
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia...
“Itu tidak seperti yang kamu liat, Sayangku Mikaelaaa –“
Ada satu pria muda yang akan menapaki usia matang sedang nampak membujuk satu perempuan belia berusia delapan belas tahun.
“Cih!”
“Lagian itu beneran disuruh Abang buat ngurusin mereka. Itu juga cuma sebentar. Suer deh! Hayo tanya Abang –“
“Ga usah bawa – bawa Abang!”
“Mika, Baby, Sayang .. Masa iya gue ngelaba sama cabe – cabean sementara gue udah punya cabe beneran?? ..”
“Gue lempar sendal loh ya?!”
♥♥
“Sembarangan aja bilang gue cabe!”
Mika berkata sembari melotot tak terima pada Arya.
“Iya maap, maap –“
“Ga ada!” sambar Mika. Arya pun langsung berkesah putus asa. "Tiada maaf bagimu."
“Ya ampun Mi, tega amat sama pacarnya?”
“Sebodo!” ketus Mika. “Pacar fakboi jauh – jauh sana!”
♥♥
“Mi,”
‘Eh?’
Mika terkesiap.
“L – o ngapain??” Mika bertanya dengan sedikit tergugu, karena Arya kini telah beringsut ke lantai dekat sofa yang sedang ia dan Mika duduki, dengan kedua lutut Arya yang menyentuh lantai tertutup karpet.
Membuat Mika jadi memandang lekat pada Arya.
Arya tersenyum pada pacar judesnya yang sedang ngambek itu. “Mau minta maaf.”
Lalu Arya berucap. Dimana ada sedikit nada ketidakberdayaan dalam suaranya.
“Y – a tapi ga usah begini juga –“
“Habis lo ga percaya sama yang gue bilang kalo gue sekedar interogasi itu para cabe – cabean yang dibawa sama itu orang – orang geblek.”
♥♥
“Gue akuin itu cabe – cabean emang rada ganjen sama gue. Tapi kan ga gue layan ..”
“Tapi lo senyum – senyum sama mereka,” tukas Mika yang memberengut, dan Arya mengulas senyuman.
“Ya udah gue minta maaf, kalo hal itu ngeganggu lo. Gue cuma bersikap baik, karena mereka juga konteksnya korban karena dimanfaatin sama beberapa orang anggota dari itu geng motor ga ada akhlak.”
♥♥
“Itu kan yang nugasin gue juga Abang?”
Arya lanjut berbicara.
Mika masih memperhatikannya.
“Tapi apapun deh .. Yang jelas gue minta maaf kalo interaksi gue sama itu cabe – cabean bikin lo bete ..”
Arya meraih tangan Mika yang kemudian ia genggam.
“Maafin gue ya? .. please? ..” pinta Arya. “Ga mungkin juga lah Mi, gue lirik cewe lain saat gue udah punya elo –“
“Gombal.” Mika menukas dan Arya terkekeh kecil. Lalu didetik berikutnya, Arya mengangkat tangan Mika yang ia genggam itu dan Arya langsung mengecupnya singkat.
♥♥
Mika sedikit tercengang dengan apa yang dilakukan Arya, dari sejak pacarnya itu bersimpuh dihadapan Mika sebenarnya.
“Maafin dong, please? ..”
Tapi dengan kian manisnya sikap Arya akhirnya membuat Mika tidak tega juga untuk berlaku ketus pada pacarnya itu lama – lama.
“Iya udah gue maafin.”
Dimana Arya langsung tersenyum lebar setelah mendengar jawaban Mika barusan.
“Aciih Dedek Mikaela kesayangan Mas Arya. Love you.” Arya berucap kocak dan manis pada Mika disaat yang bersamaan, selain Arya mengecup sekali lagi tangan Mika dengan nampak kesenangan.
Membuat Mika jadi mengulum senyumnya, karena tingkah Arya itu. “Ya udah bangun ah.”
“Peluk dulu ..” ucap Arya seraya ia cengengesan.
