HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
MIMPI? ...


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


‘Pulanglah Kasihku, Pulanglah Sayang. Hati Tak Tertahan Ingin ‘Tuk Bersama. Karena Cintamu Telah Kusemaikan. Agar Tumbuh Mekar Bunga Cinta Kita.’


♥♥♥


The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris,


Pada sebuah wajah dalam foto, seseorang merapalkan doa dan harap dalam hatinya.


Seiring beberapa penggalan kenangan yang terputar di kepala seseorang yang merupakan seorang dara tentang dia yang sedang dipandangi fotonya yang telah di cetak di selembar kertas foto.


I love you, judesgirl.


‘I love you too, Ar ...’


Lalu hati sang dara yang sedang dilanda kalut itu berbisik.


Mikaela Finn Adjieran Smith, sang dara itu. Yang sedang memperhatikan foto sang kekasih, Arya Narendra pada gambar yang ia ambil dari dalam galeri ponselnya dan kemudian di cetak di atas selembar kertas foto.


“Pulang makanya, dateng sini ke hadapan gue ... Bilang ‘I love you’ lagi langsung ke gue, dan akan langsung gue jawab tanpa ragu, Ar ... 'I love you too, Arya Narendra'.”


Mika melirih dengan kegetiran yang kembali ia rasakan cukup menyesakkan dadanya. Hingga sekali lagi, Mika luruh dalam tangis sambil mendekap foto yang ia sedang pegang itu.


‘Jangan ambil dia, Tuhaan ...’


Mika luruh lagi, hingga ia melorot terduduk di atas lantai dalam kamar pribadinya.


♥♥♥


“Apa Kiddos masih tidur? ...”


Gappa yang bertanya, ketika waktu sarapan telah tiba.


“Sepertinya sih iya ...” cetus Gamma.


“Ya sudah biarkan saja.”


“Iya biarkan saja ...” Oma Anye menimpali ucapan Gappa. “Aku rasa baik Rery, Ann dan Val pun tidak akan tenang meninggalkan Mika untuk bersekolah dan kuliah dengan kondisi Mika saat ini.”


Gappa dan Gamma pun mengangguk mengiyakan ucapan Oma Anye barusan.


♥♥♥


“Selamat pagi ...”


Momma dan Poppa tak lama muncul bersamaan ke hadapan tiga tetua yang sedang duduk di ruang keluarga pada mansion mereka yang berada di London tersebut.


Tiga tetua yang berdomisili di London, yakni Gappa, Gamma dan Oma Anye membalas serempak sapaan Momma dan Poppa yang baru saja muncul ke hadapan mereka itu.


“Apa kamu mau ke perusahaan, Andrew?” tanya Oma Anye pada Poppa yang nampak rapih itu.


Poppa mengeleng.


“Tidak, Mam. Aku, R dan Lucca dan mungkin juga Nino serta Ezra akan pergi ke Heathrow. Mungkin juga kami akan bertolak ke Saint Vincent ...”


♥♥♥


“Morning ( Pagi ) ...”


“Morning,” sahut lima orang yang sedang berada di ruang keluarga pada tiga pasangan yang baru saja muncul ke hadapan mereka, tak seberapa lama dari kemunculan Poppa dan Momma.


“Where’s R and Ara? ( Mana R dan Ara? )”


Poppa yang bertanya pada tiga pasangan yang baru saja muncul ke hadapan mereka itu.


“We haven’t see them when we’re go down ( Kami belum melihat mereka saat kami hendak turun )”


Mama Fabi yang menjawab pertanyaan Poppa yang kemudian mengangguk menanggapi ucapan Mama Fabi yang menjawab pertanyaannya.


♥♥♥


“Dimana anak-anak? Apa mereka masih tidur?” Papa Lucca yang tidak melihat Rery---Ann---Val---Elena---Melly dan Felix di ruang keluarga saat ia dan lima orang yang bersamanya menyambangi ruang keluarga itu lantas bertanya karena tidak melihat mereka yang baru saja ia tanyakan itu.


“Sepertinya,” sahut Gappa, Gamma dan Oma Anye.


“Biarin aja mereka tidur ...”


Momma lalu berujar.

__ADS_1


“Mereka kurang istirahat, jangan dipaksa untuk bersekolah dan kuliah dulu hari ini,” tambah Momma. “Toh mereka juga pasti ingin menemani Mika saat ini-“


“Tapi setidaknya mereka harus sarapan.”


Papa Lucca menukas ucapan Momma yang kemudian diiyakan juga oleh ibu kandung Drea dan Rery itu.


“And if they’re want to continue to take a rest then let them ( Setelah itu jika memang mereka ingin lanjut istirahat silahkan saja )-“


“Let me call them then ( Biar aku yang memanggil mereka kalau begitu )”


Mama Fabi menukas ucapan suaminya, yang kemudian mengangguk.


♥♥♥


“Pagi semua.”


Mommy Ara muncul sambil menyapa mereka yang sedang berkumpul di ruang keluarga dalam mansion mereka tersebut, disaat Mama Fabi hendak pergi ke lantai tempat kamar anak-anak mereka berada.


“Morning, Ara.”


“Pagi, Ra.” Mereka yang berada di ruang keluarga dalam mansion pun membalas sapaan Mommy Ara.


“R mana Ra? ...”


“Sebentar lagi turun. Sedang menerima telefon dari Abang,” jawab Mommy Ara pada pertanyaan Poppa yang langsung mengangguk samar.


♥♥♥


“Aku akan mengecek Kiddos sekarang kalau begitu.”


Mama Fabi yang berujar.


“Minta maid saja untuk melihat mereka terlebih dahulu.”


