HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
THE DAY #2


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥



♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Aku benar-benar menjilat ludahku sendiri.”


--- Mikaela Finn Adjieran Smith ---


♥♥♥


“Saya terima juteknya, ngeselinnya, moody-an nya si Neng Judes. Dibayar ena – ena pas malem penganten.”


--- Arya Narendra ---


♥♥♥


“Aku masih tidak percaya, kalau akhirnya hari ini datang juga. Hari pernikahanku dan Kak Kafeel.”


--- Valera Madelaine Aditama Adjieran Smith ---


♥♥♥


“Bagi dunia, dia mungkin hanya satu orang. Tapi bagiku, dia adalah sebuah dunia. Ga sabar aku mengucap kata Ijab, untuk jadikan kamu milik aku seutuhnya, Tuan Putriku, Valera.”


--- Kafeel Adiwangsa ---


♥♥♥


Aku Mencintainya, Itulah Awal Dan Akhir Segalanya.


♥♥♥


♥♥♥


Satu acara yang telah dipersiapkan dengan amat sangat cermat dan seksama agar sempurna adanya, kini tengah berlangsung khidmat.


Hari pernikahan dua pasang sejoli yang saling mencintai.


Namun sempat tersandung dengan sesuatu yang membuat dua pasang sejoli itu pernah mengalami yang namanya perpisahan.


Lalu merasakan sakit atas nama kehilangan, dalam hati masing – masing. Dan rasa sakit itu menular kesemua orang terdekat mereka.


Tapi, hal itu telah lama berlalu. Sakit maupun sedih dan duka yang pernah dirasakan mereka itu, kini telah berganti dengan kebahagiaan.


Dua pasang sejoli yang saling mencintai dari awal mereka berhubungan lalu sempat berpisah itu, kini akan dipersatukan dalam satu hal yang sakral.


Pernikahan.


Dimana semua orang yang berada di area pinggir pantai pada satu komplek resort di sebuah kawasan wisata yang sudah dipesan khusus oleh pihak keluarga mempelai, nampak sumringah wajahnya.


Lalu mereka yang sumringah itu -- baik pihak keluarga dan para tamu undangan, telah mengambil posisi dan menjadi tertib secara otomatis, ketika dihadapan mereka akan berlangsung prosesi Ijab Kabul dari dua calon mempelai pria yang akan melakukannya bergantian.


♥♥♥


Suasana di pinggir pantai yang sudah didekorasi sedemikian indahnya sesuai dengan tema yang diinginkan oleh pihak dua pasang mempelai, kini nampak sudah mulai hening – dimana mata semua orang yang sedang berada di area dua meja kembar yang sudah dihias cantik, dimana ada dua mempelai yang duduk di dua kursinya -- terfokus ke sana.


Arya dan Kafeel tampak semakin tampan dalam balutan busana pengantin mereka yang sama warna juga desainnya. Wajah keduanya terlihat serius, namun tidak nampak gugup.


Berbeda dengan dua wanita yang sedang duduk di sebuah ruangan yang merupakan sebuah tenda VVIP yang didirikan tak jauh dari tempat berlangsungnya prosesi Ijab Kabul.


Dua calon mempelai wanita, dari Arya dan Kafeel—yakni Mika dan Val.


Yang tentunya dihari spesial mereka ini, mereka pun nampak lebih cantik dari biasanya.


Namun dua dara cantik yang sudah menggunakan balutan pakaian pengantin perpaduan tradisional dan modern yang sama warna namun sedikit dibedakan desain pakaiannya sesuai selera masing-masing, terlihat berbanding terbalik dengan para calon mempelai pria.


Arya dan Kafeel yang wajahnya serius itu nampak tenang, sementara Mika dan Val terlihat begitu penuh konsentrasi, dimana keduanya menatap hampir tanpa kedip layar televisi LED yang ada di hadapan mereka—dalam sebuah tenda VVIP yang juga sudah dihias indah, sebagai ruang tunggu pengantin wanita sebelum mereka dipertemukan dengan pasangannya masing-masing, setelah kalimat Ijab telah diucapkan.


Lalu tangan dan kaki baik Mika dan Val mulai tak bisa diam dengan jantung yang berdebar-debar, kala suara Pak Penghulu terdengar. Sedikit bercuap-cuap, guna membuat rileks satu calon mempelai pria di hadapannya.

