HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 210


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


"Val, besok mungkin Kakak tidak bisa menemui Val seharian." ---- Kafeel.


"Kenapa, Kak? Apa Kak Kafeel diberi peringatan karena apa yang kita lakukan tadi di kamar Val, ketahuan oleh The Dads makanya Kak Kafeel tidak diperbolehkan kesini?...." ---- Val.


“Bukan, aku hanya akan mengurus sesuatu yang penting." ---- Kafeel.


“Apa itu?.....” ---- Val.


“Ada lah-“ ---- Kafeel.


“Kak Kafeel kok rahasia-rahasian begitu pada Val??.....” ---- Val.


“Karena memang hal ini sangat penting,” ---- Kafeel.


“Bahkan lebih penting dari Val??”---- Val.


“Tunggu lusa, ya?” ---- Kafeel.


♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran, Jakarta, Indonesia .....


Val merungut karena tidak mendapatkan jawaban atas keingintahuannya soal urusan penting Kafeel. Namun tetap Kafeel tidak mau terbuka padanya.


“Udah dong, jangan cemberut terus. Nanti hilang loh cantiknya?” Kafeel menggoda Val sambil memencet gemas hidung kekasih kecilnya itu.


“Habis Kak Kafeel segala pakai rahasia-rahasiaan dengan Val –“


“Ya kan hal penting, Tuan Putri –“


“Tapi kan Val ini kekasihnya Kak Kafeel. Rasanya Val juga berhak tahu urusan Kak Kafeel –“


“Nanti juga kamu tahu, Kok ..”


Kafeel menyahut seraya mengacak pelan rambut Val.


♥♥♥


“Duh, mukanya ditekuk aja Dedek Val ..”


Ada Drea yang nyeletuk iseng setelah Val dan Kafeel sudah kembali ke tempat dimana Drea berada bersama sang suami tercinta dan para orang tua, juga mereka yang terlibat dalam sebuah misi.


“Tuh Kak Kafeel membuat Val sebal dengan segala rahasia-rahasiaan pada Val,” respons Val pada celetukan Drea. Dan Drea pun langsung terkekeh kecil, sementara sisanya mengulum senyuman dan mendengus geli.


“Memang kenapa kalau dia memiliki rahasia yang tidak mau dibagi denganmu? –“


“Ya –“


“Itu hak pribadinya –“


“Tapi Val dan Kak Kafeel kan sepasang kekasih.”


“Baru sepasang kekasih. Belum suami istri,” timpal Nathan.


“Ck –“


“Kepo!”


Val lalu menghembuskan nafas sebal setelah Abang Varennya melontarkan cibiran.


Kemudian Kafeel mengajak Val duduk bergabung bersama mereka yang sedang berkumpul di ruang tamu itu, lalu mengobrol ringan membicarakan tentang misi Varen dan pasukannya, sambil juga sesekali bercanda dan mengejek satu sama lain.


“Eh itu ngomong – ngomong Mika sama Kak Arya sedang bertengkar?” celetuk Val seraya ia bertanya, ketika melihat dua orang yang ia sebut barusan duduk terpisah pada satu sudut ruangan yang terlihat dari tempat Val duduk sekarang.


♥♥♥


Flashback on....


“They’re home ( Mereka pulang )” 


Ada enam wanita ragam usia pada satu kamar.


“Kak Drea ke bawah dulu ya?. Nemuin Abang...”


“Iya Kak Drea,”


“Yes, Kak Drea.”


---


“Sha, lihat Val dia beneran tidur ga?...”


“Iya, May...”


---


“Sepertinya Val pulas deh, May.” ---- Isha.


“What’s wrong? (Kenapa?)” ---- Elena.


“I want to meet them who just came (Aku ingin menemui mereka yang baru saja tiba)” ---- Mika.


“Bilang aja mau ketemu Kak Arya kamu May?-“ ---- Isha.


“Ish, apa sih kamu, Sha?-“ ---- Mika.


“Apa, apa. Emang iya kan kamu mau cepet – cepet ketemu Kak Arya dan mastiin kalo dia baik – baik aja?-“ ---- Isha.


“I couldn’t agree more with that (Aku setuju banget dengan itu)” ---- Ann.


“Terserah deh kalian mau mikir apa...” ---- Mika.


“Ya udah yuk kita ke bawah? Aku juga mau nemuin Abang dan lainnya.” ---- Isha.


“Ya, I also lil bit hungry (Iya, aku juga sedikit merasa lapar)” ---- Ann.


“Tapi masa kita tinggalin Val sendirian?...” ---- Mika.


“I think it would be okay if left here just for a moment, perhaps Kak Kafeel wants to see Val also and he will come here if we tell him how was Val condition before (Aku rasa tidak akan apa – apa jika kita pergi dari sini sebentar, mungkin saja Kak Kafeel ingin melihat Val juga dan aku yakin dia akan langsung datang ke sini jika kita mengatakan padanya tentang kondisi Val sebelumnya)" ---- Elena.


