
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris,
Sedih Mika perlahan menguar. Meski sesekali ia masih sesenggukan atas sisa-sisa tangisannya, dimana tangisan Mika pun sudah berhenti sepenuhnya---dan jejak air matanya sudah dihapusi Arya.
Mika lega serta bahagia, karena perlahan Arya meyakinkan eksistensi atas betapa nyatanya dia yang datang dengan raga ke hadapan Mika dalam keadaaan sehat wal afiat tanpa kekurangan sesuatu apapun, kecuali barang-barangnya---selain yang melekat di tubuh Arya sekarang ini.
Dimana sebagian barang-barang Arya yang raib itu ada di dalam pesawat yang nahas namun tidak jadi ditumpangi Arya, dan sebagian di copet orang. Tak apa, karena harta dapat dicari. Tapi kalau nyawa yang hilang tidak mungkin dapat dicari. Lalu memberikan duka bagi mereka yang ditinggalkan.
Rasa kehilangan besar berikut terpukul dan sedih pastinya, sebagaimana keadaan Mika saat Arya datang tadi. Yang nampak lemah selain kacau, bahkan seolah hancur.
Namun sudah, Mika berangsur membaik perasaannya. Walau si judesgirl itu masih nampak pucat wajahnya, dan sedikit panas tubuhnya akibat demam yang Mika alami saking ia merasa tertekan mendengar berita tewasnya Arya.
Mika begitu syok, karena dia sudah cinta pada Arya. Yang kemudian seperti ucapannya ketika masih digelungi pikiran-pikiran negatif tentang berita tewasnya Arya, Mika akan langsung membalas ucapan Arya, jika pacarnya itu mengatakan kalimat romantis padanya.
“I love you, Mi ...”
Yang Mika langsung balas ucapan mesra Arya itu dengan,
“Love you too, Ar ...”
Dimana Arya jadi membeku, sampai termangu menatap Mika yang membalas ucapan cinta nan mesranya pada akhirnya.
“Love you, Arya Narendra ... Gue cinta sama lo ... I do ...”
Bahkan Mika mengulang seraya menegaskan dengan lembut tentang perasaannya pada Arya sekarang.
Sungguh Arya terharu hingga kelu, namun begitu ia menjadi sangat bahagia dengan hati yang jumpalitan saking senangnya sudah dicintai Mika.
Sampai-sampai Arya lupa jika Mika masih agak lemah tubuhnya, namun erat Arya dekap dengan bahagia bercampur gemasnya.
Saking gemas, sampai-sampai juga Arya kaki Arya ikut mengunci tubuh Mika yang ia dekap dengan eratnya dan diciumi bertubi-tubi pucuk kepala Mika oleh Arya.
Mika tak apa. Didekap seerat itu tidak menyesakkan baginya yang sudah merasakan kesesakan luar biasa ketika mendengar berita Arya yang ikut tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat.
Hanya saja,
“Itu ...”
Mika tergugu sekaligus tiba-tiba tubuhnya membeku.
Ada ‘sesuatu’ yang Mika rasa menyentuh bagian sensitifnya dari luar, yang Mika sontak sadari apakah ‘itu’ gerangan.
“Eengg ... ‘Itu’ ---- nya, lo ... gerak ...”
Mika tergugu lalu menggigit bibir bawahnya canggung.
“Itu nya, gue? ...” Arya kurang paham. “Itu apa?” tanya Arya lagi sambil sedikit mengernyit kala sedikit saja juga mengurai dekapannya pada Mika.
Yang baru paham kemudian, kala Mika melirik ke arah bagian diantara kakinya yang sedang mengunci tubuh Mika.
‘Alamak!’
Seru Arya dalam hatinya.
Setelah menyadari jika benda lain yang tidak hilang di tempatnya berada sebelum mencapai London itu seperti sedang terkena efek kejut skala paling kecil, namun berkedut cukup intens kala rapat begini dengan Mika.
‘Uler sendok paham banget kalo deket goa.’
Arya membatin.
‘Sabar boy, itu goa belum dihalalin.’
