HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
KISAH - KISRUH


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


(KUJ)


“Actually, what things about that you want to talk with me in person (Sebenarnya, hal apa yang ingin kamu bicarakan denganku secara pribadi), Valera? ..”


Simon bertanya, setelah Val memintanya untuk bicara berdua saja lalu terjeda sebentar karena ucapan Val di sela Kafeel yang nampak keberatan dengan Val yang hanya akan bicara berdua saja dengan Simon itu bicara antar muka dengan Val di hadapan pria yang Kafeel berikan beberapa julukan padanya.


Lalu setelahnya ada adu argumen kecil diantara Val dan Kafeel yang diselingi dengan ujaran sebal Varen yang tertuju pada Kafeel sambil melempar bantal kursi yang Varen belakangi pada pria bucin akutnya Val itu. “Kalo lo ikut, itu namanya bukan bicara berdua, oncom!” begitu ujaran si Abang pada Kafeel sambil memandang sebal pada pria yang menjadi kandidat terkuat dan memang satu-satunya sekarang ini, untuk menjadi adik iparnya itu.


Kafeel lalu mencebik.


Val tersenyum melihatnya.


Kemudian Val berjalan agar menjadi lebih dekat pada Kafeel.


“Sekali lagi, Kak Kafeel tidak perlu merasa cemburu atau was - was. Apapun yang terjadi, Val akan memilih Kak Kafeel ..”


Kafeel langsung merespons ucapan Val tersebut.


“Bener nih?” cetus Kafeel. “Ga bakal goyah kalau bener dia mau tobat dan kembali ke kodrat dia yang harusnya emang naksirnya sama cewek,  terus membujuk kamu buat kasih dia kesempatan?” Kafeel sedikit merepet kemudian. “Soalnya aku inget kamu bilang, kamu udah sayang sama dia? ---“


“Sayang kan bukan berarti cinta, Kak? Pokoknya Kak Kafeel percaya deh sama Val. Kan Val juga mau memutuskan Simon dengan cara yang baik.”


“Ya udah, iya. Tapi jangan lama – lama. Dan ngomongnya jangan di ruangan tertutup ---“


“Iyaa. Okayy.”


♥♥


“Come, Simon.”


“Valera,” ucap Simon saat Val yang sebelumnya berinteraksi dengan Kafeel, mengucapkan kalimat ajakan padanya.


“Yes, Simon? ---“


“What things that you want to talk about then makes you want us to talk in person?”


(Hal apa sebenarnya yang ingin kamu bicarakan sampai kamu ingin kita berbicara secara pribadi?)


“Eum ..” Valera nampak ragu untuk menjawab. “Us? .. I mean .. our relation.”


“Which you want to end it (Yang ingin kamu akhiri) ..”


“Thaat (Ituu) ---“


“I’m here for that too, Sweety.”


Simon menukas ucapan Val.


“That’s why I’m here now, explain to you and your family about the truth of my main by becoming your boyfriend. Apart that your Dad’s man at London found out the fact about me, I already thinking to end our relationship after I remember about him (Itulah mengapa aku disini sekarang, menjelaskan kepada kamu dan keluargamu tentang kebenaran dari tujuanku dengan menjadi kekasih kamu. Terlepas dari orang para Dad kamu yang berada di London yang telah menemukan fakta tentang aku, aku sudah berpikir untuk mengakhiri hubungan kita setelah aku teringat pada dirinya) ..”


Lalu pria yang dijuluki ‘albino’ -- oleh Kafeel itu, bicara agak panjang pada Val dan menoleh ke arah Kafeel di ujung kalimatnya. Dimana Val jadi spontan menolehkan kepalanya dan memandang pada Kafeel yang memperhatikan Val dan Simon dari tempatnya duduk.


“Blurry, but still makes me think that how if you have boyfriend but you forget him because your amnesia. That’s why I think and decide to end our relationship.  Because I feel very bad, if my thought about you who have someone that you love and loved you must blocked because of me and your amnesia. Not fair for you nor him”


(Samar, tapi tetap membuat aku berpikir tentang bagaimana jika kamu memiliki kekasih namun kamu melupakannya karena amnesia yang kamu derita. Makanya aku lalu berpikir dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita. Karena aku merasa sangat buruk, jika ternyata pikiranku benar bahwasanya kamu memiliki seseorang yang kamu cintai dan sebaliknya terhalang karena aku dan amnesia kamu. Tidak adil untuk kamu dan juga dirinya)


Simon lalu lanjut bicara.


