HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
KEPUTUSAN


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, England...


“For what happened ( Atas apa yang terjadi ).. Aku mohon, agar hanya keluarga kita saja yang tahu mengenai ini.”


Ada Dad R yang tengah bicara di hadapan seluruh anggota keluarganya, kecuali satu orang. Dimana, baik wajah Dad R dan anggota keluarganya itu nampak sendu—sembab beberapa diantaranya.


“Yang kumaksud hanya keluarga kita, ya hanya kita. Kalian yang sedang ada di hadapanku ini.”


Dad R berkata lagi.


“Bukan aku malu.. bukan..”


“........”


“Aku hanya tidak ingin mendapatkan simpati.. hingga sakit dan pedihku.. terasa begitu kentaranya lagi.. Karena saat ini.. Aku belum siap untuk itu..”


“........”


“Yah, walau masih ada hal baik dari hal buruk yang telah terjadi. Tetap saja hatiku akan terus gelisah di setiap detiknya..” tutur Dad R lagi. “Jadi aku mohon dengan sangat.. Atas apa yang terjadi.. Aku minta.. Hanya aku, dan hanya kalian saja semua di sini yang tahu..”


Dad R kemudian menatap satu-satu mereka yang ada dihadapannya itu.


“Hanya untuk sementara saja. Toh dua bulan lagi setidaknya akan ada fakta yang terungkap. Dan aku sedang mempersiapkan diriku bila saat itu datang..”


“Jangan khawatir. Kami paham keinginanmu.. R..” Poppa angkat suara, mewakili yang lainnya. “Toh keinginanmu pun sama denganku, dan aku pribadi tidak mau sampai mendengar cemoohan yang ditujukan pada Val—“


“Indeed ( Benar sekali )” tukas Daddy Dewa.


“Aku tidak akan bisa menahan diri jika ada yang sampai mencemooh satu putriku itu.”


Para Dad kemudian saling menimpali.


“Thank you—“


“Val is our daughter too ( Val adalah putri kami juga ). Kau tidak perlu berterima kasih pada ayah yang sedang melindungi anaknya.”


Dad R mengangguk menanggapi ucapan Daddy Jeff.


♠♠


“May..”


Masih Dad R yang mendominasi pembicaraan, dan kini tatapan Dad R tertuju kepada Mika.


“Iya, Dad?..”


“Kemarilah..”


Mika tanpa pikir panjang lantas mengangguk dan beringsut duduk ke samping Dad R.


“Maaf..”


Sambil Dad R mengusap lembut kepala Mika.


“Bisakah kamu juga menyimpan hal ini dari Arya dan keluarganya?..”


♠♠


“Hanya sebentar sih May, setidaknya sampai aku siap menerima rasa simpati dari orang lain atas apa yang terjadi..”


Dad R melipat bibirnya.


“Kalau Nino, Ezra dan keluarga mereka berikut para pekerja kita adalah pengecualian karena mereka ada bersama kita saat hal itu terjadi.. Tetapi untuk yang tidak tahu menahu hingga hari ini. Biarkan saja dulu. Termasuk juga pada Rico dan keluarganya, atau mereka yang sangat akrab dengan kita seperti halnya Nino dan Ezra. Bukan aku tidak menghargai mereka sebagai bagian dari keluarga ini. Hanya saja.. Aku..”


Dad R lalu tergugu.


Mika dan lainnya maklum.


“Dad jangan khawatir.. Aku akan merahasiakan hal ini dari Arya, Papa Rico, Mama Shireen juga Kak Sony.”


Mika lalu angkat suara dan merengkuh salah satu Dad angkatnya yang masih terlihat begitu terbebani lebih dari pada Dad yang lain.


Yah mau bagaimana? Val kan anak kandung Dad R.


Sedikit banyak, sebagai ayah kandung Val, Dad R pasti merasa buruk atas apa yang terjadi pada putri kandungnya itu.


