HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 146


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.....


“Mi, Maafin gue ya? ..”


Arya berucap lembut pada Mika, dengan gestur yang membuat jantung Mika deg – deg – an.


"Maaf soal tadi siang, atas sikap gue yang men - judge lo seenak hati gue. Lo cantik, makin cantik karena hati lo cantik .."


Sudahlah itu si sadboy bicara dengan lembut – pakai memuji banget lagi? lalu mengusap kepala Mika dan surainya, dan sekarang coba?


Satu telunjuk Arya menyentuh sebelah pipi Mika dengan lembutnya. Yang membuat Mika ..


‘Oh ya ampun.’


Membatin spontan.


Namun begitu, Mika bergeming di tempatnya.


“Mi? ...“ panggil Arya lagi. “Gue lagi ngomong ini.”


“Hem.”


Mika berdehem.


“Ham, hem, ham, hem-“ gerutu Arya. “Gue ngomong dengerin kek-“


Arya berucap lagi sambil memandang sebal pada Mika yang masih saja fokus melihat ke arah panggung, bukannya menoleh padanya yang sedang mengajak si judes itu bicara.


Yang mana Arya tidak tahu saja alasan Mika bergeming di posisinya begitu, karena Mika sedang salah tingkah.


Jadi Mika tidak mau menoleh pada Arya, agar Arya tidak menyadari kekikukkannya.


♥♥♥


“Mi ...”


Arya memanggil Mika lagi.


“Hem?” dan lagi – lagi Mika menanggapi dengan deheman.


“Ck!-“


Arya pun berdecak.


“Dedek Mikaela Finn Adjieran Smith, Akang Arya Narendra jauh lebih ganteng daripada itu vokalis. Jadi daripada liatin dia, lebih baik liatin gue. Seengganya tanggepin gue kek yang lagi mau ngomong serius sama lo sekarang ... Malah liatin vokalis band yang mukanya standar.”


Lalu Arya merepet sewot, dan Mika tersenyum samar.


Andai Mika sedang tidak merasa kikuk yang mana belum hilang karena posisi Arya masih dekat dengannya – ralat – hampir rapat banget, pasti Mika sudah menanggapi repetan Arya barusan.


Tapi berhubung Mika benar – benar ingin memperbaiki dulu dirinya – dalam hal ini siapa tahu masih ada sisa rona kemerahan di pipinya? - gegara sikap si sadboy yang geremet - geremet dalam pandangan Mika sekarang.


Makanya Mika harus memastikan rona kemerahan itu hilang sepenuhnya dulu, baru menoleh ke arah si sadboy.


♥♥♥


Arya gemas sekali rasanya dengan sikap Mika yang ia nilai masa bodoh sekali dengannya itu.


Hingga..


“Sakit, Arya! ih!”

__ADS_1


Pakk!.


Mika mendesis ketus sambil tangannya menepak tangan Arya yang mencubit gemas – tapi agak keras pipinya itu.


“Lagian orang gue lagi ngomong malah dicuekin!”


“Ya kan tadi udah gue sahutin?!” balas Mika ketus.


“Nyautin ham, hem doang? ... Apaan? ...” gerutu Arya.


“Ya itu berarti gue nanggepin lo yang lagi ngomong!-“


“Kalo nanggepin tuh gini ...“ ucap Arya. Sambil ia membuat Mika jadi berhadapan dengannya. “Face to face ..”


Dimana Mika jadi dibuat serba salah lagi kan sama si sadboy? Yang membuat Mika saling berhadapan dengannya, lalu memegang dan menahan kedua bahu Mika.


“Arya ish, apaan sih? ...”


Mika mencebik, sambil menggoyangkan bahunya agar kedua tangan Arya lepas dari bahunya.


“Jaga sikap bisa – ga?”


Lalu Mika berbicara lagi, namun dengan merapatkan giginya sambil mendelik pada Arya.


“Kita ini jadi pusat perhatian pengunjung lain tau – ga?”


“Sebodo amat!”


Arya langsung menyahut tak peduli.


“Kita disini bayar minuman sendiri, bukan mereka yang bayarin, jadi ga usah peduliin gimana pendapat orang.”


“Ish!”


Mika mendesis sebal kemudian.


♥♥♥


Mika gegas bertanya pada Arya, yang sudah membuat diri mereka saling berhadapan.


Well, Arya sih yang membuat Mika jadi berhadapan dengannya walau agak sedikit melakukan pemaksaan.


“Bisa ga ngomong sama gue ga pake tampang sama nada suara yang judes?” balas Arya, seraya meminta dengan suara lembut.


Mika tak menyahut.


“Emang lo kenapa sih bete banget sama gue yang pernah ngejar Drea dulu?”