---


“Val sedang tidur, Kak .. Tadi kami mengajak Val ke kamarnya atas anjuran The Dads, Moms, juga Gappa dan Gamma --- karena Val sedikit histeris melihat Kak Kafeel di siaran yang kami tonton saat kalian ada di sana ..”


“Pergilah ke kamar Val jika rasanya kau tak tenang ..”


“Benar boleh aku ke kamar Val sekarang, Dad? –“


---

__ADS_1


“Tapi sebaiknya kamu mengganti pakaian kamu dulu sebelum menyusul Val ke kamarnya, ya? ..”


“Oh iya .. Aku permisi dulu kalau begitu."


“Sebaiknya kamu juga berganti baju dulu, Ar.”


“Iya, Mom – “


---


Dia yang diminta untuk berganti pakaian atau sekedar bebersih diri seperti halnya Kafeel, menampakkan senyuman lebarnya lagi kepada satu sosok yang tadi menjawab keingintahuan berbalut resahnya Kafeel karena kekasih kecilnya itu tidak ada diantara orang – orang yang menyambut kepulangan para ksatria.


“Dedek Judes sayangnya Mas Arya. Kangen yah sama Kang Mas? Peluk? ..”


Yap! Dia gerangan adalah Arya Narendra, pacarnya Mika.


Yang seperti biasa seringnya bertingkah receh dan konyol, dan selalu mengundang geli di perut orang – orang yang berada di dekat Arya jika pria muda yang akan mendekati usia matang itu mulai menunjukkan kejenakaannya lewat celoteh dan selorohan kocak yang seringnya spontan dari mulutnya.


Arya sudah merentangkan tangannya lebar – lebar seraya ia mendekat pada Mika yang tadi datang bersama Isha dan Elena.


---


Alih – alih berhambur ke pelukannya atau bertanya,


“Kamu engga apa – apa kan, Ar? ..” atau “Ada yang luka? ..”


Arya malah diberikan tatapan setengah sinis dari Mika.


“Udah sini jangan malu – malu kalo mau peluk gue karena lo merasa lega pacar lo ini pulang dalam keadaan sehat wal afiat ..”


“Apaan sih?!”


Mika menyahut ketus.


Dan hal itu membuat Arya terkesiap.


“Bau!”


Lalu Mika kembali berketus ria.


Arya terkekeh kecil.


“Ya udah gue ganti baju sama bebersih bentar ..” kata Arya kemudian, lalu hengkang dari hadapan Mika.


---


Arya sudah nampak segar dengan atasan yang sudah diganti beberapa belas menit kemudian.


“Makan dulu, Ar ..” Capamer alias calon papa mertua yang barusan bicara pada Arya, dimana pacar anak kandung sulungnya yang judes itu telah kembali ke tengah – tengah mereka yang sedang berkumpul di ruang tamu, dimana beberapa sedang menyantap hidangan yang sudah tersedia di meja makan --- pada piring masing – masing dengan santai.


“Iya, Dad.”


Arya dengan cepat menyahut santun.


“Mikanya mana, Dad? Udah balik ke kamar kah?”


“Lagi ngambil ice cream di dapur ..”


Daddy Dewa menjawab pertanyaan dari calon mantu, tapi masih jauh kayaknya langkah Arya untuk menjadi menantu langsung Daddy Dewa dan Mom Ichel --- mengingat Mika itu anti menikah muda, macam ibu kandungnya.


Yang sayangnya sikap antipati Mom Ichel untuk tidak menikah sebelum berusia 25 tahun, terpatahkan oleh suatu insiden --- meski Mom Ichel juga sempat menolak untuk dinikahi oleh Daddy Dewa sebagai bentuk pertanggung jawaban suaminya itu atas kekhilafan yang ia lakukan bersama Mom Ichel.


Nah, entah Mika nanti bagaimana.


Yang sama antipatinya dengan sang ibu kandung untuk tidak menikah sebelum berusia matang.Tapi tentu saja, Daddy Dewa dan Mom Ichel sangat berharap jika kekhilafan mereka sebelum menikah itu tidak juga terulang pada Mika, atau pada anak – anak mereka --- Yah, Nathan sih pengecualian.


Tapi tetap, jangan adik – adik mengulang segala keburukan yang mengatasnamakan kekhilafan.


Dan tentu saja, contoh menjalankan hubungan sehat dengan pasangan silahkan berkacalah pada Abang Varen.


Belasan tahun sering tidur seranjang dengan wanita tercintanya, Abang Varen benar – benar menjaga imin – nya pada Drea.