“And of course after I spend a lot of time with you, I shrouded in guilt to make the sweet and kind Valera with her sincere heart must have a gay boyfriend (Dan tentu saja setelah aku banyak menghabiskan waktu dengan kamu, aku diselimuti rasa bersalah karena membuat Valera yang manis dan baik serta tulus hatinya memiliki kekasih seorang gay) ..”


“Well you shocked me,” sahut Val dan Simon tersenyum, kemudian berkata lagi sambil mengulurkan tangannya pada Val.


“So we officially break (Jadi kita resmi putus)? ..” ucap Simon.


♥♥


Val mengangguk dengan menerima uluran tangan Simon hingga mereka berdua kemudian saling berjabat, sambil Simon berkata lagi, “But don’t hate me, okay? ..” dimana Val menggeleng setelah mendengar perkataan Simon tersebut.


“I won’t, Simon ..”


Val menjawab seraya ia tersenyum tulus pada pria yang kini berstatus mantannya itu.


Simon membalas senyuman Val yang kemudian memberikan pelukan persahabatannya pada Simon.


Dan pemandangan itu kemudian tak luput dari mata orang-orang yang berada di sekitar Val dan Simon, termasuk juga Kafeel yang kali ini tak melontarkan celetukan sinis atau ketus yang menggambarkan rasa keberatan.

__ADS_1


“Senang tidak? sekarang Val milik Kak Kafeel seorang?” ucap Val yang mendekati Kafeel setelah ia dan Simon saling mengurai pelukan. Dimana Kafeel langsung tersenyum geli sambil mengacak gemas rambut Val seraya ia menjawab ucapan Val tersebut,


“Senang dong.”


♥♥


Val dan Kafeel saling lempar tawa, dengan interaksi keduanya yang nampak begitu dekat di mata Simon, dimana Simon kemudian bersuara dengan pandangannya yang tertuju ke arah Val dan Kafeel.


“This is how the way you both interaction when I thought after I think that I ever saw your face at the first time we meet then I remember I saw both of you just like couple (Seperti ini interaksi kalian yang aku ingat saat aku rasa aku pernah melihat wajah kamu kali pertama kita bertemu dimana seingatku kalian terlihat seperti pasangan)”


Kafeel yang merasa memang Simon bicara padanya serta juga Val, dan karena Simon juga sudah berdiri lebih dekat padanya dan Val, kemudian berdiri sambil mengulas senyumannya pada Simon—“Val was still haven’t remember about who I am that time (Val masih belum mengingat tentang siapa aku saat itu) ..” lalu Kafeel menanggapi ucapan Simon sebelumnya.


“And I guess that both of you are is really couple (Dan aku tebak kalau kalian berdua memang pasangan yang sebenarnya)?”


“Yes.”


Kafeel langsung mengiyakan tebakan Simon tersebut.


“I guess it already, when first time we meet at London. The way you looking at Val, looks deeper in my eyes that time.”


(Aku sudah menebaknya, saat pertama kali kita bertemu di London. Caramu menatap pada Val, terlihat begitu dalam di mataku kala itu)


Simon pun juga langsung merespons jawaban Kafeel.


“Even me and Val were not in the relationship that day. But me and Val are were loving each other, and something happened then Val get amnesia (Meski saat itu aku dan Val memang tidak sedang dalam ikatan. Tapi aku dan Val memang saling mencintai, dan sesuatu terjadi lalu Val mendapatkan amnesianya) ..”


Kafeel pun sedikit menerangkan.


“And actually, now I already remember everything that I ever forget.”


(Dan sebenarnya, sekarang aku sudah mengingat semua yang pernah aku lupakan)


♥♥


“How I feel relieved for that (Aku sungguh lega mendengarnya)”


“Thank you, Simon ---“


“You deserved to your happiness back, Valera. Especially your happiness in love.”


(Kamu pantas mendapatkan kembali kebahagiaan kamu, Valera. Terutama kebahagiaan kamu dalam cinta)


Balasan Simon pada ucapan terima kasih Val padanya, Val pun tersenyum manis pada pria itu.


Lalu Kafeel melontarkan sebuah kalimat lagi pada Simon. “Apart that you are using her, thank you for making her happy while she forget about me ( Terlepas dari kau yang memperalatnya, terima kasih untuk membuatnya bahagia saat dia sedang melupakanku )”


Dan Simon pun merespons ucapan Kafeel itu, yang kemudian baik Kafeel, Val serta Simon saling mendoakan.


