
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
Makasih masih setia....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,
“Tugas kalian adalah membuat dia sibuk hari ini.” Ada Papi John yang berbisik pada beberapa Mom kala Val yang sebelumnya hendak pergi ke rumah Kafeel itu diberikan larangan oleh Dad R, yang berujung dengan alasan spontan nan menggelikan yang keluar dari mulut Mommy Ara saat menyadari Dad R agak bingung dengan alasan mengapa ia melarang Val.
“Jika dia terus – terusan merengek dan kalian tidak bisa mengatasinya, beri saja obat tidur,” lalu timpalan menggelikan keluar dari mulut Dad R setelah Papi John berucap, dan mereka yang sedang bersama Dad R terkekeh geli.
“Val sudah selesai melihat – lihat w.fountain ( air mancur ) di depan dan Val rasa iya bagus juga jika mau menambahkan ikan – ikan di dalam sana –“
“Bagus –“
“Tapi apa tidak khawatir jika ikan – ikan itu yang akan di tempatkan di wadah air mancur akan menjadi santapan Bejo dan keluarga kecilnya?”
Dimana ucapan Val itu membuat geli beberapa orang tua yang tadi sempat kasak – kusuk itu, termasuk Drea dan Ann yang menemani Val untuk inspeksi ke air mancur.
Rasa geli yang juga melingkupi ketidakpercayaan tentang betapa polosnya satu pewaris muda yang satu ini terkadang.
Sampai alasan meminta Val untuk memilih ikan yang akhirnya di ralat untuk Val memberikan pendapatnya saja dulu untuk penempatan ikan di air mancur yang berada di pekarangan depan kediaman mereka, diiyakan juga oleh Val walau sempat melongo sebelumnya.
“Iya ga apa – apa.”
Mama Jihan menanggapi ucapan Val soal ikan – ikan yang direncanakan akan di letakkan di wadah air mancur itu akan menjadi santapan kucing adopsi mereka yang telah diberikan pasangan dan telah beranak pinak.
“Si Bejo dan keluarganya itu kan kaum duafa. Anggap aja itu donasi tambahan buat dia selain kita kasih dia tempat tinggal yang layak di sini..”
Mama Jihan menambahkan kalimatnya, yang membuat lagi geli di perut orang – orang yang bersamanya dan Val itu, karena itu bocah malah iya – iya aja, menanggapi serius ucapan Mama Jihan yang bermaksud kelakar itu.
♥
“Sudah selesai ya tugas Val, jadi sekarang Val bisa dong ke rumah Kak Kafeel?” ucapan Val membuat para orang tua yang tadi merasa geli karena kepolosannya itu menoleh serempak kepada Val. “Okay? –“
“Not okay.”
Dan sergahan dari ucapan Val pun tercetus dari mulut Daddy Jeff.
“Tapi –“
“Ah iya!”
Itu Mami Prita yang bersuara.
Sambil tangan Mami Prita menyambar tangan Val.
Membuat Val yang tak siap itu dengan mudahnya ditarik oleh Mami Prita.
“Kenapa Mi? –“
“Mami mau curhat!”
“Curhat?????”
♥
“Mami mau curhat apa sih?..”
Val sontak bertanya ketika Mami Prita membawanya ke ruang santai di lantai dua kediaman mereka itu.
“Soal Papi kamu tuh,” jawab Mami Prita dan Val menggaruk satu sisi kepalanya yang tak gatal.
Sedikit merasa heran, namun Val iya-iya aja kala Mami Prita menarik tangannya lagi untuk duduk.
“Tapi kenapa Mami curhatnya sama Val bukan dengan para Mom lain?.. Atau pada Kak Drea dan Kak Via?.. Lagian memang Mami sama Papi kenapa?. Soal Papi yang membuat Mami kesal bukannya kalian sudah baikan ya?..”
“Iya udah sih –“
“Lalu kenapa mau curhat soal Papi kalau Mami dan Papi sudah baikan?..”
“Yaa, pengen tuker pikiran aja.”
Otak Mami Prita langsung memiliki konektifitas dengan pelajaran mengarang bebas.
“Huum.”
Val pun berdehem kecil sambil manggut-manggut.
“Kenapa bertukar pikiran dengan Val? Kalau soal pernikahan Val kan belum paham, Mam –“
“Ga apa-apa. Kan Mami perlu sudut pandang dari banyak orang.”
“Huum.”
“Semua Mom udah Mami ajak tuker pikiran, termasuk semua saudari kamu. Nah kamu aja yang belum Mami mintain pendapat.”
Val kembali manggut-manggut.
Lalu setelahnya..
“Ya sudah Mi, silahkan Mami curhat, Val akan dengarkan juga akan memberikan pendapat Val jika Mami memintanya.”
