
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Rumah Keluarga Cemara, Bekasi, Jawa-Barat, Indonesia ...
Dimana suatu perdebatan unfaedah antara seorang gadis judes dan sadboy sedang terjadi.
“Siniin kunci motor maticnya ih! - Ih si sadboy nih!” (Mika).
“Udah gue bilang gue yang nemenin lo beli susunya Putra sama Gadis ---“ (Arya).
“Ga mau gue pergi sama lo!” (Mika).
“Naek cepet!” (Arya).
“Ga mau!” (Mika).
---
“Cepetan naik ih!. Bener kata Mang Ateng tadi, keburu Putra sama Gadis rewel nanti!” (Arya).
“Ga mau! Ogah! - Lo sana pergi sendiri!” (Mika).
♥
“Gue itung sampe tiga, lo belom juga naik ke boncengan ini motor, gue cium bibir lo ...”
“.....”
Ancaman keluar dari mulut Arya, saat Mika sudah membalikkan badannya dan hendak berjalan masuk ke dalam rumah Keluarga Cemara.
“Nona Mikaela Finn Adjieran Smith, lo ga budeg kan? ....”
“Lo ...” Mendengar Arya mengatainya, Mika sontak berbalik badan untuk membalas perkataan Arya dengan sergahan ketus.
Tapi ucapan Mika tergantung, karena tahu – tahu Arya sudah berada dihadapannya dan membuat Mika sedikit terkejut.
“Gue hitung dari sekarang ya? ...” ucap Arya sambil menatap pada Mika.
Gluk!.
Mika menelan salivanya, karena Arya sangat dekat dengannya saat ini.
Lalu Arya mengucapkan satu kata yang bermakna angka. “Satu ....”
“Ma-u apa l-o???? .....”
Lalu Mika berucap gugup kemudian, sambil Mika memundurkan dirinya, dimana Arya yang nampak fokus sekali menatapnya itulah yang membuat Mika sedikit gugup.
“Dua ....”
Mika mundur perlahan, tapi Arya menahan lengan Mika tanpa menggubris pertanyaan Mika.
Arya yang tidak menggubris pertanyaan Mika itu terus menghitung, dengan wajahnya yang ia kian dekatkan pada wajah Mika.
“Mau naik ke atas boncengan motor apa engga? –“ ucap Arya seraya bertanya dengan penekanan. “Atau lo memang nunggu gue cium bibir lo?” tambah Arya sambil ia tersenyum miring, dengan masih memegang lengan Mika. “Ti ....” lanjutnya.
♥
Brug!.
Tubuh Arya terdorong ke belakang - namun tidak sampai terhuyung, kala Mika mendorong dirinya dengan sebelah lengan Mika sambil melepaskan cengkraman tangan Arya yang tak kencang dari lengannya dengan menyentak.
“Cepet!”
Mika yang pada akhirnya berjalan menuju ke motor yang sudah dikeluarkan Arya dari garasi itu berseru dengan ketus.
Sementara Arya menyeringai tipis dan disertai gurat kepuasan dalam hatinya, saat Mika berjalan menuju motor yang akan mereka gunakan.
“Sadboy, budek lo?!” seru Mika dan Arya jadi terkekeh karenanya. “Tadi maksa – maksa gue! Sekarang malah lelet!”
Arya membalikkan badan lalu berjalan mendekati Mika yang berada didekat motor be CC besar yang adalah milik Momma itu sebenarnya.
Namun begitu, semua motor yang ada di garasi rumah Keluarga Cemara bebas saja untuk digunakan, apalagi oleh kerabat.
Toh yang punya rumah juga sudah mempersilahkan Arya untuk memilih motor yang ingin ia gunakan.
Jadi saat memilih motor milik Momma rasanya ibu kandung Drea dan Rery itu tidak akan keberatan jika motornya Arya pakai, dan Arya tidak perlu masuk ke rumah lagi untuk meminta ijin pada yang punya motor.
Tinggal titip pesen aja sama Mang Ateng, kalo Arya pake motor koleksi Momma.
♥
“Apa?!”
Mika mendelik pada Arya saat si sadboy itu telah mendekat padanya, lalu melengoskan wajahnya.
“Kok kabur?. Padahal kan udah tinggal dikit lagi tuh lo dapet durian runtuh karena gue cium bibir lo?”
