
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Indonesia ..
“Tapi gue serius bilang kalo tidur lo emang manis,” bisik Arya di telinga Mika, saat keduanya berada di dalam mobil yang sama dan duduk bersebelahan pula.
Yang mana ucapan Arya itu ingin segera Mika sanggah karena Mika rasa tingkah menjengkelkan Arya padanya sudah si sadboy itu mulai lagi, dan Mika ingin menjawab kalimat receh yang Arya bisikkan tepat di telinganya itu.
Namun sebelum itu terjadi, ucapan Arya berikutnya membuat jantung Mika lebih terasa detakannya.
“Apa gue beneran naksir sama lo ya Mi?..”
Mika terdiam.
Di detik berikutnya ia melirik pada Arya yang kini sedang menatapnya sedikit intens dari jaraknya.
Kemudian Mika lebih menolehkan kepalanya.
“Lo mau ga? –“ ucap Mika.
“Mau apa? –“ tukas Arya.
“Gue ceburin ke itu sungai!” ketus Mika kemudian.
“Itu kali Mika ..”
“Masa bodo! Mau sungai atau kali yang jelas kalau mulut lo ga bisa diam gue ceburin lo ke sana!”
Mika ngegas, tapi Arya malah tertawa.
Lalu Mika langsung melengoskan kembali wajahnya ke arah kaca jendela mobil di sisi kiri Mika.
“Dasar sadboy ga ada akhlak!”
Sambil Mika menggerutu tajam.
Arya terdengar berdehem setelah ia selesai tertawa.
Mika mendengus kasar sambil geleng-geleng kesal. Namun kemudian ia spontan lagi menoleh kala merasakan ada sesuatu yang menutupi bagian kanannya.
Yang sontak membuat Mika kembali menampakkan tatapan sinis dan judesnya pada Arya yang kembali mencondongkan tubuhnya hingga jarak Arya lebih dekat dengan Mika, seperti saat Arya berbisik padanya tadi.
“Jauh-jauh ga lo?!” ketus Mika sambil ia spontan menarik kepalanya ke belakang agar wajahnya tidak terlalu dekat dengan Arya.
Namun Arya tidak menjawab.
Si sadboy malah menatap Mika lekat.
“Gue jujur waktu bilang lo manis” kata Arya kemudian, dan Mika lagi terdiam.
“Ga usah lo bilang gue memang manis sejak lahir!. Jadi gue ga butuh pujian lo!”
Mika langsung melengoskan wajahnya lagi dari Arya setelah menjawab si sadboy itu dengan ketus.
“Tapi suka kan lo gue bilang manis?-“
Arya menjeda ucapannya, mencondongkan lagi sedikit tubuhnya agar mulutnya bisa dekat ke telinga Mika.
Mika hendak menyergah namun urung karena ia sadar kalau Arya sedang lebih mendekat padanya. “Udah gue bilang-“
Mika tetap bicara untuk menyergah, tapi tak mau menoleh ke samping kanannya.
Yang mana kesempatan itu memang digunakan Arya untuk berbisik di telinga Mika.
“Gue yakin iya lo suka gue bilang manis ..” sambung Arya. “Karena muka lo merah gitu.”
Mika terpaku. ‘Sialan!’
Lalu Mika mengumpat dalam hati.
Mika sedang menguasai dirinya.
Godaan Arya padanya kali ini, entah mengapa terasa mengganggu kinerja hatinya. Dan sialnya bagi Mika, ia merasa wajahnya sedikit memanas-yang ia yakini, bahwasanya ada sedikit semburat warna di wajahnya.
Jadi Mika tak menyahut pada godaan Arya, karena Mika sedang menyembunyikan wajahnya itu yang sedang Mika netralkan.
Namun sialnya Arya menyadari perubahan rona wajah Mika itu, hingga membuat Mika jadi rasanya salah tingkah, meski ia nampak diam saja.
Mika sedang mengatur nafasnya diam-diam.
Lalu bisikan Arya, Mika dengar lagi di telinganya.
“Suka ya sama gue? –“
Mika sontak membulatkan matanya.
“Bilang aja kalo suka sama gue, ga usah muna .. mumpung gue lagi jomblo, jadi kalo lo mau nembak gue sekarang pasti gue terima pernyataan cinta lo –“ omongan Arya terjeda. “Adaw!” mengaduh kemudian.
“SADBOY NGESELIINNN!” pekik Mika sambil menjambak rambut Arya dengan kegemasan yang hakiki.
“Hahahaha!!!” namun si sadboy malah tergelak.
“Rasa nih! biar rontok rambut lo sekalian!”
Mika masih menjambak rambut Arya dengan segala kekesalan yang ia punya.