“And I believe you can make her happier ( Dan aku percaya kamu dapat membuatnya lebih bahagia lagi )....”


“I’ll do my best for that ( Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk itu )....” sahut Kafeel. “Totally....”


“I’m sure you will ( Aku yakin kamu akan begitu ).... And I sincerely wish, you and Valera will always be happy together—“


“The same wishes for you too, Simon.“


“Thank you,” balas Simon pada ucapan Val barusan, dan Kafeel mengiyakan doa Val untuk Simon itu dengan senyuman dan anggukkan.


♥♥


“Ah ya, however,” ucap Simon sambil ia merogoh saku celananya, kemudian mengeluarkan ponsel miliknya.


Lalu Simon menggerakkan ibu jarinya pada layar ponselnya itu, dan Val serta Kafeel memperhatikan dengan Val yang merespons ucapan Simon, “Yes, Simon?” Val yang langsung menanggapi.


“Is this app for hotel reservation can be used here also (Apakah aplikasi untuk pemesanan hotel ini juga bisa digunakan di sini)?....” Simon lalu menunjukkan ponselnya pada Val, dimana sebuah aplikasi telah terbuka di layarnya.


♥♥


Val menjawab tak tahu pada Simon yang bertanya padanya itu tentang sebuah aplikasi pemesanan hotel.


Dan memangVal benar tidak tahu, atas dasar tak pernah menggunakan satu aplikasi yang dimiliki Simon itu.


Jangankan memesan kamar hotel, memesan makanan online pun rasanya masih bisa dihitung dengan jarinya selama hidup Val.


Bukan sombong, tapi kenyataan, jika Val adalah ‘anak sultan’ seperti para saudara – saudarinya yang menyandang nama belakang keluarga yang sama dibelakang mereka.


Jangankan memesan hotel atau makanan, pakaian yang akan dipakai – makanan yang akan dimakan, semua sudah ada yang menyediakan. Mau makan apa tinggal bilang, bahkan kalau mau lebay macam beberapa kaum elite kebanyakan, memakai pakaian pun akan ada asisten yang disiapkan untuk itu.


Mandi pun kalau mau akan ada yang memandikan bak putri raja.


Namun keluarga The Adjieran Smith, katakanlah tidak selebay itu – walau tidak menampik, mereka memiliki beberapa orang yang bisa disebut asisten pribadi untuk mengurus ini itunya diluar para asisten rumah tangga.

__ADS_1


Hanya saja tidak terlalu dipekerjakan untuk hal – hal yang dirasa masih bisa dilakukan sendiri, apalagi kalau cuma pake baju atau mandi. “Selama masih punya nikmat dikasih tangan yang berfungsi dengan baik, jadi jangan dianggurin tuh tangan.”


Satu ucapan yang pernah Momma ucapkan, kala dulu untuk pertama kalinya dia ditawarkan untuk memiliki seorang asisten pribadi untuk mengurus segala keperluannya dari ujung rambut sampai ujung kaki, juga memandikan dirinya, yang bahkan akan membantunya memakai pakaian dalam.


“Terus kalo kita mau ulalabeibeh, secara dia ada terus di samping aku, dia nonton kita ‘ngadon’ gitu????....“


Momma merepet panjang kala itu, padahal masih berupa cetusan dari Poppa.


Ya udah aspri untuk Momma di hold dulu kala itu, walau kemudian diadain juga.


Namun hanya akan dipekerjakan sesuai dengan daftar yang Momma berikan, padahal Poppa sudah lebih dulu memberikan asprinya Momma itu tugas.


Tapi ya itu, apalah Poppa di depan Momma kalau wanita tercintanya yang membuat Poppa nan sangar itu jadi bucin adanya –sudah punya mau.


Diikutin aja.


Kalaupun mau nolak atau membantah, Poppa akan coba lakukan sehati-hati mungkin.


Karena jika Momma tak senang, sangat berat apa yang akan dihadapi Poppa nantinya.


Selain kalo ngambek parah Momma suka ilang-ilangan, tambahan kalau Momma ngambek berat pada Poppa—aneka ‘goyangan maut’ Momma akan dicoret dari jadwal kegiatan.


Ugh, bisa – bisa Poppa gondrong tiba- tiba jika jatah ‘goyangan maut’ Momma di cut oleh sang istri yang kelewat ia cinta – yang seringnya akan ada variasi baru ‘goyangan maut’ ala Momma untuk memuaskan Poppa sebagai suaminya.


