HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
THE DAY #3


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Jekardah, Indonesiah,


Prosesi Ijab Kabul Mika-Arya serta Val-Kafeel berjalan dengan lancar, tanpa ada kendala sedikitpun, menciptakan rasa lega dan bahagia di hati semua orang.


Dimana lega dan bahagia itu tentu lebih dirasakan oleh dua pasang sejoli yang kini telah berstatus suami istri, yang mana setelah prosesi pengucapan Ikrar Kabul oleh Arya dan Kafeel --- Mika dan Val kemudian dibawa ke hadapan dua pria yang sudah menjadi suami dari masing – masing princessnya keluarga The Adjieran Smith tersebut.


Empat pasang netra saling tatap pada pasangannya masing – masing sambil saling melempar senyum lega dan bahagia mereka. Yang tipis saja, namun hati berdebar sebegitunya --- atas campur aduknya rasa ke empatnya yang ada di sana, terutama rindu karena tidak bertemu selama beberapa hari ke belakang, meski masih saling lihat dan dengar dari gawai.


Namun itu tak cukup untuk melepas rindu kirannya bagi Mika-Arya, serta Val-Kafeel. Jadi saat kini sudah saling berhadapan dengan tangan yang sudah dikaitkan, dua pasang pengantin baru itu rasanya ingin saling berhambur untuk memeluk dan mendekap lama.


Bahkan Val rasanya ingin melompat ke dalam pelukan Kak Kafeelnya, saking ia bahagia. Karena perjalanan cintanya dan Kak Kafeel tercinta, berakhir sebagaimana mimpinya dari sejak Val remaja dan jatuh cinta pada Kafeel.


Menikah di usia muda dengan Kafeel, yang sudah terwujud sekarang, seperti mimpi Val selama ini --- meski sebenarnya Val ingin seperti Drea yang menikah di usia 17 tahun.


Tapi keinginannya itu tidak dapat terwujud, karena saat dirinya baru akan menapaki usia 18 tahun, disaat itu baru Kafeel mengakui perasaan cintanya pada Val --- lalu terpisah karena suatu keadaan.


Tak apa, sekarang itu tidak penting bagi Val, yang penting dirinya sudah menikah dan menjadi istri sah dari Kak Kafeel tercintanya, yang mana itu sudah jauh lebih cukup dari Val --- toh hitungannya, keinginan Val untuk menikah muda terlaksana juga, karena sekarang usianya belum sampai 20 tahun.


Beda 6 bulan dengan Mika yang kini sudah berkepala dua dengan resmi, dan berbeda dengan Val yang terlihat begitu siap untuk menikah muda. Mika justru belum sesiap itu, karena target Mika --- ia akan menikah setelah usianya melewati angka 25, itupun tadinya Mika baru akan menimbang – nimbang saja.


Namun tak ada yang bisa menebak garis takdir, Mika yang pernah bersumpah tidak akan menikah muda bahkan sempat amat tidak menyukai Arya dan najis – najis tidak akan dirinya melirik Arya untuk dijadikan pacar apalagi istri, yang terjadi justru sebaliknya. Mika seolah menjilat ludahnya sendiri, yang tak hanya menikah dengan orang yang dulunya Mika sebal dan hindari setengah mati --- namun Mika malah jadi mencintainya.


Dan untungnya perasaan Mika tak bertepuk sebelah tangan, karena Arya juga nyatanya telah jatuh cinta pada Mika sebelum si Neng Judes menyadari perasaannya sendiri yang spesial itu kepada Arya --- yang pria itu memang amat tunjukkan kalau dirinya ada rasa pada Mika, namun awalnya Arya tunjukkan dengan sikapnya yang menjadi alasan Mika sentimen padanya.


Baru saat Arya merasa dirinya tidak kuat menyembunyikan lagi perasaannya pada Mika, si eks Sadboy itu akhirnya mengungkapkan perasaannya tersebut pada Mika, bahkan di hadapan banyak orang. Mika sempat ragu, namun akhirnya luluh juga --- terlebih semua saudara dan saudarinya bulat – bulat mendukung Arya.


Lalu kisah cinta Mika dan Arya pun berjalan kemudian.


Walau sering sikap judesnya Mika tunjukkan pada Arya setelah mereka resmi berpacaran, tapi seiring berjalannya waktu --- Mika merasa dirinya telah benar – benar mencintai Arya.


Dan hubungan keduanya pun terhitung lancar jaya, sebelum tragedi yang berkaitan dengan Val terjadi --- yang membuat jalinan cinta Mika dan Arya, layaknya jalinan cinta Val dan Kafeel --- terputus lalu berpisah.


‘Jodoh Takkan Kemana’


Begitu kan, katanya?


