HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
AKU BUKAN JODOHNYA


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Aku Titipkan, Dia. Lanjutkan Perjuangan Ku ‘Tuknya. Bahagiakan Dia, Kau Sayangi Dia. Seperti Kumenyayanginya.”


♣♣♣♣♣


Jakarta, Indonesia...


“Eh btw Ar..... Nih dari apa yang gue denger dari si Jo, tentang batalnya pernikahan Val dan Kak Kaf itu udah dari hampir dua bulan yang lalu.”


Ada tiga orang pria yang merupakan satu keluarga sedang terlibat pembicaraan. Arya, kakak lelaki Arya-Sony, serta ayahnya-Rico.


“Seriusan?.....”


Ini Arya yang terperangah mendengar ucapan Sony barusan.


Sony lantas manggut – manggut menanggapi Arya yang terperangah itu.


Kemudian papanya Arya bersuara untuk bertanya pada anak bungsunya tersebut.


“Lo masih belum putus sama Mika kan berarti pas itu kejadian?.....”


Dan Arya pun mengangguk, lalu bersuara.


“Yaa..... belom..... tapi kok Mika ga cerita apa – apa ya? ---“


“Mungkin lo udah mulai ga dia anggep.....“


Sony dengan celetukannya. Dimana Arya langsung saja menyergahnya.


“Bacot lo ah!”


Sambil Arya mendelik pada kakak lelakinya itu.


Tapi Sony menanggapi sergahan Arya yang disertai delikan sebal itu dengan kekehan. Sementara Papa Rico mendengus geli.


“Soal putusnya lo sama Mika,“ Sony berucap lagi kemudian.


“Gue ga mau bahas itu!” ketus Arya.


“Dih, siapa juga yang mau dengerin cerita patah hati lo?!.....”


Sony merespons tak kalah ketusnya.


“Gue Cuma mau bilang, kok kebetulan lo yang putus sama Mika, kejadiannya ga lama setelah dipastikan Val dan Kak Kaf yang batal nikah?.....”


Atas ucapan Sony itu Arya pun jadi berpikir.


‘Apa Mika menggunakan Felix sebagai alibi buat putus dari gue karena dia ga mau menyinggung Val?.....’


♣♣♣♣♣


‘Kalo begitu ---‘


“Si bege!”


Sony spontan menggerutu ketika Arya tiba – tiba bangkit dari duduknya.


“Mau kemana lo? Baru juga nongol udah mau pergi lagi?” celetuk Papa Rico.


“Mastiin sesuatu!”


Arya menggegaskan langkahnya dari hadapan kakak dan ayahnya.


♣♣♣♣♣


‘Semoga apa yang gue kira ini benar,’ Arya yang berkata di dalam hatinya, ketika ia sudah memacu motor sport miliknya yang sudah lama tidak ia gunakan, menuju ke satu tempat. ‘Duh, kenapa gue begoo coba???’


Namun kemudian Arya merutuki dirinya.


‘Kenapa gue ga cari tahu dulu, apa Mika masih ada di Jakarta atau udah balik ke London?.....’


Hati Arya bermonolog, dengan masih mengendarai motor sportnya agak cepat. Namun tidak menurunkan kecepatan, meskipun ia sempat berpikir untuk melakukan panggilan telepon.


‘Woles lah. Kalo emang Mika udah balik ke London, gue akan kejar dia malam ini juga,’ batin Arya lagi. ‘Toh gue juga bisa tanya ini itu sama mereka yang ada di KUJ kan?‘


♣♣♣♣♣


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia...


“Tuan Arya ---“


“Ada siapa di dalem, Ni?”


Arya yang memberhentikan motornya tepat di depan gerbang KUJ menukas salah seorang penjaga yang langsung menghampiri kemudian menegurnya kala ia nampak sedang menghisap sebatang rokok di luar gerbang bersama satu rekannya yang lain.


“Ada Nona Mikaela ---“


“Titip motor gue, Ni. Dan ga usah laporan kalo ada gue!”