“Yang ada gue kena sial kalo sampe lo cium bibir gue!”
Arya terkekeh. “Ya udah cepet naek-“ ucapnya kemudian. “Eh ambilin helm dulu-“
“Gue bukan pembantu pribadi lo!”
Mika melengoskan wajahnya lagi, dan Arya mendesis sambil memutar bola matanya malas.
Kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dalam garasi untuk mengambil helm. “Jangan kabur.”
Arya berucap sebelum ia melangkah ke garasi sambil memandang pada Mika.
“Berani kabur gue kejar sampe dapet. Gue cium sampe kehabisan nafas,” ancam Arya.
__ADS_1
Mika berdecak. “Bacot .....” lalu ia menggumam sarkas. Arya hanya mendengus geli saja mendengarnya.
“Naek-“
“Bawel!”
Mika menyergah lalu berdecak.
“Miringin,” perintah Mika.
“Apanya yang dimiringin?”
“Motornyalah!. Ga mungkin otak lo karena otak lo udah miring!”
Arya terkekeh mendengar sarkasme Mika padanya. “Elah manja banget.”
“Masa bodoh!”
“Gue gendong sekalian sini?” goda Arya.
“Ish!”
“Dah cepet ah!”
Arya sedikit memiringkan motor yang sudah ia kuasai.
Lalu Mika bergerak untuk naik ke atas boncengan motor yang sudah berada dalam kuasa Arya itu.
♥
“Ngomong – ngomong, lo ga pake helm?” tanya Arya saat Mika sudah duduk diatas boncengan motor yang sudah Arya nyalakan mesinnya.
“Mini marketnya dekat dan masih di area komplek ini,” jawab Mika.
“Bukan masalah deketnya!-“
Arya menukas ucapan Mika.
“Pake helm buat keselamatan diri lo sendiri.”
“Bawel .....” tukas Mika. “Cepet jalan udah!” perintah Mika. “Ga usah sok – sok mikirin keselamatan gue .....”
“Batu lo!”
Setelahnya, Arya langsung melajukan motor yang sudah ia kuasai itu. Dan keduanya berhenti berdebat saat Arya telah melajukan motor tersebut.
Hanya sesekali saling bicara, ketika Arya menanyakan arah menuju mini market yang menjadi tujuan mereka.
♥
Sesampainya di mini market .....
‘Eh? .....’
Mika dan Arya sama – sama mengernyit.
“Lah?-“
Wajah Mika dan Arya sama – sama keheranan setelah melihat dua orang yang mereka kenal di dalam mini market, setelah keduanya bergegas masuk selepas melihat motor yang Mika dan Arya rasa – rasa kenali.
“Mba Sifa sama Kang Ujang kok disini??”
“Nah iya nih! .....” Arya menimpali Mika yang sudah mendekat pada orang tersebut.
“Non Mikaela, Den Arya-“ Dua orang tersebut langsung menyapa sopan Mika dan Arya.
“Kalian kok ada disini?” sambar Mika.
“Beli susunya Den Muda Putra sama Non Muda Gadis disuruh sama Nyonya Fania.”
Salah satu pekerja Keluarga Cemara yang bernama Sifa yang menjawab pertanyaan Mika.
“Loh, kan aku udah bilang kalau aku yang mau belikan?” tukas Mika.
“Kata Nyonya Fania, nunggu Non Mikaela sama Tuan Arya berdebat unfaedah, nanti keburu subuh baru kebeli susunya Den Muda Putra dan Non Muda Gadis,” jawab Mba Sifa.
Dan Mika pun langsung merungut setelah mendengar jawaban polos dari Mba Sifa.
Sementara Arya tertawa.
“Diem lo!” ketus Mika pada Arya.
♥
Mika langsung mengajak Arya hengkang dari mini market karena benda yang menjadi tujuan mereka telah keburu dibeli oleh dua pekerja Keluarga Cemara suruhan Momma.
"Bukannya lo bilang ada yang mau lo beli sekalian sama susunya Putra dan Gadis tadi?"
Arya bertanya saat Mika mengajaknya keluar mengekori Mba Sifa dan Kang Ujang dari mini market.
"Ga jadi ..... balik aja-"
"Inggih Nona Muda ....." celetuk Arya seraya meledek Mika.
