HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 218


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia....


Enam bulan, adalah kesepakatan yang telah disetujui bersama oleh Val dan Kafeel berikut kedua belah pihak keluarga dari dua orang yang baru terikat dalam satu ikatan pertunangan itu---untuk melangsungkan pernikahan keduanya.


“Jadi pernikahan Val dan Kak Kafeel nanti akan seperti Dad R---Mom Peri serta Poppa---Momma,” ucap Val dengan sumringah.


“Maksudnya seperti Dad R---Mom Peri sama Poppa---Momma tuh apa, Tuan Putri?-----“


“Tanggal pernikahan mereka, masing-masing di tanggal ulang tahun Mom Peri dan Momma...” tukas Varen.


Setelahnya Kafeel manggut-manggut paham.


“Jadi Kak Kafeel nanti, memberikan hadiahnya double untuk Val. Yakni hadiah pernikahan dan hadiah ulang tahun Val. Okay?-----“


“Gimana Ka? Masih mau lanjut?” tukas Daddy Jeff yang menggoda Kafeel.


“Matre loh itu calon istrinya?...” timpal Mom Ichel cengengesan, yang timpalannya serta celetukan Daddy Jeff tadi kemudian bak gayung bersambut untuk mengeluarkan ragam ledekan untuk Val dan menggoda Kafeel dengan menakuti-nakuti pria itu tak serius.


“Kalo ga kuat, lambaikan tangan ke kamera ya, Ka?...”


♥♥♥♥♥


Author’s POV....


Setelah acara lamaran yang disekaliguskan dengan acara pertunangan dengan acara yang diselenggarakan tidak terlalu wah---menurut keluarga The Adjieran Smith, yang pada kenyataannya meski hanya diselenggarakan di kediaman mereka serta dalam waktu yang singkat---bahkan acara hajatan kaum biasa yang ngundang tamu se---RW juga masih kalah wah---nya dengan acara lamaran dan pertunangan Val serta Kafeel yang kata keluarga The Adjieran Smith itu biasa saja, Val dan Kafeel berikut seluruh keluarga mereka kembali ke aktifitasnya masing-masing.


Mereka yang berada di Indo, para Dad---lalu Varen dan Nathan\, sudah kembali disibukkan dengan ragam pekerjaan.


Baik itu bisnis perusahaan keluarga, maupun bisnis pribadi masing-masing.


The Moms juga sudah sibuk dengan kegiatan mereka yang melibatkan satu sama lain, termasuk Drea dan Via.


Begitu juga, dengan tiga tetua yang berdomisili di Indo.


Menyibukkan diri dengan kegiatan ringan dalam menikmati hari tua mereka, selain perbanyak ibadah.


Maklum, usia rawan.


Rawan dapet titipan salam dari Sang Pemilik Alam, untuk balik ke tempat asal sebelum manusia dilahirkan.


Jadi ibadah harus diutamakan, oleh para tetua baik yang ada di Indo, maupun yang berdomisili di London.


Meski yang namanya ibadah memanglah sudah kewajiban untuk dilaksanakan, tak peduli usia rawan panggilan Tuhan, atau diusia berapapun.


Tetap harus selalu ingat kewajiban, ingat pada Tuhan Sang Pemilik Semesta Alam dan semua yang ada di dalamnya.


Lalu, sama seperti para anggota keluarga The Adjieran Smith yang berdomisili di Jakarta---Bekasi dan sekitarnya, mereka yang berdomisili di London pun juga sudah disibukkan dengan aktifitas mereka masing-masing.


Seperti halnya Aro---Isha juga Aina serta Ares, Val sudah aktif berkuliah bersama Mika, berikut anak-anak dari dua tangan kanan---juga dari dua Dad of The Adjieran Smith yang berdomisili di London.


Yang kebetulan diwaktu mereka berkuliah ini, Val---Mika serta anak-anak dari Uncle Nino dan Uncle Ezra, menempuh pendidikan di satu Universitas yang sama.


Begitu juga Rery dan Ann juga sudah kembali sibuk dengan sekolah mereka. Termasuk tiga pasang orang tua yang berdomisili di London, serta tiga tetua lainnya dari yang berdomisili di Indo.


Author’s POV---end....


