HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 224


__ADS_3

Happy reading ....


...****************...


London, England,


"Lo mau apa? kalo hati gue emang udah punya Lo dari sebelum gue nembak lo ..."


Ada Arya yang merespons ucapan Mika, ketika pacar judesnya yang jinak-jinak merpati itu mengeluarkan celetukan permintaan hadiah atas permintaan Arya yang tergolong sebuah permohonan agar Mika mau tetap bersamanya meski harus LDR-an selama tiga bulan atau bahkan lebih


"Nanti gue pikirin. Hadiah apa yang mau gue minta dari lo ..." jawab Mika yang sebenarnya sedang menguasai dirinya dari rasa gugup atas posisi tubuhnya yang dikukung oleh Arya itu, dimana Arya juga mengunci wajah Mika dengan menjepit dagu Mika dengan dua jarinya hingga membuat wajah keduanya menjadi sangat dekat.


"Anak? ..." timpal Arya dengan entengnya, hingga mata Mika membulat spontan.


"Mulut Lo ya?! ..." ketus Mika kemudian.


Sambil Mika memukul dada Arya tak berarti.


Dimana orangnya tergelak geli.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mika mengerucutkan bibirnya selepas ucapan Arya yang terdengar nyeleneh tadi.


"K-kopi Lo keburu dingin .." gugu Mika, karena setelah terkekeh sejenak tadi, Arya kembali menatap Mika dengan tatapan yang membuat Mika deg-degan


"Kan ada lo yang ngangetin? .." sahut Arya enteng, membuat Mika mendelik secara spontan.


"Tempelin tuh badan Lo di penghangat ruangan -"


"Maunya ditempelin di badan Lo aja. Lebih anget pasti .."


Dan lagi-lagi Mika dibuat mendelik oleh celotehan nyeleneh Arya yang disertai ekspresi wajah si eks Sadboy yang sekarang jadi Happyboy setelah berpacaran dengan Mika.


"Gue tempelin ke kompor di belakang Lo yang ada. Kalo perlu gue masukan lo ke dalem itu oven .."


Mika menukas sebal ucapan nyeleneh Arya yang Mika tahu itu hanya sebuah candaan saja.


Karena Arya kemudian terkekeh. "Judes ga ilang-ilang .." sambil memencet gemas hidung Mika.


Lalu setelahnya Arya mengajak Mika untuk hengkang dari dapur dalam unit apartemennya tersebut.


"Sofa yuk? .."


"Ngapain? .."


"Masak .." sungut Arya.


Mika mengulum senyumnya mendengar sahutan malas Arya yang sudah membawa cangkir berisikan kopi miliknya dan cangkir berisikan teh milik Mika ke arah sofa di unit apartemennya Arya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ke-kenapa ngeliatin gue gitu?" gugu Mika setelah ia dan Arya telah duduk berdampingan di sofa panjang dalam apartemen Arya.


"Mau nanya .."


"Nanya apa?-"


"Tadi gue aja ke sofa nanya ngapain, kenapa?"


"Eng-engga apa-apa."


Mika kembali sedikit tergugu, sambil menyambar cangkirnya yang dipegang Arya.


"Ngeres pasti otak lo ya?-"


"Sembarangan!" sergah Mika.


Lalu suara ringisan pelan terdengar dari mulut Arya.


"Maen fisik aja terus," ucap Arya yang satu kakinya barusan mendapat sapaan injakan dari kaki Mika.


Sementara Mika memasang wajah masa bodoh sambil menyeruput teh miliknya. Sesaat kemudian Arya mengulum senyumnya dan menyeruput juga kopi miliknya.


Untuk sesaat Mika dan Arya sama-sama terdiam, sambil menikmatinya sedikit minuman mereka masing-masing. Mika merasa lebih canggung daripada Arya, jadi Mika yang salah tingkah sendiri itu menyeruput minumannya sambil berpura-pura melihat ke arah televisi.


Sementara Arya menyeruput kopinya sambil memandangi keindahan dari sosok judes yang ada dihadapannya saat ini. Yang dalam tiga bulan ke depan kurang lebih akan berada jauh darinya. Rela tak rela, tapi Arya harus menerima kenyataan jika pekerjaannya akan membuatnya jauh dari Mika untuk sementara waktu.


"Terus Ar, kalo Lo harus kerja jauh dari London gitu bahkan sampai berbulan-bulan---terus kuliah lo?...."