Mika memahaminya. Toh jika Mika yang ada di posisi Val sekarang, Daddy Dewa pasti juga akan seperti kondisi Dad R saat ini.


“Terima kasih.. May..”


Dad R kemudian merangkul Mika yang tanpa berpikir langsung memeluk balik satu ayah angkatnya itu.


“Aku kan anakmu juga, Dad.. Jadi aku sangat memahami perasaan Dad ku yang ganteng ini,” tutur Mika.


Dad R tersenyum kemudian.


Tipis, namun hangat.


“Nah, begitu dong Dad, senyum. Setidaknya kesuraman dalam mansion ini sedikit menghilang..”


Senyuman Dad R semakin hangat, dengan lebih merekatkan Mika dalam dekapannya sambil mengecup pucuk kepala satu dara itu.


“Val sangat beruntung memiliki saudari sepertimu, May..” ucap Dad R, menjeda kalimatnya lalu beralih ke beberapa orang lain. “Dan kalian..”


Di detik dimana Ann, Isha, Aina bahkan Rery, Aro dan Ares berhambur kepada Dad R yang mereka rengkuh erat-erat. Sementara empat kakak, juga ikut berhambur kepada Dad R dan juga Mommy Ara yang duduk mengapit Mika bersama Dad R.


Sisanya, para orang tua dan tetua mengembangkan senyum mereka.


Berbangga hati, atas kuatnya ikatan hati dalam keluarga mereka ini.


♠♠


“Oh iya, May..”


“Iya, Dad?”


“Tapi mengenai rencanamu dengan Arya, tidak perlu ditunda ya?..”


“Aku sudah berpikir untuk menundanya, Dad..”


“Tidak May, tidak. Kebahagiaanmu juga hal yang utama bagiku.”


“Tapi, Dad-“


“Lakukan seperti rencana.. Acara lamaranmu dan Arya tetap harus berlangsung walau bagaimanapun. Setidaknya ada bahagia yang melingkupi hatiku, dalam duka ini.. Dan sepertinya.. Saat itu mentalku sudah kuat untuk menerima rasa simpati dari keluarga kita yang lain. Karena di hari itu setidaknya aku bisa merasa sedikit lega dan bahagia.”

__ADS_1


Dad R menarik lagi sudut bibirnya.


“Yah, meskipun nanti aku akan dikasihani sepertinya.”


“Iya, Dad lega dan bahagia. Tapi aku merasa bersalah pada Val.”


“No, Sweety, kamu tidak boleh merasa seperti itu,” Mommy Ara menangkup wajah Mika. “Takdir manusia itu berbeda-beda. Jika Val tidak beruntung dengan cintanya, kamu tidak perlu mengikutinya. Kamu punya bahagia kamu sendiri, yang berhak kamu raih—“


“Tapi, Mom—“


“Seperti yang Dad R katakan tadi, dalam sesak yang sedang kami rasa, setidaknya, ada hal yang bisa membuat kami merasa lega dan bahagia.”


Mommy Ara bertutur dengan lembutnya lagi.


Sementara Mika menarik paksa sudut bibirnya.


“Okay?..”


Mommy Ara meminta kepastian.


Mika mengangguk. Meski hatinya sedang dirundung dilema.


♠♠


“Ngomong-ngomong soal Rico, dia dan Cello masih di New Zealand—“


“Switzerland, bukannya?..” potong Momma pada suaminya yang barusan buka suara.


“Dua-duanya benar..”


Papi John menimpali.


“Mereka berdua memang sedang sibuk di dua tempat itu dengan bisnis mereka..” Papi John menambahkan, dan yang sedang ada bersamanya manggut-manggut kecil kemudian.


♠♠


“Sampai hari ini Rico dan Cello belum menanyakan soal Val dan satu bocah tengik yang brengsek itu.” Lalu Poppa lanjut bicara. “Mereka benar-benar tidak atau belum tahu soal kelakuan bocah tengik brengsek itu, atau pura-pura tidak tahu?”