Sejauh mana sepasang insan yang ditakdirkan berjodoh itu bertemu, ujungnya --- kalau memang jodoh, pasti akan dekat juga.


Selama apapun terpisah, pastinya akan dipersatukan juga oleh Sang Maha Kuasa yang menentukannya --- namun tetap, doa dan ikhtiar pun diperlukan oleh yang bersangkutan.


Yang kiranya dilakoni oleh Arya. Pun oleh Kafeel yang menyisipkan doa dalam sujud mereka untuk para wanita yang meraja di hati keduanya.


Lalu usaha gencar dilakukan, saat kesempatan untuk bersama pujaaan hati yang sempat terpisah --- terbuka setelahnya.


Ikhtiar dan doa, memang jarang tak membuahkan hasil jika dilakukan dengan sungguh – sungguh dan tulus.


Yang mana hasilnya, tentu seperti apa yang diharapkan. Dua pasang pecinta itu kini telah dipersatukan dengan garis jodoh mereka.


Hingga bahagia saja, yang terlihat di pancaran mata --- berdasarkan rasa di dalam hati.


💐💐


Setelah dua pasang pengantin baru itu dipertemukan selepas Ikrar Kabul diucapkan oleh mempelai pria, dua pasang pengantin baru itu kemudian kembali didudukkan untuk didoakan setelah prosesi akad nikah mereka selesai, agar keberkahan menyelimuti pernikahan mereka.


Seorang pemuka agama khusus telah disiapkan untuk itu, yang dilanjutkan dengan Kafeel dan Arya meletakkan tangan kanan mereka di atas ubun – ubun istri masing – masing lalu mengucapkan doa untuk istri mereka tersebut --- dengan harapan agar pernikahan mereka mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa, Yang mempersatukan mereka.


Selain, hal itu adalah bentuk penyampaian kasih sayang pertama dari Arya dan Kafeel pada Mika dan Val, sebagai seorang istri. Baru kemudian dilanjutkan ke acara serah terima mahar, pemasangan cincin, dengan Mika dan Val menunjukkan bakti pertama mereka sebagai seorang istri pada suaminya --- yakni mencium punggung tangan Arya dan Kafeel.


Dilanjutkan dengan adegan mempelai pria mengecup kening istrinya, yang diwarnai riuh ledekan dan tepuk tangan kemudian --- lalu berlanjut ke penyerahan buku nikah dari Penghulu kepada dua pasang mempelai yang kini duduknya telah dijajarkan bersama.


Karena berhubung Penghulunya cuma satu, dan penandatanganan buku nikah yang disertai nasehat pernikahan, tak masalah kiranya untuk dilakukan sekalian dengan menyampaikan ke dua pasang pengantin sekaligus --- dan ketika semua itu selesai, acara berlanjut ke prosesi sungkeman --- yang suasananya mengharu biru dengan deraian air mata.


Setelahnya sesi foto keluarga yang dilakukan, sebelum menerima ucapan selamat dari para tamu yang merupakan para kerabat dan teman – teman dekat dari masing – masing keluarga mempelai --- yang menghadiri acara akad nikah Mika-Arya dan Val-Kafeel, pun foto bersama dengan para kerabat dan teman – teman dekat yang hadir tersebut.


Menjadi ujung acara prosesi akad nikahnya Mika-Arya berikut Val-Kafeel yang seterusnya berlanjut ke acara santai saja.


Acara yang ditunggu dua pasang mempelai itu, untuk melepaskan ketegangan mereka seluruhnya.

__ADS_1


Selain untuk mengisi perut yang dirasa sudah keroncongan, dimana rasa keroncongan itu baru dua pasang mempelai itu rasakan sekarang.


Ya udah, Mika-Arya berikut Val-Kafeel melipir ke prasmanan --- lalu berdiri memilih makanan yang ingin mereka makan, dengan waitress yang sudah siaga untuk melayani dua pasang raja dan ratu sehari di hari ini tersebut.


Dimana dua pasang pengantin baru itu kemudian meleburkan diri bersama keluarga dan tamu yang hadir, dan kesemuanya memanglah hanya kerabat dan teman – teman dekat mereka saja.


Sementara undangan lain diluar para kerabat dan teman – teman dekat itu, undangannya adalah pada saat resepsi yang akan digelar sore nanti --- namun para kerabat dan teman – teman dekat dari dua pasang mempelai berikut keluarga mereka tersebut, tentunya juga akan hadir lagi di resepsi.


💐💐


“May, Arya, Val, Kaka... kalian habis makan nanti di touch up lagi buat foto pengantin ya? Baru habis itu kita pergi ke hotel,” ucap Momma pada keempatnya yang sedang menyantap makanan sambil bersenda gurau dengan orang – orang yang duduk dan ada yang berdiri juga di dekat ke empatnya.