♥
Meninggalkan ‘uler sendok’ tanpa akhlak yang agak blingsatan kala berdekatan dengan sebuah ‘goa’, keluarga The Adjieran Smith yang berada di mansion megah mereka sedang berkumpul di ruang keluarga bersama dua keluarga kerabat dekat serta satu tamu yang merupakan kawan lama dan baiknya Poppa. Wajah-wajah sedih dan khawatir itu sudah berganti kelegaan sekarang setelah Arya datang ke tengah-tengah mereka dalam keadaan selamat dan sehat.
Hanya terlihat syok saja saat datang, serta saat melihat kondisi Mika yang drop karena berita Arya yang diduga ikut menjadi korban dalam pesawat nahas yang tidak jadi ditumpangi Arya.
Yang orangnya sedang diberikan ruang berdua saja dengan Mika yang saat mereka tinggalkan masih terlihat sedikit terpukul. Hal yang membuat semua orang terdekat Mika pun rasanya terpukul dua kali di beberapa jam ke belakang. Sedih karena kabar tewasnya Arya yang syukurnya meleset, serta sedih melihat kondisi Mika yang sempat kacau.
Tapi semua sudah berlalu. Kini rasanya mereka yang belum beristirahat dengan cukup bisa lebih mengistirahatkan dirinya selain bernafas dengan lega. “Uncle Rico, Aunt Shireen, Kak Tan-Tan dan Kak Sony sudah dikabari tentang Kak Arya, Dads? ...” Rery yang bertanya.
“Dad R sedang menghubungi mereka sepertinya, Poppa juga sedang menghubungi keluarga di KUJ,” Mommy Ara yang menjawab. Rery serta mereka yang bersamanya dan Mommy Ara pun manggut-manggut sambil menjamu orang yang sudah membawa Arya ke London.
__ADS_1
♥
“Hey Ar, bagaimana May?”
Poppa yang bertanya ketika melihat Arya muncul ke tengah dirinya dan beberapa orang yang sedang bercengkrama sambil menunggu kedatangan keluarga Arya berikut Nathan yang akan bertolak ke London setelah mengubah rute perjalanan mereka yang tadinya hendak menuju Saint Vincent setelah Dad R mengabarkan via telepon satelit yang terhubung di jet pribadi yang digunakan ke empat orang itu dari Jakarta.
Walau sebenarnya bisa saja Dad R menghubungi ke ponsel Nathan yang akan terhubung karena dalam setiap jet pribadi canggih keluarga The Adjieran Smith sudah kian dipercanggih dengan ragam teknologi terdepan, seperti sistem anti gangguan sinyal ponsel, yang tidak akan mempengaruhi penerbangan dengan jet pribadi mereka sekalipun ponsel dinyalakan sepanjang perjalanan. Selain ragam teknologi anti-anti lainnya. Beruntunglah keluarga The Adjieran Smith yang punya si Jenius Alvarend dalam keluarga mereka.
“Sudah aku minta kembali istirahat, walau sedikit keras kepala. Tapi akhirnya tertidur juga saat aku bercerita padanya tentang aku yang akhirnya tidak jadi ikut penerbangan yang nahas itu.”
Arya menjawab pertanyaan Poppa yang sekaligus mengkode agar pria beruntung ---- pacarnya Mika itu, agar mengambil tempat duduk di sampingnya. Lalu Poppa merangkul Arya yang masih tidak Poppa sangka, jika suami Momma itu dapat melihat dan bertemu dengan Arya kembali dalam keadaan pacar salah satu putrinya berikut orang tua lainnya dalam dinasti keluarga mereka itu utuh dengan nyawa.
♥
“Ga apa – apa kan ya, kalau Mika aku tinggal sebentar? ----“
“Memang kau mau kemana? ----“
“Kalau ingin pergi ke WI – TECH dan melapor jika kau selamat, itu tidak perlu. Karena aku sudah menghubungi Melvin dan mengatakan tentang keadaanmu ...”
“Orang tua dan kakakmu beserta Nathan juga sedang menuju kesini setelah sempat transit sebentar di Dubai.”
Poppa dan Dad R dan Papa Lucca menanggapi ucapan Arya yang berupa pertanyaan itu. Arya mengangguk dan tersenyum tulus, lalu mengucapkan terima kasihnya pada tiga Dads of Adjieran Smith yang ada bersamanya saat ini.