“Ogah!” sahut Mika. “Arya ih!” Namun sedetik kemudian Mika memekik kecil, karena meski Mika memberikan penolakannya pada Arya yang meminta pelukan itu, Arya tetap meraih tubuh Mika yang langsung Arya rengkuh dengan erat.
♥♥
__ADS_1
Mika dan Arya kembali bergabung pada mereka yang sedang berkumpul dan bercengkrama di ruang tamu kediaman keluarga Mika setelah keduanya berbaikan. Lalu ikut masuk juga ke dalam obrolan santai yang diselingi guyonan dan ledekan hingga saling ejek ringan yang menimbulkan kekehan.
Hingga di menit – menit berikutnya, para tamu yang seyogyanya adalah kebanyakan teman – teman dari para tuan muda The Adjieran Smith yang habis menggulung satu geng motor kriminal itu, undur diri untuk kembali ke tempat tinggal masing – masing.
“Aku juga ya?” termasuk juga Arya, yang bersuara untuk berpamitan setelah Kafeel yang hendak pulang ke rumah yang ditempatinya bersama ibu dan adik perempuannya. “Gue pulang dulu ya, Mi?” lalu Arya berpamitan secara khusus pada Mika setelah ia berpamitan pada seluruh keluarga pacar judesnya itu.
Dimana di satu sudut lain, ada Kafeel yang sedang berpamitan secara khusus dengan Val, setelah satu per satu anggota keluarga Mika dan Val itu undur diri untuk pergi ke kamar mereka masing – masing.
Mika langsung mengangguk selepas Arya berpamitan padanya. “Iya –“
“Jangan ngambek lagi. Gue bingung kan kalo lo begitu.”
Arya menukas dengan satu tangannya yang menggenggam tangan Mika, sementara tangan satunya menjepit dagu Mika dengan dua jari Arya.
“Ya elonya yang cari gara – gara duluan ..” sahut Mika. “Bikin kesel ..” sungut Mika. “Sok ramah ..”
“Iya udah ..” Arya segera menukas lagi ucapan Mika. “Ga akan gue ulangi lagi beramah tamah sama cewek manapun kecuali keluarga.”
“Bener?”
“Janji! –“
“Awas aja kalau boong! –“
“Kalo perlu lo kloning tuh hp gue –“
“Buat apa tau? –“
“Ya biar lo tau orang – orang yang sehari – harinya berhubungan sama gue.”
Arya berucap untuk meyakinkan pacar judesnya itu, sambil Arya menggoyangkan pelan dagu Mika.
“Gue ga senaif itu –“
“Tapi jangan gampang curiga sama gue.”
“Iyaa ..”
“Kalo misalkan one day lo liat gue lagi deketan atau lagi ngobrol sama cewe yang lo ga kenal, lo jangan langsung judge kalo gue lagi flirting. Lo samperin aja gue, bersikap kek biasanya gimana kita setelah pacaran. Jangan langsung ngambek kek tadi. Dulu gue emang fakboi, tapi gue sering gonta – ganti cewe juga karena mereka sendiri yang wara – wiri ngedeketin gue. Tapi kalo ganjen – ganjenan duluan sama cewe ga pernah. Nah gue baru keganjenan sama lo doang.”
♥♥
“Sampe sini paham, Nona Mikaela?”
Arya memencet gemas hidung Mika. Dimana ucapan Arya yang panjang lebar sebelumnya, terdengar manis pada akhirnya di telinga Mika. Hingga Mika sampai mengulum senyumnya.
“Kan gue udah pernah bilang sama lo, kalo selama gue mulai pacaran, cewe yang pernah gue tembak secara terang – terangan cuma dua orang. Drea sama lo doang. Drea gue coret, anggap ga pernah terjadi gue pernah nembak kakak lo itu. Nah berarti lo seorang yang pernah gue tembak secara terang – terangan, bahkan di hadapan banyak orang yang gue ga kenal. Lupa? –“
“Iyaa,” tukas Mika.
