, benar begitu kira – kira ...”


Val pun langsung mengiyakan terkaan Celine, karena memang seperti itu yang ia rasa.


“Ya sudah kalau begitu, Nona Muda Valera ... sesi tanya jawab kita dicukupkan sampai di sini dulu, ya? ... karena Nona Muda Valera tadi sudah melakukan pemeriksaan. Dan juga, anda masih dalam tahap pemulihan ... anda tidak boleh terlalu lelah atau memporsir pikiran ...”


“Iya, Kak.”


“Baik Nona Muda Valera, anda harus kembali ke ruang rawat anda dulu dan beristirahat ya? ...” ucap Celine lagi.


Val pun mengangguk patuh. Celine membalas anggukkan Val itu dengan tersenyum, kemudian ia berdiri dari duduknya.


Dengan satu orang asisten Celine memberikan sebuah kertas yang tercetak dari sebuah alat, yang sebelumnya telah di beri setetes darah Val yang Celine ambil saat sesi tanya jawab---dengan bantuan asistennya tersebut.


🌷🌷


Setelahnya, Celine bicara pada salah seorang wanita yang merupakan asistennya, yang tak lama meraih gagang kursi roda Val.


“Nona Muda Valera, Aida akan menemani anda di ruang rawat dan anda bisa meminta tolong apapun padanya, termasuk jika anda merasakan lagi sakit di kepala anda lebih sering atau lebih sakit ...”


“Iya, Kak Celine.”

__ADS_1


“Ya sudah kalau begitu ... ayo ...” ajak Celine kemudian.


🌷🌷


“Nona Muda Valera baiknya beristirahat sekarang ini.”


Yang Celine katakan pada semua orang yang tadi menunggunya dan Val melakukan sesi tanya jawab.


“Untuk MRI dan mungkin juga CT Scan sekali lagi, akan dilakukan esok atau lusa. Karena Nona Muda Valera sudah cukup melakukan pemeriksaan hari ini, selain beliau masih perlu banyak istirahat.”


Celine menambahkan ucapannya.


“Baik, Cel ...”


Jawaban yang diberikan oleh orang – orang yang sedang berada di hadapan Celine itu.


“Aida akan mengantar Nona Muda Valera ke kamar rawatnya, sekaligus berjaga di sana seperti biasa. Sementara itu, ada yang ingin saya sampaikan pada anda semua –“


“Kami aja yang nemenin Val ke kamar rawatnya ...” tukas Isha.


“Iya benar. Dads, Moms, Gappa, Gamma, Ake, Ene, Oma sama Nenek di sini saja bicara dengan Kak Celine,” timpal Rery.


“Ya sudah, tolong kalian temani Val dulu –“


“Siap, Pih!”


🌷🌷


“Tuan Muda Rery sebentar.” Celine memanggil anak kandung kedua pasangan bebek dan entog itu, saat ia hendak mengekori Val yang sudah di dorong kursi rodanya oleh Aro dengan ditemani beberapa saudara dan saudarinya yang lain.


“Iya, Kak Celine –“


“Pastikan Nona Muda Valera beristirahat ya? ... Jangan diajak ngobrol dulu setelah sampai di kamar rawatnya karena Nona Muda Valera nampak sedikit lelah ...”


Rery pun mengangguk dan mengiyakan ucapan Celine.


“Iya, Kak. Nanti aku sampaikan ke yang lain.”


“Terima kasih, Tuan Muda Rery,” tutur Celine.


Rery mengangguk seraya tersenyum. “You’re welcome, Kak.”


“Jangan lupa Rery, ingetin tuh sodara – sodaranya yang suka pada longcer mulutnya ...”


“Iya, Momma ...”


Rery menyahuti ibu kandungnya itu.


Sementara sisanya yang barusan mendengar ucapan Momma, yakni orang – orang yang selama ini hidup bersama Momma dari sejak Varen belum lahir, membatin hal yang kurang lebih sama.


‘Macam dia sendiri ga longcer mulutnya ...’


Komentar mereka dalam hati menanggapi ucapan Momma pada Rery yang sudah berpamitan undur diri untuk menyusul Val dan para saudara saudarinya yang lain.


“Lo mau menyertai Val ke ruang rawatnya?” lalu Varen terdengar bersuara.


Bicara pada Kafeel, dimana pria itu sedang memandangi Val yang sedang bergerak menjauh dari tempat mereka berada.


Kafeel sedikit terkesiap, namun setelahnya dia menoleh ke arah Varen seraya menggeleng pelan. “Engga. Gue di sini aja, kalo emang boleh dengar apa yang mau Celine omongin soal kondisi Val. Kalo engga boleh, ya gue balik ke kamar –“


🌷🌷


Kafeel diijinkan untuk tetap tinggal untuk mendengar penjelasan Celine tentang hasil observasinya pada Val setelah Varen mengatakan apa yang sebelumnya terjadi mengenai perkataan Val yang Varen nilai mengalami kemunduran ingatan, lalu Celine lakukan observasinya pada Val dengan melakukan sesi tanya jawab sebagai langkah awal---guna mendapatkan jawaban atas terkaan Varen mengenai Val.  “Jadi bagaimana, Cel?” tanya Daddy Jeff setelah Kafeel menjawab Varen.