Ah, berhasil Mami Prita membuat Val jadi tidak mengingat jika dia sebenarnya hendak pergi ke rumah Kafeel.
♥
Dari pagi menjelang siang hingga sampai sore hari, para penghuni utama sebuah kediaman mewah nan megah seantero kota itu nampak sibuk.
Sibuk yang dibuat-buat, yakni mencari-cari hal-hal untuk menyibukkan satu orang demi mengalihkan perhatiannya dari keinginan dirinya untuk pergi ke rumah sang kekasih hati.
Sebelumnya..
“Kami mau mengganti ikan di kolam, jadi kami butuh pendapat kamu untuk memilih ikan apa yang bagus untuk kolam di depan itu.”
Lalu..
“Ya sudah coba kau perhatikan itu kolam air mancur cocok tidak jika diisi ikan! –“
“Mami mau curhat!”
Itu baru awal. Karena setelahnya..
__ADS_1
“Vaaalll temani aku melukis!”
“Val, bantu Oma maskeran.”
“Val please design a new cage for Pupuma Junior ( Val tolong desain kandang baru untuk Pupuma Junior )”
Belum lagi..
“Val titip Putra dan Gadis yah?. Kak Drea dan Ka Via mau bantu Momma dan Mama Fabi membuat camilan di dapur. Rima sedang sakit perut pms dan Enzi lagi disuruh memijat Aunt Eve.”
“My Dear Val, tolong kau pijat punggung Daddymu ini..”
“Oy ulat bulu, kamu kan jago nih main game macem gini. Tuh mainin akun gue sampe tamat!”
Terakhir..
“Val, My Dear, temani Gappa bermain catur, would you ( Mau kan )? –“
“Iya, Gappa –“
“Satu round aja main caturnya ya Gap?. Soalnya kami sudah memanggil therapist untuk perawatan..”
“Habis itu kita nonton film terbaru yang ada di NF ya Val? –“
“Iya, Rery.”
Begitulah Val dibuat sibuk hingga jangankan ingat jika dirinya mau pergi ke rumah kekasih setengah om – om tercintanya itu, memegang ponselnya pun Val rasanya tidak sempat saking sibuknya dia hari ini.
Ah, tepatnya dibuat sibuk dengan sengaja oleh para anggota keluarganya. Bahkan sampai malam tiba. “Val, we’re all waiting for you to watch movie together at Felix room ( Val, kami semua sudah menunggumu untuk menonton bersama di kamarnya Felix )..”
♥
Dimana setelah dua jam kemudian, suara menguap yang nyata pun terdengar sepertinya orang yang menguap itu sangat lelah terdengar di sebuah kamar tidur dimana beberapa makhluk berusia muda yang sedang menempati kediaman The Adjieran Smith sedang berkumpul bersama untuk nobar sebuah film bergenre thriller.
“I think I’m going to sleep now? ( Aku tidur duluan ya? ) –“
“Belum selesai si Kak Val filmnya.”
“Iya, tapi aku sudah mengantuk sekali.”
Val menanggapi sergahan Ares lalu menguap besar kemudian.
Lalu Val menggeliatkan tubuhnya, membuat gestur peregangan otot.
“Selain rasanya tubuhku ini letih sekali –“
“Bukannya tadi kamu ikut perawatan dengan therapist?..”
“Iya memang, tapi tubuhku rasanya masih sedikit terasa pegal..”
Val kembali melakukan peregangan ototnya.
Nampak asik dan menikmati sekali menarik tangannya dan menggerakkan tubuhnya sendiri tanpa menyadari jika mata semua yang bersamanya sedang melirik dirinya sambil mengulum senyuman penuh arti.
Selain para saudara dan saudari Val itu menahan rasa geli di perut mereka yang ikut berpartisipasi membuat satu saudari mereka itu menjadi sangat sibuk hampir full satu hari ini, yang mana --- mereka ikut menjadi penyebab mengapa Val merasakan badannya pegal – pegal meski perawatan tubuh berikut massage telah Val lakukan bersama sista – sistanya yang lain.
“Jadi aku duluan istirahat ya? –“
“Gitu sih, ga setia sodara? –“
Val merengek manja.
“Nanti kalau aku ketiduran di sini, kamu atau Rery and you Felix, yang harus gendong aku dan pindahkan aku ke kamar loh ya?”
Ucapan Val itu lalu menyebabkan Aro dan lainnya terkekeh. Lalu mempersilahkan Val untuk duluan tidur pada akhirnya, atas nama ketidak tegaan karena telah mengerjai Val bersama para anggota keluarga yang lain juga satu harian ini.
