
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Bekasi, Jawa-Barat, Indonesia,
“Jadi Mi, gue tanya sekali lagi....”
Ada Arya yang sedang bicara di atas panggung musik pada sebuah kedai kopi kekinian, dimana ucapannya itu tertuju pada Mika yang sedang berdiri menatap Arya dari tempat Mika berada saat ini.
Selepas Arya selesai dari toilet tadi, dimana didalam toilet selain Arya menuntaskan panggilan alamnya, Arya kembali teringat pada jawaban Mika atas ungkapan hatinya.
“Usaha terakhir gue buat meyakinkan lo, Mi ..”
Begitu gumaman Arya, ketika ia keluar dari toilet lalu matanya ke menuju ke arah panggung musik dimana ia dan Mika sempat bernyanyi berdua tadi.
“Ralat, gue minta. Kasih gue kesempatan, buat jadiin lo kesayangan. Ga perlu lo jadiin gue kesayangan lo. Cukup lo mau jalanin hubungan spesial sama gue, cukup lo merasa nyaman sama gue, maka gue janji, sekuat tenaga gue akan kasih lo kebahagiaan....”
Lalu Arya mengungkapkan sekali lagi isi hatinya yang sebelumnya telah ia sampaikan pada Mika, kali ini didepan umum. Setelah ia memutuskan untuk mempersembahkan sebuah lagu untuk Mika, dan menyanyikannya kembali di atas panggung.
Tak peduli jika ia akan dicap sebagai seorang Bulol oleh orang-orang. Arya hanya ingin mengungkapkan sekali lagi perasaannya pada Mika, yang memang tulus adanya.
“Jawaban lo Mi? –“ Arya bertanya sebagai final dari ungkapan perasaannya pada Mika. “Be mine (Jadi milik gue)? Yes or No?”
“Keterlaluan kalau hati kamu tidak bergetar sih, May,” decak Val yang melihat Mika hanya menatap datar ke arah Arya.
Val rasanya gemas sekali pada salah satu saudarinya yang berhati dingin itu, mengingat Mika selalu saja menolak perhatian dan ungkapan cinta dari beberapa lawan jenis yang pernah terang-terangan mendekatinya, namun selalu ditolak mentah-mentah oleh Mika.
Okelah beberapa cowok yang pernah mendekati Mika itu hanya melakukan cara-cara standar, itupun hanya antara mereka dengan Mika saja. Tapi tidakkah Mika bisa tergerak sekarang?
Karena Arya melakukan pendekatan bukan dengan cara yang standar menurut Val. Yang mana pikiran Val itu, sejalan dengan Aro, Isha, Rery dan Ann. Masa Mika tidak terenyuh, atau tersentuh sedikitpun?..
“Hati lo mesti dikeluarin sebentar terus masukin panci biar anget dikit May, kalo lo ga tersentuh sih sama apa yang Kak Arya lakuin sekarang—“
“Tau ih May!”
Anak kembar yang tidak identik itu berkomentar.
“Kamu loh ini yang lagi ditembak, tapi hati aku yang deg-deg-an,” timpal Isha.
Namun kata-kata yang tercetus dari mulut Val, Aro dan Isha itu tak Mika gubris.
Bahkan mungkin tidak Mika dengarkan, karena saat ini Mika membatu di tempatnya. Hati dan kepala Mika sedang sibuk berkecamuk, karena seorang Arya Narendra, dan apa yang telah pria muda itu katakan serta lakukan.
Bohong, jika Mika bilang ia tidak tersentuh dengan kata-kata dan sikap Arya saat mengungkapkan perasaannya pada Mika. Karena Mika melihat sorot ketulusan nan sungguh-sungguh saja di mata Arya. Jadi, saat ini, meski datar saja wajah Mika, sebenarnya hati Mika sudah terenyuh atas apa yang telah Arya lakukan, katakan dengan manisnya.
Toh meski miskin ekspresi, tetap Mika hanya gadis biasa, yang rasanya bisa juga merasa hatinya jadi mendayu-dayu tersipu malu selain merasa tersanjung dengan kata-kata dan sikap Arya yang mengungkapkan cinta padanya. Tapi disatu sisi, Mika juga sedang dilanda galau. Galau karena belum benar-benar yakin atas perasaannya pada Arya.
Hingga galau itu lah, yang kini sedang menyelimuti hati Mika.
Meski sebal pada seorang Arya Narendra, namun Mika tidak mau menyakiti hati Arya, yang beberapa saat sebelumnya telah juga mengungkapkan isi hatinya.
Dengan lembut, penuh perasaan, sungguh-sungguh dan sarat ketulusan.
