HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
FISH IN THE POOL - # 2


__ADS_3

IKAN DALAM KOLAM 😁


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,


“Aku boleh nyamperin Mika ga?” adalah Arya yang meminta ijin pada empat petinggi keluarganya Mika itu, untuk menyusul Mika yang diyakini ada di kamarnya.


Satu celetukan yang kemudian terdengar dari Kafeel. “Bolehin Dads, kasian itu calon mantu udah gelisah dari tadi masih dicuekin sama sang pujaan hate –“


“Sarange AA Kapeeel. Paham banget sesama calon mantu.”


Arya menjawab celetukan Kafeel dengan gaya tengilnya, namun hanya setengah saja.


Lalu dengusan geli dari mereka yang berada di dekat Arya pun terdengar.


“Sudah sana kalau kau mau mencoba peruntunganmu menaklukkan keras dan judesnya itu si Neng Judes yang rumit itu.”


Daddy Dewa kemudian mencetuskan ijinnya, perwakilan juga dari ijin tiga Dads lainnya.


Arya lalu berdiri dengan semangat dari duduknya setelah ijin itu ia dapat. Undur diri dengan sopan, kemudian menggegapkan langkahnya menuju tangga utama.


Padahal lewat lift lebih cepat sampai ke lantai tiga KUJ.


Namun karena Arya lihatnya Mika ke arah tangga utama berada saat pamit dari ruang makan, jadi Arya tidak ingat dengan keberadaan lift di KUJ yang padahal juga dia beberapa kali melirik ke sudut tempat itu berada.


Yah, harap maklum orang gelisah. Hal kecil kadang terlupakan, yang depan mata kadang tak terlihat—kalau bersangkutan dengan yang namanya perkara hati dan kelangsungan hubungan ke depannya. Dimana dalam kasus Arya-Mika sekarang, kiranya Arya masih dirundung was-was jika Mika terus saja tidak senang meski Arya sudah terbukti--bisa dibilang tidak bersalah--hanya ceroboh.


Seperti yang Papi John sempat bilang, kalau wanita itu adalah makhluk yang rumit adanya. Hal-hal sederhana saja bisa membuat mereka bahagia, namun kesalahan kecil bisa jadi besar kiranya. Jadi Arya was-was.


Bagaimana jika Mika ada tak senang dan tidak terimanya atas kejadian di apartemen Arya dimana pria itu sulit untuk menemukan alasan andai Mika minta rehat berhubungan, bahkan sampai minta putus?


Tapi biar bagaimanapun, sebaiknya segala hal menyangkut rasa was-wasnya, Arya antisipasi. Yakni dengan menghampiri Mika untuk mengajaknya bicara seraya membujuk, pun meminta maaf.


Yah, walaupun Arya merasa dirinya korban fitnah murahan. Tapi sadar, dia tetap ada salahnya, yakni ceroboh—sampai kartu aksesnya bisa terjatuh tanpa ia sadari, lalu dimanfaatkan oleh mantan tunangannya untuk hal yang jadinya merugikan Arya.


“Mau kemana, Ar?” Mom Ichel yang menyapa Arya. Dimana adik kandungnya Poppa itu nampak baru saja dari lantai dua bersama juga dengan Mami Prita.


“Mau melihat Mika, Mom.”


Arya pun menjawab Mom Ichel.


Namun celetukan iseng dengan nada keluar dari mulut satu Mom yang iseng macam kakak kandungnya.


“Bila ingin melihat Mikaa ... Di dalam kolaaammm ...“


Yang mana celetukan bernada itu mendapat sahutan dari satu orang yang ada di ruang tengah yang merupakan makhluk yang berasal dari rahim si Mami, jadi menurun usilnya.


“Ikan kali si Mika!”


Membuat yang mendengar celetukan dua orang sedarah itu jadi cekikikan.


Dimana setelah selesai cekikikan, Mom Ichel masih berada di tengah tangga bersama Arya sementara Mami Prita sudah melipir turun duluan dan nampak bercanda dengan makhluk yang menimpali dendangan isengnya tadi.


“Kenapa ga naik lift aja?“


Mom Ichel lalu berujar lagi.


“Tadi liatnya Mika ke arah tangga, jadi lupa ada lift.”


