HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
AKU, KAMU & DIA


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Tentang dia yang kini hidup dalam dua kehidupan.


Valera Madelaine Aditama Adjieran Smith.


Bukan hidup antara dunia nyata dengan alam gaib tapi.


Melainkan Val, berada pada sebuah titik dimana dirinya masih dalam jiwa 14 tahunnya, serta diantara usianya sekarang yang hampir menyentuh 19 tahun.


Dan dalam masa transisinya sekarang – katakanlah begitu, Val pun menjalani – anggaplah dua kehidupan, disaat ingatannya perlahan mulai kembali.


Fokus kepada kisah cintanya dalam hal ini.


Yang mana dulu, sebelum tragedi dengan cinta pertamanya – yang mana semua serba yang pertama bagi Val, Val mencintai satu pria saja.


🌷🌷🌷


Namun Val yang sempat koma lalu amnesia pada subjek atau objek tertentu -- yakni Kafeel dan semua yang terhubung dengan pria itu, katakanlah memiliki kehidupan barunya.


Dan atas kehidupan yang barunya, Val pun seolah memiliki hati yang lain.


Yang mana hati lain Val itu, membuatnya jatuh cinta pada seorang pria yang merupakan dosen di kampusnya.


Setidaknya itu yang Val rasa, ketika rasanya ada dorongan dalam hatinya saat melihat seorang dosen kampus yang matang usia macam dua kakak lelakinya untuk ia sukai.


Dan Val yakini itu sebagai cinta.


Karena Simon – dosen Val yang sekarang menjadi pacar resminya itu, sesuai dengan kriteria pria yang ia inginkan sebagai pasangan.


Matang usia dan cukup tampan. Val tak menuliskan kata mapan untuk seorang pria sebagai pendamping hidupnya. Yang penting kiranya pria itu bertanggung jawab, itu sudah cukup bagi Val.


Bukan tak butuh biaya dan hidup biasa saja, tapi apa yang Val punya sungguhlah cukup – bahkan lebih untuk dirinya sendiri. Jadi mapan – bagi pria yang menjadi pasangan Val, sesungguhnya adalah bentuk bila pria itu adalah pria yang bertanggung jawab.


Dan bukan benalu yang menumpang hidup pada Val.


Jadi kalau Val melihat harta dan kasta sosial dalam mencari pasangan dirinya, maka hanya anak bangsawan lah yang kiranya setara untuk bersanding dengan Val mengingat betapa amat sangat melimpah ruah harta keluarganya atau harta warisan yang kelak akan menjadi miliknya.


Well, sudah dibagi – bagi sih sebenarnya harta warisan untuk para pewaris muda generasi Varen sampai Ares.


Namun para pewaris muda The Adjieran Smith itu tidak terlalu ambil pusing tentang berapa jatah mereka masing – masing.


Judulnya mereka cukup mensyukuri saja apa yang mereka miliki saat ini, karena hidup jauh dari yang namanya ‘pas – pasan’.


Dan kalau mau hitung total kekayaan Val sendiri serta para saudara saudarinya atas hasil warisan dari para orang tua mereka punya -- belum lagi sang Gappa yang harta keluarganya sudah puluhan kali turun menurun tapi tak habis habis itu, Val dan para saudara saudarinya sepertinya bisa masing – masing membeli satu pulau berikut membangun fasilitas di dalamnya.


Atau kalau mau patungan, mungkin mereka bisa punya kota pribadi yang namanya The Kiddos City of Adjieran Smith. War biasa bukan?


🌷🌷🌷


Kembali kepada Valera Madelaine Aditama Adjieran Smith yang sedang berduaan bersama pria yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya. Dan tetap mencintai pria itu setelah ingatannya yang sengaja dibuat lupa tentang pria yang menjadi cinta pertama Val selain Dad R.


Namun saat ia dalam masa amnesianya, merasa jatuh cinta pada pria lain – yah, begitu kiranya menurut Val. Dan hal itu sedang dibahas Val oleh pria yang menjadi cinta pertamanya.


Kafeel Adiwangsa, tentu saja!