Mika bingung. Sungguh!. Tapi apa yang Arya lakukan dan katakan terus berputar di kepala Mika.
Kini, semua mata tertuju pada Mika yang sedang bingung membatu. Membatu karena Mika sedang meraba hatinya.
Apakah ada getar buat Arya disana? ...
Mika menatap pada Arya, yang tetap teguh berdiri diposisinya yang juga sedang menatap Mika dengan asa yang tersorot dari sepasang netra si sadboy, yang telah berubah jadi sweetboy.
“Yes –“
Satu kata terucap tanpa suara dari mulut Mika disaat berikutnya, setelah Mika menemukan jawaban atas galaunya.
Sedikit banyak, ada getar yang akhirnya Mika rasa di hatinya untuk seorang Arya Narendra.
Mika berucap, sambil ia tetap memandang pada Arya.
Yang mana orangnya tersenyum lebar kemudian.
Senyuman lebar yang spontan muncul atas dasar jawaban Mika, yang meski tanpa suara dengan gerakan bibir yang bahkan samar.
__ADS_1
Namun Arya dapat menangkapnya. Karena ucapan tanpa suara dengan gerak bibir samarnya Mika itu, disertai anggukkan yang membuat Arya senang bukan kepalang.
“Apa Mi? ...” tapi pertanyaan terlontar dari mulut Arya yang sengaja bertanya, karena ingin Mika lebih blak-blakan menjawabnya.
“Ck! ...” decak Mika, sambil merungut kepada Arya yang tersenyum geli ditempatnya.
“Jawabnya agak jelasan dikit, please? ...” mohon Arya dengan masih tersenyum geli. “Be mine (Jadi milik gue)? Yes or No?”
Arya mengulang pertanyaan sebelumnya, dimana Mika mendengus sebal di tempatnya.
“Jawab yang jelas, karena gue ga akan pergi dari sini sampai lo jawab yang lantang pertanyaan gue itu.”
“Hahaha bagus-bagus,” celetukan datang dari para saudara dan saudari Mika atas ucapan Arya. “Biar jangan muna ini si Mikaela Finn.”
Mika menghela nafasnya. “IYA GUE MAU JALANIN HUBUNGAN SAMA LO ARYA NARENDRA! PUAS LO?!”
Dan jawaban yang diluar dugaan Arya berikut saudara dan saudari Mika termasuk Kafeel-karena Mika bukan lagi menjawab lantang, tapi teriak.
Membuat Val Cs jadi kaget, termasuk Kafeel dan juga Arya, termasuk juga para pengunjung kafe.
Namun setelahnya Val Cs, Kafeel dan Arya terkekeh karena kelakuan Mika yang kenceng juga bacotnya si judesgirl ternyata.
Mungkin Mika abis nelen toa? ...
♥♥♥♥
Senang, bahagia. Yang seorang Arya Narendra rasakan saat ini.
Senyuman lebar si sadboy yang kini jadi happyboy, sudah terpatri dari sejak Mika menganggukkan kepala sambil mulut si judesgirl itu bergerak samar bilang ‘yes’.
Dan senyuman Arya semakin lebar setelah Mika bersuara dengan begitu lantangnya-lebih ke teriak keknya.
Dimana Mika mengatakan jika dia bersedia untuk memulai menjalani hubungan spesial dengan Arya, meski ada embel-embel ‘puas lo?’ dibelakang ucapan Mika.
Yang malah menjadi alasan mereka yang mendengarnya terkekeh ria.
Itu juga diselipkan Mika bukan karena dibenar-benar merasa terpaksa menerima Arya sebagai pacarnya.
Semata-mata hanya karena Mika merasa sebal saja pada Arya yang memojokkannya untuk menyuarakan jawaban Mika dengan lantang, didepan orang banyak.
Dimana ekspresi Mika itu kemudian membuat gemas para saudara dan saudarinya yang merasa senang, karena Mika sudah mau membuka hatinya untuk seorang lawan jenis.
Lawan jenis, yang membuat Mika bisa dikatakan menjilat sendiri ludahnya.
Makanya, saudara dan saudari Mika itu sering bilang, "Never say Never (Jangan pernah bilang ga mungkin), Mi ..."
♥♥♥♥
Ehem-eheman terdengar bersahutan saat Arya telah mendekati Mika selepas dari panggung tempat Arya menyuarakan isi hatinya, berikut meminta kepastian dari Mika. Dimana Mika spontan menoleh ke arah Arya yang mesam-mesem memandang padanya. Hingga kemudian ehem-eheman menjadi cieh-ciehan, yang membuat Arya jadi terkekeh.
“Netizen minggir dulu, kasih kesempatan pasangan baru buat berduaan-“
“Apaan sih Aro? ...” sergah Mika atas ledekan Aro padanya, yang juga tertuju pada Arya.