Lalu keduanya kembali menaiki motor dan sama – sama bungkam sampai Mika menyadari sesuatu.
“Lo lupa jalan?” tanya Mika saat ia telah berada diatas boncengan motor kembali.
“Engga!”
“Terus kenapa lo lewat sini? Udah kelewatan itu gerbang masuk komplek rumah Ake sama Ene!”
“Gue kan tadi bilang mau ngomong sama lo?”
__ADS_1
“Ih di rumah Ake sama Ene kan bisa?!” tukas Mika.
“Ga mau! Susah cium lo nanti!” celoteh Arya. “Aduh!”
Arya mengaduh selang sedetik.
“Sakit Mika!”
Arya mengeluarkan protesnya saat Mika memukul punggungnya.
“Masa bodoh!” jawab Mika. “Mulut lo gue kuncir lama – lama!” ketus Mika dengan jengah.
♥
“Puter balik ga?!”
Mika berseru.
“Engga.”
Arya pun menyahut cepat dan enteng dengan kepalanya yang tak lagi tertutup helm.
Dan helm tersebut Arya gantungkan di tangan kirinya, sambil ia tetap memegang stang motor dengan cekatan.
“Nah terus lo mau bawa gue kemana?!-“
“Ke tempat yang gelap buat mojok,” sahut Arya.
“Gue jambak lo ya?!” ancam Mika sambil melotot.
Arya pun terkekeh.
♥
“Duh! Apaan sih Mika?!”
Arya kembali mengaduh, saat ia merasakan pukulan Mika yang cukup keras di punggungnya.
“Kenapa lagi?!” tanya Arya dengan nada protes dan melirik sebal pada Mika lewat kaca spion motor.
“Lo mau buat gue celaka?! Liat jalan!” balas Mika dengan ketus.
“Kalo gue ga liat jalan, ini motor udah ngedubrak dari tadi,” bohong Arya.
Karena sebenarnya si sadboy memang sudah beberapa kali curi – curi pandang ke arah Mika melalui kaca spion.
“Puter balik!”
Mika kembali memberikan perintah.
“Kan tadi gue udah bilang mau ngomong sama lo?-“ sahut Arya. “Cakep – cakep pikun!”
Setelahnya Arya melayangkan protesnya lagi kala Mika kembali memukul punggungnya.
“Sakit Mika! Lo pikir ga sakit punggung gue lo pukulin dari tadi?!”
“Siapa suruh mulut lo ga disekolahin?!” balas Mika. “Percuma Uncle Rico sama Aunt Shireen sekolahin lo dari TK tapi mulut lo kayak gitu.”
“Nah apa katanya mulut lo yang judes itu?” Arya pun tak mau kalah pada Mika. “di TK ga diajarin berkata dengan sopan emang? .....”
“Gue langsung SD saking terlalu pintar!” sahut Mika.
Arya pun terkekeh mendengar sahutan Mika.
“Sekarang mendingan lo bawa ini motor cepat balik ke rumah Ake dan Ene!”
“Kalo gue ga mau??-“
“Gue ga peduli!”
Mika langsung menyergah.
“Idem!” balas Arya. “Gue pun ga peduli sama permintaan lo!”
“Ish!”
Mika pun mendesis kesal.
“Terus lo mau bawa gue kemana jadinya?!-“
“Ada pokoknya .....” Arya langsung memotong perkataan Mika. “Lo duduk diam dan pegangan sama gue.”
“Ogah banget!”
Mika menolak jengah.
“Oke kalo gitu .....”
Arya menggumam.
“Siap – siap .....” gumam Arya lagi sambil melirik Mika lewat kaca spion sambil ia menyeringai kecil.
Lalu didetik berikutnya,
“ARYA NARENDRAAA!!!”
Pekikan kencang keluar dari mulut Mika seiring dengan tangannya yang langsung melingkar di perut Arya, kala Arya membawa laju motor yang ia kendarai itu dengan sangat kencang.
“MODUS BANGET LOO!!-“ sambungan pekikan Mika, dengan tangannya yang semakin ia eratkan di pinggang Arya, dimana si sadboy terkekeh geli.
“Nyaman kan meluk gue?! .....” tanya Arya sambil masih ngekeh.
“DASAR FUCEKBOY!”
__ADS_1
♥♥♥♥
To be continue .....