Yang bisa membuat Poppa blingsatan tak karuan saat Momma ‘diatasnya’, menggigit bibir sampai merem melek Poppa--Momma buat jika sudah mulai memberikan ‘servis istri’ nya pada Poppa.


Bahkan sering juga sampai Poppa blingsatan nikmat hingga hanya putih bola matanya yang nampak, saking ‘servis’ Momma terlalu dahsyat.


Ah, jadi basah dikit. 😁


♥♥


Kembali kepada Val yang mengatakan tidak tahu mengenai hal yang Simon tanyakan soal aplikasi pemesanan hotel. Dimana hal tersebut kemudian jadi perhatian keluarga Val. “No need to reserve a hotel room, Simon. Just stay here (Tidak perlu memesan kamar hotel, Simon. Menginap saja di sini )....” Gappa pun angkat suara.


“Is that really okay, Mister Anthony ( Apa itu sungguh tidak apa – apa, Tuan Anthony )?....” respons Simon.


“The owner of all The Adjieran Smith’s wealthy already said so, then of course it’s okay ( Pemilik semua kekayaan The Adjieran Smith sudah berkata begitu, maka tentu saja itu tidak apa – apa ) ....”


Dad R yang malah menjawab Simon, dimana Gappa langsung mendengus geli. Diikuti juga oleh Dad R, dan keluarga lainnya yang ikut mendengus geli mendengar ucapan Dad R yang sebenarnya sebuah selorohan canda saja.


Simon juga ikut tersenyum, dimana setelahnya Simon diajak ke sebuah bagian KUJ yang disebut dengan paviliun tamu.


Dengan seorang asisten rumah tangga yang mengantarkan Simon untuk menempati salah satu kamar di paviliun tamunya KUJ tersebut, berikut juga Val dan Kafeel yang menemani Simon untuk pergi ke satu kamar yang sebelumnya sudah lebih dirapikan oleh beberapa artnya KUJ.


Sementara sisanya, masih bertahan di ruang tamu sambil menunggu makan siang siap—namun empat Mom of The Adjieran Smith, kemudian undur diri untuk memeriksa juga mengatur segala sesuatunya yang berhubungan dengan makan siang mereka karena ada Gappa dan Gamma yang datang mendadak, serta satu tamu yang datang bersama keduanya.


“Selain dengan Simon, kalian hanya berdua saja dari London, Dad, Mom? .... Mama Anye ga ikut?” Papi John bertanya kepada Gappa dan Gamma juga, saat Val - Kafeel dan juga Simon telah berjalan menuju paviliun tamu.


“Ah, May come with us,” jawab Gappa pada Papi John yang bertanya padanya itu. Membuat Papi John langsung mengernyit kecil kemudian. Lalu celingukan sambil bilang,


“May?---“


“Heem---“


“May ikut, Gap? ....” celetuk Aro.


“Yes. But she separated because want to meet Arya and surprised him since today is Arya’s birthday, you know ( Iya. Tapi dia berpisah karena ingin menemui Arya dan memberikannya kejutan karena hari ini ulang tahun Arya, kalian tahulah )?---“


“Dulu aja najis-najis sama Kak Arya. Tahu rasa sekarang si May alias Mikaela Finn Adjieran Smith itu bucin kan sekarang sama Kak Arya???” lalu ada Isha yang menimpali ucapan Gappa dengan santainya.


“Tul!” celetuk kembaran Isha. “Sok sweet pula pake segala mau kasih surprise! Mau ngilangin image judes ape?---“


“Of course lah, sebagai bucinnya Kak Arya pasti si May maunya keliatan sweet ajah di depan ayang embeb tercinta ....”


“Betul.... betul.... betul....”


Dua kembara kembar nakal itu kemudian menularkan gibahan mereka soal Mika pada keluarganya yang lain, yang ada didekat keduanya.


♥♥


Dimana yang bersangkutan, ‘May’ alias Mika sudah ada di dalam kamar sebuah apartemen.


Yang mana,


PLAKK!!!


Tangan Mika membuat sebuah bunyi nyaring setelah telapaknya mendarat di pipi seseorang.


“LO BRENGSEK ARYA NARENDRA!”


Jeng.... Jeng.... Jeng....

__ADS_1


♥♥♥♥♥♥


To be continue.......


__ADS_2