HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
JUJUR ITU BAGUS


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Jadi ya seperti itu—“ ucap Val setelah panjang lebar ia bercerita pada Kafeel. “Ann meretas dulu CCTV yang kiranya kami lewati sampai ke ruang kerja utama di Mansion, setelahnya baru Val dan Ann mengendap-endap masuk dan mengambil gambar setiap lembar laporan berkas informasi Kak Kafeel yang Dad R miliki itu---“


Sementara Kafeel melongo tidak percaya mendengar cerita Val yang melibatkan Ann dengan kenekatan mereka berdua mengakali para Dad mereka orang-orang diluar akan berpikir seribu kali untuk mencoba mengakali pria-pria yang dijuluki sebagai titisan naga itu.


Dimana hati Kafeel kemudian menjadi sedikit was-was. ‘Perlu gue kasih tau si Alva soal kemampuan si Ann yang kurang lebih punya kemampuan yang sama macam Rery itu ga ya? ...’ batin Kafeel. ‘Atau mungkin Alva udah tau?’


Kafeel bertanya-tanya sendiri dalam hatinya.


‘Ah nanti aja deh gue pikirkan lagi soal Ann yang punya bakat jadi hacker nyaingin Abangnya itu!. Sekarang urusan gue sama Dedek Val dulu!’


“Yah, Kak Kafeel, Flurry Kakak jadi melted begini!”


“Ga apa, masih bisa dimakan kok ... “ sahut Kafeel setelah lamunannya buyar karena suara Val.


“Val belikan lagi ya?—“


“Tidak perlu kok Val ...”


Kafeel segera menyergah Val.


“Benar, tidak apa-apa? ...” tanya Val.


Dan Kafeel mengangguk. “Val,” Kemudian Kafeel memanggil Val dengan lembut.


“Ya? ----“ jawab Val.


“Soal kamu yang sudah tahu kalau aku ini was ‘badboy’ dan pernah menjalani yang namanya pergaulan bebas—“


“Val tidak mempermasalahkannya.” Potong Val.


Dimana Kafeel kemudian terdiam sejenak sambil menatap Val yang tersenyum cantik padanya.


“Kalau Val mempermasalahkannya, Val tidak akan menempel terus macam ulat bulu pada Kak Kafeel selama ini kan? ---“


“Iya—“


Kafeel menyahut lembut.


Lalu satu tangan Kafeel terulur dan mengusap lembut pucuk kepala Val.


“Val, ga jijik?---“


“Kenapa Val harus merasa jijik?---“ Val balik bertanya.


“Ya karna aku sudah pernah ‘tidur’ dengan beberapa wanita.” Jawab Kafeel ragu-ragu.


Val tersenyum. “Tidak sama sekali—“


“Kenapa? ...” tanya Kafeel melirih.


“Karena Val tulus mencintai Kak Kafeel ---“


Val menjawab tanpa ragu, serta memandang tulus pada Kafeel.

__ADS_1


“Dan cinta sejati itu mampu membuat orang yang memilikinya menjadi pengertian, sabar dan mau menerima apa adanya, keadaan orang yang ia cintai ...”


Val tersenyum cantik pada Kafeel, sambil satu tangannya mengusap lembut satu pipi Kafeel.


“Seperti itu kiranya perasaan Val pada Kakak ----“


“Val -----“ ucap Kafeel. Takjub dan terenyuh disaat yang bersamaan dirinya karena penuturan Val.


“Val tidak mau memikirkan urusan pribadi Kakak dimasa lalu dengan para mantan kekasih Kakak itu.”


Val keburu bicara lagi, sebelum Kafeel sempat mengucapkan kata lainnya-selain ia menyebut lembut nama panggilan Val tadi.


Val tersenyum.”Yang sebenarnya sih, Val memang memiliki rasa tidak nyaman setelah Val tahu bagaimana cara berpacaran Kak Kafeel dahulu...”


Lalu Val lanjut bicara lagi.


“Meski Val baru berusia lima belas tahun saat membaca sebuah detail dari apa yang Uncle Omar titipkan pada Uncle Nino untuk The Dads soal pergaulan Kak Kafeel dengan para mantan kekasih kakak itu yang tertulis ‘a young Don Juan’, tapi saat itu Val sudah tahu kalau maksudnya adalah, Kakak melakukan s3k$ bebas.”


Val mengatakan isi hatinya pada Kafeel. Karena memang seperti itulah Val. Ia sedikit sulit memendam sesuatu dalam hatinya. Terlalu apa adanya. Val lebih suka mengatakan sesuatu yang ia rasa dan pikirkan secara gamblang.


“Tapi kan mau dibilang apa? Things happened were happened right ( yang sudah terjadi ya sudah terjadi bukan )?. Masa lalu kan tidak dapat diubah.” Val tersenyum ironi. “Ya tapi rasa Val pada Kakak tidak luntur sedikit pun.”