“Iya, Momma...”


Mika, Arya, Val dan Kafeel menyahuti ucapan Momma berbarengan.


Lalu melanjutkan kembali kegiatan mereka, saat Momma beringsut dari hadapan dua pasang pengantin baru tersebut.


💐💐


“Inget ya, acara resepsi sore. Which is waktunya sempit a.k.a mepet! Jadi acara ‘celup – mencelup’ jangan sampai terjadi saat kalian sudah berduaan di kamar hotel nanti... Pergunakan betul waktu yang kalian punya untuk beristirahat, karena acara resepsi kalian lebih panjang waktunya daripada kami yang pernah melakukannya. Understand?...” Ini Daddy Jeff yang merepet pada dua pasang pengantin baru, saat ia dan dua pasang pengantin itu bersama keluarga mereka, telah akan bertolak ke hotel tempat resepsi di gelar selepas acara akad nikah telah selesai.


Dan para kerabat juga sudah sebagian besar kembali ke hotel tempat resepsi Mika-Arya berikut Val-Kafeel akan diadakan sore nanti.


“Habis Maghrib ini resepsinya, Dad.” Arya yang lalu menyahuti ucapan Daddy Jeff, setelah ia yang sedang berdiri bersama Kafeel di hadapan satu daddy dan beberapa Dads of The Adjieran Smith itu sempat terkekeh selepas mendengar repetan Daddy Jeff.


“Dan ini baru jam 1, Dad. Dari sini ke hotel pakai pengawalan, paling lama 1 jam udah sampe ke hotel. Bisa kali secelup dua celup mah?...”


Kafeel ikut menimpali bersama Arya yang langsung mendukung ucapan sesama mempelai pria di sampingnya itu, lalu cengar-cengir kemudian.


“Aku bilang jangan ya jangan.” Daddy Jeff juga langsung menimpali ucapan Kafeel yang didukung Arya itu.


Sambil si Papa Bear itu berkacak pinggang dan mendelik pada dua pria yang kini bisa dikatakan sebagai menantunya juga.


Sementara Arya dan Kafeel terkekeh bersama para Dads of The Adjieran Smith yang lain, berikut beberapa pria lain yang sedang bersama mereka.


Kalau Mika dan Val sedang berada di sudut lain tempat akad nikah, bersama dengan para saudari mereka, termasuk tiga anak perempuan kerabat keluarga mereka yang paling dekat dan akrab dengan para pewaris mudanya The Adjieran Smith Family.


“Iya, yuk?” timpal Via.


“Tuh kayaknya memang kita udah akan hengkang dari sini.”


Lalu Isha juga angkat suara, sambil menunjuk ke arah para moms dan nenek yang nampak sudah memang akan meninggalkan tempat acara.


Dimana selang beberapa detik kemudian, dua asisten dari dua Moms of The Adjieran Smith menghampiri para wanita muda yang sedang duduk bersama itu mengitari satu meja kotak.


Menyampaikan pesan, bahwa para orang tua dan tetua sudah siap untuk bertolak ke hotel --- para wanita muda yang sedang berkumpul itu pun langsung mengangguk lalu berdiri dari duduk mereka tak lama kemudian.


Mika dan Val tak sengaja beradu tatap dengan masing – masing pasangan mereka yang juga nampak akan mendekati keduanya, saat sekelompok pria yang bersama Arya dan Kafeel termasuk keduanya nampak membubarkan diri.


Dua pengantin wanita itu melemparkan senyuman tipis pada pasangannya masing – masing.


💐💐


“Ehem!”


Suara dehemen yang disengaja oleh pelakunya, membuat Mika dan Val beralih kepadanya.


Lena, orang yang berdehem itu --- dimana dirinya sedang mesem –mesem kala Mika dan Val menoleh padanya.


Dimana setelah berdehem serta juga mesem – mesem itu, Lena berkata,


“Siap – siap ya kalian, May, Val...”


“Memang sampai hotel kami langsung dirias buat resepsi?”


Mika langsung menanggapi ucapan Lena itu, dengan polosnya.


“Bukankah kami bisa istirahat dulu, sebelum dirias nanti?” Val lalu menimpali dengan sama polosnya macam Mika.


“Kan waktunya juga masih beberapa jam lagi? Dan team make up kita bekerja dengan sangat cepat, jadi rasanya tidak perlu terburu – buru aku dan May dirias untuk resepsi?...”

__ADS_1


Val menambahkan, dan Mika pun menimpali untuk mengiyakan.


Dimana kemudian Lena spontan terkekeh.


Bersama dengan beberapa gadis lain yang kiranya paham maksud ucapan Lena sebelumnya.


Lalu salah satunya nyeletuk, “Yes, still few hours before preparation for the reception ( Iya, masih beberapa jam untuk persiapan sebelum resepsi )...”