__ADS_1


Kafeel, yang sesuai kesepakatan—dirinya lah yang akan lebih dulu melakukan prosesi Ijab Kabul untuk mengesahkan Val sebagai istrinya secara agama dan hukum.


Tak lama kemudian Pak Penghulu melafalkan doa sebelum memulai prosesi Ijab Kabul. Lalu selang tak berapa lama setelah doa itu selesai, Dad R mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Kafeel.


Sesaat, Kafeel dan Dad R berjabat dalam diam. Dad R tersenyum tipis pada Kafeel yang juga membalas senyuman ayah kandungnya Val tersebut. Dan baru setelahnya, Dad R mengucapkan kalimat Ijab dengan tegas yang langsung dijawab Kafeel yang mengucap Ikrar Kabul tak kalah tegasnya.


Lantang Kafeel mengucap Ikrar Kabul dalam satu tarikan nafas tentunya.


Hingga tak perlu dirasa ada pengulangan, karena Pak Penghulu tak lama bersuara, “Bagaimana Sah?”


“SAAHH!!”


Lalu jawaban lantang tak hanya keluar dari mulut saksi nikah, namun juga dari mulut semua orang yang menyaksikan prosesi Ijab Kabulnya Kafeel untuk menjadikan Val pasangan halalnya.


“Alhamdulillah...”


Kalimat syukur kemudian menggema tak lama kemudian.


Kafeel mengusap wajahnya dengan kedua tangan dan berkali mengucapkan Alhamdulillah dalam lisan dan juga hatinya yang kini begitu terasa lega selain bahagia.


Yang lega dan bahagia yang sedang Kafeel rasakan itu membuat airmatanya jadi terproduksi begitu saja. Kafeel tak sangka, selain bersyukur dengan sebegitunya—jika dirinya bisa sampai di titik ini sekarang, menjadikan Val istrinya yang sah.


Papi John yang menjadi saksi nikah prosesi Ijab Kabul Kafeel itu, merangkul Kafeel yang sempat menutupi wajahnya dengan kedua tangan, ketika bulir airmata harunya turun ke pipi dari pelupuknya.


Banyak pasang mata yang basah juga melihat reaksi Kafeel yang nampak begitu terharu karena telah sukses melakukan prosesi Ijab Kabul. Namun senyum terpatri di wajah semua orang yang menyaksikan momen tersebut.


Lalu riuh yang sempat timbul itu perlahan mereda, saat giliran Arya yang akan melakukan hal yang sama dengan Kafeel beberapa saat yang lalu. Prosesi sakral, untuk menjadikan Mika istri sahnya—sebagaimana Val untuk Kafeel.


Pak Penghulu sudah berpindah duduk di meja dimana ada Arya, Daddy Dewa dan Poppa di sana.


Lalu sama seperti yang sebelumnya Dad R lakukan, Daddy Dewa mengulurkan tangannya kepada Arya—dan langsung disambut Arya dengan tanpa ragu.


Kalimat Ijab juga Daddy Dewa ucapkan dengan tegas seperti halnya Dad R.


Dan Arya menjawabnya dengan Ikrar Kabul dengan tegas dan lantang juga. Pun tanpa perlu mengulang juga seperti halnya Kafeel yang melakukan Ikrar Kabul dengan sempurna dalam satu tarikan nafas.


Kembali setelahnya suara Pak Penghulu terdengar bertanya,  “Bagaimana Sah?” sambil ia menoleh pada Poppa yang menjadi saksi nikah, dimana Poppa langsung menjawabnya.


♥♥♥


Riuh kini suasana di area prosesi Ijab Kabul dengan wajah bahagia orang-orang disana, dimana keriuhan itu juga terjadi di tempat dimana dua mempelai wanita berada.


Yang mana sebelumnya, suasana haru menyelimuti di tempat Mika dan Val berada saat kalimat ‘SAH’ menggema selepas Kafeel mengucapkan Ikrar Kabul—dan air mata Val seketika jatuh begitu saja.


Kemudian hening sesaat, saat giliran Arya yang akan melakukan prosesi Ijab Kabul—dimana konsentrasi dari mereka yang ada di ruang tunggu pengantin wanita setelah mengucap syukur dan memberikan selamat pada Val yang telah resmi dan sah menjadi istri Kafeel, terfokus lagi ke layar LED televisi di hadapan mereka.


Dan hal yang sama sebelumnya terjadi pun, terulang lagi. Airmata Mika jatuh seketika ketika Arya terdengar lantang mengucapkan Ikrar Kabulnya, membasuh luruh semua gugup dan resahnya sebagaimana Val selepas Kafeel sukses mengucapkan Ikrar Kabul.