Lalu Poppa bertanya.


“Gue rasa mereka memang belum tahu.” Papi John yang menjawab. “Kalau tahu, jangankan menghubungi.. Mereka berdua pasti akan datang langsung ke hadapan kita..”


“John benar,” timpal Dad R.


“Memang mereka tidak berkomunikasi dengan Magda?”


Poppa kembali bertanya.


“Mungkin berkomunikasi, tapi Magda tidak mengatakan soal kelakuan si bocah tengik brengsek, anaknya itu pada Rico dan Cello.”


“Sedikit banyak, Kak Magda mungkin merasa malu untuk bercerita pada Kak Rico dan Kak Cello.”


Mom Ichel berkomentar.


“Ya sudah, biar mereka berdua mengetahui semua yang telah terjadi saat mereka telah kembali ke Indo ataupun datang ke sini,” ucap Dad R. “Toh, satu bulan sebelum tanggal yang seharusnya menjadi tanggal pernikahan Val mereka sudah akan kembali ke Indo bukan? Karena pastinya mereka akan mengurus segala hal tentang acara lamaran berikut pertunangan May dan Arya setelah tanggal itu—“


“But, R..” Daddy Dewa angkat suara. Lalu menoleh pada Mom Ichel dan saling tatap sejenak dengan istrinya itu. “Gue dan Ichel sudah membicarakan soal hal ini juga sebenarnya—“


“Gue ga mau dengar, kalian berdua sepakat untuk mengundur acara May dan Arya—“


“Tapi Kak—“


♠♠


“May, sangat berhak untuk bahagia..”


Mommy Ara ikut angkat suara kemudian.


“Dan aku yakin, meskipun suaranya tidak bisa kita dengar..”


Sedikit tercekat Mommy Ara, dan menjeda ucapannya barang sesaat.


“Val, tidak akan terima jika May sampai mengorbankan kebahagiaannya hanya demi solidaritas antar saudara.”


“End of discuss ( Pembicaraan berakhir ), okay?” cetus Dad R. “May dan Arya, akan tetap bertunangan walau setelah semua ini. Jika kalian tidak bersedia mengurusnya, aku dan Ara sendiri yang akan mengurus untuk berlangsungnya acara mereka—“


“I agree with R ( Gue setuju dengan R )” tukas Papa Lucca. Yang kemudian diaminkan oleh lainnya yang sedang duduk berkumpul bersamanya itu, selain Daddy Dewa dan Mom Ichel.


♠♠


Di detik dimana pembicaraan para orang tua selesai, para pewaris muda generasi adik yang mana minus Val datang dari lantai atas. “Kalian belum beristirahat juga?..”


Ada Rery yang angkat suara seraya ia bertanya.


“Dad R dan Mom Peri terutama.. Kalian harus beristirahat dengan cukup malam ini, karena aku yakin setelah sampai di Isola, kalian akan banyak tidak tidurnya.”


Aro menimpali ucapan Rery, dan ucapan Aro itu mendapat sambutan senyuman dari Dad R dan Mommy Ara.


“Isola?..”


♠♠


“Iya May, kami akan ke Isola..”


Dad R yang menjawab Mika yang memang belum tahu menahu tentang rencana yang terbaru.


Hanya tahu persis kenapa ada acara pergi ke satu pulau pribadi yang merupakan aset keluarganya juga, serta memerlukan akses khusus untuk sampai ke sana.


Selain letaknya memang tidak terjamah khalayak umum.


“Kapan?..” tanya Mika yang tahu alasan, namun tidak tahu soal jadwal keberangkatan.


“Besok..”


Dad R yang menjawab kembali.


“Kalau begitu aku packing dulu deh.”