Begitu besarnya cinta Val pada Kafeel, sampai – sampai setelah ingatan tentang pria itu kembali nyangkut di otaknya, Val – tanpa mempedulikan apapun, langsung meminta untuk segera pergi ke Jakarta agar cepat bisa bertemu dengan Kafeel.


Bahkan sempat, Val sebelumnya mengira kalau Kafeel adalah pria beristri – bertekad untuk menjadi pelakor, setelah ia melihat banyak fotonya terhampar di apartemen Kafeel seperti terakhir yang ia lihat.


Malah Val rasa, foto – fotonya di dalam apartemen Kafeel itu lebih banyak dari sebelumnya.


Begitupun foto – fotonya yang sempat ditunjukkan Kafeel dan Val perhatikan foto – foto dirinya yang Kafeel tunjukkan terpajang indah di dalam kamarnya.


Kak Kafeelnya masih mencintainya – pikir Val dengan percaya diri.


Begitupun Val yang masih juga amat mencintai Kafeel.


Namun kemudian ia ingat kalau ia memiliki seorang kekasih di London.


Kekasih masa amnesianya, yang membuat Val terlihat menjadi bimbang di mata Kafeel.


Padahal kekasih Val yang resmi itu, sedikit banyak – tanpa Val sadari – dari alam bawah sadarnya.


Dorongan yang membuat Val merasa jatuh hati pada pria bernama Simon itu, adalah atas bayang – bayang seorang Kafeel Adiwangsa.


Pria berusia matang dengan pembawaan kalem.


Sabar dan perhatian, penyayang, selain tampan. Tak jauh berbeda dengan Kafeel.


Hanya berbeda warna kulit saja kiranya.


Lalu cara Val mengejar Simon pun, kurang lebih sama saat ia mengejar Kafeel.


Hanya tak seekstrim diri Val saat ‘memepet’ Kafeel sampai pria itu menyadari perasaannya pada Val.


Hingga keberanian berikut kepercayaan dirinya untuk bersanding dengan Val, tak lagi Kafeel tahan. Lalu kisah cinta yang Val harapkan terjadi.


Namun kemudian kandas karena sebuah tragedi. Makanya kemudian Val merasa jatuh hati pada Simon, dan ‘memepet’ terus Simon – bahkan Val yang mengajak lebih dulu pria itu untuk berpacaran dengannya.


Hanya saja, Val ‘memepet’ Simon dengan cara yang sunyi – tanpa keluarganya bahkan sadari Val sedang tertarik pada seorang pria kala itu, karena satu dan lain hal. Eh tahu – tempe, Val langsung memperkenalkan Simon sebagai pacarnya.


Pas banget ketika Kafeel sedang berkunjung ke mansion utama keluarga Val yang berada di London.


Hingga Kafeel dibuat galau segalau – galaunya.


Dan kegalauan Kafeel masih berlangsung meski kini Val sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


Mengaku jika sudah ingat tentang dirinya, pun Val masih mencintai Kafeel.


Tapi sayangnya, “Habisnya Val seperti punya perasaan spesial juga pada Simon—Rasa-rasanya sih, hati Val terbagi dua untuk Kakak dan Simon.“ Val bilang begitu pada Kafeel.


Bagaimana si AA tidak kembali galau adanya???


🌷🌷🌷


Namun kegalauannya itu, tidak Kafeel tunjukkan secara frontal kepada Val, dan seperti biasa—Kafeel akan berlaku sabar pada Val, bahkan mungkin sekarang harus lebih sabar—karena Val pernah amat jauh dari jangkauan Kafeel.


Makanya begini yang Kafeel katakan pada Val, setelah gadis itu mengatakan solusi berdasarkan pemikiran lugu dan entengnya. “Val, bagaimana aku mencintai kamu, mungkin itu jauh di batas yang bisa kamu bayangkan.. Macam para Abang mencintai Kak Drea, Kak Tan-Tan ke Kak Via, para Dad ke The Moms. Atau Gappa pada Gamma, Ake Herman pada Nene Bela.. Cinta para pria dalam keluarga kamu pada pasangannya masing-masing, ga bisa dibandingkan dengan apapun. Dan begitu cinta aku ke kamu. Dan atas dasar itu Val, aku ga mungkin mungkin berbagi.. Karna ga ada laki-laki di muka bumi ini, yang rela buat berbagi perempuan yang dia cintai dengan pria lain. Coba aja Val tanya pada Abang, Kak Tan-Tan, The Dads, Gappa dan Ake Herman.”