Mika yang walau matanya ke arah televisi, itu sadar jika sedang diperhatikan oleh Arya, dimana hal itu cukup juga membuat Mika salah tingkah meski Arya adalah pacarnya, bahkan sudah pernah melakukan adegan salam bibir juga dengan Arya.


Namun tetap saja, rasanya Mika itu belum imun dengan Arya sebagai pacarnya. Termasuk belum imun dengan segala tingkah manis dan kata-kata manis Arya ketika mode tengilnya sedang mati. Jadi senjata Mika untuk membuat Arya tidak sadar dengan kegugupannya itu adalah membuka pembicaraan dengan Arya yang berhubungan dengan pekerjaan pacar tengil tapi romantisnya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Terpaksa pending dulu, sampe gue bener-bener udah memahami pekerjaan gue di WI-TECH, jadi gue bisa menyesuaikan jadwal kuliah nantinya .."


Arya menanggapi pertanyaan Mika.


"Plus jadwal gue meluangkan waktu buat pacar judes gue."


Arya melanjutkan ucapannya sambil ia mengulas senyum memandang Mika.


Mika yang tangannya sudah bebas karena sudah meletakkan cangkir berisikan teh miliknya itu mendengus geli mendengar ucapan Arya yang barusan.

__ADS_1


"Tadinya gue mau maksain tetep kuliah dengan ambil sistem online, tapi kalo ngeliat kerjaan gue yang para stafnya sering dapet tugas luar, ya mending kuliah gue pending dulu aja," lanjut Arya.


"Iya sih mending begitu aja, daripada nanti Lo kerepotan."


Mika berujar dengan menyampaikan pendapatnya.


Arya kembali mengulas senyuman yang dibalas oleh Mika dengan senyuman yang sama.


"Lo belom memberi gue kepastian loh, Mi-"


"Kepastian soal hadiah gue?-"


"Gue kasih anak sebagai hadiah, kan gue udah bilang tadi."


"Ish!" desis Mika sebal. "Lama-lama gue sumpal mulut o pakai cangkir!-"


"Ya lagian, hadiah aja itu yang otak lo pikirin. Matre banget-"


"Ga ada cewe yang ga matre, oke?! .."


Mika menukas ucapan Arya yang mengatainya tak serius.


Arya terkekeh kecil.


"Ga apa-apa ya Mi, kita LDR-an buat sementara waktu?"


Arya lalu berujar setelah ia terkekeh, dengan meraih satu tangan Mika yang kemudian Arya genggam.


Sambil Arya membawa Mika bersandar di dadanya.


"Iya ga pa-pa .. Ga masalah. Gue dukung apapun yang menjadi keputusan lo, Ar."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Thanks ya Mi?" ucap Arya yang benar-benar merasa lega setelah mendengar ucapan Mika.


Terlepas dari Mika yang dirasa ambisius dengan apa yang menjadi cita-citanya meski bukan tipe yang menghalalkan segala cara dan tidak terlena dengan ambisinya untuk menjadi seorang wanita yang dikenal hebat dalam karir di masa depannya sesuai dengan cita-cita Mika, dara satu ini adalah refleksi dari wanita yang berpikiran modern dan mempertimbangkan segala sesuatunya dengan logika sebagian besar.


Untuk itu Arya bersyukur.


Dirinya tidak harus mengalami yang namanya drama pacar ngambek karena harus LDR-an.


"Lo ga perlu berterimakasih-"


"Harus dong," potong Arya. "Pacar gue pengertian banget biar judes juga," tambahnya sambil setengah terkekeh dan Mika tersenyum geli.


"Ya bukan masalah pengertian atau engga. Tapi ini soal masa depan lo juga kan Ar. Yang harus lo perjuangkan dan bangun sampai sukses, supaya jadi kebanggaan orang tua, keluarga selain kebanggaan dan masa depan yang bagus juga buat diri lo," tutur Mika.


Arya tersenyum hangat.


Mika memang judes, dingin, dan nyelekit ngomongnya kalau mode tidak ramahnya sedang menyala.


"Dan lo.." ucap Arya setelah Mika berbicara, sambil memandang teduh pada Mika yang sedang bersandar di dadanya. "Apa yang gue mulai dari sekarang.."


Arya lanjut bicara, dengan masih menatap Mika dengan sorot mata teduh dan hangat. Dan Mika kini sedang juga menatapnya dengan sedikit mendongak.