♥♥♥♥♥

__ADS_1


London, England....


“By the way Val, sepatu untuk pasangan gaun pengantin kamu apa Mom Peri juga yang men-design-nya?” tanya Mika saat ia dan Val sudah berada di dalam mobil untuk pergi ke Universitas tempat keduanya menimba ilmu saat ini.


Rery dan Ann menggunakan mobil yang berbeda dari Val dan Mika, yang juga berangkat lebih siang dari sepasang anak manusia yang sejak bayi selalu bersama kecuali saat tidur atau ada urusan di kamar mandi---sejak Rery dan Ann menginjak usia remaja.


“Tidak, May.”


Val menjawab seraya ia menggeleng.


“Benar Kak Kafeel akan menanggung semua kebutuhan kamu untuk pernikahan kalian?”


Mika kembali bertanya.


“Iya, May. Seperti itu yang Kak Kafeel katakan padaku. Tapi dengan catatan kalau keluarga kita yang akan mengurus soal acara berikut pesta pernikahan kami... begitu sih yang The Dads serta Abang katakan pada Kak Kafeel...”


Val menjawab agak panjang untuk menerangkan pada Mika, jika Kafeel tidak diperkenankan menggunakan sebagian besar tabungannya oleh para orang tua dan kakek nenek mereka, termasuk oleh kakak tertua di garis para pewaris muda untuk biaya pernikahannya dan Val---apalagi sampai menghabiskannya.


Meski Kafeel sudah menjelaskan jika memang itu tabungannya sendiri diluar uang yang ia punya untuk memenuhi kebutuhan ibunda dan adik perempuannya, namun para Dad dan Mom of Adjieran Smith termasuk para tetuanya tidak mau Kafeel menghamburkan uangnya.


Bukan bermaksud merendahkan Kafeel, namun anggap saja ini semua andil setiap anggota keluarga---bentuk dukungan mereka untuk pernikahan salah satu incess yang udah ngebet banget ingin jadi istrinya Kafeel. Kan memang sudah sepatutnya ada patungan dalam keluarga jika ada anggota keluarganya yang menikah.


Jadi Kafeel diminta untuk menganggapnya seperti itu oleh pihak keluarga Val, agar Kafeel tidak merasa rendah diri di hadapan mereka.


Makanya Kafeel pada akhirnya mengajukan gagasan, kalau uangnya akan dipergunakan untuk keperluan di luar acara dan pesta pernikahannya serta Val.


Yang mana hal itu mencakup apa yang Val ingin dan butuhkan untuk penampilan terbaiknya di hari bahagianya Val dan Kafeel nanti. Dan itu sudah Kafeel cetuskan pada Val.


♥♥♥♥♥


“Lalu kamu mau pesan sepatu pengantin kamu dimana? -----“


“Belum tahu juga sih, May. Ya memang aku juga belum fokus mencari sepatu, karena masih fokus merevisi design gaun pengantin bersama Mom Peri... termasuk memilih bahan untuk gaun tersebut, berikut memilih para penjahit terbaiknya Mom untuk kemudian diajak meeting membahas detail gaun pengantinku itu...”


“Tapi ya Val, meskipun Kak Kafeel mengatakan ke kamu silahkan memilih apa saja yang kamu inginkan untuk penampilan kamu saat resepsi nanti, ada baiknya kamu juga bijaksana dalam mengeluarkan uang Kak Kafeel untuk semua itu...”


Mamah Mika sedikit berceramah.


“Gaun pengantin kamu saja aku sudah terbayang estimasi biayanya. Jadi untuk aksesoris pendukungnya seperti sepatu dan yang lainnya, jangan kamu bebankan ke Kak Kaf-----“


“Iya, May. Aku paham,” tukas Val.


“Sorry, aku bukan merendahkan Kak Kaf. Tapi uang Kak Kaf biar bagaimanapun kan terbatas. Bahkan uang kamu pasti lebih banyak jumlahnya dari dia. Kalau boleh aku kasih saran sih, agar Kak Kaf tidak jadi minder juga ke kamu dan keluarga kita yang mana itu akan berimbas pada pendapat orang-orang tentang dirinya... mungkin, konsep pernikahan impian kamu agak sedikit di rubah, tanpa menghilangkan nuansa pernikahan impian kamu. Hanya saja disesuaikan dengan Kak Kafeel juga.”


