
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Isola, Italia..
“Pokoknya Ka, apapun yang terjadi dengan Val di depan nanti, kamu, harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Setidaknya, jadilah Kaka seperti yang selama ini kami kenal..“
Adalah Mommy Ara yang bicara pada Kafeel, dimana pria itu sedang duduk bersamanya dan lima wanita The Adjieran Smith lainnya yang sedang berada pada hunian keluarga mereka yang tersembunyi pada sebuah pulau terpencil. Sementara para pria yang ada, sedang duduk-duduk di sudut yang berbeda.
Dan empat orang anggota keluarga yang lain sedang berada di ruangan Val.
Lalu sisanya yang tidak ada saat Kafeel dan Arya datang bersama Varen dan Drea, sedang berada di luar pulau.
“Iya, Mom. Tapi kalau –“
“Tidak ada kalau –“
“Aku –“
“Dengarkan Mom, Kaka..”
Mommy Ara kembali menukas ucapan Kafeel, dimana pria itu langsung terdiam.
“Apapun yang akan terjadi di kemudian hari terkait kondisi Val, semua itu takdir Yang Maha Kuasa.”
Mommy Ara lanjut bicara, Kafeel dan beberapa wanita yang sedang berada di dekat Mommy Ara pun memperhatikan sang Ibu Peri.
“Jika memang yang terburuk yang akan terjadi, semua itu tidak ada hubungannya dengan kamu..”
“Val begini karena aku, Mom.. Meskipun aku tidak menyebabkan secara langsung.”
♥♥
“Tapi tetap saja, aku yang bersalah..”
Kafeel yang menundukkan lagi kepalanya.
“Jika nantinya yang terjadi pada Val adalah yang terburuk.. Sungguh.. Aku tidak akan bisa menanggung rasa bersalahku sampai kapanpun selama hidupku. Bukan aku ingin lari dari masalah. Aku hanya rasanya tidak sanggup hidup jika Val ‘tidak ada’. Jika ucapan The Dads hanya gertakan, tapi tidak bagi aku.. Jadi jika Val ‘pergi’ aku akan mengikutinya –“
“Dan andai takdir buruk terjadi pada Val lalu kamu mengikutinya, kemudian apa, Ka?..“ tukas Mommy Ara. “Alih-alih sebuah solusi, kamu malah akan menciptakan masalah yang lain andai Val nyatanya ‘pergi’ lalu kamu mengikuti.. Duka, lebih tepatnya. Duka baru yang akan kamu berikan untuk kami, selain pada Magda dan Lena.. Pun rasa bersalah yang akan menggelayuti selama sisa hidup kami.. Apa kami harus bunuh diri juga? –“
♥♥
“Ka, dengerin Ene.. Ene sama semua orang di keluarga ini nih, ngerti betapa Kaka merasa bersalah banget tentang keadaan Val sekarang pas kami orang denger kamu ditemuin udah berdarah-darah sama Arya, bunda dan adek kamu..”
Ene Bela yang bicara.
“Semua orang di sini nih, sama sedihnya pas Val dinyatain udeh ‘ga ada’ waktu denger kamu coba bunuh diri –“
“Betul itu, Ka..”
Mommy Ara menimpali ucapan Ene Bela.
“Kami bahkan mengadakan doa bersama agar kamu selamat..”
“Aku tidak pantas kalian doakan –“
“Kamu kan bagian dari keluarga ini, Ka.”
“Betul itu, Ka –“
“Terlepas The Dads dan Alva serta Nathan yang kala itu marah padamu dan mengatakan kamu bukan lagi bagian dari keluarga ini, sesungguhnya itu hanya ucapan mereka di mulut saja..”
Nenek Yuna, Oma Anye, dan Gamma bicara bergantian saling menimpali ucapan.
“Toh mereka sangat terpukul ketika berita kamu yang mencoba bunuh diri itu sampai pada kami.”
“Abang aja bahkan sampai menyusul kamu ke rumah sakit dengan segera, kan?”
Kafeel termangu.
