HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 96


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Entah ada kebaikan macam apa yang aku buat, sampai Yang Maha Kuasa menghadiahkan kamu buat aku, Val.” ucap Kafeel tulus dan penuh syukur.


Dimana ucapan Kafeel itu membuat Val merona. “Sweet sekali ih Kakak.” Namun setelahnya Val berkelakar dan Kafeel tersenyum geli.


“Tapi akan lebih sweet lagi kalau Kakak nikahi Val cepat-cepat.”


Ah Val, suka maen tembak deh.


Kafeel sudah bisa tertawa lebar kini.


Pasalnya Kafeel sudah rasanya lega, karena Val tidak mempermasalahkan kelakuan tercelanya dimasa lalu.


Namun begitu, tetap saja sejumput penyesalan ada dalam hati Kafeel, walau percuma. Tapi seperti sebuah lagu yang mengatakan,


‘Masa lalu, biarlah masa lalu..’


Jadi hal yang buruk tentang pergaulan bebasnya itu lebih baik Kafeel kubur dalam – dalam.


Oh tidak, Kafeel bakar saja, agar tidak ada lagi sisa untuk diingat – ingat, dan fokus saja untuk membahagiakan Val dimasa sekarang dan dimasa depan.


“Bagaimana kalau bulan depan?---“


Val berucap lagi dengan antusiasnya, dan Kafeel tertawa lagi.


“Kamu ini Val..” Kafeel yang gemas itu mencubit hidung mancung Val.


“Ya sudah yuk Kak, kita lanjut jalan?..”


“Siap, Tuan Putri!”


“Sesuai aplikasi ya, Pak?”


Val mengeluarkan candaan.


“Waduh, memang aku driver online?—“


Kafeel pun menanggapi candaan Val dengan ceria.


“Ya memang bukan, tapi Kakak selalu online di hati Val.”


Aiiyyaa ..


*


“Jadi bagaimana Kak, jadi tidak bulan depan kita menikah?”


Dimana Kafeel menoleh dan mengalihkan sejenak fokusnya pada kemudi ke arah Val seraya ia terkekeh.


Lalu tangan kirinya, Kafeel pakai lagi untuk menjawil hidung Val. “Kamu nih---“

__ADS_1


Gemasnya Kafeel pada kekasih kecilnya ini yang ngebet banget ingin dinikahi olehnya.


Well, Kafeel juga ingin bisa cepat menikahi Val. Tapi kan engga bulan depan juga... macam pesen barang pre-order dari luar negeri aja, yang inden sebulan.


“Suka enteng aja ngomongnya.” Kata Kafeel yang setelah menjawil hidung Val, kemudian mengacak pelan rambut Val, lalu setelahnya tangan Kafeel kembali lagi ke perseneling mobil.


“Ya Val kan ingin segera dapat terus bersama-sama Kakak dari Val akan tidur sampai mata Val terbuka lagi saat bangun tidur.”


Val menyahut.


Kafeel pun tersenyum.


“Aku usahakan ya? agar kita bisa segera menikah secepatnya.”


Kafeel lalu berkata dan Val tersenyum senang. “Janji?”


Val mengangkat tangan kanannya ke udara yang kemudian ia dekatkan ke arah Kafeel, dimana empat jarinya yang lain Val lipat, hingga menyisakan kelingkingnya saja.


Kafeel juga tersenyum sebagaimana Val. Lalu ia menjauhkan tangan kirinya dari perseneling mobil dan mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Val yang teracung padanya itu.


“Janji.”


Kafeel menjawab, dengan suara yang menggambarkan keyakinan berikut kepastian itu.


*


‘Kenapa mobil si Sony parkir di luar?. Ada tamukah? ... atau si Lena abis pake mobil ga langsung dimasukin ke garasi dalem? ... jadi Cuma mobil Uncle Rico sama Aunt Shireen aja yang bisa masuk?—‘ batin Kafeel, saat ia dan Val telah sampai di depan rumahnya itu.


“Diam di tempat Val ya?”


“Kenapa? ..” tanya Val, karena ia yang hendak membuka pintu mobil itu di tahan oleh Kafeel.


Namun pertanyaan Val itu tidak dijawab Kafeel yang sudah meloyor keluar dari dalam mobil lalu berjalan melewati kap mobilnya itu.


“Karena Tuan Putri harus dilayani dengan baik—“ Dan pertanyaan Val akhirnya terjawab dengan Kafeel yang membukakan pintu mobil untuknya dengan melontarkan kalimat yang manis.