Arya yang sumringah hatinya ketika mendengar Mika ada di dalam KUJ, dimana ia langsung menderapkan langkah tanpa memberikan kesempatan pada satu penjaga itu meneruskan kalimatnya.


Tak ada perintah untuk menahan seorang Arya Narendra untuk memasuki KUJ, makanya penjaga yang dipanggil ‘Ni’ oleh Arya itu tidak bergerak untuk mencegah. Berpikir mungkin Arya Narendra telah mengetahui apa yang terjadi dalam keluarga majikan mereka, jadi Arya yang melenggang kemudian ke arah dalam KUJ pun dibiarkan.


“Siap Tuan! ---“


♣♣♣♣♣

__ADS_1


“Den Arya ---“


“Apa kabar Mba En?..”


Seperti saat di gerbang tadi, seorang art yang sudah sangat Arya kenal pun juga menyapa santun padanya kala Arya telah dibukakan pintu utama KUJ.


“Baik Den.. Den sendiri apa kabar?..”


“Baik juga, Mba En.”


Arya menyahut ramah.


“Mika mana?..” Lalu Arya langsung bertanya pada satu art itu.


Sudah tidak sabar untuk memastikan dugaannya pada Mika, kemudian jika benar, akan ia perjuangkan semua agar Mika kembali padanya.


Karena jika hubungan Mika dan Felix hanya sandiwara, perasaan Mika pada pria itu berarti kan tidak ada, perselingkuhan Mika hanya sekedar karangan saja. ‘Pasti begitu kan?!’


Arya dengan harapnya.


♣♣♣♣♣


“Nona Mika ada di kolam renang, Den. Sa ---“


“Oke!” tukas Arya yang tak sabar ingin menemui Mika.


Sama seperti tadi saat di gerbang, Arya menggegaskan langkahnya.


‘Den Arya, apa udah tau semua?..’ Dan seperti penjaga yang dipanggil ‘Ni’ oleh Arya, art yang dipanggil Mba En itu pun bertanya-tanya dalam hatinya. ‘Mungkin udah kali..’


Mba En mengendikkan bahunya, lalu menutup kembali pintu yang tadi ia buka saat ia hendak pergi ke pekarangan depan. Mengurungkan niat untuk ke sana karena ada Arya, lalu melangkah ke dapur untuk mengatakan pada yang bertugas di sana agar membuatkan minum untuk Arya.


♣♣♣♣♣


Dimana dia yang ingin dibuatkan minuman karena bertandang telah sampai di area kolam renang KUJ.


Tinggi harap Arya. Namun,


‘Kampret!’


Harapnya yang sedang melayang tinggi itu langsung jatuh telak dengan hatinya yang spontan mengumpat.


Ketika satu pemandangan yang menyakitkan mata terlebih hatinya, ia dapatkan ketika ia telah sampai dihunian megah keluarga The Adjieran Smith yang berada di Jakarta tersebut.


‘Seharusnya lo jangan keburu mimpi lagi, Arya Narendra!’ Hatinya kemudian menasehati.


Lalu mendengus getir setelahnya. Karena pemandangan yang tersaji di matanya itu, adalah dua orang yang nampak mesra.


Yang tak perlu Arya lihat tampak depan wajahnya, Arya sudah tahu siapa. Mika dan Felix. Dimana Mika sedang bergelayut manja dengan kepala yang tertopang di pundak Felix dan tangan Felix sedang mengelus-elus kepala Mika dengan nampak lembut.


♣♣♣♣♣


Dengan deheman Arya mengganggu.


Sengaja.


Karena biarpun sudah putus tapi Mika masih Arya cinta. Dan pemandangan yang sedang Arya lihat itu, sungguh membuatnya masih merasakan api cemburu.


“Ar-ya??..” Mika dan Felix yang tergugu. Melihat Arya keduanya membeku. Seperti sedang dipergoki tengah selingkuh.


Padahal..


“Are we heading back to London by today? ( Apa kita jadi kembali ke London hari ini? ) ---“


“Yes, El.” Ini Mika yang menjawab pertanyaan seorang gadis yang baru saja naik dari dalam kolam renang.


“What time? ( Jam berapa? )..”