♥♥
Arya tersenyum tampan setelah mendengar jawaban Mika.
“Iya apa? ..” tanya Arya jahil.
“Iya gue inget waktu lo nembak gue di depan banyak orang yang kita ga kenal –“
“Berarti tandanya? –“
“Ya .. lo gentle,” tukas Mika.
Arya mendekatkan dirinya pada Mika.
“Salah.”
Lalu Arya berkata kemudian.
“Itu tandanya gue memuja lo.”
‘Ya Allah ga kuaatt!!!’
Baru ini Mika bisa menjerit ---- meskipun dalam hatinya saja.
Namun itu adalah hal yang super langka bagi seorang Mikaela Finn Adjieran Smith hingga dia sampai menjerit sebegitunya ---- biar kata dalam hati juga, saking meleleh karena ucapan seorang pria.
“Percaya? ..”
“Per – percaya ..”
Dan lagi – lagi Mika bisa dibuat menjadi gugup oleh tingkah seorang pria.
Satu – satunya pria yang bisa membuat Mika dalam posisinya sekarang. Gugup dan salah tingkah.
Arya Narendra.
Pria yang bisa membuat seorang Mikaela sering merasa nano – nano dalam hatinya.
Bahkan membuat Mika merasa agak drop kesehatan jantungnya, sejak Arya menyatakan cinta dan sering berlaku mesra.
Meski kadang sikap receh Arya terasa menyebalkan bagi Mika, tapi saat pacarnya itu sedang dateng romantis dan mesranya macam sekarang ---- percayalah, Mika merasa jika kesehatan jantungnya menurun disaat momen itu terjadi.
Yah, seperti sekarang ini.
♥♥
“Kalo percaya, gue minta bukti –“
“Bukti, ap –“
__ADS_1
Mika tidak dapat melanjutkan kalimatnya, karena satu tangan Arya telah berada di tengkuk Mika yang dengan cepat Arya dorong perlahan, hingga bibir keduanya bersentuhan.
Mika dibuat bungkam dengan tatapannya yang sedang berpadu dengan Arya.Sebelum berikutnya mata Arya terpejam, memperdalam lumatannya pada bibir Mika yang orangnya tak lama ikut memejamkan mata.
Nafas Mika dibegal habis – habisan oleh Arya. Makanya saat Arya menghentikan ciumannya yang memburu pada Mika, gadis judes itu meraup oksigen sebanyak – banyaknya. Tapi tak lama, karena Arya kembali membuat asupan oksigen yang sedang Mika raup itu terhenti seketika.
Mika kembali dicium oleh Arya. Tak semenuntut sebelumnya, namun tetap saja Mika rasa efek ciuman Arya akan membuat bengkak bibirnya. “Damned Mi ..” dimana Arya mengumpat kecil setelah bibir Mika ia lepaskan, dengan Arya yang sedikit terengah.
Namun dahinya Arya tempelkan pada dahi Mika, sambil terdengar nafas Arya yang seperti sedikit habis melakukan aktifitas yang menggunakan tenaga. Sedikit memburu. Dengan juga suara Arya terdengar sedikit serak, efek berciuman dengan Mika yang membuat sesuatu mulai rasanya menjalar di tubuh Arya.
“Bibir lo, damage banget,” bisik Arya pada Mika yang nampak sedikit terengah. “Lusa, sekalian mau ga? ..” tutur Arya yang masih berbicara dengan berbisik pada Mika, dengan dahi mereka yang masih menempel. “Lumayan kan tuh, gue bisa patungan sama Kak Kaf?” kekeh Arya.
“Amit deh,” sahut Mika. “Ga modal banget!“
Arya kemudian terkekeh lagi setelah mendengar sahutan Mika.
“Kalo gue modal sendiri berarti lo mau, kalo lo cepet – cepet gue halalin?”
♥♥
Sementara itu di sudut lain kediaman keluarga The Adjieran Smith, sepasang kekasih lain juga sedang berduaan dimana yang satu hendak berpamitan.