Demi sebuah kejutan yang akan Val terima esok hari, yang pasti akan membuat saudari mereka itu melonjak kegirangan.
♥
Val sudah berjalan sedikit gontai menuju kamarnya, karena memang ia sudah merasa amat sangat mengantuk sekali.
Sudah masuk ke dalam kamar pribadinya yang berada di lantai yang sama dengan kamar – kamar para saudara – saudarinya, Val teringat sesuatu.
“Ya ampun, seharian ini aku sepertinya tidak memegang ponselku!”
Dengan matanya yang sudah lima watt, Val menggumam sambil mengingat – ingat dimana ia meletakkan ponselnya.
Val meringis putus asa, karena merasa dilema antara ingin mencari ponselnya dimana Val takut Kak Kafeelnya itu sudah berkali – kali menghubunginya tapi tidak bisa terhubung dengan dirinya yang sibuk hampir seharian, dengan matanya yang benar – benar yang sudah tidak dapat diajak kompromi oleh Val untuk terbuka lebih lama lagi.
“Aduh, Kak Kafeel.. Maaf sekali, tapi Val sungguh sangat mengantuk sekarang.. Hoammm..”
Val menggumam dalam kondisi yang kiranya setengah sadar, karena pandangannya sudah mulai buram.
Jadi Val memutuskan untuk tak lanjut mencari keberadaan ponselnya yang benar – benar tidak ia ingat ada dimana, dan langsung berjalan cepat menuju ranjang pribadinya yang seolah sudah melambai – lambai agar Val segera datang kesana.
Dan yah, begitulah. Val dengan cepat menghampiri ranjang pribadinya yang nyaman itu, dan langsung merebahkan badannya dengan segala kelegaan. Saking leganya, hingga tak sampai satu menit berakhir --- Val sudah berada di alam mimpi.
♥
I Love It When You Call Me Senorita..
“Huumm..”
Adalah alarm dari jam digital yang di atas nakas tempat tidur Val yang berbunyi hingga gadis itu terusik tidurnya.
It's true, la-la-la..
“Aduuhh siapa sih yang bernyanyi pagi – pagi seperti ini?..”
Sambil meracau Val karena tidurnya yang terusik seraya ia menggumam, karena masih belum sampai kesadarannya.
Land in Miami..
Hingga perlahan kesadaran Val sampai juga walau tak sepenuhnya, namun cukup menyadari suara lagu yang terdengar bukanlah orang iseng yang bernyanyi di jam 4 subuh, melainkan alarm pada jam digitalnya yang memang di setel di jam tersebut sesuai waktu Jakarta untuk melaksanakan satu kewajiban dari kepercayaan yang Val anut.
“Oh my eyes is still very sticky ( mataku masih lengket sekali )..”
Val masih saja menggumam dalam dirinya yang masih memeluk guling.
It felt like ooh, la-la-la..
“Haish, Camila dan Shawn, bisakah kalian diam?..”
__ADS_1
Val menggumam lagi, namun kali ini memaksakan matanya untuk terbuka, setidaknya bisa berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu meski rasanya badan Val berat sekali untuk ia angkat dari peraduan pribadinya.
Namun biar bagaimanapun, Val sadar kewajiban, selain lagu yang menjadi dering alarm pada jam digitalnya sungguh mengusik ketenangan telinga Val --- padahal dirinya sendiri yang menyetel lagu tersebut untuk dijadikan dering alarm pada jam digitalnya, karena itu termasuk dari salah satu lagu kesukaan Val.
“Aku ibadah sendiri saja deh kali ini, agar aku dapat kembali tidur lagi dengan cepat,” gumam Val yang melangkah gontai menuju kamar mandi pribadinya, setelah mematikan alarm pada jam digital di atas nakas samping tempat tidurnya.
Lalu beberapa menit berikutnya, Val yang memang merasa masih sangat mengantuk itu kembali ke peraduan pribadi miliknya setelah ia melaksanakan kewajibannya seorang diri di kamar pribadinya tersebut.
♥
Val kembali ke alam mimpinya dengan damai.
Namun kedamaian itu hanya Val rasa sebentar saja kiranya.
Karena..
“VAAALLLLL!!!! ...”
Suara menggelegar memenuhi kamar Val hingga rasanya kamar itu menggema dan bergetar berikut lantai tempat Val berada.
Membuat dia yang namanya dipanggil dengan begitu dahsyatnya pun sampai terkaget, meski ia tidak langsung bangun gelagapan.
“VAL BANGUN WOY!”
Val mendengus sebal ketika ia membuka matanya.
Karena pasukan teror, yang merupakan para saudara – saudarinya termasuk dua anak Uncle Nino dan istrinya sudah berhambur ke kamar Val, terkecuali tiga kakak tertua.