Khidmat sesaat, untuk mengucapkan kalimat syukur atas kelancaran prosesi dua Ijab Kabul tersebut. Lalu heboh tak lama kemudian dari para saudari kedua mempelai wanita yang langsung memeluk dan mengecupi pipi Mika dan Val bergantian, sebagai ucapan selamat dan bersyukur tentunya atas bahagianya Mika dan Val yang hari ini resmi berstatus sebagai seorang istri dari masing-masing pria tercintanya.


Tak hanya para saudari inti Mika dan Val, tapi ada juga Melly, Elena dan Lena di ruang tunggu mempelai wanita tersebut dan juga ikut heboh macam Drea, Via, Isha dan Aina.


Mika dan Val pun saling juga berpelukan dan mengecupi pipi setelah menerima dan menanggapi kehebohan para ciwi-ciwi disekeliling keduanya.


Dua mempelai wanita itu saling memberi selamat dan berbagi bahagia serta kelegaan dengan mata yang sudah nampak basah, namun bibir keduanya mengukir senyuman lebar.


“Selamat yaaaa udah jadi istri orang kalian!”


“Happy ever after, May, Val!”


“Samara ya!”


“Semoga langgeng sampai kakek nenek sama Kak Arya dan Kak Kaf ya, Kak May, Kak Val!”


Dari Drea sampai Aina, termasuk juga tiga ciwi yang akrab dengan para dara pewaris muda The Adjieran Smith itu--berseru heboh mengungkapkan betapa turut bahagianya mereka karena Mika dan Val telah resmi menikah dengan pujaan hati keduanya masing-masing, yang juga mencintai keduanya--sampai Arya dan Kafeel telah menjadi bucin karenanya.


Lalu kehebohan itu terjeda, ketika Mommy Ara dan Bunda Magda, lalu Mom Ichel dan Mama Shireen dibelakang ibu kandung Val yang berdampingan dengan ibu kandung Kafeel--muncul dari luar tenda VVIP yang macam tenda ganti artis eksklusif itu.


Wajah-wajah empat orang ibu itu nampak agak sembab dengan mata yang sedikit merah, namun senyuman terukir di wajah keempatnya yang lega dan bahagia karena pernikahan anak-anak mereka berjalan dengan lancar.


♥♥♥


Mommy Ara, Bunda Magda, Mom Ichel dan Mama Shireen mendekat pada Mika dan Val secara bersamaan—lalu memberikan selamat dengan memeluk dan mengecup kening dua dara itu secara bergantian.

__ADS_1


Kemudian setelah hal itu telah empat orang ibu itu lakukan pada Mika dan Val, saatnya bagi mereka untuk membawa dua princess yang kini sudah menyandang status sebagai istri itu--keluar dari tempat ‘persembunyian’ mereka untuk dipertemukan dengan dua orang pria yang sudah menjadi suami dari masing-masing dua princessnya The Adjieran Smith family tersebut.


Mika berjalan pelan dan anggun dengan diapit oleh Mom Ichel dan Mama Shireen. Sementara Val berjalan juga dengan pelan dan anggun seperti Mika, dengan diapit oleh Mommy Ara dan Bunda Magda. Dimana pandangan dua mempelai wanita itu tertuju ke kaki mereka masing-masing.


Sesekali saja Mika dan Val mengangkat wajah mereka yang sedang dihiasi rona merah atas kegugupan mereka yang sedang dibawa kehadapan Arya dan Kafeel, untuk sedikit memperhatikan jalan atau dibuat menoleh spontan oleh mereka dari area tamu undangan yang berseru girang dari tempat mereka untuk memberikan selamat pada Mika dan Val.


Padahal juga nanti ada kesempatan untuk memberi selamat kepada dua pasang pengantin secara langsung.


Tapi atas nama ikut bahagia, ya seruan spontan menyelamati Mika dan Val itu tercetus begitu saja dari beberapa orang di area tamu undangan itu.


Lalu Mika dan Val membalas seruan girang itu dengan senyuman ramah berikut anggukan kepala sedetik. Lalu fokus lagi dengan langkah mereka yang sedang menuju kepada pasangannya masing-masing yang sudah menjadi pasangan halalnya Mika dan Val.