“If that guy finish in the tulips house ( Jika pria itu selesai di rumah tulip )”


“Alright then ( Baiklah jika begitu )..”


Gadis yang dipanggil El itu kemudian meraih bathrobe yang tergeletak di salah satu bangku kolam renang.


“Will those tulips blossom at Val’s birthday? ( Akankah tulip-tulip itu mekar saat ulang tahun Val? )”


Gadis yang Mika panggil dengan ‘El’ itu berbicara seraya bertanya.


Adalah Elena, gadis yang sedang bersama Mika itu.


Menatap ke arah yang sama dimana Mika menatap dengan sedikit nanar.


“Because from what I’ve known tulips need eight months to get blossom ( Karena dari yang aku tahu bunga tulip membutuhkan waktu delapan bulan untuk mekar ) ---“


“Hopefully ( Semoga saja ). But I guess it will, because it not seeds that put inside the tulips house ( Tapi aku rasa akan mekar di saat itu, karena bukan bibit yang diletakkan di dalam rumah tulip )”


-


“All done ( Sudah selesai semua ), Fel?” tanya Mika pada Felix yang telah berada ke tempatnya dan Elena berada. Felix yang tadi berada di rumah tulip yang dikatakan Mika itu pun mengangguk. “Hhh..” Mika menghembuskan nafasnya yang terdengar berat.


Dimana Elena mengusap punggung Mika kemudian, kemudian merangkul Mika untuk menyalurkan supportnya. Felix mengacak rambut Mika dengan tersenyum tipis.


“I feel relieve, that until today, we already do or make everything that Val likes ( Aku merasa lega, karena sampai dengan hari ini, kita sudah melakukan atau membuat semua hal yang Val sukai )..”


Mika berkata dengan memandang nanar ke arah rumah tulip.


“But in the other side, I also feel sad.. afraid ( Tapi di sisi lain, aku juga merasa sedih.. takut )”


“Just pray, May, just pray ( Berdoa saja, May, Berdoa )..”

__ADS_1


Felix lalu menimpali ucapan Mika.


“Everytime I can ( setiap saat yang aku bisa )”


Mika berucap lagi, lalu melipat bibirnya. Kemudian Elena undur diri, karena ia ingin membersihkan diri sehabis berenang, sekaligus rapih-rapih diri dan barang-barangnya yang akan ia bawa kembali ke London sesuai dengan apa yang tadi Mika katakan, jika mereka akan kembali ke London hari ini juga.


-


“Would you reconsider your decision? ( Apa kamu mau mempertimbangkan keputusanmu? )..”


Felix kemudian mengambil tempat di dekat Mika dan duduk berdampingan dengan si judesgirl itu.


“About what? ( Tentang apa? )”


“Arya.”


“No, Fel. Will be better like this ( Tidak, Fel. Akan lebih baik seperti ini )”


“Your heart feeling two pains, and you said will be better like this? ( Hatimu merasakan dua kepedihan, dan kamu bilang lebih baik seperti ini? )”


Mika mengangguk, lalu merebahkan kepalanya di atas pundak Felix dengan tangannya yang melingkar di lengan kakak lelaki Elena itu. “I don’t want Arya wasting his time with me. He has a dream of marriage ( Aku tidak ingin Arya menyiakan waktunya bersamaku. Dia memiliki mimpi atas sebuah pernikahan ) ---“


“And you’re not? ( Dan apa kamu tidak ? ) ---“


“I have. Since I loved Arya, I started to dream about it. Marry with Arya, maybe having baby in the young age. But not on Val’s dream grave ( Aku punya. Sejak aku mencintai Arya, aku mulai bermimpi tentang itu. Menikah dengan Arya, mungkin memiliki bayi di usia muda. Tapi tidak di atas kuburan mimpinya Val )”


Felix menghela nafasnya dengan berat, sambil menghapus air mata Mika yang mulai meleleh jatuh satu dua bulir.


“But Val will not except for what have you done to your love story with Arya ( Tapi Val tidak akan terima atas apa yang sudah kamu lakukan pada kisah cintamu dengan Arya ), May.”