Arya pun menyahut, dan Mom Ichel langsung tersenyum kemudian mempersilahkan Arya melanjutkan langkahnya yang hendak menyambangi Mika di kamarnya.


♥♥♥


Namun baru selangkah Arya mengayunkan kakinya meniti tangga, sosok Mika muncul dari arah lift dan nampak berjalan ke arah ruang tengah—dimana satu celetukan iseng pun terlontar dari satu orang yang sedang melakukan kegiatan yang sama dengan Aro, yakni main game online namun matanya suka larak lirik ke berbagai arah walau sepersekian detik.


“Fish in the pool keluar dari kolem tuh! ...”


Celetukan itu keluar dari mulut Nathan yang memang iseng juga orangnya. Dimana Mika kemudian menegur salah seorang yang ia lewati, bertanya dimana para wanita berada.


“Mi ...”


Melihat kemunculan Mika, Arya langsung berbalik badan dan tidak jadi terus menaiki tangga lalu melakukan hal yang sebaliknya yakni menuruni tangga tersebut sambil memanggil Mika yang berjalan lenggang tanpa mempedulikannya.


♥♥♥


“Mika ...”


Arya memanggil Mika dengan agak memelas.


“Huh!” respons Mika sambil buang muka. Dan Arya langsung berkesah lelah.


‘Perasaan bukti udah jelas banget gue ga macem-macem sama si Nora dan udah disahkan pula itu kalo bukti gue asli sama para bapak naganya ... tapi kenapa si Mika masih aja sinis begitu sih sama gue??? ...’


Pun, Arya membatin setengah frustasi.


“Mi, ngomong dulu berdua yuk.”


Arya mengejar Mika, sambil memanggil dan coba membujuknya.


Namun Mika tetap mengabaikannya dan langsung duduk di tengah para wanita yang sedang berkumpul di satu ruangan dalam KUJ.


Arya pun tetap kukuh untuk menghampiri Mika yang sudah duduk diantara beberapa wanita, yang tak jauh sudutnya dari para pria berada.


Arya memanggil Mika lagi.


“Mi –“

__ADS_1


“Heits!”


Namun langkahnya di jegal oleh seorang Mom of The Adjieran Smith yang memegang piring berisikan beberapa kudapan kecil.


“Aku ngomong bentar sama Mika, Mih ...”


Arya berujar setengah memelas pada dia gerangan yang menjegal langkahnya.


“Jangan!” namun sergahan dengan cepat keluar dari pelaku penjegalan langkah Arya sambil menunjukkan telapak tangannya ke jarak yang dekat dengan muka Arya.


Dimana gumaman keheranan kemudian terlontar dari sudut lain yang melihat adegan tersebut.


“Kenapa itu si Mamih?”


“Macam tak paham saja kelakuan itu adik kandungnya si Kajol.”


Pun gumaman geli juga tercetus dari satu Dad of The Adjieran Smith.


“Kasian anak orang ... lagi galau malah dijadi bahan roastingan sama emak lo, Ro.”


Nathan mengeluarkan celetukannya lagi, sambil mesam – mesem. Lalu Aro pun ikutan mesam – mesem sambil meletakkan ponselnya.


“Ke – napa ... Mi?”


Sementara itu, Arya jadi tergugu mendapat seruan larangan dari dia gerangan yang tak lain dan tak bukan adalah Mami Prita.


“Mau deketin May kan?”


Mami Prita kemudian menanggapi pertanyaan Arya yang langsung mengangguk.


“Jangan!” sergah Mami Prita lagi.


“Sebentar aja –“


“Jangan – jangan duluu ... janganlah diganggoo ...”


Dan yaa kiranya dugaan jika Arya akan mendapat roastingan dari Mami Prita yang meledeknya karena sedang dicueki Mika itu kiranya tepat seperti dugaan para anggota keluarga lain yang sudah tahu persis tabiat masing-masing anggota keluarga mereka.


Dimana selanjutnya, ledekan Mami Prita pada Arya kiranya sudah pasti mendapat sambutan dari para manusia gayung iseng lainnya yang menanggapi ledekan Mami Prita pada Arya yang berupa dendangan itu.


“Biarkan saja biar duduk dengan tenang –“


“Asek – asek joss!”