“Jadi Ka, kami semua itu masih menyayangi kamu.. Termasuk itu para naga yang pasti udah bicara macam-macam ke kamu dengan mulut nyinyir mereka. Yah, Mom juga tidak bisa bilang kalau sedikit banyak juga mereka masih ada kesalnya sama kamu.. Jadi kamu kuat-kuatkan saja hati untuk mendengar cibiran pedas dari mulut mereka yang setara level pedas ayam geprek tingkat neraka jahanam, kalau kata Drea, sih –“
♥♥
Kafeel lalu mendengus geli selepas mendengar ucapan Mommy Ara yang ujungnya tersemat sebaris kelakar dengan Mommy Ara yang tersenyum geli kemudian, sementara Mama Fabi dan empat nenek terkekeh. Lalu Mama Fabi angkat suara.
“You know ( Kamu tahu ), Ka? –“
“Iya, Mam?..” tukas Kafeel menanggapi ucapan Mama Fabi.
“Few days ago, Val has shown movement.”
“( Beberapa hari yang lalu, Val menunjukkan pergerakan )”
“Really????..” Kafeel terlihat antusias.
“Hem..”
Mama Fabi menyahut dengan deheman sambil mengangguk.
“La-lalu???..” Kafeel nampak penasaran, dengan dia yang kini memandangi satu-satu dari para wanita yang ada di dekatnya itu setelah memandang pada Mama Fabi.
“Tubuh Val tiba-tiba mengejang hebat –“
“Dan itu terjadi, sebelum kami mendengar kamu yang berusaha bunuh diri.”
♥♥
“Yang mana artinya, mungkin.. secara batin atau bahkan emosi, sedikit banyak Val terhubung dengan kamu..”
Mommy Ara lagi yang berbicara.
“Atau mungkin jiwanya Val yang sedang travelling itu tersangkut di tempat kamu berada, Ka..”
Gamma melontarkan celetukannya.
“Jadi ya itu seperti yang Ibu Peri bilang, kalau secara batin atau emosi dia terhubung dengan kamu.. Makanya pas kamu melakukan tindakan bodoh macam dirinya, Val bereaksi..”
Kafeel termangu lagi kemudian. Mommy Ara tersenyum sembari lagi mengusap kepala Kafeel.
“Jadi Kaka, Val yang bereaksi seperti itu, bahkan di alam bawah sadarnya, meskipun kamu telah menyakiti hatinya.. Tapi tetap, dia ingin kamu baik-baik saja..”
Mommy Ara berkata lagi kemudian.
“Apapun yang terjadi padanya di kemudian hari –“
“Karena dalam kata lain -- Val yang bereaksi seperti itu saat kamu mencoba bunuh diri, dia tidak menginginkan hal itu.”
Nenek Yuna kemudian menimpali. Dan ucapannya diaminkan oleh lima wanita lainnya. “Jadi sekali lagi, Ka.. Andai yang terjadi pada Val adalah yang terburuk yang kita semua tidak inginkan untuk terjadi, kamu, tidak perlu mengikuti jejaknya –“
“Tebus rasa bersalah kamu, dengan hal yang positif. Jadilah Kaka seperti yang selama ini kami kenal, atau bahkan lebih baik lagi –“
“Harus itu, Ka.. Ya? –“
“Aku –“
__ADS_1
“Kamu renungkan semua yang kami katakan kepada kamu tadi.”
Mommy Ara menukas Kafeel yang nampak ragu menjawab.
“Iya, Mom..”
Kafeel mengangguk.
Mommy Ara dan lima wanita The Adjieran Smith yang sedang bersamanya itu lantas mengulas senyuman lembut setelah mendengar jawaban Kafeel yang tak lagi nampak ragu.
“Ya sudah, kamu beristirahat dulu ya? –“
“Kalau sekarang aku melihat Val aja, boleh ga? –“
“Istirahat Kaka, jangan membantah dan membuat itu para naga kesal. Karena nanti yang ada, ijin kamu berada di sini dicabut. Atau kamu diperbolehkan di sini, namun tidak diperbolehkan masuk ke ruangan Val..”
“Patuh, Kaka. Kamu memang perlu banyak istirahat juga mengingat kondisi kamu sekarang yang memaksakan diri untuk datang ke sini padahal kamu seharusnya masih perlu penanganan di rumah sakit.. Jadi beristirahatlah dulu, hem?..”
Kafeel pada akhirnya mengangguk patuh. “Kalau begitu, aku berpamitan dulu dengan Gappa, The Dads dan Alva juga Arya di sana –“
“Iya..”