“No, May. You’re not going ( Tidak, May. Kamu tidak ikut )”


♣♣


Di esok harinya, setelah semalam Mika tidak diperkenankan untuk ikut ke pulau pribadi mereka yang katakanlah sangat rahasia, Mika tetap merasa tidak puas hati. “Aku ikut ya, ke Isola?” Lalu meminta lagi untuk ikut. Dimana Mommy Ara yang kemudian menjawab permintaan Mika itu.


“Kau kan harus mengurus acara lamaranmu dan Arya, May..”


“Kami akan datang berkunjung, May. Juga akan tetap membantumu mempersiapkan acara lamaranmu dengan Arya sekaligus pertunangan kalian. Kau kan juga bisa berkunjung ke sana setelah acaramu dan Arya selesai..”


Dad R menimpali ucapan istrinya itu.

__ADS_1


“Kamu kan harus mendiskusikan bagaimana acara itu nanti berjalan, seperti apa dekorasi yang kamu mau, dan sebagainya..”


“Iya, May. Toh kamu kan tidak ditinggal sendirian juga..”


“Sampai nanti acaramu dan Arya selesai, kau tidak aku perkenankan datang ke Isola. Tapi aku dan Mom Peri akan rutin mengunjungimu sampai dekat acaramu dan Arya nanti.”


“Aku sudah bilang, Dad. Aku ingin menundanya. Jika perlu batalkan saja, karena aku merasa egois untuk mempertahankan kebahagiaanku sementara V—“


“May. Enough!..” tegas Dad R.


“But, Dad—“


“Bila aku bilang kau tinggal, artinya kau tetap di sini.”


Dad R menampakkan keseriusan wajahnya pada Mika.


Dan bila Dad R sudah seperti itu, Mika hanya dapat mengangguk pasrah.


Kemudian berkesah berat melihat kepergian sebagian keluarganya meninggalkan dirinya untuk meraih kebahagiaan yang rasanya sudah enggan untuk ia raih.


“Seperti yang Dad R katakan tadi, dalam sesak yang sedang kami rasa, setidaknya, ada hal yang bisa membuat kami merasa lega dan bahagia.”


Ucapan Mommy Ara yang Mika ingat.


‘Tapi aku yang tidak bisa merasa lega dan bahagia, dengan menari-nari di atas air mata saudariku meski air matanya telah mengering. Tidak! aku tidak bisa. Karena air mata Val mengering bukan karena ia sembuh dari lukanya, tapi ia paksa untuk mengering... Dan untuk itu, meneruskan pertunanganku dengan Arya?... No, I can’t.’


Namun tetap, Mika adalah Mika yang punya sisi keras kepala.


Selain Mika merasa tidak etis sekali dia harus tertawa bahagia, sementara ada airmata di belakangnya.


‘Mimpi menikah muda itu milik Val, dan aku tidak akan mencurinya.’


Makanya,


“Fel, I want to collect a debt ( Fel, aku ingin menagih hutang )”


“Debt ( Hutang )?” Ada Felix yang sedikit bingung ketika Mika mengatakan kalimat tadi padanya.


“You owe me your life when I saved you by donating my blood  after you got an accident that time. Remember ( Kamu berhutang nyawa padaku saat aku mendonorkan darahku padamu setelah kamu kecelakaan waktu itu. Ingat )?”


“How the way I pay you then ( Bagaimana aku membayarmu kalau begitu )?” tanggap Felix.


“Help me betray Arya ( Bantu aku mengkhianati Arya )”


“What?.. Are you drunk? ( Apa kamu sedang mabuk? )—“


“You hear me ( Kamu dengar apa yang aku katakan )—“


“Hell no that I want to do that ( Aku tidak mau melakukan itu )!”


“Refuse me if you want to see your parents get a heart attack by knowing that you are dating a woman who has the same age with your mom, even she looks younger than her age beside beautiful ( Tolak aku jika kamu ingin orang tuamu terkena serangan jantung setelah tahu jika kamu mengencani wanita yang seusia dengan ibumu, walaupun wanita itu terlihat lebih muda dari usianya selain cantik )”


Mika tersenyum licik.