Val menatap teduh Kafeel yang orangnya tak sedikitpun memalingkan matanya dari wajah Val.


“Tapi seiring bertambahnya usia, seiring bertambahnya rasa cinta Val pada Kakak, bagaimana gaya pacaran Kakak dengan para mantan kekasih Kakak itu sempat lagi Val ingat dalam pikiran Val.”


“........”


“Dan jujur, ada perasaan tidak rela yang menyelusup ke dalam sini----“


“Karena Val bukan wanita pertama yang Kakak sentuh—“


“Maaf, Val ---“


Kafeel melirih, dimana ada segumpal penyesalan yang hadir di hatinya mendengar penuturan Val barusan.


Menyesal sekali Kafeel rasanya, mengetahui jika ada satu hal darinya yang tidak bisa Kafeel berikan untuk Val.


“Maafin aku...” lirih Kafeel lagi. “Aku—“


Ucapan Kafeel terhenti, karena telunjuk Val tertempel di bibirnya.


Dimana Val menggeleng seraya ia tersenyum pada Kafeel. “No Kak.” Sergah Val. “Kakak tidak perlu minta maaf untuk itu.. karena Val tidak mempermasalahkannya –“ sambung Val. “Kak Kafeel kan tahu bagaimana Val mencintai Kakak.”


Val kembali ke mode ceria dirinya yang seperti biasa.


Kafeel tersenyum ironi.



Val tersenyum lebar pada Kafeel, sampai kedua matanya sedikit memicing. “Sudah ah, Kak Kafeel tidak perlu merasa bagaimana-bagaimana soal perasaan Val akan masa lalu Kakak sebagai ‘Don Juan’ itu—“


“Aku ga mungkin mengabaikan perasaan kamu jika kamu terluka karenanya Val. Aku –“


“Val tidak terluka Kaak...” potong Val. “Perasaan tidak nyaman dan tidak rela itu hanya Val rasakan sesaat saja kok.”


“Meski begitu Val.” lirih Kafeel, lalu menghembuskan nafasnya pelan yang terdengar seperti helaan nafas putus asa. “Tetap—“

__ADS_1


Val kembali menempelkan telunjuknya di bibir Kafeel.


Dan Kafeel sontak bungkam.


*


“Kak Kafeel camkan ini baik-baik ya?—“ kata Val. “Val mencintai Kakak, bukan masa lalu Kakak.” Sambungnya. “So everything about you from A to Z, I accepted it with no exception ( Jadi apapun tentang Kakak dari A sampai Z, Val menerimanya tanpa terkecuali )”


Val mengeluarkan pernyataannya.


“Seandainya pun saat Val sudah terpesona dan jatuh cinta pada Kak Kafeel dan Kak Kafeel seorang duda, Val akan tetap tidak akan memperdulikan hal tersebut.”


Dimana Kafeel kemudian spontan terkekeh kecil setelah mendengar ucapan barusan.


“Okay?!”


Val menangkup pipi Kafeel dengan antusias sambil menampakkan barisan giginya pada Kafeel.


Dimana didetik berikutnya Kafeel pun mengangguk seraya tersenyum pada Val dengan bahagia.


“Okay ---“


Lalu Kafeel menyahut sambil juga mengangguk.


“Meskipun Kak Kafeel Duda dengan anak satu pabrik pun Val mau menerima Kakak, kok!—“


Tak pelak, Kafeel pun langsung terkekeh geli karena ucapan Val yang nyeleneh barusan.


“Sudah ya Kak, tidak perlu lagi menengok kebelakang—“ ucap Val. “Cukup Kakak melihat Val saja seorang.”


Tanpa menunggu detik berlalu Kafeel langsung mengangguk mantap. “Pasti.” Sahut Kafeel. “Cuma kamu seorang di mataku, Val—“


“Terima kasih ya Kak?...”


“No Baby, aku yang makasih.”


Kafeel dengan cepat menyergah.


Lalu gantian Kafeel yang menangkup pipi Val dengan posesif.


“Entah ada kebaikan macam apa yang aku buat, sampai Yang Maha Kuasa menghadiahkan kamu buat aku, Val.” ucap Kafeel tulus dan penuh syukur.


Dimana ucapan Kafeel itu membuat Val merona.


“Sweet sekali ih Kakak.”


Val berkelakar dan Kafeel tersenyum geli.


“Tapi akan lebih sweet lagi kalau Kakak nikahi Val cepat-cepat.”


*


To be continue ...


Semoga syuka, dan dukungan buat karya ini terus mengalir. Aamiin.


Salam sayang ter-blaem buat kalean para reader setia.

__ADS_1


__ADS_2