Hanya saja Mika menanggapinya dengan sebal, sementara Arya terkekeh kecil.
“Suka malu-malu empus Neng Mika,” Isha tak kalah memberi ledekan pada Mika sambil menoel dagu Mika dengan mengerling jahil.
“Ish!”
Mika mendesis sebal pada Isha, yang cengengesan dan sudah bangkit untuk beringsut dari tempatnya.
♥♥♥♥
Arya telah mendudukkan dirinya disamping Mika setelah para saudara dan saudari si judesgirl itu benar-benar beringsut dari tempat mereka yang tadi mengerubungi Mika, demi memberi space buat sepasang kekasih baru itu.
Cieehhhh!!! ...
“Makasih ya? ...” Arya berucap lembut dengan senyum yang terpasang di bibirnya.
“Hem-“ Mika hanya menyahut dengan deheman. Dan Arya tersenyum geli melihatnya.
“Ga ikhlas gitu mukanya?” kekeh Arya. “Terpaksa nerima gue jadi pacar emangnya?” tanyanya iseng kemudian.
__ADS_1
Mika kembali berdehem. “Iya, kasian gue sama lo soalnya,” ucap Mika setelahnya. Dan Arya terkekeh karenanya.
Lalu tanpa mempedulikan apapun disekitarnya, Arya yang gemas bahagia itu dengan cepat merengkuh tubuh Mika yang kemudian ia kunci, karena takut Mika meronta.
Yang mana memang begitu adanya. Mika yang sempat terkejut karena tubuhnya direngkuh Arya secara tiba-tiba, meronta kecil dalam rengkuhan Arya.
Namun hanya sejenak saja Mika meronta, hingga kemudian ia membeku ketika Arya menghujani pucuk kepalanya dengan kecupan ringan. “I love you, judesgirl.”
Lalu Mika menoleh ke arah Arya yang merengkuhnya dari belakang itu, menyandarkan kepala Mika di dadanya.
Namun kalimat mesra Arya tidak berbalas dari Mika. “Kasih gue waktu. Ya?-“
“Seluruh hidup gue, Mi.”
Arya yang paham maksud ucapan Mika itu pun lekas menyahut.
“Gue akan berjuang supaya bisa dapet balasan kata ‘I Love You Too’ dari lo ...”
“Makasih ya?”
Mika berucap tulus pada Arya, dengan menampakkan senyuman yang tulus juga.
“Sama-sama,” jawab Arya. “Gue minta minuman lo ya?”
Arya meminta persetujuan Mika, karena minumannya telah habis, entah diembat siapa.
Mika mengangguk dan Arya segera meraih gelas Mika yang masih ada sedikit isinya, namun satu tangannya tetap masih merengkuh Mika.
“Perasaan tadi gue tinggal masih setengah ini minuman gue,” ucap Arya. “Diminum tuyul kayaknya.”
Mika terkekeh lepas, lalu tersenyum lebar.
“Manis,” puji Arya.
“Senyum gue?”
“Ini minumannya ...”
Dimana Mika langsung mencebik sebal dan hendak mengangkat kepalanya yang bersandar di dada Arya.
Arya yang terkekeh setelah menghabiskan minuman Mika itu, tetap menahan tubuh Mika dalam rengkuhannya.
“Gue putusin loh ya?-“ sambil Mika menunjuk ke wajah Arya.
“Berarti lo udah beneran menganggap kita pacaran dong ya?-“
“Terus lo nembak gue dengan sok uwu itu maksudnya? ...”
Arya tak menyahut, hanya terkekeh saja. “Tadinya mau langsung gue nikahin kalo ada penghulu disini,” kata Arya kemudian.
“Halah! Lo nikah aja tuh sama Frapuccino. Manis kan itu?”
Mika berdecak sebal. Dan Arya terkekeh lagi.
“Jangan marah, kalo gue bilang itu minuman manis, karena lo jauh lebih manis,” ucap Arya kemudian sambil tersenyum lembut. Dengan tangannya mengelus lembut wajah Mika, yang kemudian merasakan ada desiran hangat di hatinya.
“Ya udah lepas-“
Mika meminta Arya melepaskan rengkuhan pada tubuh Mika itu.
“Diliatin orang-orang tuh.”
“Biarin, biar pada iri,” tukas Arya.
Mika mencebik, dan Arya melengkungkan senyumnya.
“Gue risih, Ar-“ tukas Mika setengah merengek, sambil menoleh lagi pada Arya.
“Panggil ‘Sayang’ dulu.”
♥♥♥♥
Bulol-Bucin Tolol.
__ADS_1
♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue ...