HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 223


__ADS_3

Happy reading ...


......................


"Dan gue bakalan kangen banget sama wajah judes menggemaskan lo ini... "


Ada Arya yang sedang bersama dengan Mika, dimana pacarnya itu sedang Arya ajak berkunjung ke apartemen yang Arya tempati sejak ia mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan teknologi yang ada di London, serta memutuskan untuk menyambung jenjang pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi dari gelar yang Arya sudah kantongi sebelumnya.


"Kenapa?..." tukas Mika atas ucapan Arya barusan.


"Karena kita bakal LDR-an-"


"Kok???..." Mika menukas lagi ucapan Arya yang menyenggol soal hubungan jarak jauh antar pasangan.


"Lo ga ada masalah kan dengan itu?... Ya kalo pun ada, gue tetep ga mau lo putusin sih."


...****************...


Mika tak langsung menjawab ucapan Arya sebelumnya.


Sementara Arya menunggu Mika memberikan tanggapannya tentang apa yang barusan ia katakan.


"Kok diem? .."


"Yang lo bilang soal pergi tadi itu, maksudnya ini? .."


"Iya."


Arya mengangguk.


...****************...


"Mi .." tegur Arya.


"Hem? .."


Mika menanggapinya dengan deheman samar, sambil memandangi pada Arya.


"Lo belom jawab pertanyaan gue tadi soal kita yang akan jalanin LDR-an."


"Emang atas dasar apa kalo kita harus LDR-an?"


Mika melontarkan pertanyaan.


"Kita terusin ngomong di dalem aja ya? hujannya agak mulai deras dan hawanya dingin."


Arya tidak langsung menjawab pertanyaan Mika, karena ia sedikit teralih pada hujan yang perlahan menjadi deras dan memberikan efek tampias padanya dan Mika yang sedang berada di balkon apartemen Arya tersebut--selain semilir angin musim semi yang berpadu dengan hujan juga dirasa sedikit membuat hawa sejuk menjadi dingin.


"Iya .."


...****************...


"By the way, lo mau teh atau coklat hangat?" tanya Arya ketika ia dan Mika telah masuk kembali ke dalam ruangan yang merupakan ruang tamu namun sepertinya berfungsi juga sebagai ruang makan.


"Ga usah repot-repot----"


"Mana ada repot sama cewe sendiri timbang bikinin minum doang..."


Arya menukas ucapan Mika.


"Jadi mau teh atau coklat hangat?..."


"Teh aja... dan sedikit aja gulanya----"


"Okay, sayang!..." tukas Arya lagi, dengan mengulas senyuman bersemangat.


Dan Mika tersenyum tipis menanggapinya.

__ADS_1


...****************...


Arya baru saja mencapai dapur apartemennya saat suara Mika terdengar dari belakangnya.


"Ar....."


"Iya, Mba?....."


Arya menyahut dengan candaan.


"Ada lagi pesenannya?....." sambungnya seraya tersenyum geli pada Mika yang terkekeh kecil.


...****************...


"Ar-"


"Iya, sayang?"


Kembali Arya menyahut dengan canda, dan Mika kembali mengulas senyuman tipis gelinya.


Arya memandang pada Mika sebentar, sambil menjeda kegiatannya membuat minuman hangat untuknya dan Mika yang sudah hampir jadi itu.


"Mau sambil bahas soal LDR-an yang gue maksud? ....."


"Iya ....."


Mika lekas mengiyakan pertanyaan Arya.


Arya pun mengangguk. "Gue selesaiin ini bentar gimana? ....."


Lalu Arya berujar sambil menunjuk dua cangkir yang sudah berisikan jenis cairan minuman yang berbeda.


Gantian Mika yang mengangguk.


"Biar gue sendiri yang sendokkan gula ke minuman gue."


"Kopi lo mau dikasih gula juga?"


"Engga usah .."


Arya menyahut.


"Tapi Lo liat gue terus sampe kopi gue abis."


"Pasti mau ngeluarin gombalan receh? .."


Arya pun terkekeh geli selepas mendengar ucapan Mika sambil menoleh dan memicingkan sedikit matanya memandang Arya.


"Tau aja .."


Baru saja Mika mau membalas ucapan Arya, tiba-tiba


Deg!


