HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 206


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


Terima kasih masih setia baca yawgh.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


“Kak Kafeel ..”


Suara lirihan terdengar dari mulut Val, ketika Kafeel nampak menghantam dengan sekuat tenaga wajah pria yang berhadapan dengannya itu dari layar televisi yang sedang Val tatap bersama beberapa orang anggota keluarga inti dan kerabat sangat dekat mereka.


Lalu beberapa saat berikutnya, lirihan Val semakin sering terdengar ketika Kafeel nampak kian kalap dan beringas memukuli dan menendang lawan ---- one by one ---- antara Kafeel dan seorang pria yang nampak kalah jauh kemampuannya dalam berkelahi dengan Kafeel.


“Minta Kak Kafeel berhenti, Daad ..” Val kian melirih, dengan ia yang kini sudah berlinang air mata. Melihat sosok pria yang dicintai Val itu nampak sangat menyeramkan di mata Val, selain Val juga sudah begitu ngeri melihat sosok yang menjadi lawan Kafeel sudah nampak sangat payah.


Namun Kafeel tak nampak akan menghentikan aksi pemukulan dan penendangan membabi butanya pada sang lawan.


“Minta Kak Kafeel berhenti Daaddd ..” lirih Val sekali lagi dengan sangat.


Dengan air mata Val yang terus menetes dari pelupuknya.


“Kak Kafeell!!”


Lalu pekikan histeris keluar dari mulut Val saat layar televisi memperlihatkan adegan Kafeel yang meraih tongkat baseball besi milik Kafeel.


♥♥♥


Jakarta, Indonesia,


Empat mobil mewah melaju beriringan dengan tertib menuju satu bangunan nan kokoh selain megah menjulang meski dari jarak yang agak jauh, berikut beberapa motor sport ber CC besar yang hanya berjumlah sekitar sepuluh saja.


“Sampaikan terima kasih kami sekali lagi pada timmu, Ag...” suara Varen terdengar di alat komunikasi portable ia dan tim yang Varen namai dengan spontan sebagai ‘The Dragons’ dan kemudian di lengkapi dengan ‘The Dragons Army’.


“Baik, Tuan Muda Alva... akan saya sampaikan ucapan anda pada anak-anak,” sahut orang yang Varen sebut hanya dengan penggalan dua kata dari nama orang tersebut. “Saya atas nama tim pun mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk menemani anda dan para tuan muda lainnya.”


Pria dengan panggilan ‘Ag’ itu menambahkan ucapannya pada Varen yang langsung membalas ucapan Ag. “Sampaikan salam kami pada Uncle Arjun.”


“Pasti akan saya sampaikan, Tuan Muda Alva,” jawab Ag santun.


“Baiklah, sampai bertemu lagi, Ag,” ucap Varen lagi.


“Sampai bertemu lagi, Tuan Muda Alva,” balas Ag.


Lalu Varen meminta orang yang bertanggung jawab pada alat komunikasi, mematikan saluran komunikasi tersebut secara keseluruhan.


Hingga kemudian iring – iringan motor sport ber CC besar yang tidak ikut serta dalam rombongan Varen menuju ke tempat tujuan mereka itu benar – benar kian melaju jauh dari jalanan tempat Varen dan rombongannya sekarang berbelok.


Yang mana, tujuan Varen dan orang – orang yang bersamanya itu menuju ke sebuah bangunan yang dinamakan Kediaman Utama Jakarta of The Adjieran Smith. Sebuah bangunan yang merupakan salah satu tempat tinggal utama dari dua, yang Varen huni bersama keluarga intinya.


♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


“Eh, Abang pulang, bakul nasi, goyang-goyang ..”


Ada Mami Prita yang bersenandung kocak kala Varen dan rombongan yang bersamanya itu telah sampai di pekarangan kediaman.


Dimana mereka yang sedang bersama Mami Prita itu cekikikan saja dengan tingkah satu Mom yang ceriwis macam kakak perempuan kandungnya itu.


♥♥♥


Dengan sumringah, mereka yang berada di kediaman menyambut Varen dan rombongan yang baru saja sampai itu, bak sedang menyambut kepulangan para prajurit yang baru saja selesai di medan perang.

__ADS_1


Dimana Varen dan rombongan inti kemudian tersenyum saat mereka telah keluar dari dalam mobil yang mereka gunakan masing-masingnya. Sementara para pengendara motor sport ber CC besar yang memang merupakan tim inti para pengawal pribadi yang bertugas menjaga keselamatan dan kenyamanan para personil The Adjieran Smith yang berdomisili di Jakarta, turun dengan tertib dari unit motor yang mereka gunakan.


Sambil juga melepas helm full face yang mereka gunakan, untuk memberi salam kepada para tuan dan nyonya yang nampak sudah berdiri di teras kediaman utama mereka yang berada di Jakarta itu.