Lalu Kafeel bilang lagi,


“Jadi, kalau boleh aku minta.. kalau perasaan Val seperti yang Val bilang tadi, Val masih mencintai aku, tapi Val juga sudah cinta pada Simon.. baiknya Val pikirkan dulu.. rasakan benar-benar.. pada siapa hati Val lebih beratnya? Aku, atau Simon.”


Walau rasanya berat, tapi Kafeel tetap mencetuskan solusi untuk Val yang Kafeel anggap sedang bimbang karena kini perasaan Val terbagi dua antara dirinya dan pacar resminya Val itu—dan kalau ditanya alasannya mengapa Kafeel sampai mampu mencetuskan solusi yang mungkin saja bisa merugikan dirinya sendiri, Kafeel akan bilang, “Cinta sejati tidak boleh memaksakan.”


Jadi bagi seorang Kafeel Adiwangsa--sejatinya cinta tulusnya pada Val, alasan mengapa solusi itu ia berikan, tak perlu rasanya gamblang Kafeel jelaskan.


Cintanya yang tulus pada Val, cukup menjadi alasan mengapa solusi itu ia berikan. Karena bukankah, pecinta sejati tak perlu alasan untuk mencintai?—meski atas dasar cinta itu sendiri terkadang mampu membuat seseorang melakukan hal-hal bodoh dalam hidupnya.


Termasuk—pada beberapa kisah seseorang yang mencintai hingga menjadi bodoh itu, rela menunggu kepastian selama bertahun-tahun, meski akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.


Terdengar menyedihkan, namun segala konsekuensi atas solusinya akan Kafeel ikhlaskan dan pasrahkan kepada Yang Kuasa. Tapi meski begitu, kali ini Kafeel tidak akan pasrah saja.


Val, Kafeel minta untuk memikirkan baik-baik tentang perasaan dan hatinya yang terbagi dua antara dirinya dan pacar resmi Val—dan dalam masa itu nanti, Kafeel akan berjuang membuat singgasana di hati Val untuk seorang pria—adalah hanya miliknya saja.


🌷🌷🌷


Jadi kala Val bilang, “Kak Kafeel rela menunggu Val mengambil keputusan?..”


Kafeel jawab, “Dengan senang hati.”


Lalu ketika Val bertanya lagi, “Kalau Val lama mengambil keputusannya bagaimana?“


Kafeel dengan pasti dan yakin menjawab, “Aku sanggup menunggu seumur hidup kok.”


🌷🌷🌷


Terdengar manis ucapan Kafeel yang ini, membuat Val jadi langsung menerbitkan senyum malu-malu embe kepada Kafeel.


“Kalau begitu, beri Val waktu untuk berpikir siapa yang Val pilih diantara Kak Kafeel dan Simon ya, Kak?.. Agak lama tidak apa-apa?”


Val bertanya lagi pada Kafeel untuk memastikan setelahnya.


Yang kembali Kafeel jawab pertanyaan Val itu dengan yakin dan pasti, bahwa selama apapun Kafeel menunggu.


Jadi saat Val berkata lagi, “Lama loh Val berpikirnya..“


Kafeel pun menjawab, “Ga masalah, Val cantik.“


Namun Kafeel melapangkan hatinya yang sebenarnya sudah kelewat lapang itu. Jika dia menjadi ‘Yang terhempaskan’, Kafeel akan melawannya dengan ‘perjuangan’ agar menjadi ‘Yang terpilih’ oleh Val kemudian.


Mungkin AA bisa konsultasi pada Poppa?


Kan mujarab bener itu doanya Poppa hingga bisa membuat Momma jadi jodohnya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.


Dan hal itu bertahan sampai sekarang.


Poppa bisa membuat Momma begitu mencintainya—walau kepala Poppa kadang membuat silau mata Momma. Tapi Momma setia pada Poppa sampai sebegitunya, walau resikonya mata Momma bisa rabun cepat kalau keseringan lihat kepala licin Poppa.


Tapi judulnya mujarab doa Poppa.


Jadi mungkin jika Kafeel tidak dipilih Val, nanti emak sarankan si AA buat konsultasi pada Poppa—tentang bagaimana cara Poppa membuat doanya diijabah betul oleh Yang Kuasa.


🌷🌷🌷


Oke, kembali kepada dia yang minta diberi waktu untuk berpikir lalu memilih, dan dia yang rela menunggu serta menerima keputusan akhir dari gadis yang begitu cintai atas nama kebucinan yang hakiki—tentang apakah seorang Kafeel Adiwangsa, adalah pria yang lebih Valera Madelaine Aditama Adjieran Smith—cintai, daripada seorang pria yang merupakan kekasih resminya—yang Val rasa ia cintai juga.


Lalu selepas Val mengatakan jika ia kemungkinan lama dalam berpikir untuk lebih memikirkan siapa diantara Kafeel dan pacar resminya yang lebih ia cintai, Kafeel mempersilahkan.


Kemudian Kafeel beranjak dari posisinya, hendak mengantar Val pulang ke kediaman utama keluarga Val yang berada di Jakarta. Setelahnya, Kafeel akan mempersiapkan ‘perjuangannya’ dalam masa Val memikirkan kepada siapa kecondongan cintanya Val itu.


Jangankan bertahun-tahun, seumur hidup pun Kafeel sanggup menunggu dan memperjuangkan cintanya Val agar kembali dalam genggamannya.


Walau terbayang bagaimana perjuangannya itu, jika Val lama berpikir dan mengambil keputusan.


Terlebih Kafeel ingat—selain takut, jika Val yang sudah mengingatnya sekarang ini—akan kembali menjadi melupakannya setelah jangka waktu tertentu.


‘Fyuuh!’ Kafeel sudah bayangkan akan terasa berat perjuangannya untuk membuat Val kembali menjadi miliknya, yang mana Kafeel harus memulai dari awal pendekatannya pada Val—bilamana Val kembali mendapatkan amnesia spesifiknya itu.


🌷🌷🌷


Hanya saja..


“Okay, done!”


Suara Val terdengar saat Kafeel telah beranjak dari posisinya.


Membuat Kafeel agak mengernyit. Lalu spontan bertanya. “Apanya yang done, Tuan Putri?“


“Berpikir!”


Val dengan lantang menjawab, dimana apa yang Val ucapkan kemudian membuat Kafeel tertegun di tempatnya.


“Dan Val sudah mengambil keputusan.. siapa yang akan Val pilih diantara Kakak dan Simon..“


Well, Kafeel tidak jadi menunggu seumur hidupnya untuk mendengar keputusan Val ternyata.

__ADS_1


🌷🌷🌷


“Cepat sekali, kamu berpikir untuk memutuskan, Tuan Putri?” respons Kafeel pada ucapan Val yang katanya sudah mengambil keputusan.


“Ih, cukup lama itu. Kak Kafeel saja sampai berdiri, kan?—“


“Aku berdiri, karena aku pikir kamu sudah hendak pulang, Tuan Putri.”


Kafeel menukas ucapan Val selepas ia tersenyum geli, lalu Kafeel mendudukkan dirinya lagi di sisi ranjangnya—berhadapan kembali dengan Val.


“Kak Kafeel terganggu ya, kalau Val lama-lama di sini?”


“Tidak sama sekali—“


“Syukurlah kalau begitu..”


Val berkata riang, setelah mendengar jawaban Kafeel.


🌷🌷🌷


“Jadi Val memilih—“


“Apa kamu sudah pikirkan betul-betul keputusan kamu, Tuan Putri?..”


Kafeel menukas ucapan Val, karena adanya kekhawatiran bila Val mengatakan hal yang tidak ingin Kafeel dengar.