Serta juga mengucapkan terima kasihnya pada kawan lama Poppa yang sudah membantunya hingga dapat mencapai London dengan tanpa memiliki identitas bahkan passport dan visa.
Selain kemudahan karena namanya sudah terdaftar sebagai seseorang yang berada di bawah naungan dinasti The Adjieran Smith hingga Arya tidak bermasalah dengan pihak imigrasi karena penanggung jawab Arya di negara itu sungguhlah keluarga yang sudah kelewat tersohor namanya seantoro Eropa, apalagi Inggris.
♥
“Aku juga mau ke apartemen sih. Mau blocked ponsel aku juga yang dicuri sekalian ambil segala copy identitas plus laporan ke bank buat blokir semua kartu aku yang ada dalam dompet yang dicuri juga itu sama copet kampreto ...”
Arya bercerocos sebal, sementara yang mendengarnya terkekeh kecil.
“Tapi biar gimana juga pencopetan yang kamu alami ada hikmahnya Ar. Karena kalau kamu ga kecopetan, kami semua pasti akan berduka ----“
“Iya, apalagi May.”
Lalu Momma berkomentar dan Val menimpali.
Ann ikut berkomentar. Arya pun manggut-manggut kecil, tersenyum tipis.
“Aku juga rasanya masih syok dengan apa yang terjadi. Masih ga percaya sampai detik ini dengan apa yang terjadi sama aku ----“
“Yang penting sekarang kamu, kita, harus banyak – banyak bersyukur, kalau nyatanya kamu lolos dari maut ----“
“Iya, Mom,” ucap Arya pelan. “Tapi tiga rekan kerjaku tewas, dan itu menyedihkan juga aku rasakan sekarang, selain ada penyesalan juga ----“
“Sudahlah, apa yang menimpa mereka toh bukan salahmu ...”
“Iya ----“
“Kehadiranmu di sini setidaknya menyelamatkan Mika dari sedih yang tak berujung,” tutur Poppa, sambil mengacak pelan rambut Arya yang telah juga ia anggap sebagai anaknya sendiri itu.
Arya mengangguk, sedikit merasa getir jika ingat kondisi Mika tadi. “Mika apa sudah makan?” tanya Arya kemudian.
“Hanya sedikit saat sebelum subuh tadi ----“
“Very,” Mommy Ara menimpali ucapan Val.
Yang diiyakan oleh mereka yang mengetahui hal itu.
“Kalo begitu, nanti pas Mika bangun aku langsung suruh makan.”
“Kau sendiri sudah makan? ...”
“Tadi di jet Tuan Chai ----“
“Panggil saja aku dengan Uncle ...”
Chaisay Keit menyela ucapan Arya yang langsung mengangguk dan tersenyum pada kawan lama Poppa itu yang paham dan bisa berbahasa Indonesia selain beberapa bahasa di negara Asia lainnya yang ia kuasai.
"Uncle Chai sounds great ( terdengar bagus ) ..."
“Iya, Uncle Chai ... Tadi aku sempat makan bersama Uncle Chai di jetnya saat perjalanan ke sini.”
Arya kembali berbicara untuk menjawab pertanyaan Dad R sebelumnya.
__ADS_1
“So better you take a rest now ( Jadi lebih baik kamu beristirahat sekarang ), Ar.”
Mama Fabi bersuara.
“I’m okay, Mam. Not really tired ( Tidak terlalu lelah )”
♥
“Lagipula aku juga ingin segera mengurus semua data yang ada di ponselku dan aku bisa melakukannya dari pcku yang berada di apartemen yang memiliki koneksi jarak jauh dengan ponselku itu. Yang harus segera aku lakukan sebelum apa yang ada di ponselku disalahgunakan. Terlebih, banyak foto – foto Mika di sana yang juga aku takutkan disalahgunakan oleh mereka yang memiliki ponselku sekarang ----“
“Memang ponsel Kak Arya ga menggunakan sandi kunci?” tukas Rery seraya bertanya pada Arya.
