
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Singapore
“Gappa, Gamma jahat....”
Si bontot dalam jajaran pewaris muda langsung menunjukkan wajah merungut nan merajuk saat ia dan para kakaknya telah dibebaskan oleh ke empat Dad yang tadi menyidang Ares dan para kakaknya itu.
“Bukannya ngebelain Ares dan yang lain waktu dimarahin The Dads tadi, malah ngeliatin aja.”
Sambil mulut Ares agak maju dengan tangan yang sudah memegang piring berisikan aneka rupa makanan, lalu setelah menggerutu pada sepasang kakek dan neneknya, Ares melahap sesendok makanan dari piringnya.
“Maafkan Gappa dan Gamma kalau begitu my dear God of War, tapi sudah ada kesepakatan tidak boleh ada sesiapapun yang ikut campur, jika kalian membuat ulah, dan The Dads memarahi kalian.”
Gappa berkata dengan bijak, sambil tersenyum dan mengelus rambut personil The Bangor Kids yang paling bontot itu.
“Iya paling engga, belain kek walau sedikit –“
Ares merungut, sambil ia mengunyah makanan yang sudah ia masukkan ke mulutnya setelah ia membuat sendoknya membumbung dengan makanan dari piringnya.
Gappa dan Gamma yang duduk mengapit Ares, sama – sama mendengus geli dan mengusap lembut kepala si bontot itu.
"Telan dulu makanan di mulut kamu itu Ares, nanti tersedak bagaimana?..."
Gamma berucap.
“Your mistakes following your astray big brothers and sisters ( Salahmu mengikuti kakak – kakakmu yang sesat itu ) ..” tukas Papa Lucca.
♥
“Ke Univ. Stud. Ga ngajak – ngajak.” Ucapan terdengar dari mulut Arya yang duduk di dekat personil The Krucils yang kini bertambah sebutannya menjadi The Bangor Kids.
“Ga direncanain itu juga Kak –“
Isha yang menyahut.
Yang langsung diiyakan oleh para saudara dan saudarinya juga.
Kini The Bangor Kids itu telah membaur bersama para keluarga dan kerabat dewasa mereka dalam Private Lounge.
“Kak Arya ga makan?—“
Isha bertanya, karena Arya hanya memegang piring kecil berisikan puding coklat dengan vla. “Udah tadi.”
“Kerajinan menunggu kalian datang baru kami makan.”
Papi John nyeletuk dengan ketus, sambil melirik sinis pada putri kandungnya yang sedang menyuap jenis makanan yang tadi ia ingin makan dan kebetulan disajikan oleh pihak Hotel.
“Susah sih ya orang udah uzur, ga boleh telat makan dikit ntar diopname,” celetuk Aro yang meledek ayah kandungnya itu, kemudian cekikikan ia cekikikan bersama saudari kembarnya.
Dan beberapa orang yang berada di dekat duo kembara kembar nakal itu juga ikut cekikikan.
“Mulutmu!”
Ce - tak.
Karena Papi John langsung menyergah tajam sambil mendaratkan sentilan di bibir Aro. “Macam Mamimu kalo ngomong suka asal bunyi!” ketus Papi John.
Yang mana dengan cepat terdengar..
“Enak aja! Sembarangan! Seenaknya aja kalo udah yang jelek – jelek dilimpahinnya ke aku! Kek Papinya ga suka asal jeblak aja!”
Yang merasa tidak terima, lalu langsung merepet dan mendelik tajam pada Papi John. Yang mana, hal itu mengundang kekehan semua orang.
“Kiceep kalo udah disemprot Mami –“
“Diam kau!” ketus Papi John.
Berikut toyoran tajam yang langsung mendarat di kepala Aro dari satu tangan Papi John karena ledekannya pada sang Papi, yang kata Aro tak berkutik kalau sang Mami sudah merepet tajam dalam satu tarikan nafas.
♥
__ADS_1
Waktu bercengkrama di Private Lounge saat ini dimanfaatkan dengan baik oleh mereka yang mendampingi Aro yang mengikuti turnamen tenis bergengsi di SIN, karena esok hari mereka semua akan kembali ke Jakarta tanpa terkecuali.