“Iya, May-----“


“Aku hanya khawatir ada orang-orang yang bermulut lancang yang menghujat Kak Kaf dimana mereka akan mengatakan jika Kak Kaf pastilah mengincar kamu karena harta kekayaan keluarga kita jika konsep pernikahan kamu digelar persis seperti yang kamu inginkan, yang mana kita tahu jika hal itu tidak benar. Walau The Dads dan Abang akan membungkan mulut orang-orang itu setelahnya, tapi pasti Kak Kaf akan kepikiran kan?-----“


“Aku juga sudah memikirkan hal itu kok, May... makanya aku merevisi design gaun pengantinku untuk lebih disederhanakan, dan aku baru saja membahasnya dengan Kak Kafeel beberapa hari lalu. Tapi Kak Kaf malah terdengar lesu menanggapinya... malahan, aku jadi merasa tidak enak karena Kak Kafeel meminta maaf padaku atas keterbatasan dana yang ia miliki.”


“Kamu sih, maunya cepet-cepet aja nikahnya!”


Mika kemudian mencubit gemas pipi Val.


“Yaaa kan itu juga untuk menghindari dosa, May?-----“


“Iya memang-----“


“Lagipula kan aku juga sudah bilang, kalau bulan ini menikah, sederhana saja aku mau. Bahkan hanya di catatan sipil saja aku mau.”


“Gatal sekali satu saudariku ini, Tuhaaaannn,” canda Mika, dan Val terkekeh. “Val...” panggil Mika kemudian.

__ADS_1


“Hem?-----“


“Aku mau tanya.”


“Apa?” tanggap Val.


“Kenapa sih, kamu terkesan ngebet sekali menikah dengan Kak Kafeel?...”


Val tersenyum selepas mendengar pertanyaan Mika barusan, sebelum ia menjawab.


“Aku juga tidak tahu sebenarnya, May... kenapa aku sampai segila ini hingga benar-benar mencecar Kak Kafeel untuk menikahiku cepat-cepat. Yang aku tahu jika aku sangat mencintainya sampai ke aliran darahku. Dan karena itu aku jadi rasanya takut sekali kehilangan Kak Kaf, meski ia sudah mencintaiku serta cintanya pun juga besar padaku-----“


“.............”


“Jadi menurutku, dengan aku segera menjadi istri Kak Kafeel, maka rasa takut kehilangan Kak Kafeel akan sirna dengan sendirinya setelah Kak Kafeel benar-benar utuh menjadi milikku... karena aku rasanya akan hancur jika aku sampai kehilangan Kak Kaf. Ibaratnya, Kak Kafeel itu udara yang aku hirup. Dan tanpa udara, manusia akan mati bukan?...”


♥♥♥♥♥


“Oh iya May...”


Val memanggil satu saudarinya itu saat mobil yang mereka tumpangi hampir sampai di Universitas tempat keduanya menimba ilmu saat ini.


“Kenapa, Val?...” Mika pun langsung merespons.


“Kamu masih tidak memiliki keinginan untuk menikah di usia muda?...”


“Masih.”


Mika menyahut cepat.


“Meskipun kamu sudah berpacaran dengan Kak Arya?...”


“Hu’um...”


“Kak Arya ada pernah membahas soal itu ke kamu?”


“Pernah...”


“Lalu?” tanya Val lagi.


“Ya jawaban aku tetap sama.”


“Lalu response Kak Arya?...” kepo Val.


“Biasa saja...” jawab Mika.


“Heeemmm.”


“Dia bilang akan menunggu sampai aku siap membicarakannya.”


Mika menjawab santai.


“Kenapa?...”


Mika kemudian bertanya seraya sedikit mengernyit ketika melihat ekspresi Val sedikit aneh di pandangan Mika.


“I wonder ( Aku penasaran )...”


“Tentang?”


“Jika tahu-tahu Kak Arya memberikan surprise yang sama seperti Kak Kafeel memberikan surprise padaku, bagaimana?... Melamar kamu secara resmi-----“

__ADS_1


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue......


__ADS_2