“Terima kasih driver hati Val –“ sahut Val sumringah dengan m1m1k wajah yang menggemaskan.


Membuat Kafeel jadi ingin menghujani wajah Val dengan kecupan yang bertubi-tubi jadinya. Sayang sudah di tempat terbuka.


‘Coba kalo tadi gue masih belum turun Val tunjukin itu ekspresi.’ Batin Kafeel. ‘Gue bikin bengkak bibirnya ini bocil yang menggoda imron banget.’


“Jangan lupa buah tangan untuk Bunda dan Lena.” Ucapan Val membuat Kafeel tertarik dari lamunan pendeknya.


“Oke deh!” sahut Kafeel. “Tapi Tuan Putri turun dulu.” Sambungnya sambil satu tangannya Kafeel terulur untuk membantu Val turun dari mobil, sementara tangan Kafeel yang satunya menahan pintu mobil.


*


“Nah sampe juga nih Romeo dan Juliet!” Kedatangan Kafeel dan Val di rumah Kafeel yang pria itu belikan untuk sang Bunda dan adiknya, disambut oleh celetukan Arya yang sedang berdiri di teras bersama Sony.


“Ih, tidak mau disamakan dengan Romeo dan Juliet!” Val dengan cepat menyahut pada celetukan Arya. “Tragis nanti kisah cinta Val dan Kak Kafeel –“


Dimana Arya dan Sony terkekeh, termasuk juga Kafeel.

__ADS_1


“Salam dulu Neng Val kalo dateng namu ke rumah orang tuh.”


Gantian Sony-yang mengapit sebatang rokok di dua jarinya itu, yang nyeletuk sambil mengacak pelan rambut Val yang sudah mendekat padanya dan Arya bersama Kafeel disamping Val.


“Oh iya lupa deh Val tuh mengucapkan salam ..”


Val menyahut sambil tersenyum lebar. Lalu ia mengucapkan salam di depan Sony dan Arya, meski telah bertemu dan bercengkrama di Kediaman keluarga besar Val tadi.


*


“Kalian baru sampe juga?—“ tanya Kafeel pada Arya dan Sony yang berada di dekat garasi sambil bersandar di mobil yang digunakan orang tua mereka, dengan supir Uncle Rico dan Aunt Shireen yang sudah keluar dari dalam mobil dan berdiri tak jauh dari dua Tuan Mudanya, yang kemudian mengambil alih dengan santun paper bag yang Kafeel pegang dan satukan dalam satu tangannya, sementara satu tangan lain Kafeel menggenggam tangan Val.


“Enak aja baru sampe! –“


Arya yang langsung menyergah dugaan sepintas Kafeel.


“Kalian berdua tuh yang kelamaan mojoknya!....”


“Sembarangan aja mulut lo.”


Kafeel menoyor kepala si Sadboy.


“Btw ada tamu lain? ....” tanya Kafeel yang melihat satu mobil asing yang terparkir di depan mobil orang tua Arya dan Sony.


“Ada sodara lo, tapi kita orang ga kenal.” Jawab Sony dan Kafeel hanya ber oh ria sambil manggut-manggut.


“Memang Kakak tidak mengenali ini mobil saudara Kakak yang mana?” tukas Val bertanya.


“Engga.” Jawab Kafeel.


“Oh.” Sahut Val.


*


Kafeel membawa Val untuk melangkah masuk menuju ke area dalam rumah yang ia tinggali bersama ibu dan adiknya itu.


“Assalamu’alaikum—“ ucap Kafeel dan Val bersamaan saat mereka berdua telah berada di ambang pintu ruang tamu rumah Kafeel.


Dan sahutan yang sedikit ramai pun terdengar dari area dalam rumah Kafeel.


Dimana Bundanya Kafeel yang memang sedang duduk di ruang tamu bersama Uncle Rico dan Aunt Shireen juga dua orang lain yang usianya kurang lebih sama dengan orang tua Arya dan Sony itu, kemudian langsung tersenyum lebar seraya ia berdiri dari duduknya saat melihat Val.


Namun baru saja Bundanya Kafeel hendak melangkah dari tempatnya untuk menyambut Val, tahu-tahu..


“’A A!!...”


Seorang wanita telah mendahului bundanya Kafeel, dan membuat Val menatap tak percaya pada adegan yang sedang ia lihat itu.


Dimana wanita yang kira-kira seusia Kak Tan-Tannya itu, berhambur kepada Kafeel dan langsung memeluk kekasih setengah om-omnya Val tersebut.


*


To be continue ..

__ADS_1


__ADS_2