Selepas sidang dadakan dari empat Dads atas delapan anak-anak mereka yang berakhir dengan kepeningan di kepala empat Dads itu, mereka semua menghabiskan waktu dengan berhaha-hihi dalam kebersamaan yang disertai dengan gelakan, kekehan, cibiran, dan decakan sebal.
“Neng Val diem aja dari tadi?.. Sariawan?..” tanya Nathan iseng pada dia yang sedari tadi merungut ga kelar-kelar, bahkan saat makan.
“Kesal!-“
“Kesel kenapa lagi? Orang baru dilamar kok kesel?-“
“Iya dilamar, tapi diabaikan.” Yang bersangkutan menjawab Nathan dengan jawaban yang memang ia rasa saat ini.
Neng Val lagi kesal sama AA Kapel.
Lalu Andrea menyambar berikut Mika yang ikut menyambar dengan nyinyiran. Yang membuat dia yang sedang kesal itu berdecak dengan bibirnya yang ia kerutkan.
Nampak jelas memang dia yang sedang merasa kesal itu-yakni Neng Val, dari ekspresi wajahnya. Meski mulutnya sering sekali mengunyah banyak dessert.
“Memang itu dasar om-om tidak peka.” Gerutu Val yang kesal akibat merasa dicuekin oleh Kafeel. “Sudah tidak ikut menyusul menjemput, lalu tadi tidak membela saat kita sedang dimarahi Dads, tidak ada khawatir-khawatirnya padaku sama sekali itu om-om calon suami!”
Gerutu pendek Val pun menjadi panjang, yang berada didekatnya cekikikan. Lalu Val menjeda gerutunya, dengan memasukkan bakpao ukuran sedang bulat-bulat kemulutnya hingga pipi Val nampak menggembung besar. “Astaga ..” kesahan terdengar dari mulut Via yang sering keluar kalau melihat Val dan Drea makan.
Imut, tapi elastis sekali mulutnya.
“Jaim dong Neng Val –“
Mama Jihan sedang berada diantara mereka yang sedang bersama Val, setelah ia memisahkan diri dari Daddy Jeff yang nampak sedang bermain bola sodok bersama beberapa pria lainnya di Lounge yang sama, hanya terpisah bagian saja dengan sebuah connecting door yang terbuka lebar sebagai pemisah.
“Tau nih? ..”
Nathan mengacak gemas rambut Val sambil ia tersenyum geli.
“Biasanya super jaim pengen keliatan cantik dalam segala suasana?”
Nathan menggoda Val yang masih sibuk mengunyah bakpao bulat yang ia masukkan ke mulutnya tanpa lagi ia gigit.
“No-imaoging-saat-sodang-kesal ..” jawab Val sambil monyong-monyong karena sedang mengolah bakpao dalam mulutnya agar menjadi serpihan kecil yang bisa masuk ke tenggorokannya.
“Kak, Tan-Tan, ajak aku bicara .. hah tertelan juga akhirnya.” Sahut Val yang kemudian merasa lega karena bakpao sudah melewati tenggorokannya walau sedikit seret.
“Kebiasaan deh main sambar!”
Mika melayangkan protes karena Val menyambar gelas berisi minuman milik Mika yang baru saja si judes itu ambil.
“Aaahh ..” Val masa bodoh dan enteng saja ber ‘ah’ ria setelah menghabiskan minuman milik Mika.
“Ck!”
Mika spontan berdecak sambil geleng-geleng.
“Ambilkan lagi sana ih!” seru Mika pada Val. Namun yang disuruh nampak masa bodoh.
“Aku sedang tidak bersemangat Mika---“ Val menyahut enteng dan Mika berdecak kecil karenanya. Setelahnya, Val merungut lagi.
“Ini cake strawberry ya ga dimakan? ..”
Via menunjuk dessert yang masih tersisa di piring Val.
“Sudah tidak berselera!”
Val masih merungut lalu bersedekap.
“Jangan marah sama Kak Kafeel kamu.” Mama Jihan bersuara. “Mama perhatikan memang dia sibuk sekali bersama Abang.”
