
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia,
“Eh ngomong-ngomong ini dimana? –“
Mika sontak bertanya, ketika ia telah tersadar jika Arya sudah membawanya ke suatu tempat.
“Kafe –“
Aryapun menjawab santai.
“Ish! Gue juga tau ini Cafe!”
Mika sontak menyergah Arya.
Dimana Arya melirik malas pada Mika kemudian.
“Trus kenapa masih nanya? –“
“Ya dari tadi gue tutup mata gara-gara lo bawa motornya kayak setan!”
Mika mulai ngegas dan Arya terkekeh.
♥
Malas jika harus beradu mulut dengan Mika di parkiran sebuah Kafe kecil tempat mereka berada, Arya langsung menarik pelan Mika dengan memegang pergelangan tangan si Judes Girl itu, tanpa lagi berbasa - basi.
“Modus aja terus!....”
Mika sontak mencibir Arya, kala si Sadboy memegang pergelangan tangannya itu.
Namun Arya tak menggubris ucapan Mika itu, dan terus saja membawa Mika ke area Kafe hingga sampai ke sebuah sudut Kafe yang merupakan bagian outdoor.
“Udah duduk diem! Mau pesen apa? –“
“Ginjal lo!”
Arya pun sontak tergelak mendengar jawaban nyeleneh Mika barusan itu.
Namun kemudian, Arya membuat dirinya saling berhadapan dengan Mika.
“Hati gue aja ya?” ucap Arya kemudian-dengan menatap Mika lekat, tanpa mempedulikan tatapan beberapa orang pengunjung Kafe ke arahnya dan Mika. “Mau?. Serius nih gue ngomong.”
Mika terdiam sesaat, membalas tatapan Arya padanya tanpa Mika bergerak. “Mulut lo gue aspal mau?” tapi ancaman kecil keluar dari mulut Mika tak lama kemudian.
Arya kemudian tersenyum geli.
“Mau aja, asal itu aspal langsung keluar dari mulut lo dan langsung lo sendiri yang aspalin ke mulut gue. Gimana?....”
Mika hanya melongo setelah mendengar ucapan Arya itu. “Gaje lo....” respon Mika kemudian, dan Arya tersenyum saja.
“Lo mau minum apa jadinya?.... Biar gue aja yang pesenin....” cetus Arya. “Lo tunggu sini,” imbuhnya.
“Apa aja....” jawab Mika.
“Panas apa dingin? ---“
“Dingin ---“
“Oke,” tukas Arya sambil mengangguk.
“Ga pake lama!”
“Iya Neng Judes ---“
“Tetep aja gue cantik!”
Arya tersenyum geli sekali lagi karena sahutan Mika.
“Memang lo cantik biar judes juga. Dari dulu masih bocil bahkan....”
Arya berujar, namun Mika membeku ditempatnya.
Bukan apa,
Arya berujar barusan itu dengan memandang Mika dengan tatapan yang sukar Mika artikan.
Dan Mika semakin membeku, kala kemudian Arya berujar lagi,
“Sekarang makin cantik malah....” ucap Arya.
Sambil Arya mengelus sebelah pipi Mika dengan satu telunjuknya dengan lembut.
Sungguh Mika dibuat canggung karena sikap Arya itu. Namun tentu saja Mika tidak menampakkan kecanggungannya itu di hadapan Arya.
“Gue udah haus, okay?....” ucap Mika datar seolah tidak terprofokasi oleh kebaperan atas sikap Arya barusan.
“Oke, Princess Judes....” sahut Arya. “Tunggu bentar ya?”
Arya mengacak pelan rambut Mika yang masih memasang tampang datar saja pada Arya.
Kemudian berjalan menuju meja pemesanan.
Namun setelah Arya jauh darinya, Mika langsung melorot ke atas kursi di dekatnya.
‘Kesambet apa itu si Sadboy jadi Sweetboy begitu setelah dia jadi Fucekboy pas boncengin gue dengan ngebut tadi?....’ Hati Mika berbisik kemudian. ‘Fuuuuhh,’ Mika pun menghela nafasnya.
Ada angin semilir yang berhembus sebenarnya di sekitar Mika.
Tapi kok Mika rasa sedikit gerah dan wajahnya agak memanas.
‘Kenapa dia sentuh pipi gue begitu??....’ batin Mika sambil mengelus pipinya. ‘Dia.... Manis, kalo lembut kayak gitu....’
Mika, mengulum senyumnya.
♥
Tuk.
Sebuah ketukan mendarat di kening Mika hingga membuatnya terkesiap.
__ADS_1
“Sakit ish!” desis Mika sambil mengepret tangan pelaku yang menyentil keningnya itu.
“Lebay ah.”
Yang mana siapa lagi kalau bukan si sadboy.
“Pelan gitu aja masa sakit? ---“
“Yang emang sakit!” Mika lekas menyergah, sambil mendongak melihat ke arah Arya yang berdiri di dekatnya itu.
