
( MENUJU )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris ..
“Bukankah kalian bersama Val tadi?”
“Iya, Mommy.”
“Lalu Val sampai pingsan seperti ini, mengapa kalian tidak tahu?”
“Aku dan Isha, Aina serta Ann, meninggalkan Val sebentar karena kami merencanakan untuk mengadakan slumber party dan kami pergi ke kamar masing – masing untuk mengambil keperluan slumber party. Isha dan Aina pergi bersama, lalu Elen ikut denganku. Sementara Melly ikut dengan Ann.”
“Maafkan kami. Selama beberapa hari terakhir di Little Star Island, Val nampak sangat okay. Jadi kami berpikir dengan meninggalkannya sebentar, tidak akan ada masalah. Dan lagi, tadi kami meminta satu maid untuk berjaga di depan kamar Val, dan pintunya juga kami biarkan terbuka ---“
“Maaf, Moms, Dads ... kami sudah lalai menjaga Val ---“
“Tidak apa ...”
“Sudahlah ---“
----
“Val ---“
“Val, Baby ---“
“Kenapa Val tidak sadar – sadar?”
“What’s wrong with her? ---“
“Let me check ---“
----
“Everything are stabil. Instead faint, Val more can say that she is sleeping right now.”
“(Semuanya stabil. Daripada pingsan, Val lebih bisa dikatakan jika dia sedang tertidur saat ini )”
“What? ---“
“Even so, it’s almost 24 hours ( Meskipun begitu, ini hampir 24 jam ) ...”
“My husband was right, how can Val sleeping for almost 24 hours and hard to wake her up?? Please check her thorough, Mario ( Suamiku benar, bagaimana bisa Val tertidur hingga sampai 24 jam dan sulit membangunkannya? Tolong periksa lagi dia dengan teliti, Mario )”
----
“Are you guys totally sure that Val didn’t fall to comma again ( Apa kalian yakin jika Val tidak kembali koma )?”
“No, Mister Andrew. She didn’t ( Tidak, Tuan Andrew. Dia tidak kembali koma ) ---“
“Lalu apa yang terjadi dengan Val, sampai dia sulit untuk dibangunkan seperti itu, Cel?”
“Seperti yang Dokter Mario katakan, Tuan. Nona Valera sedang tertidur. Hanya bukan tidur yang biasa ...”
♥♥♥♥
“Sudah, lebih baik kamu sapa itu Mister Teddy.”
“Mister Teddy? ---“
“Boneka kesayangan kamu yang pernah membuat kita memperebutkannya di toko. Masa kamu lupa?”
“Itu, ya? .....”
“Iya,”
“Aku bukannya lupa. Tetapi memang aku tidak merasa memiliki boneka kesayangan bernama Mister Teddy.”
“Heu?”
“Ya Val tidak ingat lah, May ..... Mister Teddy kan dibeli waktu umur Val 16 tahun?”
“Oh iya, ya? .....”
Adalah Mika yang menyahut, menanggapi ucapan Isha disaat ia - Isha serta beberapa remaji sedang berada di dalam kamar pribadi Val yang berada di mansion utama Mika dan keluarga tersebut untuk mengantar sekaligus menemani Val melihat kamar yang kata Val membuatnya penasaran itu.
Karena Val ingin tahu bagaimana bentuk kamar dirinya yang katanya sudah 18 tahun. Sementara dirinya masih merasa jika usianya sekarang adalah 14 tahun. Yang berpikir jika apa yang sedang dialaminya ini adalah sebuah mimpi.
“Yah pokoknya, Mister Teddy itu adalah boneka kesayanganmu, Val ---“
“Okay, May. Meski aku tidak ingat tentangnya, tapi aku merasa sudah akrab kok dengannya,” tukas Val yang sudah berdiri di hadapan boneka beruang super besar yang sudah Mika letakkan kembali ke tempatnya, setelah sempat boneka itu ada di dalam kamarnya selama beberapa waktu ---- dimana Val yang sedang terluka dan hendak mengakhiri hidupnya yang membawa boneka tersebut ke kamar Mika guna di alihkan padanya ---- karena setahu Val yang belum koma saat itu, Mika juga sangat menyukai boneka tersebut.
Val berkata dengan nada suara serta wajahnya yang sumringah, dengan ia yang kemudian menduduki boneka beruang yang bernama Mister Teddy itu dengan meraih kedua lengan boneka tersebut dan di buat memeluknya.
“Iya kan, Mister Teddy? Kita sudah akrab kan sekarang? ...“ ucap Val lagi. “Iya, Val cantiik.”
Lalu Val berucap sekali lagi, dengan merubah suaranya sambil menggerakkan tangan Mister Teddy, seolah boneka tersebut menjawab ucapannya.