“Ya sesibuk-sibuknya Mam. Sudah tidak ikut menjemput Val, tadi Val dimarahi tidak ada usaha untuk membela calon istrinya ini. Lagipula habis melamar, bukannya ajak Val ke tempat yang romantis? ..”
“Nah tadi aja kita pergi ulet kekeett. Gimana mau ngajak kamu pergi coba?” tukas Aro gemas.
“Ya kan tapi janjinya mau menyusul itu om-om!—“ sahut Val. “Ini sudahlah tidak menyusul, tidak membela, malah aku dibiarkan juga makan sendiri –“
“Makan sendiri dari mana?”
“Tau, ini kan rame-rame Val? –“
__ADS_1
Dua orang meledek Val lalu keduanya langsung lagi cekikikan.
“Iiihh maksudnya itu, aku diambilkan makan begitu, disuapi macam Abang yang sering mesra menyuapi Kak Drea.”
“Ya elahh ----“
“Sungkan kali Kak Kafeelnya, Val.”
“Kenapa harus sungkan coba?”
“Tuh orangnya dateng ----“
Sony yang ada bersama Val dan mereka yang bersama si ulat bulu bersuara seraya menunjuk ke satu arah.
Dimana Kafeel sedang berjalan bersama Varen menuju ke tempat Val CS berada sembari Kafeel melemparkan senyuman pada Val.
“Sok tampan ..” gumam Val, sambil ia mendesis sebal sambil melirik pada Kafeel yang sedang berjalan ke arahnya duduk.
“Emang tampan kan? ..” bisik Mama Jihan yang mendengar gumaman Val sambil ia tersenyum geli.
“Udah makannya? ---“
Kafeel yang sudah berada di dekat Val itu langsung bertanya pada Val sambil ia mengulas senyuman tampan.
“Sini Ka ---“ Nathan bersuara sambil ia berdiri dari duduknya disamping Val. “Gue mau tanding BL sama nih Pak Intel ---“
Nathan menunjuk Sony yang juga ikut berdiri sepertinya. Kafeel mengangguk.
Kafeel pun hendak menggantikan posisi Nathan dengan duduk di samping Val yang nampak cembetut itu.
“Kenapa sih cemberut aja?” tanya Kafeel pada Val sambil ia mendudukkan dirinya tepat disamping Val, dengan tangannya yang mengacak pelan rambut di puncak kepala Val.
Namun ..
“Huh!”
Yang dideketin beranjak dengan cepat, ketika Kafeel telah mengambil posisi duduk disamping Val.
“Loh Val mau kemana? ..”
Kafeel segera bertanya pada kekasih kecilnya itu, namun Val memalingkan mukanya dan melangkahkan kakinya menjauh dari tempatnya duduk tadi.
“Ngambek tuh ..”
“Ngambek kenapa?” Kafeel nampak bingung.
“Soalnya kata Val, Kak Kaf nyuekin dia dan ga peka.”
Isha menerangkan sambil tersenyum geli, dan Kafeel lantas berkesah setengah frustasi.
“Haish .. Perasaan gue ga ngerasa nyuekin dia.” Gumam Kafeel yang kemudian bangkit dari duduknya untuk menyusul Val yang hampir melipir keluar dari Private Lounge.
“Ngarep di sayang – sayang sama Kakak, eh malah Kak Kaf tinggal ngider sama Abang.” Aro menimpali ucapan saudara kembarnya sambil terkikik.
“Memang susah kalau punya kekasih om – om tidak peka!”
Val yang mendengar celetukan Isha dan Aro itu pun lantas dengan cepat menimpali ucapan keduanya.
‘Hadeh, begini nih kalo pacaran sama ABG.’
Kafeel membatin.
“Val, tunggu –“
Kafeel coba menghentikan Val yang nampak cepat sekali jalannya, memanggil Val, namun kekasih kecilnya itu tidak mau menengok.
Kafeel tidak menyerah, tetap berusaha mengimbangi langkah Val yang tergesa.
“Burung gelatik di tengah sawah. Val cantik jangan marah ..”
♥
To be continue ..
__ADS_1