Tapi Arya malah terus saja tergelak geli.
“Mika parah banget anak orang maen jambak-jambak aja!”
Celetukan terdengar dari mulut Aro.
Mika tak menjawab celetukan Aro, karena dia masih fokus melimpahkan kekesalannya pada si sadboy.
Sementara Val dan Kafeel terkekeh melihat interaksi dua tom and jerry versi manusia itu.
“Ga apa Ro, enak ini malah!-“ tukas Arya. “Mayan pijit kepala gratis!”
Aro pun terkekeh, begitu juga si sadboy.
“Turun lo!” usir Mika, yang sudah melepas jambakannya dari rambut Arya.
“Yah kenapa berenti?. Enak itu jambakan lo Mi.” Imbuh Arya. “Berasa dipijet shiatsu kepala gue!-“
“Diem ga?!”
Mika berucap tajam seraya mendelik pada Arya yang terus saja tergelak.
♥
Situasi antara tom and jerry versi manusia kini sudah kondusif.
Arya sudah anteng dengan ponselnya, begitu Mika dan Aro yang memilih untuk bermain game online bersama Kafeel.
Sementara Val sibuk dengan sosmednya, serta sesekali nampak mengambil foto selfie, atau foto Kafeel, dan kadang meminta Kafeel melihat ke kamera ponselnya saat Val ingin berfoto bersama, tak peduli jika kekasih setengah om-omnya itu nampak sedang serius main game sambil bersahutan dengan Aro.
Meski sebenarnya permintaan Val itu mengganggu jalannya permainan game onlinenya dengan Aro yang juga sedang mabar bersama beberapa pria lain yang menumpangi mobil berbeda dengan mereka, bahkan sepertinya Varen dan Nathan juga sedang mabar bersama Aro dan Kafeel.
Karena Aro sesekali juga terdengar menyebut ‘Abang’ dan ‘Kak Tan-Tan’ sambil ibu jari berikut matanya tak lepas dari ponsel.
__ADS_1
“Kak Arya kok ga ikutan main? ..”
Val bertanya pada Arya. “Ngecekin email dulu Val,” jawab Arya.
Val pun manggut-manggut, lalu kembali fokus pada ponsel dan medsosnya seperti Mika.
♥
Perjalanan menuju ke rumah Keluarga Cemara memanglah sangat padat. Bahkan dari sejak keluar pintu tol, rasanya mobil yang ditumpangi oleh para Pewaris Muda generasi adik di bawah Varen, Nathan dan Andrea hanya bergerak satu senti meter saja saking macetnya.
“Ini macet apa sih? ..” Aro kembali nyeletuk lagi, meski ia masih terhubung dalam permainan online di ponselnya.
“Kayaknya ada acara di GOR yang ada di depan Tuan Muda Aro ..” jawab Pak Supir.
Aro berdehem samar sambil manggut-manggut.
“Pantes.” Tukas Mika.
“Ini kalo kita masih di Bandara udah sampe lagi ke Singapore ..” timpal Aro.
“Nikmatin aja udah –“
Kafeel berkomentar.
“Iya Kak Kaf sih enak nikmatin waktu di mobil, malah seneng kayaknya lama-lama diperjalanan gini kan?” tukas Mika. “Apalagi si Val tuh. Pasti dia berharap sampai ke rumah Ake dan Enenya besok biar kalian bisa bermesraan lama-lama-“
Kafeel dan Val pun spontan terkekeh mendengar ucapan Mika barusan.
“Cari pacar makanya,” sambar Arya, meledek Mika.
“Diem lo!”
“Yee, gue cuma kasih lo nasehat jadi ga iri dengan keuwuan orang lain –“ tukas Arya.
“Gue ga butuh nasihat lo!”
Mika menukas ketus ucapan Arya.
Dan Aryapun mendengus geli saja.
♥
“Jangan pura-pura ga liat ..” sebaris kalimat dari jarak yang dekat tertangkap di telinga Mika.
Mika menoleh ke samping kanannya.
“Lo ngomong sama gue?-“ tanya Mika pada Arya yang kemudian mendengus sambil ia sedikit miring dan mengangkat bokongnya, lalu mengeluarkan dompet.
“Menurut lo?”-“
Arya berucap sambil membuka dompetnya lalu mengeluarkan uang lima puluh ribuan rupiah dari dalamnya.
“Buka kaca mobil lo-“
“Mau ngapain?-“
“Nih, kasihin tuh sama orang yang berdiri dekat kaca lo.”
Sambil Arya menyodorkan uang pecahan yang sudah ia keluarkan dari dalam dompetnya itu pada Mika. Namun Mika bergeming.
“Udah cepetan turunin itu kaca mobil lo. Keburu orangnya pergi. Lo ga kasihan apa?!”