“Apa siiih????!!!! Mengagetkan saja kalian ini ish!”
Lalu Val menggerutu tajam sambil menarik selimut yang ia kenakan hingga menutupi keseluruhan tubuh Val dari kepala sampai kakinya. Malas meladeni serombongan makhluk yang gelagatnya akan merusuhi dirinya di pagi hari ini.
“Ish bangun dooonnnnggg!!!!”
"Aduuh berisiknya suara kamu Isha ...."
"Makanya bangun cepat!"
Lalu ada Rery yang menarik selimut Val sampai selimut itu jatuh ke lantai.
“Aku sudah sholat shubuh sendiri tadi! Jika kalian ingin mengajak aku jogging aku tidak mau. Aku masih sangat mengantuk! Shu! Shu!” cerocos Val sambil mengusir tajam para pasukan teror itu agar segera keluar dari kamarnya.
Hingga di detik berikutnya Val terbangun dengan terperangah sampai ia akhirnya bangun terduduk dengan cepat dan tegaknya kala suara Aro lebih menggema dari suara Ann yang pertama tadi, ketika Ann dan pasukan teror itu masuk ke kamar Val.
“BANGUN VAL, MAU NIKAH SAMA KAK KAFEEL GA????!!!! –“
“HAH????!!!! –“
“Hah hoh hah hoh! Mandi cepetan! Dandan yang cakep! Bentar lagi Kak Kafeel sama rombongan dateng, liat kamu masih belekan balik lagi dia!”
Ada Mika juga yang langsung bercerocos ria kala Val sibuk terkesiap sekaligus terperangah.
Namun ekspresi Val berikutnya diluar dugaan para pasukan teror yang merupakan saudara – saudari Val.
“First, aku ga pernah belekan ya! Second, guyonan kalian sungguh lucu sekali. Haha! Sudah aku ingin tidur lagi!”
Val kembali menghempaskan dirinya di atas ranjang.
“Wah nih bocah..” gumam Aro. “Jangan nyesel loh ya kalo balik tidur lagi, nanti –“
“I don’t care! ( Aku tidak peduli! )”
Val memangkas ucapan Aro dengan cepat seraya ia menyahut ketus sekaligus malas, karena memang ia benar – benar ingin tidur lagi sampai puas.
Tapi Val yang sudah merebahkan diri itu kemudian dibuat bangun dengan paksa oleh Felix, dan Val langsung memekik tajam pada kakaknya Elena itu.
“Felix!”
“Wake up you sleepy head and open wide your eyes! ( Bangun tukang tidur dan buka matamu lebar – lebar! )”
Felix menahan tubuh Val yang ia paksa untuk bangun dan terduduk lagi dengan dirinya yang kemudian memegangi bahu Val, lalu ada Mika yang membuat mata Val dibuka paksa.
“Perhatikan baik – baik ulat bulu! –“
“Kamu lihat tidak kalau kami semua sudah berpakaian rapih?!”
Dimana ucapan Ann membuat Val akhirnya jadi memperhatikan satu persatu anggota pasukan teror itu.
“Memang mau ada acara apa?..”
Val yang belum mudeng itu bertanya dengan polosnya.
Membuat para saudara – saudari Val itu ada yang geleng – geleng dan ada juga yang mendengus putus asa.
Lalu Rery mengkode Aro, dan saudara kembar Isha itu merogoh saku celana kemudian mengeluarkan ponselnya dari sana.
Beberapa detik kemudian Aro nampak menggulirkan jarinya sebentar pada layar ponsel pintar miliknya itu, lalu tak seberapa lama sebuah suara terdengar dari ujung ponsel Aro dimana Aro menyetel sambungan telepon yang ia lakukan itu ke dalam mode loud speaker.
“Halo, Assalamua’alaikum, Ro..”
‘Kak Kafeel???..’
Val sontak membatin.
“Wa’alaikumsalam Kak Kaf, dimana? Jadi kesini?..”
Terdengar suara kekehan Kafeel dari ujung telepon selepas Aro menyahut seraya ia bertanya sambil cengengesan.
“Ya jadi dong, udah bawa rombongan satu RT begini..”
Suara Kafeel terdengar lagi, dengan gambaran jika kekasih setengah om – omnya Val itu sedang amat merasa senang.
Dimana Val masih nampak ling – lung di tempatnya.
“Sepuluh menit lagi kakak dan rombongan sampai di kediaman.. Udah ga sabar mau ketemu calon istri yang -”
Namun sebelum Kafeel menyelesaikan kalimatnya,
“AAA!!!!!..”
Val keburu histeris di tempatnya.
♥♥♥♥♥
__ADS_1
To be continue......