"Adalah satu bentuk perjuangan gue buat lo, buat masa depan yang ingin gue jalanin bareng lo.." sambung Arya. "Supaya walau sedikit, tapi Lo punya kebanggaan sama gue. Meski di masa depan nanti gue ga jadi CEO atau bos besar macam para Dad Lo, Abang, juga Kak Jo.."


Arya menyelusupkan senyum hangat yang sama teduhnya dengan tatapannya pada Mika saat ini, sambil satu tangan Arya menyentuh satu sisi pipi Mika dengan punggung tangannya. Lalu Arya lanjut lagi bicara, dengan Mika yang hanya terdiam menatap pada Arya atas dasar Mika dibuat tertegun oleh perkataan Arya.


"But still, I Will fight for it ( Namun tetap, gue akan berjuang buat itu ). Demi memantaskan diri gue buat berdiri di samping lo, demi membuat lo punya kebanggaan tersendiri sama gue. Gue akan berjuang buat menjadi orang hebat. Demi lo -"


"Ar,"


Mika terenyuh.


Hingga secara spontan Mika melingkarkan kedua tangannya dan mengaitkan kedua tangannya itu di pinggang belakang Arya yang sedang Mika sandari dadanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arya terkesiap mendapat pelukan tiba-tiba dari Mika. Karena pelukan tiba-tiba Mika itu adalah yang kedua kalinya dari Mika yang seringnya jaim itu, masih membuat Arya imun dengan sikap mesra Mika atas inisiatif pacar judesnya itu sendiri.


Namun biar bagaimanapun Arya senang. Persetan dengan sikap Mika yang sering jaim depan orang untuk bersikap mesra dengannya. Yang penting bagi Arya adalah perasaan Mika padanya. Yang walau Arya tahu, Mika sendiri belum terlalu yakin dengan hubungan mereka, bahkan perasaannya sendiri pada Arya.


Tapi Arya yakin, jauh di lubuk hati Mika, sudah ada perasaan cinta untuknya.


Yang Arya butuhkan hanya kesabaran saja, selain Arya akan berusaha untuk membuat Mika tak lagi bisa menepis keyakinannya atas cinta Mika pada dirinya yang sudah memanglah mencintai Mika entah sejak kapan.


Dan untuk itu, Arya akan memperjuangkan. Baik cinta Mika dan juga masa depan yang Arya ingin bangun bersama Mika, perlahan tapi pasti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arya yang sempat terkesiap mendapat pelukan Mika itu kemudian tersenyum bahagia dan memeluk balik Mika yang memeluknya.


"Percaya ya sama gue?....." ucap Arya sambil mengurai pelan pelukan Mika karena Arya ingin menatap wajah Mika.


"Iya....." angguk Mika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bukan gombalan loh apa yang gue ucapin ke elo tadi....." ucap Arya sambil menangkup wajah Mika dan menatap wajah yang bibirnya sedang mengulum senyum itu.


Yang lalu mengangguk lalu berucap, "Iya gue percaya."


"Bukti?....." ucap Arya sambil memonyongkan bibirnya, hingga Mika terkekeh.

__ADS_1


"Cabul dasar-"


"Tapi suka khannn??....."


"Engga tuh ....." tukas Mika.


"Hmm muna dasar."


Arya menimpali ucapan Mika.


"Udah jelas suka sama gue, masih muna aja Neng Judes," ucap Arya lagi sambil memencet gemas hidung Mika. "Disini cuma ada lo sama gue. Lagian kalo lo ga suka-"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arya tak mampu melanjutkan ucapannya, karena ia dibuat bungkam oleh sepasang benda kenyal milik Mika yang mendarat di bibirnya.


"Mi ....."


Arya berucap dengan tergugu.


"Gue ga suka ....."


Mika juga berbicara ketika Arya yang sedikit terkejut dengan ciuman Mika barusan itu menyebut namanya.


"Ga hanya suka ..... Tapi sayang -"


'Ya ampun Mi.'


Arya langsung membatin kesenangan mendengar ucapan Mika barusan.


Selain Arya rasa terenyuh juga mendengar pengakuan Mika yang mengatakan sudah menyayanginya.


Silahkan saja menganggap Arya lebay karena itu.