Yang terlihat memang sudah menunggu-nunggu kepulangan anak-anak lelaki mereka berikut beberapa orang yang sudah juga dianggap sebagai anak, dan para pengawal pribadi berdedikasi tinggi yang sudah dianggap sebagai keluarga.


♥♥♥


“Bebeb Abaaangg!! ..”


Diantara mereka yang sedang menunggu Varen dan rombongan itu, ada satu yang nampak berlari dari dalam kediaman dengan semangat.


Drea.


Yang setelah berlari dengan semangat itu, Drea langsung nemplok dengan cepat meloncat kegendongan sang suami yang langsung saja tersenyum lebar karena tingkah sang istri.


Dan aksi Drea itu tentu saja menarik atensi orang-orang yang berada di dekatnya, terutama beberapa pria yang berada tak jauh dari Varen ---- yang kiranya tidak tergolong akrab dengan Drea.


‘Alhamdulillah rezeki malem-malem ..’


Batin beberapa pria yang sebenarnya tidak sengaja melihat pemandangan indah yang berlari dari dalam kediaman milik para tuan dan nyonya mereka itu. Yang bagaimana tidak mereka syukuri sebagai rezeki, kalau satu nyonya muda mereka itu nampak begitu seksi penampilannya walau hanya dengan pakaian santai.


Belum lagi aset-aset tertentu yang kelewat bikin penasaran jiwa-jiwa kelakian hingga bikin geregetan itu nampak indah bergerak saat satu nyonya muda itu berlari sebelum nemplok ke gendongan depan suaminya, dimana sedikit aset itu agak terlihat seolah mengintip dari balik tanktop crop rib yang sang nyonya muda kenakan saat ini ---- karena satu potong atasan yang kenakan satu nyonya muda itu agak rendah potongannya, selain ukuran dua benda yang diberi nama 'Nunu' dan 'Nana' oleh yang punya lumayan bikin haus ukurannya.


Membuat para pria yang kebanyakan jomblo itu serempak jadi ingin minum susu seketika. Hingga tak lama lamunan mupeng mereka buyar, kala ..


“Satu detik lagi kalian memandangi istriku, akan kucongkel biji mata kalian dari tempatnya.”


♥♥♥


Keluarga Varen yang mendengar ucapan Varen yang ditujukan pada para anak buahnya yang mupeng berjamaah itu sontak cekikikan melihat damagenya ucapan Varen yang membuat para anak buah tersebut langsung kicep bersama-sama dan kompak menundukkan kepala mereka diwaktu yang bersamaan.


Lalu membubarkan diri setelah menyapa seraya berpamitan untuk undur diri dari hadapan para tuan dan nyonya yang ada di teras hunian mewah tersebut, yang merupakan tempat tinggal dari satu keluarga yang mempekerjakan mereka ---- dimana para tuan dan nyonya tersebut mempersilahkan mereka untuk pergi beristirahat.


“Tergores pun engga-“


“Hebat emang Bebeb Abangnya Drea! ..”


♥♥♥


Adalah suatu pemandangan uwu, jika melihat interaksinya Varen dan Drea yang jarang sekali ga mesranya itu. Selain memang keduanya sama-sama saling bucin akut pada satu sama lainnya. Hingga tak ayal kadang membuat baper mereka yang berada disekeliling pasangan bucin akut itu, selain iri.


Terutama mereka yang bukan keluarga intinya Varen dan Drea yang telah memiliki pasangan halalnya masing-masing, yang tak perlu merasa iri pada keuwuan Varen dan Drea ---- terutama Varen pada Drea yang memang bucinnya Drea sedari Little Starnya itu orok. Karena seyogyanya para Dad of Adjieran Smith adalah juga para bucin akut pada pasangan halal sah mereka masing-masing, termasuk Gappa dan Nathan.


♥♥♥


Well, melihat melihat penyambutan Drea pada Varen yang nampak bersemangat itu serta sambutan Via pada Nathan yang nampak mesra, Kafeel tersenyum lebar.


Ada iri juga dalam hatinya melihat keuwuan dua pasangan itu hingga dirinya mulai celingukan.


Pasalnya, hampir seluruh keluarga ada menyambut Varen dan rombongan di teras kediaman kekasih kecilnya Kafeel, meski ada beberapa orang yang tak nampak juga menyambut mereka.


Namun ya satu yang menjadi perhatian Kafeel. Val. Yang orangnya tidak Kafeel lihat sama sekali keberadaannya, bahkan sampai ia dan beberapa orang lainnya sudah masuk ke dalam ruang tamu kediaman utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta tersebut.


‘Val mana ya? ..’


Kafeel bertanya-tanya dalam hatinya.


‘Apa dia syok setelah melihat kalapnya gue tadi lalu dia ga mau nemuin gue?’