“*F*k you, May..” umpat Felix.


Mika tersenyum lebar kemudian.


Yang mana senyum itu membuat beberapa rencananya berjalan dengan baik.


“Remember Fel, this just between me and you ( Ingat Fel, ini hanya diantara kamu dan aku )”


♣♣


Dan seperti itu, dari mulai kian menghindari Arya yang sering sekali menghubunginya, menciptakan rumor jika dirinya dan Felix sering pergi bersama, sampai dengan mengambil foto tangannya dan tangan Felix yang bertautan dengan ponsel Felix yang Mika kuasai.


Kemudian Mika posting di akun sosmed pribadi Felix dengan caption mesra. Sampai mengirim seseorang ke tempat kerja Arya secara sembunyi-sembunyi untuk memantau pergerakan Arya, setelah Mika yakin jika Arya dirundung gusar setelah melihat foto tangannya dan Felix yang bertautan dengan menyorot juga gelang yang Arya pasti mengenali jika itu adalah gelang yang sering Mika pakai sebagai bagian identitas dirinya.


“Tuan Arya sudah tiba di tempat anda dan Tuan Felix, Nona Mikaela,” ucap seseorang yang berbisik kepada Mika yang sedang berada di sebuah restoran. Dan Mika mengangguk setelah informasi itu ia dapat. Kemudian menyuruh satu bodyguard itu menyingkir.


“He will hate you for this ( Dia akan membencimu karena ini ), May.”


Felix menyempatkan untuk berbicara pada Mika, setelah menjalankan rencana lain yang Mika rangkai sedemikian rupa untuk membuat Arya memutuskan dirinya.


“That’s what I want ( Itu yang aku inginkan )” sahut Mika. “I want Arya hates me, then left me ( Aku ingin Arya membenciku, lalu meninggalkanku )” ucap Mika lagi. “Just do your part ( Lakukan saja bagianmu ), Fel.”


Mika seolah tak terpengaruh pada ucapan Felix yang ia minta untuk bertingkah seolah mereka sedang berciuman.


Dan ya,


“MIKA!”


Suara Arya yang menggelegar sekaligus wajahnya yang merah padam ketika dari tempatnya berdiri tadi, ia melihat Mika dan Felix berciuman.


“Ar----ya?!”


Mika berakting dengan bagusnya, yang seolah dia terkejut dengan kehadiran Arya di tempatnya sekarang.


Padahal Mika telah menyuruh seseorang untuk mengirimkan foto kebersamaannya dan Felix di tempat mereka itu.


“Tega lo Mi!”


“Maaf.. Ar.. Maaf..”


“Both of you ( Kalian berdua )..”


Arya menatap nyalang pada Mika dan Felix.


“Lo terutama, Mi.” Lalu menunjuk tajam pada Mika. “Gue salah berpikir lo adalah cewek terhormat. Karena kenyataannya lo rendahan!”


Yang Mika telan tudingan Arya dengan menepiskan penyesalan, karena ini yang Mika inginkan.


Arya membencinya.


Supaya Mika lega dari rasa bersalahnya pada seseorang yang sangat Mika sayangi terlepas dari Arya.


Salah atau benar, Mika sudah membuat keputusan. Walau punggung yang pergi membawa amarah dan kebencian itu, pada akhirnya menciptakan lelehan air dari mata Mika, ketika punggung itu menjauh lalu hilang dari pandangan.


‘Bye, Ar. I’m sorry, and I love you.. Always..’


Hingga pada satu masa,


“Ini May..”


Ada Nathan yang menyodorkan pada Mika sebuah undangan.


“Titipan dari Arya.”


♣♣♣♣

__ADS_1


To be continue..


__ADS_2