Melly.


“And in that few hours, both of you will stay with your own husband in the wedding room at the hotel ( Dalam beberapa jam itu, kalian berdua akan tinggal bersama suami masing – masing dalam kamar pengantin di hotel )—“


“Yang mana artinya, ada kemungkinan kakak lelaki aku tersayang dan Arya, akan minta jatah suami...” Lena menimpali ucapan Melly yang orangnya kini sudah tersenyum jahil pada Mika dan Val, bersama dengan gadis – gadis lainnya.


“Have you guys ready for that ( Apa kalian berdua siap untuk itu ), Hm, hm?”


Lalu Melly kembali berucap, menimpali ucapan Lena sambil kian tersenyum serta memainkan alisnya dengan jahil.


Dengan suara Melly yang setengah berbisik dengan nampak jahil juga pada Mika dan Val yang kemudian jadi auto merinding dibuatnya.


Lalu dua gadis pengantin baru itu spontan saling menoleh satu sama lain, dimana para gadis lain yang sedang bersama keduanya itu, kini kian terkekeh geli.


Selanjutnya Mika dan Val jadi tambah gugup, kala satu saudari mereka kemudian angkat suara lagi. “Jeng Jeng Jeng... Kak Kaf dan Kak Arya otw ke sini...”


💐💐


Selama di perjalan dalam mobil pengantin yang berbeda, Mika dan Val banyak diamnya --- kepikiran dengan ledekan para gadis yang bersama keduanya tadi, hingga saat Arya dan Kafeel mengatakan hal yang kurang lebih sama pada keduanya di tempatnya masing – masing --- yakni menyarankan baik Mika dan Val untuk mengistirahatkan diri mereka selama perjalanan menuju hotel resepsi, dua gadis yang sudah berstatus istri dari pasangannya masing – masing itu langsung mengiyakan saran tersebut.


Setelah sempat mendapatkan perlakuan mesra dan ucapan terima kasih dari pasangan masing – masing karena kesediaan keduanya untuk mencintai lalu dinikahi, Mika dan Val memilih untuk pura – pura tidur sepanjang perjalanan dari tempat akad nikah menuju hotel tempat resepsi akan digelar, untuk menutupi kegugupan mereka --- yang Mika dan Val harapkan tak disadari baik oleh Arya dan Kafeel yang mendekap mereka selama perjalanan menuju hotel.


Dan untung bagi Mika dan Val, Arya dan Kafeel juga ikut memejamkan mata mereka di sepanjang perjalanan menuju hotel tersebut. Tak lama setelah Mika dan Val terlihat memejamkan mata mereka oleh suaminya masing – masing itu.


Arya dan Kafeel terlihat seperti benar tertidur sepanjang perjalanan menuju hotel tempat resepsi pernikahan mereka untuk bagian Indo akan diselenggarakan, sementara Mika dan Val tidak --- namun keduanya tetap bergeming di tempat mereka.


“Mi / Val, bangun sayang. Kita udah sampe...”


Lalu baru membuka mata mereka, ketika ucapan lembut itu keluar dari pasangan masing – masing.


Terpejam sepanjang perjalanan, sambil menenangkan hati masing – masing karena kegugupan, nyatanya tidak berhasil bagi Mika dan Val.


Malah keduanya semakin gugup ketika telah diberitahukan kalau mereka sudah sampai di hotel tempat resepsi akan dilangsungkan nanti, kian gugup, ketika kaki sudah melangkah masuk melewati lobi hotel.


“May, Val sebentar.”


Terdengar suara Drea yang orangnya juga sudah menghampiri keduanya.


“Kak Arya, Kak Kaf, pinjem dulu pengantennya bentar,” kata Drea lagi. Wajahnya sih sudah jelas punya niatan untuk menggoda Mika dan Val.


Namun Arya dan Kafeel termasuk Mika dan Val tidak menangkap niatan Drea itu.


Arya dan Kafeel mengangguk mengiyakan permintaan Drea, dimana keduanya kemudian teralihkan oleh beberapa orang perwakilan WO & EO yang menghampiri mereka berdua dan bicara kemudian.


Sementara Mika dan Val ikut saja dengan polosnya yang ditarik Drea tak seberapa jauh dari tempat keduanya berada tadi.


“Ada apa, Kak Drea?” Mika dan Val sama bertanya kemudian.


“Nanti ke kamar Kak Drea dan Abang dulu sebelum masuk ke kamar kalian, yah?”


Drea kian berwajah jahil.


“Kak Drea punya vitamin, takutnya pas resepsi kalian susah berdiri?”


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


💐💐💐💐💐💐💐💐💐


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue.......


Terima kasih masih setia.

__ADS_1


__ADS_2