
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah..
Semua anggota keluarga inti yang berdomisili di KUJ, sudah berkumpul semua dalam hunian mewah tersebut selepas Mika dan rombongan yang ikut bersamanya memberi pelajaran pada mantan tunangan Arya dan pihak-pihak yang mendukung wanita itu serta ayahnya dalam usaha mereka yang Mika baca adalah untuk membalas dendam pada Arya yang memutuskan pertunangan dengan wanita itu secara sepihak, lalu didukung oleh keluarga Arya sendiri.
Dan selama waktu itu---mantan tunangan Arya yang bernama Nora tersebut, giat berusaha untuk membuat Arya meliriknya dan melanjutkan pertunangan mereka—namun sia-sia, karena Arya sama sekali tidak menaruh minat pada Nora.
Bahkan saat Arya memutuskan mau menerima lamaran tidak langsung dari ayahnya Nora kepada Papa Rico, Arya bahkan tidak terlalu menaruh perhatian pada Nora—karena si Recehboy yang mencetuskan jika ia ingin bertunangan dengan Nora kala itu, adalah sebagai bentuk rasa frustasinya karena merasa dikhianati Mika dan berujung pada putusnya jalinan cinta mereka.
♣♣♣♣♣
Mika mengambil tempat di ruang tamu, bersama Arya yang memang sedari Mika turun dari mobil sudah bersisian dengannya dengan Arya yang menggenggam posesif tangan Mika.
Hanya Arya sempat melepaskannya, kala Mika diserbu oleh orang-orang yang memang sudah menunggu kedatangan si Neng Judes yang habis ‘memberi pelajaran’ pada Nora dan semua pihak yang membantu wanita itu memfitnah Arya.
“Nanti kita berangkat jam berapa ke bandara dari sini, Dad?...”
Mika lalu bertanya pada Dad R.
♣♣♣♣♣
“Kita kembali ke London besok saja, karena pertimbangan kamu dan Val yang belum beristirahat dengan cukup kalau harus melakukan perjalanan belasan jam lagi dalam jeda waktu yang tidak lama dari kedatangan kalian ke sini.” Dad R mencetuskan jawaban atas pertanyaan Mika tadi.
Dimana jawaban Dad R tersebut, kemudian ditimpali oleh beberapa orang lainnya dari mereka yang sedang bercengkrama bersama itu.
“Iya Mi, lo aja baru dateng kemaren. Dan semalem gue yakin lo tidur kurang dari lima jam.”
“Aku setuju dengan Dad R. Karena kamu juga Tuan Putri, meski udah lebih dulu dateng ke sini sebelum May, tapi Kakak rasa kamu belum benar-benar beristirahat?...”
“Iya betul itu!—“
“Lagian ntar malem kita juga udah rencana mau barbekyuan.”
“Yes, tadi kami memborong ikan dan saudara-saudaranya di mungke.”
“Ya sudah kalo begitu, aku pamit dulu ke kamar sebentar untuk ganti baju...”
Lalu ucapan Mika ditimpali oleh Val dan Isha yang punya niat yang sama dengan si Neng Judes.
Kalau Varen dan Drea sih sudah lebih dulu ngeloyor ke kamar pribadi mereka selepas menyapa semua orang di KUJ yang memang sedang menunggunya, Drea, Mika, Val dan Isha.
♣♣♣♣♣
Namun kemudian, Val menghentikan langkahnya saat baru saja mengayunkan satu langkahnya itu untuk mengekori Mika dan Isha, karena ada sesuatu yang ingin Val tanyakan pada mereka yang masih betah duduk di area ruang tamu KUJ.
“Gappa dan Gamma juga ikut kembali ke London?... Lalu bagaimana dengan Simon kalau kita kembali ke London esok hari?—“
“Gappa dan Gamma akan terus di sini sampai kita semua kembali lagi ke sini saat summer holliday di sana sudah tiba bersama Poppa, Papa Lucca, Momma, Mama Fabi, Ann, Rery dan Oma...”
“Simon akan kembali besok juga bersama kalian.”
“Tapi Simon mengatakan kalau dia harus cepat kembali untuk mengajar...”
Val kembali berkata, menanggapi ucapan Daddy Jeff yang kemudian langsung dijawab lagi oleh si Papa Bear.
“Dad sudah bicara langsung dengan pihak Universitas mengenai Simon yang akan terlambat datang dari ijin yang ia ajukan—“
“Tapi dapat ijinnya kan?—“
“Emang pihak kampus tempat kamu dan May kuliah juga tempatnya Simon mengajar, berani gitu bantah kalo para Dad kalian ini udah turun tangan langsung?...”