“Val pikir Kak Kafeel akan menginap? ..” Ada Val yang sedikit bersungut.
Dimana orang yang disebut Val semakin mempertegas senyumannya. “Kan tadi aku udah bilang? Ada hal penting yang harus aku urus besok,” ucap dia yang disebut oleh Val barusan. Kafeel.
“Iya Val ingat ..” sahut Val.
“Lagian juga, aku emang harus pulang karena Bunda pasti juga udah nungguin –“
“Iya sih –“
“Lusa kita ketemu kok.”
Kafeel berucap sambil membelai kepala Val.
“Janji? –“
“Janji,” pangkas Kafeel yang berucap mantap.
♥♥
Esok hari...
“Mau kemana kamu Val?...”
Ada Nathan yang sontak bertanya ketika ia melihat salah satu adik perempuannya yang baru saja turun dari lantai dua itu nampak sudah rapih penampilannya, dengan sebuah sling bag yang tersampir di salah satu bahu Val.
“Val mau ke rumah Kak Kafeel.“
Dimana jawaban Val atas pertanyaan salah satu kakak lelakinya yang bertanya padanya itu terkesiap, termasuk juga beberapa anggota Val yang berada tidak jauh dari Val yang kemudian berjalan menghampiri mereka yang sedang duduk – duduk di ruang tengah kediaman.
“Hah?!”
'Waduh gawat!'
'Oh may gat!'
“Val ke rumah Kak Kafeel dulu ya? ..“
Val berucap seraya berpamitan santai tanpa menyadari mereka yang sedang berkumpul itu saling lempar tatap dan berkomunikasi lewat sorot mata mereka.
"Val stop!" sebuah suara lalu terdengar saat Val baru saja mengayunkan langkahnya untuk hengkang dari hadapan beberapa personel keluarganya yang sedang berkumpul itu.
“Yap?” sahut Val. Sambil ia berbalik menghadap lagi pada kumpulan beberapa personel keluarganya tersebut. “Ada titipan?” ucap Val seraya bertanya kemudian. “Atau ada pesan untuk Kak Kafeel dan keluarga?”
“Tidak ada titipan dan tidak ada pesan ..” Daddy R kembali angkat suara. “Dan kau tidak akan pergi kemanapun –“
Setelahnya sebuah kalimat yang berkesan perintah keluar juga dari mulut Daddy R pada Val.
“Memang kenapa sih Dad?” sahut Val yang juga bertanya. “Val hanya akan pergi ke rumah Kak Kafeel kok. Tidak akan pergi kemanapun meski Kak Kafeel mengajak Val, kecuali jika Kak Kafeel mau mengantar Val pulang kesini nanti.”
“Tidak bisa.”
“Loh kenapa?”
Val langsung menyergah larangan Daddy R itu dan lantas bertanya.
“Pokoknya tidak bisa.”
Daddy R menegaskan begitu saja.
“Harus ada alasannya loh Dad, kalau Dad melarang Val ..”
Dan tentu saja, Val akan berani mendebat jika hal tersebut berhubungan dengan Kak Kafeelnya tanpa mengurangi kesopanan Val pada orang tua.
“Dads dan Moms kan selalu mengatakan alasan jika memberikan kami anak – anak kalian sebuah larangan? .. nah sekarang coba Dad katakan alasan Dad melarang Val untuk pergi ke rumah Kak Kafeel? –“
“Itu ..“
Daddy R mengusap tengkuknya yang tidak kenapa napa itu sambil matanya melirik ke arah personel keluarganya yang lain karena Daddy R tidak punya persiapan untuk alasan larangannya pada Val yang spontan itu.
“Kami mau mengganti ikan di kolam, jadi kami butuh pendapat kamu untuk memilih ikan apa yang bagus untuk kolam di depan itu.”
“Heu?” Val melongo aneh. “Bukannya di depan itu w.fountain ( air mancur )? –“
♥♥♥♥
To be continue ...
__ADS_1
Support terus karya ini yah.
Loph you para readers yang blaem – blaem ..