Kemudian jarak mulai memendek, dimana beberapa langkah lagi—baik Mika dan Val yang diposisikan untuk menuju ke arah yang berbeda, itu akan sampai di meja tempat Arya dan Kafeel melakukan Ijab Kabul. Dan baru Mika dan Val memberanikan diri mengangkat wajah mereka saat dikala sudah dekat dengan pasangan halalnya masing-masing itu, yang sudah bisa ditebak dekatnya keberadaan—dari sepasang kaki yang terlihat di pandangan dalam tunduknya wajah Mika dan Val, atas pemiliknya yang telah berdiri di samping kursi meja tempat akad nikah.


Dua pasang pengantin yang kini netranya telah saling bertemu dengan pasangan masing-masing itu kemudian sama-sama terpaku di tempat mereka sambil saling melempar tatap, namun saling melempar senyum tak lama kemudian—hanya sebentar saja, karena Mika dan Val kemudian sama kembali tertunduk kala dua orang wanita dimasing-masing sisi Mika dan Val melepaskan apitan mereka.


Lalu disepersekon berikutnya, Mom Ichel dan Mama Shireen menyerahkan Mika pada Arya. Kurang lebih bersamaan dengan Mommy Ara dan Bunda Magda yang menyerahkan Val pada Kafeel, dimana dua pasang pengantin baru itu sudah sama-sama merasakan campur aduknya perasaan dalam hati mereka.


Kemudian saat tangan mereka saling bersentuhan untuk yang pertama kali setelah sah sebagai suami istri dan atas kerinduan karena masa pingitan, seolah ada aliran listrik arus pendek yang menyambar tubuh ke empatnya, yang membuat jemari bergetar. Dan getarannya sampai ke jantung.


Spontan, dua pasang pengantin itu saling melempar pandang karenanya.


Bahkan rasanya, empat orang yang baru saja melepas status lajang mereka ingin segera berhambur untuk memeluk pasangan masing-masing saking rindu dan bahagianya.


Tapi tahan, jaim dulu sekarang.


Nanti kalau udah di kamar, bisa pelukan sampai puas sambil encup-encupan bahkan tanpa sehelai pakaian pun dibadan.


Ehem!.


Maunya Arya dan Kafeel copas quote nya Poppa.


“Skip resepsi, langsung MPASI.”


♥♥♥


Dua pasang pengantin baru itu, kemudian didudukkan bersama untuk menjalankan sisa acara dari akad nikah—dari mulai penandatangan buku nikah, sampai tiba dua pasang pengantin itu saling memasangkan cincin dijari pasangannya masing-masing—diteruskan oleh Mika dan Val yang melakukan bakti pertamanya sebagai seorang istri, dengan mencium takdzim punggung tangan suami mereka.


Harusnya khidmat, tapi presentase tamu yang usil mulutnya ditambah keluarga mempelai yang sama lemes-lemes mulutnya kalo soal meledek dan menggoda—membuat prosesi pasang cincin pengantin itu malah mengundang kerusuhan atas ‘Cie-cie’  an bercampur ledekan alih-alih kekhidmatan.


Yang mana rusuhnya ledekan itu, berlanjut saat Arya dan Kafeel menangkup wajah istri mereka masing-masing dengan kedua tangan--lalu memberikan kecupan di kening yang sedikit lama, ‘Cie – Cie’ an dan ledekan pun tidak terelakkan dari para tamu yang rusuh itu, bercampur dengan suara tepuk tangan turut berbahagia.


♥♥♥


Heboh ledekan berakhir, kala acara sungkeman akan dilangsungkan.


Area yang sebelumnya diwarnai gelak tawa dan canda, kemudian menjadi momen yang penuh derai air mata haru.


Khusyuk dan khidmat pada momen itu.


Namun setelah acara sungkeman berakhir dan tiba saat untuk foto keluarga, kembali riuh canda dan gelak tawa menggema di area pinggir pantai nan cerah cuacanya saat ini.


Semua orang sudah terlihat santai selain lega sekarang, termasuk dua pasang mempelai.


Wajah bahagia Arya-Mika dan Val-Kafeel begitu kentara, apalagi saat si Recehboy yang sekarang ganti julukan jadi Receh Husband—menunjukkan bakatnya, sesuai dengan julukan Recehboy yang melekat padanya sebelum hari ini.


“Mi?”


“Hem?”


“Tapi pagi aku ngecas hape.”


“Terus?”


“Aneh.”


“Anehnya?”


“Hp yang aku cas, eh yang penuh cintaku padamu. Eyyaa!”


💐💐💐💐💐


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2