“Senyum – senyum dulu .. senyum dari jaoohh ... kalau dia senyum ... tandanya apaahhh? ...”


Yah begitulah kiranya kemudian KUJ jadi riuh adanya dengan Mami Prita yang kumat gesreknya, dengan background suara kaleng biskuit yang dirubah jadi gendang oleh Aro.


Lalu dukungan lain datang juga dari beberapa makhluk gesrek lainnya, yakni – Nathan – Drea dan Isha yang membuat suasana KUJ yang adem ayem dengan hanya terdengar suara obrolan dan tawa kecil, jadi berubah 360 derajat.


Karena suara kaleng biskuit yang jadi gendang, lalu dendangan ledekan Mami Prita bak gayung bersambut—oleh para makhluk gesrek lainnya yang bergabung dengan si Mami, kiranya membuat suara cekakak jadi membahana dalam KUJ.


♥♥♥


Geli dan terhibur meski di roasting oleh keluarga Mika yang kalau sudah kenal betul baru akan tahu kalau keluarga itu ga ada jaim-jaimnya plus rame betul, akhirnya Arya mendapatkan kesempatan untuk duduk berdua bersama Mika.


“Lo udah liat isi flashdisk gue dan udah bandingin sama video yang didapet Abang dan yang lainnya? –“


“Hem.”


Namun ya Arya masih harus sedikit mengelus dada, karena Mika masih nampak acuh tak acuh padanya.


“Sama kan persis kan? ... dan lo udah salah paham.”


Dan Arya berujar dengan lembut pada Mika. “Salah siapa?!” yang langsung menyahut masih dengan kesinisannya pada Arya.


“Iya, salah gue. Gue ceroboh dan –“


“Bagus kalo lo sadar!” sambar Mika dengan ketus.


Namun Arya menampakkan senyumnya, dan tangannya mencoba meraih tangan Mika.


“Jangan pegang – pegang. Gue masih ada keselnya sama lo! ...” ketus Mika lagi, dengan menarik tangannya agar tidak sampai dipegang Arya.


“Ya udah ... keluarin semua kesel lo sama gue ... gue dengan senang hati dengerinnya –“


“Males! ...”


Balasan Mika pada ucapan Arya.


Dimana Mika kemudian berdiri dari duduknya.


“Mi, jangan gini dong ...” tahan Arya, yang juga ikut berdiri lalu meraih lengan Mika.


“Ck! Apaan sih?” sergah Mika.


“Ya kita ngomong dulu ... tuker pikiran ... kasih tau gue lo maunya apa, maunya gue gimana? Supaya lo jangan kayak gini sama gue terus – terusan. Jangan maen asal tinggalin gue terus ngacangin gue lagi ...”


“Gue mau ngambil cemilan!” cetus Mika. “Iseng mulut gue! –“


“Gue yang ambilin ya? –“


“Ga usah makasih,” tukas Mika.


Arya tersenyum lagi, “Tapi abis itu balik lagi ke sini ya? ...” ucapnya kemudian.


“Hem,” sahut Mika.


“Mi ...” panggil Arya lagi sambil kembali menahan langkah Mika.


“Apalagi sih? Ish! –“

__ADS_1


“Lo ga ada niat buat mutusin gue, kan?”


“Ga tau liat mood gue! Udah awas ah! –“


“Love you, Mi,” ucap Arya pada Mika yang kemudian ia biarkan untuk melangkah.


“Gombal!”


Mika menyahut ketus sambil ia berjalan.


Arya tersenyum di tempatnya.


Dimana tak lama kemudian, Arya mengekori Mika.


♥♥♥


“Mi ...”


Arya kembali memanggil Mika yang berjalan di tempatnya, saat langkah mereka sudah sampai ke tempat beberapa anggota keluarga Mika masih duduk bercengkrama dimana Mika langsung menanggapi panggilan Arya tersebut.


“Ngapain sih ngikutin gue?! Ribet banget orang gue mau ngambil cemilan doang?!” jawab Mika yang menengok sebentar pada Arya kala dengan judes ia menyahut, lalu berbalik lagi untuk meneruskan langkah.


“Mikaela Finn Adjieran Smith!”


Dimana kemudian Arya sedikit berseru menyebut nama Mika dengan lengkapnya.