♥♥♥


Beberapa saat sebelumnya,

__ADS_1


“They’re home ( Mereka pulang )”


Ini Elena yang langsung bicara, kala telinganya mendengar sayup-sayup suara deru kendaraan yang tergambar lebih dari satu ---- deru suara yang sedang Elena dengar itu.


Ada enam wanita lain yang bersama Elena saat ini dalam sebuah kamar milik salah satu dari enam wanita berbeda-beda usia yang sedang bersama Elena itu. Dimana lima orang langsung mengangguk setelah mendengar ucapan Elena yang setengah berbisik itu, karena salah satu dari enam wanita yang bersamanya itu sedang terpejam matanya.


Dimana satu wanita yang terpejam, dan adalah si empunya kamar tempat Elena, Via, Drea, Ann, Isha dan Mika berada itu ---- yakni  Val.


Yang sempat menangis karena mengkhawatirkan Kak Kafeelnya, dimana kekasih setengah om-omnya Val itu nampak mengerikan di mata Val ---- karena kebringasannya menghantam dengan kalap pria yang sudah merusak adik perempuan dari kekasih setengah om-omnya Val itu.


---


“Kak Drea ke bawah dulu ya?. Nemuin Abang...” ucap Drea dengan setengah berbisik seperti Elena tadi, pada para adik perempuannya itu.


“Iya Kak Drea,” sahut Isha, Mika, Ann.


“Yes, Kak Drea.” Termasuk juga Elena, yang sudah cukup mengerti bahasa Indonesia seperti kedua orang tuanya.


“Kak Via ikut Kak Drea ya?-“


“Iya Kak Via,”


“Yes, Kak Via.”


Seperti halnya menjawab ucapan Drea yang berpamitan untuk turun ke lantai bawah menyambut Varen pulang, empat gadis belia itu pun memberikan sahutan yang sama pada Via.


---


Bergegas, Drea dan Via bangkit dari posisi mereka dan langsung berjalan dengan cepat namun perlahan agar tidak mengganggu Val yang terlelap setelah ditenangkan untuk berhenti menangis karena mengkhawatirkan Kak Kafeelnya yang akan menghilangkan nyawa orang lain.


Meskipun Val sudah mendengar banyak dongeng mengerikan tentang para Dad ---- serta Abang Varen bahkan juga Kak Tan-Tannya, tapi kan hal itu tidak terjadi di depan mata Val seperti ia menyaksikan secara langsung keberingasan Kafeel meski dari layar televisi saja. Val punya ketakutannya sendiri jika Kak Kafeelnya sampai menghabisi nyawa orang lain.


Jadi untuk itu Val kepikiran hingga ia menangis, karena memang Val itu sedikit melow hatinya.


Yang hanya mampu mendengar cerita soal kengerian, namun jangan sampai kengerian itu terjadi di depan matanya.


Apalagi jika pelaku kengerian itu adalah orang-orang yang Val kasihi dan sayangi. Termasuk Kak Kafeelnya. Val sungguh tak kuasa untuk melihatnya.


Jadi ya sudah, melihat seramnya sang kekasih di siaran langsung tadi ---- Val menjadi sangat cemas dan khawatir hingga dirinya kian kepikiran sampai air matanya terproduksi, meski tidak akan Kafeel menunjukkan perangai seperti itu di depannya.


Tapi tetap saja, Val memiliki sedikit rasa takut jadinya.


♥♥♥


Saat ini,


Seperti halnya Arya yang celingukan karena tidak melihat kekasih judesnya itu menyambutnya sehabis menjalankan satu misi ‘memberikan pelajaran’ pada satu kelompok besar geng motor bersama Varen dan lainnya, Kafeel juga sama celingukannya macam Arya. Yang merasa resah, atas ketidakhadiran kekasih kecilnya dalam penyambutan kedatangannya dan lainnya kembali ke kediaman.


Namun tak lama kemudian, Kafeel lihat senyum Arya melebar. Dengan si eks Sadboy itu memandang ke satu arah, dimana nampak ada Mika disana yang berjalan dari arah lift kediaman Adjieran Smith bersama dua orang perempuan belia yang kurang lebih sebaya Mika. Namun diantara dua perempuan belia itu, tidak ada kekasih kecil yang sedang Kafeel tunggu-tunggu kehadirannya. Hingga hati Kafeel kian resah.


Takut, andainya Val menjadi takut padanya.


Karena jika itu terjadi, maka pupus sudah harapan Kafeel untuk menjadikan Val ratu dihidupnya. Selain akan ambyar hati dan perasaan Kafeel, kemudian menggantikan Arya menjadi Sadboy.


“Ehm.”


Kafeel berdehem kecil.


“Val, ga mau nemuin aku ya? ..”


♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2