Membuat Mika dan semua yang sedang bersama Val itu jadi tersenyum geli.
♥♥♥♥
“Oh iya, by the way. You guys stay here, right ( ngomong – ngomong, kalian menginap, kan )?” Val bertanya kepada Melly dan Elena.
Dua putri dari klannya mereka yang dipanggil Uncle Nino dan Uncle Ezra oleh para pewaris muda The Adjieran Smith, yang langsung menjawab Val.
“Of course ( Tentu saja ) ---“
“That’s great ( Itu bagus )!” tukas Val. “How about we’re doing slumber party tonight ( Bagaimana kalau kita mengadakan pesta tidur malam ini )?”
“Sounds great!”
__ADS_1
“Why nut?”
Mika, Isha, Ann, Aina serta Melly menyetujui usulan Val.
“Kita adakan dimana kalau begitu? ...”
“Nanti saja kita pikirkan.”
“Iya, May betul. Soal dimana nanti saja kita bicarakan, karena jika memang positive ingin mengadakan slumber party, kita perlu mempersiapkan pijama dan lainnya sebelum jam makan malam yang tidak akan lama lagi, dan aku yakin kita akan segera mendapat panggilan untuk segera datang ke lantai bawah ... jadi lebih baik kita mempersiapkan dulu saja apa yang kita perlukan untuk slumber party nanti malam ---“
“Talk slowly when you’re using Indonesia language ( Bicara perlahan jika kamu menggunakan bahasa Indonesia ), Ann.” Melly menyambar kemudian.
“Ck! Stupido! ---“
“Ann ...”
Mika, Isha dan Val dengan cepat menyergah ucapan Ann yang asal mengatai Melly itu.
“Habis be – gi – tu sa – ja ti – dak pa – ham ...” Ann lalu menyahut, sambil berbicara dalam bahasa Indonesia yang ia berikan penggalan berikut penekaka, sambil melirik malas pada Melly yang sedang memonyongkan bibirnya itu.
“Ha – bis, you talk like a walking train. No brake ( kamu bicara seperti kereta api yang sedang berjalan. Tidak ada rem )”
Melly lantas menanggapi Ann dengan gaya dan ucapan yang bermakna ledekan, membuat lainnya yang sedang berada bersama Melly itu terkekeh.
Termasuk juga Ann.
“Like a duck also ( Seperti bebek juga ) ---“
“Haaa! You teased Poppa! I told him about that ( Kamu meledek Poppa! Akan aku katakan padanya tentang itu ) –“
“What?!” tukas Melly dengan ekspresi terkejut. “No No No! I don’t mean thaat ( Tidak Tidak Tidak! Aku tidak bermaksud seperti ituu ) “
“I will tell Poppa, kalau kamu mengatakan jika ia cerewet. Wee –“
“Aaa No, Aann ...”
Melly setengah merengek, sementara Ann cekikikan sambil berjalan ke arah pintu kamar Val.
Dan Melly yang merengek itu mengejar Ann.
Sisanya, terkekeh saja melihat interaksi Ann dan Melly.
♥♥♥♥
“Kalau begitu Val, aku tinggal sebentar ke kamarku untuk mengambil piyama dan sebagainya ya?” Mika kemudian angkat suara selepas Melly dan Ann sudah keluar dari dalam kamar Val.
“Iya aku juga, Val –“
“Aku juga!”
Isha dan Aina lalu menimpali.
“Kami tinggal sebentar tidak apa – apa?”
“Ya tidak apa – apa lah, May! ...” jawab Val. “Ini kan aku di kamarku sendiri, bukan di hutan rimba.”
“Pintu jangan ditutup ya Val?” cetus Mika saat sudah berada di ambang pintu kamar Val tersebut.
“Iya, May –“
“Terus kalo mau ke kamar mandi, pintunya jangan dikunci!”
Setelah Val menanggapi ucapan Mika, gantian Isha yang mengingatkan.
“Iyaa ...” sahut Val.
Isha dan Mika lalu tersenyum sejenak sebelum melanjutkan langkah mereka untuk keluar dari dalam kamar Val.
‘Kenapa sih, aku selalu di ingatkan agar aku tidak mengunci pintu kamar mandi jika aku pergi ke dalamnya.? Bahkan sampai sebelum ke sini juga, May selalu saja menemaniku jika aku mandi. Ada apa sih dengan aku dan kamar mandi? Kenapa keluargaku sepertinya takut sekali jika aku berada sendirian di sana ... heem apa mungkin aku koma itu gara – gara aku terpeleset di dalam kamar mandi lalu kepalaku terbentur keras, makanya keluargaku jadi paranoid jika aku masuk ke dalam kamar mandi sendirian? –'
♥♥♥♥
‘Mungkin saja seperti itu ya? ... hah tapi kenapa aku selalu ingat untuk bertanya penyebab aku koma, saat mereka sedang tidak ada di dekatku. Dan nanti saat aku sudah berniat untuk bertanya, pasti aku akan melupakannya.’