“Aku beneran sabar kok mau nunggu sampai kamu benar-benar yakin pada keputusan kamu untuk memilih antara aku dan pacar kamu itu—“


“Sudah kok, Kaak.. Val sudah yakin sekali dengan keputusan Val, karena itu yang Val rasa saat ini—“


“Iya, tapi—“


“Cinta Val pada Kak Kafeel..”


“Heu?”


Kafeel yang hendak menyergah ucapan Val, lalu kemudian Val menukas ucapannya—terkesiap kemudian.


Didetik berikutnya, Kafeel tertegun sejenak memandangi Val.


“Tadi saat Val berpikir sambil memejamkan mata, yang langsung Val lihat adalah wajah Kakak. Lalu hati Val berdebar-debar dan rasanya Val senaang sekali dengan melihat wajah Kakak.”


Val bertutur, sambil ia menangkup wajah Kafeel yang memandanginya dengan mata Kafeel yang mulai berkaca-kaca itu.


“Dan Val ingat—meski Val merasa mencintai Simon juga, tapi apa yang Val rasa ketika wajah Kakak yang terbayang oleh Val.. rasa-rasanya Val tidak pernah merasakannya pada Simon.”


Val masih bertutur, dan Kafeel masih terpaku di tempatnya dengan haru dan bahagia yang menyeruak cepat di hatinya.


“Jadi Val yakin sekali, kalau pemilik hati Val yang sebenarnya adalah Kak Kafeel. I love you, Kak.. dan Val ingin bersama dengan Kakak sampai seterusnya.”


🌷🌷🌷


Hati Kafeel begitu berbunga-bunga.


Setelah menjadi ‘Yang terpilih’ oleh Val, rasanya hati Kafeel bak musim semi tiba taman penuh bunga.


Lagu Kakek Rhoma Irama itu sih.


Yah intinya Kafeel bahagia lah.


Karena tahta Kafeel di hati Val, tidak tergeser oleh Simon.


🌷🌷🌷


Namun begitu, Val meminta pengertian Kafeel agar jangan memaksanya memutuskan Simon dengan buru-buru, karena Val ingin memutuskan hubungannya dengan Simon secara langsung—tidak melalui panggilan telepon.


Yang tak berat untuk Kafeel iyakan permintaan Val itu, sebagaimana luasnya hati Kafeel. Yang penting dirinya lah pemilik hati Val, dan gadis belia tercintanya itu sudah mau menjalin kembali hubungan cinta mereka yang sempat kandas.


Pun, restu dari keluarga Val telah Kafeel kantongi.


Ihiyy!!


🌷🌷🌷


Lalu mengenai urusan Val dengan Simon, akan Val urus saat ia kembali ke London nanti dalam beberapa hari ke depan.


Namun sebelum rencana Val kembali ke London seperti yang ia rencanakan terlaksana,


“Ih Gappa, Gamma!”


Suara Isha terdengar antusias dari arah ruang tamu KUJ.


Membuat mereka yang sedang duduk santai di ruang keluarga kemudian berdiri dan menyambangi ruang tamu kediaman utama Isha dan para personel The Adjieran Smith yang berada di Jakarta itu.


Termasuk juga Val dan Kafeel yang sedang berkumpul dengan mereka yang seringnya berdomisili di KUJ-nya keluarga The Adjieran Smith.


“Gappa sama Gamma kok tidak bilang mau datang ke sini, hari ini?..” celetuk Val yang mendekati dua orang tetua dalam keluarganya itu menyapa dan menyalim takdzim tangan keduanya bersama dengan Kafeel. “Macam Val, Dad R dan Mom Peri saja yang mendadak terbang ke Jakarta?..” tambah Val.


Dimana Gappa yang kemudian merespons celetukan Val.


“Gappa dan Gamma datang ke sini, karena ingin mengantar seseorang yang ingin bertemu dengan kamu, Dear..“


Gappa pun bergeser sedikit dari posisinya.


Dimana didetik berikutnya, Val nampak terkejut.


“Si—Simon??”


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


To be continue..


__ADS_2