
(SIAL)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jakarta, Indonesia,
“Ini kan kartu akses?”
Seorang wanita yang usianya kira-kira satu dua tahun di atas Drea menggumam sambil memandangi sebuah kartu yang mirip kartu ATM setelah ia memungut kartu tersebut dari aspal parkiran tempatnya berdiri.
“Dan ini jatoh dari kantong celananya Arya.” gumam wanita itu lagi yang adalah mantan tunangan Arya. “Hmm,” gumamnya lagi dengan tersenyum penuh arti memandangi benda pipih yang ada di tangannya itu, yang memang benar adalah kartu akses milik Arya yang terjatuh dari saku celana pacar recehnya Mika itu, tanpa Arya sadari.
“Berarti ini kartu akses masuk unitnya Arya dong?” wanita itu bergumam lagi dengan wajahnya yang nampak sumringah. “Wow, Nasib baik berpihak ke aku sekarang. Kalau aku anter ini kartu, ga ada alasan Arya buat ga mempersilahkan aku masuk ke unitnya.”
Sambil masih memegangi kartu akses masuk ke unit apartemen milik Arya.
“Biar bagaimanapun, aku harus bisa mendapatkan perhatian Arya agar dia sadar bahwa akulah yang cocok bersama dengannya dan memiliki Arya kembali dengan benar-benar kali ini setelah kami hanya berduaan aja di apartemennya nanti..“
Senyum penuh arti diulas lagi oleh mantan tunangan Arya yang bernama Nora itu, sambil kemudian dia menggenggam kartu akses unit apartemen Arya itu, lalu berjalan menuju lobi sebuah gedung apartemen dimana satu unitnya telah dibeli Arya.
‘Untung si Joy yang handle Arya waktu beli apartemennya itu..’
Nora lalu membatin setelah ia menghubungi salah seorang temannya yang merupakan marketing eksekutif dari gedung apartemen yang satu unitnya telah dibeli Arya, yang mana yang bersangkutan tahu persis letak lantai unit apartemen Arya tersebut.
‘Jadi aku ga beresiko ditahan satpam buat masuk lift dan Joy bisa aku manfaatkan nanti kalau sampai aku dihadang satpam yang siapa tau kenal sama para penghuni di ini komplek apartemen.’ puas Nora dalam hatinya.
♣
Sementara itu, ada Arya yang sudah mencapai lantai tempat unitnya berada setelah ia memindahkan mobilnya dari parkiran yang ada di lantai bawah.
Kemudian mematikan mesin mobilnya, lalu meraih sebuah tas yang ada di jok belakang mobilnya. Kemudian matanya melirik ke jok di samping kirinya dimana ada sebuah kotak berpita yang merupakan kado ulang tahun dari Nora.
“Bahkan mantan aja lebih perhatian daripada pacar sendiri yang ngasih ucapan selamat ulang tahun via chat doang!”
Kemudian Arya mendumel sebal. Lalu segera memalingkan wajahnya dari kado pemberian Nora dan langsung membuka pintu mobilnya, dimana Arya kemudian keluar hanya dengan membawa tas yang berisikan laptopnya saja.
"Untung aja gue cinta mampus sama lo, Mi.. Mi.." gumam Arya sambil tersenyum menatap foto Mika yang tergantung pada sebuah bandul di gantungan spion tengah mobilnya, sebelum ia keluar dari sana. "Asal lo ga ngasih harapan palsu ke gue yang mau gue nikahin aja, gue udah seneng."
♣
“Dih?..”
Arya menggumam sambil satu tangannya sibuk meraba dan merogoh dua saku celananya.
“Perasaan kartu akses gue kantongin tadi?”
Arya menggumam lagi, sambil mengulang lagi meraba dan merogoh saku celananya, dimana hanya ada kunci mobilnya saja.
“Jatoh di mobil kali nih?..”
♣
“Udah bangun belom nih si Neng Judes?”
Arya menggumam lagi setelah ia sudah masuk ke dalam unit apartemennya dengan menggunakan passcode karena malas mengambil kartu akses masuk unitnya yang menurut Arya terjatuh di dalam mobil.