Val kembali membatin.
‘Ah iya! Sebaiknya aku menulisnya dalam jurnal!”
Val yang masih betah duduk di pangkuan Mister Teddy itu, lalu sedikit bergerak.
Hendak mengambil tas selempangnya yang sebelumnya ia lempar sembarang ke atas tempat tidur.
“Aduh, aku berat sekali untuk bangkit dari boneka yang super fluffy ini.”
Val menggumam, sambil masih betah duduk di atas pangkuan boneka beruang super besar tersebut.
‘Eh?’
Terkesiap kemudian.
“Aku kok merasa seperti aku pernah mengalami kejadian ini ya? Seolah aku pernah melakukan hal ini sebelumnya ... berada di pangkuan Mister Teddy ini.”
Lalu Val menggumam lagi.
“Ya kalau memang Mister Teddy ini sudah aku miliki sejak dua tahun lalu, ya berarti aku pasti sudah sering duduk seperti ini di pangkuan Mister Teddy. Heeemmm ... coba aku ingat – ingat. Okay, Val. Concentrate.”
Val masih menggumam, dengan ia yang berusaha mengingat.
‘Perasaanku kental merasakan jika iya aku sering seperti ini dengan Mister Teddy. Tapi kenapa tidak ada satupun kenangan yang terlintas ya? Gelap saja sepertinya pikiranku?’
Val membatin kemudian.
“Awww.”
Lalu setelahnya, Val mengaduh kecil.
Sambil Val memegangi kepalanya.
__ADS_1
♥♥♥♥
‘Ah sudahlah. Nanti akan aku coba lagi untuk mengingat kenanganku bersama Mister Teddy. Sekarang lebih baik aku mencatat dalam jurnal tentang aku yang ingin bertanya penyebab aku koma, sebelum aku melupakannya, lalu sebaiknya aku pergi ke lantai bawah untuk mendapatkan kudapan manis seperti diriku ini ...’
Val membatin lagi, sambil ia bangkit dari pangkuan Mister Teddy.
Menghentikan dirinya untuk mengingat - ingat dejavu yang sedang ia rasakan, karena nyeri di kepalanya.
‘Eh? ...’ Val yang sudah mengayunkan beberapa langkah dari Mister Teddy, kemudian berhenti dan spontan menoleh ke arah boneka beruang tersebut, karena telinganya menangkap sebuah suara.
Dan didetik dimana Val menoleh itu, ia langsung limbung di tempatnya dengan wajahnya yang nampak terkejut.
‘I – itu ... bukan kah aku?? ...’
Val tergugu dalam batinnya.
‘I – iya ... itu a – ku ... kenapa aku menangis sesedih itu? ...'
BRUK!
Val terjatuh seketika di tempatnya, lalu tak sadarkan diri.
Dimana teriakan seorang maid yang diminta Mika dan Isha sebelumnya untuk berjaga di depan kamar Val, membuat semua orang yang mendengarnya seketika berhambur panik ke dalam kamar Val tak lama kemudian.
♥♥♥♥
“Are you guys totally sure that Val didn’t fall to comma again ( Apa kalian yakin jika Val tidak kembali koma )?”
Adalah Poppa yang bicara, setelah kehebohan yang diselimuti kepanikan terjadi ketika mendengar suara maid yang teriak dari lantai tiga menyebut nama depan Valera, yang mana teriakannya itu lebih dulu di dengar oleh mereka yang sedang berada di lantai yang sama.
Dimana teriakan panik maid itu kemudian di sambung oleh teriakan dari Ann yang memanggil para Dad nya dari lantai tiga dengan kerasnya, hingga sampai ke lantai satu – saking begitu melengkingnya teriakan panik dari Ann tersebut. Dan tentu saja, yang mendengar lengkingan teriakan Ann itu sontak terkejut bukan main.
Dan tanpa ba – bi – bu lagi langsung berlari dengan cepat menyusuri anak tangga – terutama para pria, untuk segera pergi ke lantai tiga dan melihat apa yang terjadi.
“No, Mister Andrew. She didn’t ( Tidak, Tuan Andrew. Dia tidak kembali koma )“
Celine yang kemudian angkat suara menjawab pertanyaan Poppa sebelumnya, dimana ia masih nampak diliputi kekhawatiran.
“Lalu apa yang terjadi dengan Val, sampai dia sulit untuk dibangunkan seperti itu, Cel?” tanya Poppa lagi.