♥♥
Sementara itu di sudut yang tadi Kafeel tunjuk..
“Take your time nanti saat May datang –“
“Thanks, Dad..”
Arya mengulas senyuman pada Daddy Dewa yang barusan berkata padanya itu.
“Kalau boleh aku tahu, apa rencanamu?” tanya Daddy Dewa. “Sekedar mengingatkan, kau ini tunangan seseorang –“
♥♥
A flashback..
“Bener – bener egois –“
“Siapa yang egois? –“
“Ck! Ngagetin aja sih, Pa?!..”
“Siapa yang ngagetin sih?! Nah elonya aja yang ngelamun ga kepuguhan dari tadi Papa perhatiin.”
“Hhh –“
“Lo kenapa?..”
“Arya denger Bang Alva ngomong sama Kak Kaf soal Mika tadi..”
“Kenapa? Mika mau nikah sama Felix?.. Tetep nikah beda agama atau si Felix jadi mualaf?..”
“Ck! Paan sih!.. bukan itu!..”
“Biasa aja, ga usah ngegas!..”
“Ya lagian..”
“Ya kenapa sewot kalo si Mika mau nikah? Nah situ aja kan udah tunangan juga?..”
“Justru itu –“
“Mika ga mungkin nikah sama Felix.”
“Karena tadi Arya denger Bang Alva bilang gini ke Kak Kaf, ‘Gue paham posisi lo --- bla.. bla.. bla.. bla.. bla.. luka yang lo beri pada Val, berimbas pada semua orang .... May, contohnya... Dia yang terluka atas --- bla.. bla.. bla.. bla.. bla.. Lalu mencari cara agar Arya membencinya, hingga sampai Arya mau melakukan perjodohan bisnis dengan anak rekan bisnis ayahnya’... Gitu.”
“Waduh!”
“Kampret banget emang tuh si Judesgirl!”
“Sembarangan aja lo ngatain si Mika kampret!”
“Nah dia udah seenak udel mainin hati Arya gitu?!”
“Ya pasti ada alasan kuat Mika sampe begitu, Boy –“
“Sekuat – kuatnya alasan yang dia punya, tetep Mika udah banyak menghancurkan segala yang ada di dalam diri Arya, Pa.. Sampe Arya mutusin buat nerima itu tawaran Om Hidayat buat nikah sama anaknya saking Arya dibuat frustasi sama itu si Judesgirl..”
“Nah yang suruh lo gegabah siapa?!..”
“Ya namanya orang frustasi gimana sih?!”
“Heleh! Emang otak lo aja pendek!”
“Ck!”
“Lo masih cinta sama Mika? –“
“Pake nanya..”
“Jawab iya apa engga!..”
“Ya iya lah! –“
“Mau balikan sama dia? –“
“Mau lah! –“
“Ya kejar sana.”
“Si Nora gimanaa? ..”
“Lo udah cemek – cemek itu si Nora? ..”
“Eh sembarangan banget Pak Jendral kalo ngomong!..”
“Udah belom?! –“
“Ya belom lah! Nafsu aja engga sama dia! –“
“Jujur ga nih? Cakep kan itu si Nora plus bohay juga, masa ga nafsu? –“
“Masih cakepan Mika kemana - mana, meskipun bempernya gedean si Nora. Tapi tetep Arya nafsunya sama Mika.”
“Ya lo kejar sana itu si Mika –“
“Papa dukung?..”
“1000 persen –“
“Tapi nanti hubungan Papa sama Om Hidayat ga jadi ancur?..”
“Hubungan Papa sama dia cuma sebatas bisnis. Mau hancur bagaimana ga masalah, daripada ngeliat anak Papa jadi orang yang macem si Kaka tuh --- ga punya gairah hidup.”
“Makasih ya, Pa?..”
__ADS_1
“Tapi lo tetep harus gentle hadapi Om Hidayat kalo emang lo mau batalkan pertunangan lo dan Nora –“
“Ya udah, Arya temuin mereka sekarang..”
A flashback off..
♥♥
Tiga jam kemudian..
“Lo ga tidur, Ar?..”
Kafeel yang berucap pada Arya yang sedang berdiri di jendela sebuah kamar yang di tempati oleh keduanya.
“Tidur, Kak. Baru setengah jam-an gue bangun..”
Arya menyahut lalu berjalan mendekati Kafeel.