Lalu Arya bertanya pada Mika.


“Karena lo berindikasi mengganggu hubungan Abang dan Kak Drea, yang amat sangat gue dan saudara-saudari gue agung-agungkan sejuta persen, dan gue ga rela kalo Abang sama Kak Drea sampai ga jadi bersama seperti sekarang, atau jadi sering ribut gara-gara lo dulu.“


“Segitunya,” tukas Arya.


“Ya lo macam lalat pengganggu hubungan Abang dan Kak Drea waktu itu.” sahut Mika.


“Tega banget nyamain gue sama lalat.”


Arya menimpali dengan terkekeh kecil.


“Masih bagus ga gue samain dengan simpanse,” tukas Mika dan Arya terkekeh lagi.


♥♥♥


“Dan lo masih bete sama gue gara-gara hal itu?” tanya Arya pada Mika.

__ADS_1


“True.”


Mika menjawab cepat.


“Loh kenapa?” tanya Arya lagi. “Gue kan udah move on dari kapan tau. Udah ilang tanpa bekas jejak rasa gue sama Nyonya Alvarend asal lo tau.“


Arya menyesap minumannya, dan Mika mengendikkan bahunya.


“Lagian, setau gue, saudara-saudari lo yang mengagung-agungkan Bang Varen sama Drea, ga ada yang sentimen sama gue kayak lo? Apalagi sentimen berkepanjangan sama gue, kayak lo ini ...”


“Soalnya lo nyebelin aja di mata gue, selain gue fan-girl garis kerasnya Abang! ...”


Arya mendengus geli mendengar jawaban acuh tak acuh dari Mika. “Lo gemesin lama-lama, Mi.”


Lalu Arya berucap sambil mengacak pelan rambut Mika, yang orangnya langsung mencebik.


“Iihh berantakan rambut gue lo gituin terus-“


“Mau seberantakan apa rambut lo, cantik lo ga bakal ilang, Mika.”


“Gombal gembel!”


“Gue ngomong kenyataan bukan gombal!”


Arya sontak menyergah, dan Mika mencebik.


Tapi di sudut hati Mika entah di sebelah mana, ada rasa senang menyelusup atas pujian Arya barusan.


Namun kemudian Mika dibuat lagi salah tingkah oleh Arya. “Ke, napa lo? Ngeliatin gue kayak gitu?”


Mika langsung membuat pandangannya dari Arya, dan menutupi kekikukkannya dengan menyesap minumannya.


“Lagi ngagumin lo.”


Dimana Mika langsung saja merutuk dalam hatinya karena ucapan Arya barusan.


‘Oh hati, kenapa lo jadi lebay begini??’


Dimana hati yang sedang dirutuk Mika itu mulai berdegup lagi lebih cepat seperti sempat terjadi beberapa saat yang lalu ketika Arya terlalu dekat dan bersikap lembut padanya.


Semakin berdegup tak beraturan hati Mika didetik berikutnya, kala Arya berucap lembut sekali lagi.


“Sekali lagi gue minta maaf, atas sikap gue tadi siang ke elo.”


Bukan masalah permintaan maaf Arya yang terdengar tulus itu.


Tapi masalahnya ini loh, tangan Arya yang bergerak mengelus surai Mika yang kemudian disampirkan sedikit oleh Arya ke belakang telinga Mika.


“Maafin gue ya, Mi?-“ pinta Arya. “Bisa?-“


“Eemm, kalo, soal itu....” Mika menjeda sesaat  ucapannya untuk menarik nafas dalam hati. “Udah gue maafin ...” sambung Mika. “Lagian, ga gue pikirin juga ....”


“Thanks ya,” sahutan dari Arya terdengar, sambil tersenyum dengan mengacak pelan rambut Mika sekali lagi. Padahal tadi udah di rapiin dengan menyampirkan sebagian ke belakang telinga Mika.


Tapi kali ini Mika tidak melayangkan protesnya pada Arya seperti tadi, karena Mika sedang sibuk menetralkan hatinya yang sedang Mika rasa dalam mode lebay karena terasa dug-dug-an.


Semakin dug-dug-an, ketika Arya terdengar lagi berbicara,


“Boleh ga gue minta satu hal sama lo?” meminta sih, tepatnya.


“A, pa? ....” tanya Mika dengan sedikit tergugu. Namun sikap tergugunya itu sanggup Mika samarkan.


“Jangan judes-judes lagi sama gue,” jawab Arya. “Karena gue pengennya disayang sama orang yang gue udah gue sayang juga ....”


Mika, rasa kena serangan jantung tiba-tiba.

__ADS_1


♥♥♥♥♥♥


To be continue ...


__ADS_2