Arya yang sudah masuk juga ke dalam kamarnya dan meletakkan tas laptop yang di bawanya sembarang di atas sebuah kursi malas di dalam kamar pada unit apartemennya itu, menatap ponselnya yang telah ia raih dari atas nakas tempat tidurnya.
“Kayaknya sih belom..” gumam Arya lagi setelah melihat waktu yang terpampang di ponselnya itu. “Ngeselin banget emang nih si Neng Judes! Ga ada romantis-romantisnya amat jadi pacar?”
♣
“Mandi dulu lah.”
Arya masih saja bicara sendiri.
Karena memang si Recehboy itu hanya sendirian saja di dalam unit apartemennya tersebut.
Dan kemudian Arya masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar pada unitnya itu, dimana ia hendak mandi lalu menghubungi Mika sesudahnya. Tanpa Arya sadari, jika sudah ada seseorang di depan pintu unit apartemennya.
Dan seseorang itu adalah Nora.
Mantan tunangannya Arya---dimana wanita itu sedang berdiri dan menimbang-nimbang untuk melakukan suatu hal. ‘Tunggu!’ seru Nora pada dirinya sendiri di dalam hati, saat telunjuknya hendak menekan bel yang ada di sebuah benda yang menempel pada dinding samping pintu unit apartemennya Arya.
Dan setelah berseru guna mencegah dirinya menekan tombol bel unit apartemen Arya itu, Nora membatin lagi.
__ADS_1
‘Kalo aku tekan belnya, Arya bisa aja Cuma menemui aku di luar pintu apartemennya ini. terus masuk lagi setelah aku kembalikan kartu aksesnya ini ke dia. No. Biar bagaimanapun aku harus masuk ke dalam dan menciptakan kesempatan untuk diriku diperhatikan oleh Arya lebih intens. Kalau hanya berduaan, aku pasti bisa mengirimkan sinyal yang pastinya bisa menggoda kelakian Arya..'
Nora lalu tersenyum licik sambil menarik kembali telunjuknya yang tadi sempat ingin menekan bel unit apartemen Arya. Kemudian tangannya kini telah mengangkat kartu akses masuk milik Arya yang terjatuh di parkiran tanpa pria itu sadari. Namun sekali lagi, Nora menjeda apa yang ingin ia lakukan, sambil ia kembali juga membatin.
‘Eh, tapi kalo ada ceweknya di dalem?..’
♣
‘Ah aku tinggal bilang sama ceweknya, kalo Arya yang kasih akses masuk ini ke aku. Berantem kan nanti mereka?.. terus pasti ribut karena ceweknya itu curiga kalau Arya selingkuh dengan aku and then mereka putus deh!’ Nora masih asyik bermonolog. ‘Tapi kalau pun ga ada ceweknya, saat aku gunakan ini kartu pasti bunyi bel notif entrance?.. Arya bisa marah kalo tau aku mau selenong boy ke dalam apartemennya.’
Nora terdiam berpikir kemudian.
‘Ah urusan nanti itu sih.’
Lalu Nora bermonolog lagi dalam hatinya itu.
‘Kamu kan artis profesional Nora Febrina? Gunakan kemampuan akting kamu buat menciptakan alibi supaya Arya tidak jadi marah ke kamu dan tidak punya pilihan untuk mempersilahkan kamu masuk ke dalam.. wajah cantik jelita kamu sudah menaklukkan banyak artis dan sutradara laki-laki, masa ga bisa menaklukkan Arya Narendra? Setidaknya membuat dia iba dulu.’
Monolog Nora yang bicara pada dirinya sendiri. Lalu setelahnya meneruskan apa yang sebelumnya ingin ia lakukan. Menempelkan kartu akses masuk unit apartemen Arya ke media yang terhubung dengan kartu tersebut.
Tiitt..
Lalu bunyi verifikasi terdengar, bersamaan dengan bunyi yang menandakan jika kunci pintu unit apartemen Arya telah dilepaskan.
Membuat Nora langsung tersenyum karenanya, yang langsung memegang gagang pintu unit apartemen Arya tersebut. “Ar?..” panggil Nora dengan suara yang ragu-ragu setelah ia membuka pintu apartemen Arya dengan sangat perlahan.
Nora menggigit bibir bawahnya sambil ia masuk dengan juga perlahan saat pintu unit apartemen Arya itu telah ia buka. Namun Nora masih memegang gagang pintunya, sambil ia sedikit celingukan---lalu memindahkan tangannya pada gagang pintu bagian dalam.
Lalu Nora membatin. ‘Sepi? Jangan-jangan Arya ga ada di sini?’ duga Nora dalam hatinya. ‘Ah tapi tadi aku lihat mobilnya naik ke parkiran khusus penghuni kok?..’
Nora menutup pintu unit apartemen Arya kemudian, dengan tetap melakukannya secara perlahan. Kemudian kembali celingukan sambil mulai memberanikan dirinya untuk masuk lebih dalam di unit apartemen Arya tersebut.
♣
Nora mengendik di dalam unit apartemen Arya, sambil tetap celingukan dan berhenti mengendik saat matanya telah menemukan sebuah ruangan yang pintunya terbuka lebar.
‘Kayaknya Arya emang ada di sini?..’ batin Nora sambil matanya terus memandangi ruangan yang pintunya terbuka lebar itu. ‘Dan yang pintunya kebuka itu kayaknya kamar Arya..’
Nora pun kembali memberanikan diri untuk melangkah menuju ruangan yang memang adalah kamar Arya dalam unit apartemen pria itu. Nora juga kembali berjalan dengan mengendik.
‘Jangan-jangan lagi begituan sama ceweknya??’ duga Nora sambil terus mengendik melangkah. Lalu sebuah ide muncul di kepalanya, ‘Kalau begitu akan aku rekam dan siapa tahu bisa aku manfaatkan!..’
♣
‘Eh, tapi sunyi aja?..’ Nora membatin lagi. ‘Kosong sih?’
Nora mengernyit mendapati ranjang kosong dalam kamar Arya di unit apartemen pria itu, serta tak ada juga keberadaan Arya yang terlihat di setiap sudut kamar tersebut.
Namun setelahnya, mata Nora melirik ke arah sebuah pintu yang tertutup, dimana telinga wanita itu mendengar sayup-sayup suara gemericik air dari dalam ruangan yang pintunya tertutup itu.
Nora mengulas senyumannya. ‘Lagi mandi ternyata.’
Wanita itu terus saja asyik bermonolog lagi dalam hatinya, dengan otaknya yang sedang berputar untuk sebuah rencana.
‘Aku stay di sini sampai Arya selesai mandi?.. atau.. aku siapin aja makanan yang aku bawa buat dia ya?..’
Nora lalu manggut-manggut.
‘Iya deh, aku siapin aja makanan yang aku bawa buat Arya, dan nanti aku bawakan langsung ke sini. Ga mungkin aku diusir kalo udah begitu kan??’ rencana Nora dalam kepalanya, dimana ia kemudian bergegas untuk melakukannya.
Hanya saja ketika Nora telah keluar dari kamar Arya, dirinya urung melakukan apa yang sebelumnya ia rencanakan, ketika ia melihat sebuah layar pipih yang kiranya terhubung dengan sebuah perangkat perekam yang ada di luar pintu Arya tersebut menampilkan sebuah gambar bergerak.
♣
Nora lebih mendekati layar pipih yang menunjukkan gambar bergerak itu, dimana ada seorang wanita yang tengah berdiri di depan pintu unit apartemen Arya bersama dua orang pria, dan nampak sedang bicara. ‘Itu kan?..’
Nora pun membatin.
‘Kesempatan bagus buat menghancurkan hubungan mereka!’
Dan mengenali siapa wanita yang di mata Nora sudah seperti akan masuk ke dalam unit apartemen Arya tersebut, dari benda pipih yang merupakan monitor CCTV yang terpasang di depan unit apartemen Arya.
Kemudian Nora berbalik badan dengan cepatnya. Melangkah cepat dan lebar menuju kamar Arya sambil bergerak membuka blazernya, menyisakan sebuah kemben yang ia pakai sebagai dalaman blazer tersebut.
Nora terus bergerak cepat naik ke ranjang Arya dan membuang blazernya dengan sembarang hingga tercecer di atas lantai, dan menyembunyikan sebagian tubuhnya hingga yang terlihat hanya bahunya saja, dimana bahu itu nampak telanjang akibat kemben yang ia pakai telah Nora tutupi dengan selimut.
Jika ada yang melihat posisi Nora sekarang, pastinya akan berpikir jika Nora tidak memakai apapun di tubuhnya.
Dan memang itu yang Nora rencanakan, menciptakan kesalahpahaman pada wanita yang Nora rasa sebentar lagi akan ada di hadapannya.
__ADS_1
Wanita yang Nora tahu betul adalah kekasih Arya, karena Arya kerap memamerkan foto wanita muda itu baik di status pada aplikasi ponsel ataupun di media sosialnya Arya---selain foto kebersamaan Arya dan wanita muda yang sempat putus lalu nyambung lagi berhubungan dengan Arya, hingga membuat Arya memutuskan pertunangan mereka.
Bahkan Arya mengakui dengan lantang betapa ia mencintai wanita muda itu saat menghadap orang tuanya Nora, dan juga langsung di hadapan Nora---untuk menyatakan bahwa ia memutuskan pertunangannya dengan Nora.
♣
Iri dan benci, Nora pada wanita muda yang dicintai Arya itu. Karena Nora sudah main hati dengan Arya. Dan bahagia betul saya orang tuanya bilang jika dirinya akan dinikahkan dengan seorang Arya Narendra yang membuat Nora jatuh cinta dari sejak kali pertama melihat Arya.
Tapi bahagianya Nora itu kemudian musnah karena Arya membatalkan pertunangan mereka. “Arya meninggalkan aku dan ga pernah mau ‘lihat’ aku meskipun aku udah berusaha sekuat tenaga untuk menarik perhatiannya selama ini bahkan setelah ia memutuskan pertunangan kami karena dia..”
Nora menggumam di tempatnya.
“Maka akan aku buat perempuan itu yang meninggalkan Arya agar aku bisa kembali memiliki Arya,” gumam Nora lagi.
Dimana didetik berikutnya Nora sudah menutup mulutnya saat satu sosok wanita yang tadi ia lihat di luar pintu unit apartemen Arya, kini sudah berdiri di ambang pintu kamar Arya sambil terpaku menatap dirinya dengan sebuah kue tart yang sedang berada dalam pegangan kedua tangannya.
Dimana tak lama kemudian, suara pintu yang merupakan kamar mandi terdengar lalu pintu tersebut terbuka bersamaan dengan sosok Arya yang kondisinya tepat seperti yang Nora harapkan. Arya hanya menggunakan handuk yang terlilit dari pinggang hingga betisnya, menguatkan alibi orang yang melihat kondisi itu untuk mengira bahwa Arya habis ***-*** dengan wanita yang ada di ranjangnya.
Padahal, boro-boro ‘ena-ena’, Arya saja begitu terkejut melihat ada Nora di atas ranjangnya dengan kondisi wanita itu hanya terlihat bahunya saja. Nampak telanjang jika dari penampakan luar yang tubuhnya terbungkus selimut dengan wanita itu yang duduk sambil merapatkan punggungnya di kepala ranjang. Padahal juga, Nora masih berpakaian lengkap plus masih memakai high heelsnya di balik selimut yang ia buat untuk menutupi tubuhnya guna menciptakan kesalahpaham pada wanita muda yang kini sudah memerah wajahnya dan menatap nyalang pada Arya.
Kemudian umpatan begitu tajam keluar dari mulut wanita yang berdiri dengan wajah dan tatatapan yang menggambarkan campur aduknya ekspresi.