“Masa bodo!”
“Ck!” decak Arya. “Lo judes silahkan. Pelit, apalagi ga peduli sama orang, jangan-“
Arya melirik sedikit sinis pada Mika.
“Nah lo tadi pura-pura ga liat bapak-bapak yang ngetok kaca lo tadi?-“ cecar Arya.
“So?! Masalah buat lo?!”
“Masalah engga, tapi sikap lo itu patut disayangkan –“
Arya menelisik Mika.
“Lo cantik, tajir, lo kasih bapak tadi sejutapun ga bakal goyangin duit lo juga Mi.” sambar Arya.
“Dan maksud lo?!” Mika pun dengan cepat menyambar juga.
“Lo ga inget sikap lo barusan? Lo ga mau kasih, seengganya lo angkat kek tangan lo.”
“....”
“Boro-boro lo angkat tangan buat sekedar kasih dia kode kalo lo ga punya uang kecil, lo bahkan ga mau bukain kaca mobil lo saat gue minta tadi-“
“Hak gue!” sambar Mika.
“Lo takut tangan halus lo yang pake skincare puluhan juta kena kulit itu bapak-bapak?!”
Arya mencibir.
“Jangan terlalu sombong jadi orang Mi.”
“Lo jangan asal ngomong ya? Dan ga usah sok nasehatin gue! –“
Arya hanya tersenyum tipis.
“Gue liat sendiri betapa sombong dan pelitnya lo, jadi omongan gue ga bisa dianggap sembarangan ..”
“Lo denger gue Arya Narendra. Lo ga ada hak buat menjudge gue! –“
“Mi –“ ucap Val yang mencondongkan tubuhnya, karena Val menangkap, jika raut wajah saudarinya itu sedang tidak senang menatap pada Arya.
“Memang siapa lo?! –“ Namun Mika mengabaikan panggilan Val. Dan Mika memandang geram pada Arya.
“Gue memang bukan siapa –siapa -“ Arya menyahut santai. “Apa yang gue punya jelas jauh dibawah lo. Tapi paling engga gue punya hati nurani –“
Arya tersenyum tipis sekali lagi, sambil melandaikan duduknya.
“Cantik, tajir dan berprestasi tapi ga punya hati nurani, lo terlalu sombong Mi-
“Sekali lagi gue bilang lo ga ada hak buat menjudge gue Arya Narendra! Brengsek-“
“Mika!”
“Mi ..”
“Mika ..”
Aro langsung menyergah Mika dengan seruan, sementara Val bersikap lebih lembut pada salah seorang saudarinya itu yang wajahnya nampak memerah emosi sambil menunjuk pada Arya. Dan Kafeel menenangkan.
“Udah ya?-“
Kafeel mengelus-elus pundak Mika.
“Arya, udah ..” ucap Kafeel pada Arya yang kemudian menoleh padanya.
Arya pun manggut-manggut seraya tersenyum pada Kafeel, seraya ia mengangkat kedua tangannya membentuk gestur jika Arya tidak akan bicara lagi.
Sementara Mika melirik super sinis ke Arya dengan bibirnya yang mengatup namun rahangnya terlihat bergerak ketat, membentuk gurat kegeraman di wajah cantik Mika.
__ADS_1
‘Persetan sama lo Arya Narendra!’
Mika berkata tajam di dalam hatinya.
Setelahnya perdebatan antara Mika dan Arya, suasana dalam mobil yang ditumpangi keduanyapun menjadi hening.
♥
“Ambil jalur lambat Mas Dika. Mampir di toko kue yang waktu itu kita pernah mampir.” Mika bersuara. “Mas Dika inget kan?...”
“Inget Nona Mikaela,” sahut supir keluarganya yang bernama Dika itu.
“Mau beli apa Mi?...” tanya Val.
“Lagi pengen Blueberry Cheese Cakenya itu toko kue.”
“Gue mau Mi!”
Aro bersuara.
Mika berdehem untuk mengiyakan.
“Aku juga Mi,” timpal Val. “Dua ya?” imbuh Val.
“Ya,” jawab Mika.
Lalu hening lagi. Karena Arya tidak ikut nitip dibelikan kue oleh Mika.
Mika juga tidak bertanya pada Kafeel, karena yakin jika Val pesan dua kue bukan untuk dirinya sendiri.
“Kak Arya mau juga Blueberry Cheese Cakenya itu toko kue?...” ini Val yang bertanya.
Arya menoleh dan tersenyum pada Val.
“No Val, makasih,” jawab Arya kemudian. Dan Mika tidak berkomentar. Mika dan Arya sudah saling membisu sejak perdebatan mereka tadi.