“Bisa berhenti sebentar?????”


Arya berseru lagi.


“Dan tolong berbalik? ...”


Setelahnya Arya bicara dengan nada normal, bahkan seolah memohon.


♥♥♥


Mika lalu menghela nafasnya, namun juga mengikuti permintaan Arya yang setengah berseru dan menghentikan langkahnya, meski rasanya malas karena ada sebagian besar keluarganya di Jakarta yang ada di dekat Mika saat ini yang pasti sedang memperhatikannya dan Arya—dan malas rasanya kalau dia kena omelan Mom Ichel lagi kalau dia mengabaikan Arya bahkan masih ketus saja pada pacarnya itu, padahal sudah jelas Arya betul – betul setia pada Mika.


“Apaan la –“


Mika sudah berbalik, hendak bertanya dengan sebal yang tergambar.


Namun Mika tak sampai melengkapi kalimatnya, karena Mika jadi membeku seketika ketika telah berbalik badan dan mendapati Arya pada posisinya sekarang.


“Gue ga akan maksa lo untuk cepat – cepat.”


Dan Arya berucap pada posisinya, dimana keheningan terjadi di sekitar Arya dan Mika.


“Tapi gue udah ga tahan buat mengatakan ini ...”


Pasalnya Arya sedang bertekuk dengan satu lututnya.


Melakukan satu hal yang pasaran—mungkin bisa dibilang.


Namun klasik dan manis, tetap saja.


“Marry me, Mikaela Finn Adjieran Smith ...”


Karena yang namanya lamaran dari orang yang tercinta akan selalu jadi manis rasanya walau dilakukan dengan cara yang sederhana.


Seperti yang Arya lakukan saat ini.


Dihadapan keluarga Mika—meski tidak semua, dia menekuk lututnya di depan Mika dengan sebuah kotak berwarna putih berisikan sebuah cincin di dalamnya yang telah Arya buka sambil ia tunjukkan pada Mika.


“Ar-ya ...” yang orangnya langsung tergugu, namun haru kemudian menyeruak dalam hatinya.


Dimana ekspresi judes Mika pada Arya sudah tidak ada, malah matanya sudah mulai berkaca-kaca.


“Lo impian terbesar gue, Mi ... Mimpi tertinggi gue.”


Arya lagi berujar, masih dalam posisinya.


“So ... would you? ... terima lamaran gue, dan jangan khawatir tentang gue yang akan menuntut bagaimana pelaksanaan pernikahan kita nanti. Karena sekali lagi gue bilang, gue akan menunggu sampai lo siap.”


Arya tersenyum tulus namun juga penuh harap pada Mika.


Berkata lagi dengan kesungguhan yang nampak jelas di wajahnya, menatap pada Mika yang kini sudah menutup mulutnya sendiri dengan satu tangan sambil memandang pada Arya dengan binar mata Mika yang banyak menyiratkan makna.


Tak Mika sangka, Arya sampai melamarnya sekarang.


Apalagi si Recehboy sekarang manis banget mulutnya.


“Tapi ya ini, gue takut kehilangan lo, jadi gue pengen mengikat lo dulu dengan erat ... Ga perlu cepat, yang penting lo yakin kalau gue adalah orang yang tepat ...”


Begitu Arya katakan, yang penting ini ikan Platinum Arowana berwujud seorang Mika yang ia cinta – ada dulu dalam kolam pribadinya. Terserah Mika mau nikahnya kapan, yang penting diiket dulu untuk mencegah perpisahan yang gampang terjadi kalau cuma sekedar pacaran. Pikir Arya.


“Cinta gue ke elo mungkin ga sebesar gunung, ga setinggi langit dan ga seluas samudra, Mi ... cinta gue ke elo cuma seujung kuku yang kecil dan mungil aja ... tapi sekecil dan semungilnya ujung kuku, dia akan selalu tumbuh meskipun dipotong berkali – kali. Begitu Mi, cinta gue ke elo. Ga akan pernah mati –“


“Wuanjaaayy!!!”


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue ...


Ehem lagi,


Up langsung dua episodeh inih.


Jangan lupa jempol buat jerih payah emak yang apalah – apalah enih ...


😁

__ADS_1


__ADS_2