Kali ini dalam bahasa Indonesia, dan Celine kembali yang menjawabnya.
“Seperti yang Dokter Mario katakan, Tuan. Nona Valera sedang tertidur. Hanya bukan tidur yang biasa ...”
“Apa maksudmu, Cel? ...”
“Saya sudah mendapatkan semua materi dalam cairan yang pernah dibuat oleh Nona Adrieanne. Dimana salah satunya adalah alkaloid tertentu dari bunga terompet which is poisoning ( yang mana beracun ) ...”
“And the effect ( Dan efeknya ) ... “
Dokter Mario meneruskan ucapan Celine yang kemudian ia pahami kemana arahnya setelah tiga kata terakhir adalah bahasa Inggris.
Tropin, skopolamin, dan hyoscyamine. Kemudian dikatakan oleh Dokter Mario ada dalam kandungan yang pernah Ann buat, lalu Val salah gunakan.
Ketiga senyawa tersebut adalah antikolinergik, yang artinya mereka memblokir neurotransmitter asetilkolin, senyawa yang bertanggung jawab untuk transmisi saraf di sistem saraf. Akibatnya, senyawa antikolinergik dapat menghambat sistem saraf parasimpatis dan memengaruhi jantung, sistem pencernaan, dan lainnya.
Makan bunga terompet – katakanlah begitu, dalam jumlah tertentu dapat mengakibatkan kematian akibat keracunan. Bunga ini telah diteliti dapat menyebabkan beberapa gejala yang berkaitan dengan perubahan persepsi, termasuk kebingungan, delirium, pikiran yang mengembara, serta halusinasi pendengaran dan visual.
( Untuk informasi ini, semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan. Dan mohon dikoreksi jika ada kesalahan informasi dari otor yang minim ilmu inih )
Penjelasan Dokter Mario cukup jelas dipahami oleh mereka yang mendengarnya.
Yang mana orang – orang itu adalah mereka yang khawatir serta panik, karena sudah hampir 24 jam, Valera belum juga siuman selepas ia pingsan yang belum diketahui penyebab Val bisa pingsan.
“Obat penemuanku memang dapat menghilangkan racun dari dalam tubuh Nona Valera hingga akhirnya dia sadar dari koma. Tapi atas dasar sudah bercampur dengan aliran darahnya lalu katakanlah saya sedikit terlambat menemukan penawarnya, jadi kemungkinan ada sedikit banyak yang sudah menetap di dalam tubuh Nona Valera. Dan efek itu salah satunya adalah ini.”
Celine kembali angkat suara.
“Saya masih agak ragu, tapi ... melihat gejalanya lalu dikaitkan dengan materi dari bunga terompet yang ada di cairan buatan Nona Adrianne -- yang mana adalah racun, walau aku paham jika Nona Adrieanne ingin mengolahnya menjadi obat. Jadi kesimpulannya, kemungkinan Nona Valera mengalami sindrom penyakit langka –“
“Penyakit, langka ... bagaimana? ...”
“Klein Levin Syndrome a.k.a Snow White Syndrome.”
“Hah? ...”
“Penyakit langka yang membuat penderitanya layaknya putri tidur.”
“Apakah itu membahayakan? –“
“Membahayakan nyawa, tidak.Tapi saat terbangun, penderita biasanya akan merasa linglung. 24 jam ke depan setelah bangun waktu standar kelinglungan itu.”
Setelahnya, mereka yang sedang berkumpul mendengarkan penjelasan Celine dan Dokter Mario itu manggut – manggut paham. “Lalu apa ada kemungkinan saat Val terbangun dari syndromenya itu, amnesianya bisa hilang dan linglungnya hanya seperti orang yang terlalu lama tidur? –“
♥♥♥♥
Yang terjawab setelahnya pertanyaan yang dicetuskan oleh Papi John, disaat Val siuman.
Amnesia Val yang melupakan usianya saat ini belum hilang.
Hanya linglung seperti orang yang bangun tidur karena terkaget saja, lalu kembali ke keadaan yang biasa.
Normal fisik, namun otak Val belum.
Sampai enam bulan berjalan pun seperti itu.
Hingga, satu hari Val yang menghampiri beberapa orang anggota keluarganya di mansion mereka yang berada di London, mencetuskan pertanyaan yang membuat mereka yang ada sedikit tercengang.
“Val ingat, kalau Val suka menulis di dalam diary. You all, tahu tidak dimana Val menyimpan diary itu?”
“Ba – bagaimana kamu mengingat hal itu, Val? –“
“Karena Kafeel Adiwangsa, sudah beberapa hari ini, datang di dalam mimpi Val –“
♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue ...
__ADS_1