“Pake sih, Ry. Cuma jaga – jaga aja. Takutnya mereka bisa nerobos itu sandi,” jawab Arya.
“Ya udah aku bantu dari sini kalau gitu,” cetus Rery. “Jadi Kak Arya ga perlu kemana – mana dulu sampai May bangun.”
“Bisa, Ry?”
“Piece of cake ( gampang banget ), Kak ----“
“For your cards and identity, I will handle it ( Untuk kartu – kartu dan identitasmu, aku yang akan mengurusnya ) ...”
Uncle Nino bersuara, dan Arya pun mengangguk serta berterima kasih, selain ia bersyukur dikelilingi orang – orang yang begitu perhatian padanya. Selain juga bersyukur jika ayahnya berteman akrab dengan satu keluarga yang benar – benar memperlakukan orang – orang yang mereka akuisisi ---- istilahnya, sebagai keluarga mereka dengan begitu perhatiannya.
♥
“Oh iya, badan Mika agak panas. Apa ada obat yang perlu dia konsumsi saat dia bangun nanti?”
Arya mencetuskan pertanyaan, setelah Rery membantunya menyelesaikan untuk membackup data – data dari ponselnya, termasuk membuat ponsel itu menjadi tidak akan pernah bisa digunakan oleh orang yang memiliki ponsel Arya tersebut.
Well, untuk urusan kecerdasan dalam mengotak – atik teknologi atau segala jenis yang berbau bajak – membajak sistem, tidak hanya Varen yang memiliki kemampuan itu sejak para adik beranjak remaja.
Ada dua adik Varen yang memiliki kecerdasan dalam bidang tersebut, meski belum sejago si Abang yang menyabet gelar hacker nomor satu di dunia, namun identitasnya tidak pernah terlacak oleh pihak manapun. Yang mana tidak ada sistem keamanan teknologi apapun yang tidak bisa Varen bobol dengan mudahnya, jika Varen ga ada kerjaan untuk mengganggu mereka yang memiliki data – data krusial rahasia.
Dan rekor Varen itu sedang dikejar oleh Rery yang memiliki minat berlebih ---- selain bakat juga seperti halnya Varen dalam teknologi.
Dibayangi juga oleh Ann, yang juga memiliki minat dan bakat dalam mengotak – atik apa – apa yang berbau teknologi beserta sistem di dalamnya.
Bahkan Ann katakanlah spesies baru dalam keluarga yang notabene mayoritasnya pengusaha yang memiliki minat di bidang otomotif, lalu pembuat pesawat, pembalap baik motor dan mobil, gamer profesional, perancang, penyanyi sampai dancer.
Sementara si spesies baru itu, Ann ---- mau menjadi hacker yang dipadukan dengan ilmuwan.
Langka.
Se - langka induk semang jantannya yang punya hobi ekstrem memelihara binatang buas.
♥
Menit berlalu, dan Arya kini sudah kembali ke kamar Mika dengan dirinya yang juga sudah bebersih diri dan berganti pakaian dengan pakaian baru yang memang dimiliki stoknya dalam setiap kediaman milik dinasti The Adjieran Smith.
“Arya! ...” Suara pekikan cemas terdengar.
Dimana Arya baru saja hendak menyeruput kopinya yang baru hendak ia nikmati sambil menunggu Mika bangun, yang kemudian dibuat sedikit panik karena Mika yang terbangun dengan mendadak seperti orang yang baru mengalami mimpi buruk.
“Hei ----“
“Ar!” Mika langsung berhambur memeluk Arya yang sudah mendekatinya.
Arya pun sontak langsung juga memeluk Mika balik dengan penuh kasih.
“Lo ada, Ar.”
“Iya, Mi. Kan gue bilang, gue nyata.”
“Gue takut yang gue alami tadi cuma mimpi ----“
“Engga, Mi. Semua nyata ----“
“Gue masih takut, Ar.”
Mika sedikit melirih.
Arya menghela sedikit berat nafasnya. “Ga ada yang perlu lo takutin Mi. Gue ada nyata. Kalo lo masih paranoid gini, lo gue lamar secepatnya aja ya? Hari ini juga kalo perlu ----”
♥♥♥♥
To be continue .......
__ADS_1