“Nona Valera merasa dirinya masih di usia empat belas tahun.”

__ADS_1


Dan jawaban Celine, sungguh amat sangat mengejutkan semua yang mendengarnya.


Termasuk Varen yang sudah menebaknya, berdasarkan beberapa ucapan Val.


Yang tidak ia sangka jika perkiraannya menjadi nyata.


“Lie detector menunjukkan hasil yang menunjukkan jika beliau mengatakan yang sebenarnya –“


“Ya Tuhan –“


“Kenapa bisa seperti itu, Cel?”


“Aku rasa perkiraan kita kala menghapus ingatan Nona Muda Valera tentang Tuan Kafeel, mencakup tidak hanya subjeknya. Tapi masa dari kemunculan subjek tersebut dalam hidup Nona Muda Valera. Dan semua dari masa itu hingga saat terakhir sebelum beliau hilang kesadaran, tak sedikit pun Nona Muda Valera ingat ...“


Celine pun mulai memberikan penjelasan berdasarkan hasil observasi dan kesimpulan awal yang ia buat secara pribadi, namun beberapa kata dari penjelasan Celine barusan, tertangkap janggal di telinga orang yang namanya tersebut dalam kalimat Celine itu selain Val---selain membuatnya terkejut, hingga ia spontan bertanya.


“Meng-hapus ... ingatan Val tentangku?? ...” Kafeel yang spontan bertanya itu. Dimana setelah ia bertanya dengan tatapan heran dengan memandang pada Celine lalu memandangi satu per satu orang yang bersama dengannya, orang – orang yang adalah keluarga Val itu langsung memandang pada Kafeel dengan tatapan yang sulit Kafeel artikan.


Setelah sebelumnya keluarga Val dan Celine itu saling lempar tatap satu sama lain.


Tak lama, suara Dad R yang prihatin---terdengar.  “Kami akan menceritakannya padamu, Ka ...”


Kafeel yang bertanya dengan tergugu itu, kemudian mengangguk samar tanpa suara sesudah mendengar ucapan Dad R.


Dimana Kafeel tidak ingin memaksa. Dan ia tahu jika Dad R---seperti para pria Adjieran Smith lainnya, adalah orang yang konsisten dengan janjinya.


Jadi atas keheranan yang menjadi kegalauannya juga mengenai ucapan Celine tentang menghapus ingatan Val akan dirinya, pasti akan Kafeel dapatkan penjelasan itu.


Entah dari Dad R atau yang lainnya.


🌷🌷


Lalu apa yang menjadi pertanyaan Kafeel, kemudian ia dapatkan penjelasannya dari mulut Dad R sendiri---yang katakanlah sebagai penggagas satu tindakan yang pernah dilakukan saat Val masih koma, dan saat ia berikut keluarganya belum mengetahui fakta yang sebenarnya tentang mengapa Kafeel sampai tega melukai Val dengan begitu dalam.


Dimana para Dads lainnya serta Varen juga sesekali ikut menimpali penjelasan Dad R terkait tindakan yang pernah dilakukan beberapa bulan lalu atas Val saat gadis itu masih koma.


“Maafkan aku, Ka ...”


Dad R berucap lirih setelahnya.


Karena sedikit banyak, ia sedang dilanda rasa bersalah.


“Apa yang aku putuskan lalu dilakukan pada Val tentang menghapus dirimu dari ingatannya, hanyalah bentuk ketakutan seorang ayah yang takut putrinya tenggelam dalam kesedihan. Dan aku sangat takut jika saat Val sadar lalu luka yang kau torehkan di hatinya itu akan membuatnya melakukan hal nekat seperti yang sudah ia lakukan. Tanpa jaminan, andai hal itu terjadi untuk yang kedua kali---Val bisa selamat ... Dan jika kali kedua itu terjadi, lalu Val tidak selamat ... Aku tidak sanggup Ka ... Meletakkan putriku di dalam tanah ...”


Namun kemudian. suara Dad R yang lirih terus terdengar ketika ia selanjutnya bicara panjang lebar pada Kafeel.


Kafeel manggut-manggut getir.


Dad R lalu mengusap wajahnya dengan nampak frustasi.


“Sekali lagi, aku pribadi mohon maaf padamu –“


“Engga Dad –“


Menggeleng.


Kafeel langsung menyergah permohonan maaf Dad R, yang meraih memegang bahunya itu dengan gurat rasa bersalah di salah satu Alpha dalam keluarga The Adjieran Smith itu.


“Aku mengerti posisi Dad saat memutuskan hal itu ... Karena jika aku berada di posisi Dad, mungkin aku akan melakukan hal yang sama.”


Kafeel yang legowo.


“Jika memang seperti ini kondisinya sekarang, aku ikhlas menerimanya. Mungkin pada dasarnya, aku dan Val memang tidak berjodoh.”


🌷🌷 🌷🌷 🌷🌷

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2