“Ya udah sorry, sorry ---“
“Ck! ...” decak Mika.
Arya tersenyum.
“Lagian anak perawan jangan suka bengong malem-malem.”
“Siapa juga yang bengong?”
Mika dengan cepat menyanggah ucapan Arya.
“Mikirin gue ya? ...” tukas Arya seraya menggoda.
“Dih, pede!” ketus Mika.
“Baru tau emang? ---“
“Tau apaan?! ---“
“Kalau gue super pede, secara gue ganteng maksimal ...”
“Dih najis deh!”
“Ish nih mulut ---“
“Arya ih!” ketus Mika sambil menjauhkan tangan Arya dengan kesal, yang tadi sempat membekap pelan mulut Mika.
Arya terkekeh kecil. “Geser ---“
“Ih apaan sih lo????”
Mika menoleh sinis pada Arya yang menyenggol bahunya itu.
“Lo pindah situ duduknya...” tukas Arya sambil ia menunjuk kursi kosong di samping kiri Mika.
“Tolong ya, itu masih ada tiga bangku kosong...”
Mika menyahut sambil menunjuk pada satu kursi kosong di sebelah kirinya.
Serta juga Mika menunjuk pada dua kursi yang berseberangan dengannya.
“Gue maunya duduk disini...” tuntut Arya.
“Masa bodoh! –“
“Geser, atau gue angkat, terus lo gue pangku nih ya?...”
Mika mendelik.
“Ish!”
Mika mendesis kemudian, namun pada akhirnya ia bergeser ke bangku yang ada di sebelah kirinya.
“Sadboy rese! –“
♥
“Mana minuman gue?!” tanya Mika dengan ketus setelah ia pindah posisi duduk, dan Arya telah mendudukkan dirinya di kursi yang tadi Mika duduki.
“Ya sabar Dedek Mika, baru juga mesen ...”
“Lo pesenin gue minuman apa? ...” tanya Mika.
“Minuman kesukaan lo...” jawab Arya.
Jawaban Arya membuat Mika memandang pada si sadboy itu.
“Emang lo tau minuman kesukaan gue? ----“
“Green Tea Frappucino kan?”
‘Ih kok dia tau minuman kesukaan gue?...’
Mika bertanya dalam hatinya.
“Bener ga?”
“Lo, tau darimana itu minuman kesukaan gue? ...”
“Ga penting darimana gue tau itu ...” jawab Arya.
“Sok misterius lo! ...”
Arya mendengus geli, sambil mengacak pelan lagi rambut Mika.
Dan tindakan Arya selanjutnya, membuat Mika berdebar dan kikuk di saat yang bersamaan.
Si sadboy itu tidak bicara apa-apa.
Tidak mengeluarkan gombalan receh atau kalimat apapun yang terdengar menyebalkan di telinga Mika.
Arya diam. Tenang, dan seharusnya Mika senang kalau cowok menyebalkan baginya itu bersikap seperti ini sekarang?.
Anteng dan ga berisik, kalem.
Tapi Arya yang seperti itu sekarang justru membuat Mika jadi salah tingkah, meski Mika diam saja.
Mika mematung diposisinya, karena posisi Arya.
Yang menopangkan kepalanya dengan satu tangan yang sikunya berada di atas meja.
Posisi yang biasa-biasa saja, dengan kepala dan mata Arya yang tertuju ke arah sebuah panggung kecil berada tak jauh dari meja Mika dan Arya-dimana ada sekelompok pemusik yang memainkan musik akustik.
__ADS_1
Hanya saja posisi Arya yang biasa itu, justru membuat Mika menjadi rasa tak biasa, berikut kinerja jantungnya yang Mika rasa memiliki gangguan yang selama ini terpendam, karena tau-tau aja degupannya menjadi lebih cepat dari biasa.
Bukan apa, posisi Arya yang biasa itu juga, memang terlihat biasa mungkin di mata orang lain - Tapi tidak untuk Mika.
Pasalnya Arya terlalu dekat dengannya saat ini, meski wajah Arya tidak menghadap benar-benar ke wajah Mika.
Tapi cukup dekat, hingga Mika bisa merasakan hembusan hangat nafas Arya di pori-pori lengannya. Dan harum maskulin dari parfum yang Arya gunakan juga menyeruak ke indera penciuman Mika.
‘Harum juga dia ternyata.’
Yang sialnya bagi Mika jika ia bisa terkesan pada harum Arya - ketika ia sadar jika sedetik barusan dirinya rasa ‘terbuai’ dengan harum Arya.
‘Aigoo! –‘
Mika membatin lagi.
‘Apa-apaan itu barusan??. Gue muji si sadboy dan terbuai sama wanginya? ...’
Mika menghela nafasnya dalam hati, mencoba untuk menguasai dirinya sendiri.
Untung saja seorang pramusaji kafe datang dan menyelamatkan posisinya agar Mika setidaknya dapat sedikit bernafas.