Oma Anye kemudian bersuara.


“Kalau mereka memang masih tertidur, biarkan saja dahulu sekitar satu atau dua jam lagi. Kasihan kalau dipaksa bangun, mengingat mereka juga baru selepas subuh tadi beristirahat setelah tidak tidur semalaman. Meskipun Mika juga kurang asupan sejak semalam, tapi Mama pikir ya tidak apa jika memang Mika sedang tertidur,” tutur Oma Anye.


“Iya, Mom setuju dengan Anye,” timpal Gamma, yang kemudian pendapat dua tetua itu diiyakan oleh mereka yang sedang bersama Oma Anye dan Gamma. “Mom akan mengurus asupan untuk mereka saat Kiddos bangun nanti ...” tambah Gamma, dan kembali ucapannya diiyakan oleh yang lain.


Setelahnya, mereka semua pergi menuju ruang jamuan untuk lebih dulu sarapan sambil juga menunggu Dad R serta anak-anak mereka yang siapa tahu akan muncul saat mereka sudah berada di ruang jamuan untuk sarapan sebelum beraktifitas sesuai rencana mereka masing-masing. Dimana satu dari mereka yang belum terlihat batang hidungnya itu datang dengan setengah tergesa menghampiri mereka yang sedang berjalan menuju ruang jamuan.


“What’s wrong ( Ada apa ), Melly?-“


♥♥♥


Waktu sebelumnya,


“Morning, Melly.”


“Morning, Ann.”


“How’s your sleep ( Bagaimana tidurmu )?”


“Not really well. Still worry about Mikaela and also Arya.”


“( Tidak begitu nyenyak. Masih khawatir dengan Mikaela dan juga Arya )”


“Yeah, me too ...”


“However, where’s the others?”


“( Ngomong-ngomong, dimana yang lain? )”


“Let’s check them into they’re room then? ( Ayo kita lihat ke kamar mereka )”


“Okay.”


-


“I’ll go check Val first ( Aku akan mengecek Val terlebih dahulu ) ...”


“I’ll see May ( Aku akan melihat May )”


“Okay.”


-


“May!”


“What happened, Ann?!”

__ADS_1


“Oh My!-“


“Dad R!-“


“What happened?!”


“May sudah seperti ini saat aku masuk tadi-“


“May-“


“Tubuh May sangat panas, Dad.”


“Pergi ambilkan air hangat dan handuk.”


“Should I call Uncle Owen or Dipha? ( Apa perlu aku menghubungi Uncle Owen atau Dipha? )”


“Ya, sure, Mel, please ( Tentu, Mel, tolong ya )?”


“Aku akan mengambil wadah untuk air hangat di lantai bawah dulu ya, Dad?”


“Iya, Ann.”


♥♥♥


Saat ini,


“What’s wrong ( Ada apa ), Melly?-“


“May ...  Was found lied down at her room's floor by Ann ( Di temukan oleh Ann tergeletak di lantai kamarnya )”


Ann menjawab pertanyaan Papa Lucca yang mewakili mereka yang sedang bersama ayah kandungnya Ann itu, yang penasaran melihat wajah Melly yang nampak sedikit cemas—selain setengah tergesa.


“What?!” Dimana respons panik pun langsung terdengar dari para orang tua dan tetua yang hendak pergi sarapan itu.


“I already called Uncle Owen ( Aku sudah menghubungi Uncle Owen )”


♥♥♥


Semua orang yang tadinya hendak pergi ke ruang jamuan untuk mengisi perut mereka di pagi hari waktu London itu, langsung menunda keinginan untuk mengisi perut mereka yang sebenarnya sudah merasa agak lapar itu. Namun tentu saja, akan diabaikan rasa lapar itu, karena Mika yang dikatakan Melly ditemukan Ann tak sadarkan diri, sungguhlah lebih penting.


“Bagaimana May, R? ...”


Papa Lucca yang lekas bertanya saat ia dan lainnya yang hendak pergi untuk sarapan bersamanya, kini telah memasuki kamar Mika.


“Ann menemukannya pingsan,” jawab Dad R. "Dan dia demam tinggi ..."


“Oh my ...” suara kesahan dari beberapa anggota keluarga terdengar ketika melihat ke arah meja yang biasa digunakan Mika untuk belajar.


Rasa prihatin pada Mika kembali menjalar setelah melihat layar komputer yang menyala, dengan ponsel Mika yang tampak terhubung di sana dimana di bawah lantainya berserakan lembaran kertas foto yang berisikan foto-foto Mika dan Arya.


♥♥♥


Seperti yang dikatakan oleh Dad R, Mika mengalami demam tinggi.


Dimana suhu badan Mika itu panas tinggi, yang penyebabnya sudah sangat diyakini oleh para anggota keluarganya.


Uncle Owen sudah datang dan memeriksa keadaan Mika yang memang pada dasarnya menjadi demam atas dasar rasa tertekannya.


Mika masih sesekali meracau dalam tidurnya, selepas Uncle Owen memeriksa keadaan Mika dan memberikannya obat sebagai pertolongan selanjutnya, setelah sebelumnya Dad R lebih dulu mengompres Mika sebagai pertolongan pertama untuk menurunkan panas badan Mika.


“A,r-“


“Mi-“


“Ar,”


“Iya, Mi-“


“Ar-ya ... lo, dateng, Ar? ...”


“Iya ... Mi ... Gue dateng ... Buat lo-“


“Ar-Arya?? ... I-Ini ... beneran, elo??? ...”


“Iya, Mi ... Ini gue ...”


“Kalau-ini ... kalau, lo ... dateng, tanpa raga ... please-pergi ...”


♥♥♥♥♥♥


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2