Arya sungguh tidak peduli. Karena jangankan mendapat pelukan mesra serta pengakuan tentang perasaan sayang Mika padanya, Mika mau berada didekatnya saja Arya sudah senang----mengingat Mika yang dingin kepribadiannya pada lawan jenis, selain jaim.


Bahkan setelah mereka berpacaran pun, Mika masih terkadang menjaga image dan menahan dirinya untuk bersikap hangat pada Arya. Jadi dengan sikap Mika sekarang yang semakin kian menghangat padanya dari sejak pertama kali Mika memeluknya lebih dulu, Arya sudah mensyukurinya.


"Thanks ya, Ar? ...." ucap Mika tersenyum pada Arya yang sedang sedikit tercengo-cengo itu akibat serangan bibir Mika yang walau singkat saja, namun cukup membuat Arya terkesima.


"Hei, gue, yang seharusnya bilang makasih sama lo, Mi," balas Arya yang sudah tidak lagi tercengo-cengo karena ciuman mendadak dari Mika yang sayangnya hanya sebentar saja. "Makasih buat lo yang udah sehangat ini sama gue-"


"Ketularan elo. Makanya gue jadi begini. Tapi jangan sampai gue jadi sereceh elo.. ogah!" timpal Mika sambil menampakkan wajah candanya.


Arya pun terkekeh. "Bucin sama gue paling bentar lagi.." ledek Arya kemudian, dan Mika mencebik.


"Amit-amit jangan sampe."


Mika menggerakkan bahunya seolah geli.


Arya terkekeh lagi. "Thanks ya?-"


"Iya, sama-sama.. Makasih udah manis banget sama gue."


Mika mengulas senyum manisnya lagi, dan Arya pun melakukan hal yang sama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Untuk sesaat, ada hening diantara Mika dan Arya.


Namun netra keduanya saling menatap teduh dengan rona kasih sayang yg terpancar dari dua pasang netra sepasang sejoli yang dulunya ga akur itu.


Deg!


Hingga sampai jantung Mika berdegup tiba-tiba saat satu tangan Arya memegang sisi tengkuk Mika setelah sempat memetakan wajah Mika dengan jarinya.


Padahal beberapa saat lalu Mika yang menyosor bibir Arya lebih dulu.


Namun saat Arya menunjukkan gelagat akan menciumnya, tetap saja jantung Mika dibuat berdebar karenanya.


Dan di detik berikutnya apa yang Mika terka pun terjadi. Arya menyambar bibirnya. Lembut, namun membuat pasokan udara yang Mika hirup menipis.


Karena meski lembut, namun. Arya tak memberi sela atau gelagat hendak berhenti menciumnya.


Mika paham hal-hal yang berbau keintiman. Namun untuk mempraktekkan rasanya Mika masih kurang pengalaman.


Mika sedikit sulit mengimbangi ciuman Arya, apalagi ciuman Arya dirasa sedikit menuntut saat ini. Dimana detak jantung Mika seolah menggila, kala entah sadar atau tidak--Arya membuat Mika kini terduduk di atas pangkuannya.


"Ar-"


"Kiss me back, Mi .."


"Ar-hmph .."


Belum sempat Mika menyahut, Arya yang sesaat tadi melepaskan tautan bibirnya pada Mika kembali menyambar bibir Mika dengan menangkup wajah Mika dengan kedua tangannya.


Menuntun Mika untuk bergerak seritme dengan bibirnya, Arya kian merapatkan tubuh Mika yang kini seolah terhipnotis dengan ciuman Arya hingga tangan Mika mengalung begitu saja ke leher Arya.


Hingga jantung Mika yang sudah berdebar tak karuan itu rasanya mulai menggila ketika Arya melepaskan tautan bibir mereka, namun kedua tangan Arya malah kian merengkuh posesif tubuh Mika di atas pangkuannya dan bergerak pelan meresahkan mengecup garis leher Mika sampai ke tengah ceruk lehernya.


"Ar..."


Bisik Mika gugup saat ia yang sedang begitu berdebar karena bibir si eks Sadboy yang sudah sampai ke ceruk lehernya dan bermain meresahkan di sana dalam posisi mereka sekarang, Mika dibuat menegang ketika di bawah tempatnya duduk saat ini, ada sesuatu yang membuat Mika merasakan seperti sedang duduk di atas polisi tidur.


'Mati gue. Ranjau Arya Narendra aktif .. '

__ADS_1


......................


To be continue .....


__ADS_2