“Ah iya, Val lupa kalau Val memiliki 6 daddies yang merupakan titisan naga dimana langit dapat tertutupi dengan sayap naga mereka,“ celoteh Val. "Fuuuhhhh, untung saja Val tidak bersisik macam naga dan menyemburkan api setiap bicara---"
Lalu ucapan Val membuat semua yang mendengarnya tersenyum serta terkekeh geli.
“Sudah, lebih baik kamu berganti pakaian juga sana...”
“Lalu kembali turun dan makan...”
Mom Ichel dan Daddy Dewa sama mengingatkan, dan Val pun segera menjawabnya bersama juga dengan Isha.
__ADS_1
“Okay—“
♣♣♣♣♣
Author’s POV..
Beberapa hari berlalu dari tindakan Mika yang memberi pelajaran pada wanita bernama Nora dan pihak-pihak yang berdiri bersama mantan tunangan Arya itu, dimana semua orang yang biasanya berada dan beraktifitas di domisilinya masing-masing, kini sedang di tempat biasanya mereka berada---melakukan aktifitas di domisilinya itu seperti biasa.
Dalam hal ini, adalah keluarga inti The Adjieran Smith. Termasuk juga para kerabat terdekat yang sehari-harinya wara-wiri di sekitar para inti satu klan keluarga tersebut.
Lalu mengenai kasus Arya dan mantan tunangannya berikut pihak-pihak yang terhubung dengan wanita itu, pun sudah diurus dengan maksimal, seperti yang selalunya dibereskan oleh mereka yang mengabdi betul pada The Adjieran Smith Family.
Termasuk oleh keluarganya Arya yang ikut bergerak membereskan masalah yang terhubung langsung dengan keluarga mereka itu sebenarnya, melanjutkan suatu tindakan 'memberikan pelajaran' yang sudah diawali oleh Mika duluan.
Dimana mantan tunangan Arya---Nora, memang tidak sampai masuk ke dalam jeruji besi.
Namun ganjaran yang ia dapat dari kemunafikan dan niat buruknya terhadap Arya jauh lebih mengerikan rasanya bagi Nora.
Menjadi bulan-bulanan dari warganet yang menghujatnya sedemikian rupa bahkan masih ramai terus berlangsung melontarkan hinaan parah pada Nora dan juga keluarganya, di kala Mika sudah masa bodoh dengan itu.
Belum lagi dicecar habis oleh para pasangan dari para pria yang kebanyakan tokoh yang dikenal publik, yang pernah memiliki skandal tersembunyi dengan Nora. Yang dikuak tanpa sensor oleh Mika, dengan bantuan deretan tentaranya ‘Bala Abang Varen.’
Pun, semua sisa kontrak yang Nora punya dengan beberapa wadah hiburan diputuskan sepihak dari mereka yang mengontraknya sebagai seorang artis.
Tak hanya itu, ayah Nora kemudian diamankan oleh komisi pemberantas korupsi yang kemudian aset kekayaan keluarga mereka ikut disita sampai ke keraknya.
Hingga untuk hidup pun, Nora dan keluarga intinya akan mengandalkan belas kasihan keluarga mereka yang lain. Walau Nora masih memiliki sisa uang dari hasil kerjanya sebagai artis, mungkin juga dari hasil ‘uang jajan’ para pria yang pernah punya skandal dengannya.
Namun secara garis besar, hidup Nora dan keluarganya kiranya layak dikasihani. Uang simpanan Nora tidak bisa menopang hidupnya dan keluarga seumur hidup kalau Nora tidak lagi mendapatkan job dari profesinya sebagai artis dan bintang iklan, bukan?.
Tapi ya itu, katakanlah kalau Nora sudah mencari gara-gara dengan pihak yang salah.
Apes, berurusan dengan orang seorang dari keluarga The Adjieran Smith---walau niatnya Nora dan keluarganya adalah menjatuhkan Arya dan keluarga Narendra\, tanpa engeh siapa klan yang satu anggotanya yang bahkan masih kisaran belia itu---membuat mereka hancur dalam sekejap mata.
Hanya saja, Arya dan keluarganya sudah menjadi bagian The Adjieran Smith, ditambah Arya adalah kekasih Mika yang sudah upgrade statusnya menjadi calon suami yang terverifikasi.
Dan Arya dapat membuktikan betul setianya pada Mika, bahkan si Recehboy itu juga sudah menjadi anggota klub bucin akut.