Hati Mika spontan berdentum ketika Arya mengukung tubuhnya dari belakang.


...****************...


"Lo ga keberatan kan kalo kita LDR-an, Mi? ..."


'Duh, nanya aja ga usah pake begini kenapa sih???? ...' rutuk Mika dalam hatinya.


"Jangan ya, Mi? Gue ga rela putus dari Lo -"


"Lo belom beritahu gue alasannya, Ar ..."


"Kerjaan gue alasannya -"

__ADS_1


"Lo kerja di tim lapangan?"


"Iya ... Anak baru. Ga bisa milih dimana minta ditempatin ..."


"Emang Lo mau ditempatin dimana sih? -"


"Bukan di tempati secara permanen untuk waktu tertentu sih, tapi ada kemungkinan sampe kerjaan gue selesai itu takes satu bulan untuk satu tempat -"


"Outside (Di luar) London? -"


"Di luar Inggris. Selama tiga bulan paling cepet gue baru balik lagi ke sini -"


"Dalam masa itu ga ada balik sesekali ke sini sama sekali? ... emang ga ada liburnya?"


"Ada ..."


Arya menyahut sambil membalikkan tubuh Mika hingga mereka berhadapan.


"Tapi ga memungkinkan waktu libur gue itu bisa dipake buat balik ke sini ... karena sebagian tempat juga agak terpencil letaknya ..."


"Heemm ..." respons Mika, yang sebenarnya tak fokus pada penjelasan Arya akibat posisinya dan Arya sekarang yang sedikit ehem----katakanlah begitu bagi Mika.


Sementara Arya nampak santai saja dengan posisinya yang mengukung tubuh Mika dengan sedikit merunduk hingga wajah Arya dan Mika menjadi lumayan cukup dekat jarak bibir mereka jika ingin saling sapa.


"Jadi gue harap lo ga keberatan kalo untuk sementara kita jalanin LDR, karena seperti yang gue bilang tadi kalo gue ga rela Lo putusin .... lagian baru juga pacaran, belom sampe anniversary udah putus aja .... ogah banget gue balik jadi Sadboy ...."


Mika mendengus geli kemudian setelah mendengar kalimat terakhir Arya, yang mengingatkan tentang panggilan yang dulu asal Mika cetuskan hingga menjadi gelar sebutan untuk Arya selama beberapa tahun di lingkup orang-orang terdekat mereka.


...****************...


"Jangan minta putus karena memang fix kita harus LDR-an selama beberapa waktu yang gue sendiri ga bisa pastikan ... selain dari surat penugasan buat gue tertera tiga bulan minimal ... tapi kalo belom beres dalam masa itu bisa lebih lama lagi dari tiga bulan kayaknya -"


"Gue pikir ini jadi tanda perpisahan? ..." tukas Mika sambil memegang kalung pemberian Arya, seraya ia mengulum senyumnya memandang pada Arya yang juga mengulumnya senyumnya.


"Itu tanda jadian kita."


Arya berucap sambil memandang Mika teduh.


"Waktu nembak lo, gue ga punya persiapan selain cinta dan kenekatan."


"Termasuk ketengilan dan pemaksaan. Jangan dilupa-lupain...."


Arya terkekeh setelah mendengar celetukan Mika barusan.


Lalu Mika tersenyum geli saat Arya terkekeh.


...****************...


"Mi," panggil Arya lembut sambil dua jarinya memegang dagu Mika hingga Mika sedikit mendongak, dengan Arya kembali memandang Mika cukup lekat.


"A-apa ..."


Mika sedikit tergugu dengan debaran jantung yang sedikit menggila rasanya dengan posisi Arya sekarang, dimana Mika kiranya bisa menebak apa yang ingin Arya lakukan padanya.


"Jangan minta putus ya? -"


"Hadiahnya? ..."


Mika mengeluarkan guyonan untuk mengatasi kegugupannya.


"Lo mau apa? Kalo hati gue udah emang punya lo dari sebelum gue nembak lo ..."


"Nanti gue pikirin. Hadiah apa yang mau gue minta dari Lo -"


"Anak? ..."


......................

__ADS_1


To be continue.......


__ADS_2