“Udah boleh ke tempat Val belum ya?..”
“Mungkin udah kali..”
Arya menyahut sambil melirik arlojinya.
“Tapi lo udah ngecek pintu ini kamar?..”
“Kenapa emang? –“
“Barangkali kita dikunciin dari luar..”
Arya sontak terkekeh mendengar ucapan Kafeel yang terkesan paranoid itu.
♥♥
“Obat lo yang harus di minum setiap dua jam sekali itu lo minum dulu, Kak..”
Arya berucap, ketika Kafeel sudah mendudukkan dirinya di atas ranjang setelah tadi sempat terlelap.
“Ga lah. Itu obat bikin gue ngantuk berat.”
“Ya itu tandanya memang lo diharuskan buat banyak istirahat.”
Arya meraih salah satu tab obat milik Kafeel dan membukanya.
“Minum dulu nih.”
Kemudian menyodorkan pada pria itu, satu tablet yang telah Arya keluarkan dari dalam satu tab obat milik Kafeel.
“Nantilah Ar.. Gue mau liat Val dulu –“
“Hhh..”
Arya menghela nafasnya sedikit berat.
Ingin memaksa Kafeel untuk mengkonsumsi obatnya, tapi Arya juga tidak tega melihat wajah Kafeel yang penuh harap ingin melihat Val lagi setelah sebelumnya hanya sebentar saja di ruangan Val ketika mereka sampai di pulau pribadi milik keluarga The Adjieran Smith yang selama ini mereka dengar namanya saja.
Karena memang, pulau itu bukan diperuntukkan sebagai sarana hunian untuk liburan satu keluarga biangnya sultan itu untuk liburan, macam mansion liburan The Adjieran Smith yang ada di Ibiza atau California. Melainkan sarana penelitian dan pengembangan setiap penemuan Varen dan Celine, meskipun di pulau tersebut berdiri sebuah bangunan menyerupai kastil di atasnya.
♥♥
Belasan menit kemudian..
“Bangun dong Val. kamu ga sendirian sekarang,”
Ada Mika yang sedang berada di ruangan tempat Val di rawat, dan Mika sedang terlihat mengajak ngobrol Val yang masih nampak seperti sedang tertidur itu.
“Walaupun ga sama persis, tapi kita sama. Sama – sama jomblo,” ucap Mika lagi. “Bentar lagi nasib aku juga sama macam kamu. Ditinggal nikah. Oleh orang yang kita cintai ....”
Yang mana tanpa Mika sadari, Arya telah berdiri di belakangnya yang sedang asik mengajak Val ngobrol itu seperti yang biasanya Mika lakukan jika sedang gilirannya menemani Val.
“Aku udah cerita belum sih, kalau Kak Arya udah tunangan? Cantik cewenya,” kata Mika lagi.
“Masih cantikan Val..“
Arya menimpali.
“Ya iya lah kalau dibandingkan Val jauh cantik Val kemana – mana..”
Mika kemudian juga menimpali ucapan Arya yang menanggapi ucapan Mika sebelumnya.
‘Eh?’ Namun kemudian Mika menyadari sesuatu.
Dimana Mika spontan saja menoleh sambil lagi membatin.
‘Kok gue denger suaranya Ar –‘
“Dan lo..”
‘Yaa?????!!!!!..’
Mika terkejut bukan main, sampai matanya membelalak dan tubuhnya menegang.
“Ar-ya??..”
“Apa kabar, Judesgirl tukang tipu?”
Arya menyapa sinis, sambil tersenyum miring pada Mika.
“A-pa maksud lo? –“
“Lo penipu ulung Mika. Selain lo egois dan naif..”
Arya berucap datar, namun tajam ucapannya. Dengan ia yang mendekatkan dirinya pada Mika dan berkata setengah berbisik pada sang mantan itu.
♥♥
“Lo mau kemana?..”
“Lo mau tengok Val, kan? –“
“Sekalian gue mau ngomong sama lo –“
“Ga ada yang perlu kita omongin lagi –“
♥♥
“L-o???!!! –“
“Udah gue bilang, gue mau ngomong sama lo –“
“Keluar dari kamar gue!”
“Engga akan sebelum gue bikin perhitungan sama lo..”
♥♥♥♥
To be continue.....
__ADS_1