Jadi ya sudah, Mika merasa perlu ‘maju’ untuk membela calon suaminya yang bucin akut padanya itu---dengan memegang prinsip para pria dalam keluarganya, yang akan kambuh sengetnya kalau mereka memang diganggu duluan oleh pihak luar yang dirasa mengancam kestabilan harmonisasi dalam keluarga mereka.
Karena mereka yang disebut dengan The Adjieran Smith Family, terutama para ‘pelindung’ dalam keluarga---jarang sekali memberi ganjaran yang hanya biasa saja pada para pengganggu kestabilan harmonisasi dalam keluarga mereka itu.
Kemudian hal itu rasanya juga terterap otomatis pada diri mereka yang disebut ‘Young Heirs of The Adjieran Smith’, namun baru terlihat hanya beberapa pewaris muda jajaran Varen hingga Ares yang menampakkan terapan itu.
Mika yang terbaru, yang terlihat menerapkan prinsip mempertahankan apa yang menjadi miliknya---jika memang layak dipertahankan.
Dan ya, bagi Mika---Arya patut ia pertahankan, karena biar petakilan, receh namun sudah banyak pembuktian betapa pacar recehnya yang sudah upgrade jadi calon suami itu---mencintai Mika dengan tulus dan teramat.
Mau bekerja keras demi membuktikan pada Mika, atas sebuah kelayakan mendampingi si Neng Judes dan bertanggung jawab untuk memberikan sandang, pangan dan papan walau tanpa perlu Arya repot bekerja---Ia dan Mika masih dapat hidup bergelimang kemewahan seumur hidupnya.
Tentu, harta keluarga The Adjieran Smith terlalu melimpah ruah bahkan dari yang kelihatan saja.
Tapi Arya tidak mau memanfaatkan itu. Apa yang Mika miliki dari keluarganya, adalah hak Mika. Yang Arya telah sampaikan hal tersebut pada si Neng Judes tercintanya. ‘Lo silahkan nikmati harta keluarga lo itu dengan gimana yang lo mau. Tapi tetep, gue akan bekerja keras untuk menuhin kebutuhan lo dan anak-anak kita nanti.’
Yah, meski ujungnya kata-kata sweet Arya akan terselip juga gombalan receh darinya---namun Mika yakin, serecehnya Arya Narendra---cintanya pada Mika adalah gepokan seratus ribuan. Uhuy!.
Well, Seriusnya Arya---tidak hanya diyakini Mika namun diaminkan juga oleh seluruh anggota keluarga The Adjieran Smith.
Makanya dukungan penuh Mika dapatkan, dalam rencananya si Neng Judes memberi ganjaran pada orang yang memfitnah si Recehboy tercintanya.
Walau Mika sempat salah paham juga. Namanya juga manusia. Kalau emosinya lagi meraja, kenyataan yang terang juga jadi gelap aja perasaan---tapi Arya sudah membuktikan pada Mika pun pada semua orang terdekatnya, bahwa seorang Arya Narendra---walau pernah jadi playboy, namun ia bukan playboy yang ‘ramah’ alias rajin menjamah tubuh para mantannya.
Jangankan s3k$, ‘sekwilda' aja engga.
Cuma sebatas playboy, bukan fakboy.
Mika percaya.
Tentu.
Dari Mika masih memusuhi Arya bahkan, cerita tentang Arya pernah ia dengar.
Bagaimana sosok si Recehboy itu, yang dulu Mika panggil Sadboy.
__ADS_1
Pun saat sudah pacaran, Arya pernah juga diselidiki oleh Mika yang ingin tahu background pergaulan Arya.
Jadi sekarang, saat Arya difitnah sebagai orang yang cabul dan Arya juga sudah membuktikan lagi kalau ia bukanlah orang seperti itu, pun Mika tahu itu dengan pasti atas bukti dari Arya bahkan dari keluarga Mika sendiri---Mika tidak bisa tinggal diam.
Kalau cuma melempar rumor sekedarnya tentang kejelekan Arya, mungkin Mika akan masa bodoh. Tapi saat Nora melempar rumor untuk menjatuhkan Arya dengan begitu hinanya di mata publik dengan menambahkan segala rekayasa sampai berniat playing victim segala, tidak bisa Mika masa bodoh begitu saja.
Jadi ya itu, Nora---Mika berikan ‘pelajaran’ sampai wanita itu menjadi sangat terpuruk hanya dalam hitungan hari saja. Yang katanya, walau keluar rumah untuk hanya sekedar menghirup udara segar saja wanita itu tidak berani sekarang. Begitu juga keluarganya, yang hidupnya jadi seperti apa yang pernah Mika cetuskan.