“Ada lagi pesenannya?-“
Mika bersuara seraya bertanya, saat mobil yang dikemudikan Dika telah masuk sebuah area dimana banyak ruko-ruko di sekelilingnya.
“Itu aja.”
Aro dan Val sama menyahut.
“Kak Kafeel suka juga kan itu Blueberry Cheese Cake?”
Suara Val terdengar bertanya pada Kafeel sesaat setelah mobil yang dikemudikan Dika telah berhenti sempurna.
“Soalnya Val pesan dua pada Mika untuk kita berdua,” imbuh Val.
Kafeel pun mengiyakan.
“Ya udah Mi, sama seperti Aro, itu saja-“ Val berbicara pada Mika kemudian.
“Okay.”
Mika menyahut singkat.
Dan gadis judes itu tetap membisu pada Arya, begitu juga sebaliknya.
“Val mau temani Mika?-“
Kafeel bertanya pada kekasih kecilnya itu.
“Kalian tunggu di mobil aja...” tukas Mika sambil ia membuka pintu mobil sebelum Val sempat menjawab pertanyaan Kafeel padanya.
Tak ada komentar yang keluar dari Aro, Val, Kafeel dan Arya, selepas Mika turun dari dalam mobil dan diikuti oleh seorang bodyguard yang menyertai mereka di mobil yang sama.
'Batu.'
Arya membatin.
Lalu ia menyibukkan diri dengan ponselnya.
Sementara Val sempat saling lempar tatap dengan Aro dan Kafeel.
“Kak Arya,”
Val memanggil Arya.
“Iya, Val?...” jawab Arya seraya ia menoleh pada Val.
“Kak Arya maafin Mika yang tadi bicara kasar pada Kak Arya yah?...” ucap Val yang merasa tidak enak pada sikap Mika pada Arya, karena sempat mengatai pria mantan fanboy-nya Drea itu.
Arya tersenyum. “It doesn’t matter (Ga masalah), Val,” ucap Arya kemudian. “Cuma agak kecewa aja kalau Mika ternyata sesombong itu-“
“Mika-“ potong Val. Ia hendak lagi bicara untuk mengatakan sesuatu pada Arya. “Sebentar Kak...” Namun Val menjeda, karena ia merasakan ponselnya bergetar dan Val langsung membuka tas selempangnya.
“Kenapa?” tanya Kafeel yang memperhatikan ekspresi Val saat membaca pesan chat dalam ponselnya.
“Bukan apa-apa kok, Kak...”
Val menjawab seraya tersenyum pada Kafeel dan Kafeel ikutan tersenyum seraya mengacak pelan rambut Val.
“Kalian ga mau turun?-“ tanya Kafeel pada Val sambil juga melihat pada Aro. “Itu Isha sama Ann ikut turun dan masuk ke toko kue...”
Kafeel menunjuk ke arah luar kaca mobil, dimana mobil lain yang beriringan bersama mereka juga mengikuti untuk mampir ternyata.
Dan Isha serta Ann tak lama nampak keluar dari mobil satunya dengan diekori oleh Achiel, setelah mobil tersebut diparkirkan tak jauh dari tempat dimana mobil yang dikemudikan supir keluarga bernama Dika itu parkir.
“Dia orang berdua sih emang doyan jajan Kak.” Aro yang menyahut.
“Nah ini, bukannya doyan jajan juga? ...”
Kafeel berucap seraya tersenyum geli menunjuk pada Val yang terkikik.
“Iya, tapi diluar panas sekali. Dan Val sedang malas untuk jajan sekarang.”
Val menyahut dan Kafeel mendengus geli saja sambil mengacak rambut Val.
“Tadi mau ngomong apa Val?” tanya Arya yang ingat Val sempat ingin mengatakan sesuatu padanya, namun terjeda karena gadis itu mengecek pesan chat yang masuk ke ponselnya.
Val tersenyum. “Tidak jadi Kak Arya-“
Arya menanggapinya dengan tersenyum balik pada Val seraya ia mengangguk.
Val pun kembali melihat ponselnya lalu menjawab pesan chat tersebut, sebelum ia memasukkan ponselnya tersebut kembali ke dalam tas selempangnya.
Mika: Ga usah jelasin apa-apa sama si sadboy, Val.
Val: Tapi sepertinya perlu mungkin Mi, biar Kak Arya tahu, kalau kamu bukan tidak punya hati nurani.
Mika: Ga usah. Ga perlu. Dia ga perlu tahu apapun tentang aku. *He’s nobody for me**. Jadi ga perlu kamu jelasin apa-apa tentang aku sama cowo sok tahu itu.
---
*Dia bukan siapa-siapa aku
♥♥
To be continue ..
__ADS_1