Jangankan khilaf --- meski sebagai lelaki normal Varen beberapa kali memiliki fantasi yang tergolong nakal ingin ia lakukan pada Drea, nananina setelah Varen menikah dengan wanita tercintanya itu aja --- nunggu Drea benar – benar siap.


“Ya udah aku susul Dedek Judes dulu kalo gitu –“


---


“Eh Dedek Judes .. Baru Kang Mas mau susulin ..”


“Ck! Apa sih ah?! –“


Mika menepis tangan Arya yang ingin menoel dagunya.


Dimana hal itu membuat Alis Arya terangkat.


---


“Kenapa sih?? ..”


Lalu didetik berikutnya Arya bertanya heran pada pacar judesnya itu, karena sikap Mika yang kenapa ga ada angin ga ada ujan tahu – tahu jadi sinis aja sama dia perasaan Arya.


“Ini kan udah bersihin badan walau belom total .. Udah ganti baju juga .. Pake minyak wangi .. Lagi pilek emang ga nyium udah wangi banget ini pacarnya?? ..”


Dan si eks sadboy itu pun bercerocos ria pada pacarnya judesnya yang saat ini emang lagi menyala mode judesnya, serta nampak antipati pada Arya.


“Peluk kek pacarnya .. Ini boro – boro dipeluk, ditanyain ‘kamu baik – baik aja Arya sayang’. Disenyumin aja engga ..”


Arya bercerocos lagi.


Namun Mika malah melengos begitu saja. Membuat Arya terperangah sekejap, namun dia mengekori Mika kemudian.


“Ih, ga sopan banget ini Mikaela Finn Adjieran Smith .. Pacarnya lagi ngomong juga ..”


Arya menjegal langkah Mika, yang langsung memandang sinis lagi padanya.


“Ck! Jangan dekat – dekat lo bau Cabe!”


“Cabe??” Arya tak paham. “Cabe apaan?? ..”


“Cabe – Cabean!”


“Heu?? ..” bingung Arya.


“Ga usah pura – pura bego! ..”


Dan Mika segera menyambar disaat Arya sedang mencerna kata ‘cabe – cabean’ yang diucapkan Mika tadi.


Lalu Arya terkesiap setelah Mika bersarkas ria padanya barusan.


“Mulutnya minta dikuncir! –“ gemas Arya.


“Sebodo!”

__ADS_1


---


“Sekarang ngomong, cabe – cabean apaan?? ..”


“Nih apa nih?!” Mika meletakkan cup es krim yang ada di tangannya, lalu mengeluarkan ponsel miliknya yang Mika selipkan di kantong belakang hotpantnya.


Yang kemudian ponsel itu dikotak – katik Mika sebentar, lalu setelah menemukan apa yang ia maksud, Mika menyodorkan ponselnya itu pada Arya.


“Susah emang kalo fakboi, pacarnya lagi nunggu khawatir di rumah, di sana cabe – cabean pun lo sambat!”


Mika pun merepet, disaat Arya sedang video yang memutar gambar dimana saat Arya sedang mengamankan beberapa perempuan muda yang dibawa oleh beberapa anggota geng motor yang menjadi lawan Arya dan gerombolan di suatu tempat tadi.


“Ya ampun Mi, ini aku lagi interogasi mereka lah ..” Arya membela diri, karena memang itu kenyataannya sih.


Dirinya dimandat Varen untuk mengurus para perempuan muda yang dibawa saat pertarungan oleh pihak lawan, sekaligus mengamankan ponsel para perempuan muda itu sebelum Arya ikut serta dalam menjotosi beberapa anggota pihak lawan.


“Interogasi apaan segala pake cengengesan sama itu para cabe??!! .. Dasar fakboi!” sarkas Mika sambil meraih lagi ponselnya dari tangan Arya dengan kasar termasuk juga menyambar es krim yang tadi ia letakkan di atas meja.


Setelahnya mendengus sebal dan berjalan menjauhi Arya.


“Ya ampun Miii, aku cuma nanya – nanya kenapa mereka ikut, sama apa mereka tau ga sebelum diajak ke sana ..”


“Heleh! Fakboi banyak banget stok alasannya!” sewot Mika. “Sana, sana, pergi sana itu ke cabe – cabean itu! Tadi tuh divideo juga kayaknya nempel banget sama satu cabe yang jaketnya terbuka setengah!”


Mika merepet. Arya meringis sambil menggaruk kasar kepalanya.


“Itu tidak seperti yang kamu liat, Sayangku Mikaelaaa –“


“Cih!”


“Lagian itu beneran disuruh Abang buat ngurusin mereka. Itu juga cuma sebentar. Suer deh!”


Dan si eks sadboy pun berjuang untuk membuat pacar judesnya itu tidak salah paham dan merajuk berkepanjangan, tentunya mencari pembelaan.


“Hayo tanya Abang –“


“Ga usah bawa – bawa Abang!”


Mika menyergah tajam.


“Sana ga?! Shu Shu! –“ lalu mengusir Arya dengan ketusnya.


‘Dooh gara – gara si Alvarend nih!’


Arya merutuki Varen dalam hatinya.


“Mika, Baby, Sayang .. Masa iya gue ngelaba sama cabe – cabean sementara gue udah punya cabe beneran?? ..”


“Gue lempar sendal loh ya?!”


Flashback off....


♥♥♥


Saat ini....


“Eh itu ngomong – ngomong Mika sama Kak Arya sedang bertengkar?”


Ada Val yang nyeletuk ketika ia dan Kafeel telah duduk bergabung dengan mereka yang ada di ruang tamu kediaman keluarga Val tersebut.


“Si May sewot gegara tadi pas kita orang liat lagi video siaran live Abang dan pasukan sedang beraksi, terus gambar dari drone nangkep gambarnya Kak Arya lagi kek ngobrol sama para jagung bakar. Nah ketangkep itu adegan sama matanya si May, terus minta Ann buat kirim itu penggalan video ke ponselnya supaya si May lebih jelas ngeliatnya.”


Isha yang kemudian menyambar untuk bicara. Menanggapi celetukan Val yang menunjuk pada eks Tom and Jerry versi manusia, yang bedanya versi manusia Tom and Jerry yang selalu musuhan di film itu udah jadian --- dimana wajah Mika yang terlihat jelas sekali judesnya kalau sedang kesal. Selain terdengar juga sayup – sayup suara Mika yang berbicara dengan ketus pada Arya.


“Bisa juga cemburu itu si Judes.”


Lalu komentar keluar dari mulut Rery, yang membuat lainnya jadi terkekeh.


“Kalau aku jadi Mika, lalu Rery yang ada di posisi Kak Arya tadi, aku akan langsung menyambangi itu wanita –wanita genit dan membuat mata mereka buta seketika karena terang – terangan menggoda ..”


Dan komentar ekstrim pun terdengar tak lama kemudian dari mulut setan kecil nan cantik jelita, yang tak lain dan tak bukan adalah anak kandungnya biang setan. Ann bin Lucca. Yang sebelas dua belas suka bikin ngeri kek bapaknya.


“Kalau perlu aku masukan ke kotak kayu dan aku kirim sebagai mainan untuk Nandito dan Pupuma Junior.”


“Kirain mau dijadiin tumbal,” timpal Mami Prita asal. Dan setelahnya ia cekikikan.


Mami Prita pun tidak cekikikan sendirian, lalu kembali terlibat obrolan sebentar, sebelum satu – satu orang yang bercengkrama itu undur diri.


“Aku pamit pulang ya?”


Ada Kafeel yang berpamitan terakhir setelah kediaman The Adjieran Smith mulai lengang.


“Aku juga ya?” Lalu Arya pun ikut berpamitan setelah Kafeel, karena sisa mereka berdua yang katakanlah masih berstatus tamu, walau sudah dianggap keluarga --- walau juga sudah menjalin hubungan dengan dua nona jajaran pewaris muda.


♥♥♥


Waktu berlalu, esok hari pun tiba....


“Kak Kafeel sibuk dengan urusan apa sih???...”


Ada Val yang sudah beberapa jam merasa galau, karena Kafeel sama sekali belum menghubunginya.


Jangankan menghubungi, pesan Val seolah diabaikan karena tanda centang sama sekali tidak berubah warna dari sejak beberapa jam lalu Val mengirimkan pesan chat di room chat pribadinya dengan Kafeel pada suatu aplikasi.


“Lena dan Bunda kenapa juga sulit dihubungi ya?...”


Val menggumam lagi.


“Ah ya Tuhan, apa Kak Kafeel sedang sibuk mengurus kasusnya Lena?...”


Val terperangah sendiri.


“Kalau begitu –“


♥♥♥


“Mau kemana kamu Val?...”


Nathan sontak bertanya ketika ia melihat Val yang baru saja turun dari lantai dua itu nampak sudah rapih penampilannya, dengan sebuah sling bag yang tersampir di salah satu bahu Val.


“Val mau ke rumah Kak Kafeel –“


“Hah?!”


Nathan terkesiap, dimana beberapa orang yang ada tak jauh dari Val dan Nathan yang sedang menggendong putri kecilnya dan Via yang kemudian Nathan berikan pada salah satu kakek yang meminta Gadis darinya --- juga ikut terkesiap.


“Val ke rumah Kak Kafeel dulu ya? –“


‘Waduh gawat!’


Mereka yang ada di sekitar Val pun kurang lebih sama, membatin panik dalam hatinya masing – masing.


"Val stop!"

__ADS_1


♥♥♥♥♥♥


To be continue ...


__ADS_2