“Karena aku sungguh tidak sabar melihat wajah wanita itu dan keluarganya, setelah aku membuat harga diri mereka berceceran di atas tanah....”
Juga,
‘Aku akan ganti nama jika aku tidak bisa membuat wanita itu dan keluarganya tak lagi dapat menghadapi dunia dan hidup tenang setelah ini. Entah niatnya mengusik Arya atau Narendra .. Tapi yang jelas wanita itu dan keluarganya berikut mereka yang terlibat, akan aku buat hancur tanpa sisa nama baik mereka dan akan aku buat susah hidup mereka ke depannya!’
Dan itu sudah teralisasi.
Terkesan kejam ya?
Namun mau bagaimana?
Dalam diri Mika mengalir darah para ‘naga’ yang tidak boleh diganggu kalau mereka tidak mengganggu duluan---yang mana memang Mika dan keluarganya tidak pernah lebih dulu mengganggu orang lain. Pun tidak boleh diusik miliknya.
Author’s POV off..
♣♣♣♣♣
Jekardah, Indonesiah..
“Kak, lo ga ngelamar en tunangan ulang lagi sama Val?..”
Ada Arya yang sedang duduk bersama Kafeel dan Varen, berikut Nathan juga Sony di Coffee Shop milik Kafeel.
“Waktu lo abis ngelamar May, gue udah tanya sekalian minta maaf kalo gue ga sampe kepikiran buat ngasih Val lamaran romantis lagi setelah apa yang pernah terjadi antara gue dan dia. Soalnya, abis Val tau-tau dateng dan bilang kalo dia udah inget tentang gue, gue udah kelewat seneng dan langsung pakein lagi cincin tunangan dia yang dulu, dan masih gue simpen habis dia balikin itu ke gue lewat Achiel..”
Kafeel pun menjawab Arya.
“Gue bilang, apa Val ingin kalo gue dateng ngelamar ulang dan acara tunangan diadain lagi? terus Val—“
“Pasti Val bilang itu tidak perlu dilakukan lagi.”
Varen lalu menyambar.
Kafeel pun mengangguk.
“Val bilang seperti itu aja udah cukup, dengan gue yang masih cinta sama dia dan begitu sebaliknya. Terus kami sama-sama lagi sekarang..” ucap Kafeel kemudian.
“Nah elo lah, yang tinggal ngelanjutin rencana lo yang tertunda sama May. Ngelamar resmi sekalian tunangan, macem Kak Kaf sama Val dulu.”
Nathan mencetuskan komentar, mengarah pada Arya.
Yang langsung diaminkan oleh Varen dan Kafeel serta juga Sony.
Lalu Arya langsung menjawab komentar Nathan, namun ia kembali mencetuskan ucapan yang ia tujukan pada Kafeel.
Dimana ucapan Arya yang berupa saran itu, langsung juga mendapat komentar dari Varen.
“Kenapa lo ga sekalian juga Kak? Ngelamar dan tunangan ulang sama Val meski itu satu incess bilang ga perlu—“
“Gue setuju soal ini, karena meskipun lo dan Val sudah pernah melewati tahap lamaran bahkan hingga tunangan, tapi hubungan kalian pernah kandas jatuhnya.. Rasanya akan lebih afdal kalau lo dan Val mengulang lagi hal itu—“
“Keluarga kita orang juga keknya sependapat sama Abang.”
Nathan kembali mencetuskan komentar, menimpali ucapan Varen.
“Gue pribadi, ingin May dan Val merasakan bahagianya dihari yang sama. Ya lamaran, tunangan kalau bisa pernikahan juga. Bukan masalah ogah repot, karena soal repot sih Papi-Mami sama Papa-Mama Bear yang parah bikin repotnya waktu mereka mau nikah. Lamaran sama tunangan cuma seling berapa hari, akad nikah seling sehari..”
Varen kembali bicara.
“Gue hanya ingin-dan kayaknya semua anggota keluarga kami, sama punya pendapat juga keinginan seperti gue..” kata Varen lagi. ”Kita orang ingin lihat May dan Val bahagia dengan orang yang mereka cintai dihari yang sama, kalau memang memungkinkan.“
“Kalau Abang Varen udah bilang begitu sih, gue oke-oke aja,” ucap Kafeel kemudian, sambil ia mengulum senyum geli. Lalu bertanya pada Arya. “Gimana Recehboy?—“
“Gaskeun!..”
__ADS_1
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
To be continue......