Berbicara pelan dan lirih, sama seperti Mika. Namun keduanya masih dapat mendengar jelas ucapan satu sama lain.


“I’m hoping for that, Fel. She can do a protest to me ( Aku mengharapkan itu, Fel. Dia melakukan protes padaku ) ---“


“Well, I’m waiting for that too ( Yah, aku juga menanti hal itu ) ---“


“And let her raving madly ( Dan membiarkannya mengoceh habis-habisan )..”


Kemudian Mika dan Felix saling terkekeh. Hingga sebuah suara deheman keduanya dengar dari arah belakang mereka.


Yang mana setelahnya, Felix menyingkirkan diri guna memberi ruang untuk Mika dan Arya yang kini sudah saling duduk berdiri berhadapan.


Dimana kemudian Arya mengatakan, “Gue baru denger soal Val dan Kak Kaf dari mulut Kak Sony dan Papa. Dan hal itu terjadi waktu gue lagi di India kan, Mi?.. kita masih berhubungan Mi, kenapa lo ga cerita? Dan menjadikan itu alasan lo deket dengan Felix saat lo sedang menghibur Val..”


Setelah sebelumnya Arya bertanya bagaimana Mika bisa berubah hatinya. Dimana Mika menjawab, “Felix selalu ada saat gue menemani Val yang sedang hancur.”


Lalu untuk pertanyaan Arya yang barusan, Mika pun sudah punya jawaban.


“Val merasa malu, dengan apa yang terjadi padanya karena dia merasa dia telah mencoreng nama baik kami. Lalu The Dads juga mengaminkan permintaan Val demi menghargai perasaannya. Jadi mereka yang tidak ada saat kejadian, memang engga ada yang diberitahukan.”


Arya manggut-manggut, menghela nafas, lalu tersenyum tipis kemudian. “Cepet banget ya perasaan lo berubah, Mi? ---“


“Takdir, Ar.. Dan gue berpikir logis. Lo tau kan, betapa gue memuja para pria dalam keluarga gue? The Dads dan Abang contoh utama. Dan gue menginginkan cowok seperti mereka. Lo tau apa yang ingin gue raih, Ar. Tapi dengan lo yang menolak keluarga gue bantu supaya lo bisa up lebih cepat, gue rasa itu terlalu lama untuk menunggu lo sampai di titik seperti mereka. Lo masih merintis, sementara Felix sudah dekat dengan garis sukses.. jadi lo paham kan?”


Yang Arya jawab dengan anggukan ucapan Mika. Dimana sekali lagi Arya katakan, “Semoga lo bisa mendapat kebahagiaan lo bersama Felix, Mi.”


“Iya, makasih.. doa yang sama buat lo juga ---“


“Okelah. Gue permisi kalo gitu. Dari sini dan hidup lo.”


"Semoga lo dapat teman hidup yang lebih baik dari gue, Ar."


♣♣♣♣♣


Yang mana kiranya ucapan adalah doa.


Dimana di hampir dua bulan berikutnya,


“Ini May..”


Ada Nathan yang menyodorkan pada Mika sebuah undangan.


“Titipan dari Arya.”


"Oh, iya, Kak Tan-Tan.."


Yang Mika terima dengan ekspresi lapang dada, begitu juga ekspresi itu ia tampakkan di hadapan sepasang insan yang belum lama saling menyematkan cincin pertunangan.


"Selamat ya."


Ucap Mika pada sang wanita yang manis sekali wajahnya.


Dan selanjutnya,


"Selamat ya, Ar."


Tangan Mika terulur pada Arya yang begitu tampan dalam balutan jasnya.


Tersenyum Mika dengan cantiknya pada Arya, menampakkan ketulusan di hadapan sang mantan terindah Mika.


Yang ingin Mika bisikkan kata-kata pada wanita yang statusnya kini telah menjadi tunangan Arya,


"Aku ikhlaskan dia, tak pantas kubersanding dengannya. 'Kan kuterima dengan lapang dada. Aku bukan jodohnya.."


( Penonton mana suaranyaa???..... ) 😃


♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2