♣
“Mi! Ini Ga Seperti Yang Lo Pikirin!”
Meninggalkan Nora yang tersenyum penuh kemenangan di tempatnya, Arya sudah melangkah cepat dan lebar mengejar wanita muda yang tentu adalah si Neng Judes tercintanya Arya.
Dimana Mika sudah berbalik dengan kemurkaan yang menyertainya dan setelah ia melemparkan kue tart yang sebelumnya ia pegang. Melangkah dengan sangat tergesa untuk segera meninggalkan unit apartemen Arya setelah melihat sesuatu yang membuatnya murka, sakit hati dan sedih dalam waktu yang bersamaan.
“JANGAN SENTUH GUE!”
Teriakan Mika pada Arya saat si Recehboy itu mencekal lengan Mika untuk menahannya pergi.
Membuat Arya menatap Mika dengan ekspresi memohon sambil mencetuskan juga kalimat permohonannya agar Mika memberikannya kesempatan untuk menjelaskan.
“Mi!“
Yang sayangnya Arya tidak mendapatkan kesempatan itu dari Mika. Setelah dilempar kue tart hingga tubuh bagian atas Arya yang shirtless itu nampak belepotan serpihan kue dan krim, Arya juga mendapatkan tamparan dari Mika di pipinya.
Dan bukan itu saja, Mika bahkan sempat juga kasar mendorong tubuhnya untuk menjauhkan Arya dari dirinya. Lalu berikutnya, Arya gagal kembali mengejar Mika karena dua pria berbadan tegap yang kiranya datang bersama Mika telah menghadang Arya dengan sekuat tenaga sesuai dengan titah Mika yang sosoknya sudah benar-benar tidak teraih Arya, karena Mika sudah memasuki sebuah lift.
Sungguh apes sekali nasib seorang Arya Narendra di hari ulang tahunnya kali ini.
Dan kiranya keapesan Arya belum selesai sampai disitu.
Karena selepas dirinya kemudian menggegaskan diri berpakaian, Arya langsung memacu mobilnya untuk menuju ke Kediaman Utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta.
Arya yakin Mika datang ke sana setelah begitu murka pergi dari apartemennya tadi.
Dan ya, Arya juga sudah menyempatkan diri menghubungi hunian tersebut untuk memastikan keberadaan Mika di sana.
Yang mana sesuai dengan dugaannya, Mika memang ada di kediaman utama milik keluarga besarnya yang bertempat di Jakarta itu.
Jadi Arya menyegerakan diri untuk datang ke sana dan berusaha sekuat tenaga untuk membuat Mika mendengarkan penjelasan berikut pembelaan dirinya dan menenangkan pacar judes tercintanya itu dari prasangka yang telah membuatnya berpikir buruk tentang Arya.
“Tenangkan dirimu.. kau terlalu jauh.. sebenarnya aku.. tak seburuk itu..”
Ca elaaah..
Yang sayangnya, niatan Arya dalam usahanya meluruskan kondisi dirinya pada Mika yang katakanlah kalau dirinya difitnah oleh Nora pada pacar judesnya yang ingin Arya temui cepat-cepat itu tidak bisa langsung terealisasi meskipun Arya telah sampai di kediaman utama The Adjieran Smith yang bertempat di Jakarta tersebut.
Karena barisan para mantan menghadangnya – eh bukan deng.
Bukan para mantan Mika yang menghadang Arya, karena Mika memang tidak pernah pacaran dari sebelum jadian dengan Arya.
Niatan Arya untuk segera bertatap muka dengan Mika dan meluruskan semuanya, tidak semulus rencana Arya.
Karena dihadapan Arya sekarang, telah menjulang beberapa ‘naga’ yang menghadang jalannya untuk menemui Mika.
‘Abang Naga’ salah satunya.
Yang sapaannya pada Arya, membuat si Recehboy itu meringis seketika.
“Nganter kepala lo?—“
♣♣♣
To be continue....
__ADS_1