“Pesanannya, Kak ...” ucap si pramusaji dengan ramah pada Mika dan Arya, sambil meletakkan dua gelas berisikan minuman dingin kekinian, pesanan Mika dan Arya.
Keduanya kemudian mengucapkan terima kasih kepada si pramusaji tersebut, setelah ia selesai mengantarkan minuman pesanan Mika dan Arya, yang tadi sudah dipesankan oleh Arya.
Mika langsung meraih dan meminum minuman yang merupakan bagiannya.
“Gimana?-“ tanya Arya. “Enak Green Tea Frappucinonya?..”
Mika mengangguk sambil ia menyedot minuman tersebut. “Lumayan-”
“Masih bisa lo minum?”
“Masih ..”
Mika menjawab seraya mengangguk.
Sesaat Mika dan Arya kembali sama-sama diam.
Mika menoleh lagi ke arah panggung, sementara Arya meminum minumannya.
♥
Mika pikir, dia akan merasa tenang dan santai, ataupun debat kusir lagi dengan Arya dengan topik bahasan yang ga jelas, lalu berakhir dengan saling ejek, atau mulut si sadboy akan berisik dengan ucapan-ucapan receh yang membuat Mika ingin sekali menjambak rambut Arya dengan kencang.
Tapi alih-alih itu terjadi, Mika dihadapkan lagi pada situasi yang membuat dirinya kembali kikuk dan berdebar disaat yang bersamaan.
Mika sontak lagi dibuat membeku diposisinya – salah tingkah dalam diam, seperti beberapa saat sebelum minuman pesanannya dan Arya datang. Membuat Mika menggerutu dan merasa kesal sendiri.
Entah kesal pada si sadboy yang entah kesambet apa jadi anteng dan malah bertingkah kalem bikin geremet - geremet hati Mika, entah Mika kesal pada dirinya sendiri yang entah kenapa jadi baper sama Arya yang memposisikan dirinya dekat lagi dengan tubuh Mika seperti tadi.
Bahkan sekarang rasanya sedikit lebih rapat. Semakin membuat Mika ‘dipaksa’ keadaan untuk tidak berkutik ditempatnya, karena gerak – gerik Arya sekarang ini. ‘Huft...’
Mika menghembuskan nafas dalam hati atas gerak – gerik Arya itu. Yang padahal kan Arya duduk doang, sambil sekarang tubuhnya benar – benar dimiringkan hingga leluasa memandang ke arah panggung seperti Mika, tapi jantung Mika kok berdebar sedikit lebih cepat dari biasanya?
‘Bisa ga sih posisi duduknya biasa aja ini orang?!’ batin Mika.
Yang merasa risih sekaligus kikuk juga agak dug – dug – an dengan posisi duduk Arya, yang jika Mika mundur sedikit, punggungnya bisa dengan tepat menempel di dada Arya.
♥
“Mi,”
Sedang Mika mencoba untuk mengembalikan sikap ‘normal’ dengan memperhatikan pemusik yang ada di panggung, Arya terdengar memanggil Mika.
Namun Mika bergeming. Pura – pura tidak dengar.
Bukan apa, tapi posisi Arya ini sepertinya sudah lebih dekat lagi dengan dirinya, dan hal itu yang membuat Mika pura – pura tidak mendengar jika Arya memanggilnya.
Mika kembali lagi seolah kaku diposisinya.
“Cakep – cakep budeg ih ..”
Sebaris kata ejekan canda keluar dari mulut Arya karena Mika tak merespon panggilannya tadi.
Namun Mika tetap saja bergeming diposisinya.
Bukan Mika tidak dengar Arya memanggilnya. Tapi ya karena posisi Arya sekarang ini yang membuat Mika tidak mau menoleh ke arah Arya.
‘Kalo gue menoleh, bisa – bisa bibir gue dan bibir si sadboy ini bertemu.’
♥
Mati – matian Mika menjaga sikapnya untuk terlihat ‘normal’ didepan Arya yang berada dibelakangnya, dengan sedikit miring, sambil kembali lagi menopangkan kepalanya. Mika kembali di buat kikuk saat Arya kembali bersuara.
“Mi,”
Mika sontak membatin salah tingkah, didetik setelah Arya memanggilnya.
“Maafin gue ya? ..”
Seiring dengan Arya yang kemudian berucap lembut, sambil membelai hati – hati kepala Mika yang surainya berwarna honey brown itu.
Lalu,
"Maaf soal tadi siang, atas sikap gue yang men - judge lo seenak hati gue. Lo cantik, makin cantik karena hati lo cantik .."
Satu telunjuk Arya mengelus pelan dan lembut sebelah pipi Mika.
‘Oh ya ampun.’
♥♥♥
To be continue ...
Semoga selalu syuka dan terus baca. 😉
Emak harapkan selalu jejak apresiasi kalian.
Ma acih,
Sayang banyak – banyak.
__ADS_1
Loph Loph,
Emaknya Queen.