
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Satu waktu didalam sebuah mobil mewah..
Sky, record by video with your cellphone my conversation with my daughter behind ( Sky, rekam dengan video menggunakan ponselmu percakapanku dengan putriku dibelakang )
Sebuah pesan chat dikirimkan oleh seseorang dari kursi penumpang belakang mobil mewah tersebut, pada satu pengawal pribadi yang duduk di kursi penumpang depan. Dimana pengawal pribadi tersebut langsung dengan sigap melakukan apa yang diperintahkan oleh seseorang-yang merupakan ‘tuan-nya’, dalam pesan chat yang ia terima dalam ponselnya itu, tanpa lagi bertanya dan bersuara.
Dia, Sky.
Salah satu pengawal pribadi andalan keluarga The Adjieran Smith digenerasi saat ini. Sementara para pengawal pribadi andalan digenerasi sebelumnya, telah mengemban tugas pada posisi yang lebih diatas seorang pengawal pribadi.
Yang sudah mulai ikut bekerja dalam keluarga tersebut, dari sejak para pewaris muda generasi adik beranjak remaja.
Yang mana Sky, telah sangat terbiasa untuk bekerja tanpa banyak bicara dan melakukan semua perintah dari para ‘tuan’ dengan cepat, sigap serta cekatan.
Sudah paham betul tabiat para tuan berdasarkan pengalamannya mengabdi pada para ‘tuan’ dalam keluarga Adjieran Smith, terutama para pentolannya. Yang mana para pentolan itu memiliki satu prinsip yang diterapkan pada orang-orang mereka.
‘Jangan banyak bicara, lakukan saja apa yang perintahkan padamu.’
‘Jangan bicara apalagi bertanya, jika tidak diminta.’
Kira-kira seperti itu garis besarnya.
♥
“Kau bertengkar dengan Kafeel?“
Dan suara dari orang yang memberikan perintah pada Sky itu terdengar, ketika ia melirik-dan Sky telah memposisikan ponsel milik salah seorang pengawal pribadi dalam keluarga The Adjieran Smith itu, pada posisi yang ia perintahkan dalam sebuah pesan chat.
Dimana sang tuan itu, yang adalah Dad R-kemudian mulai berbicara pada seorang gadis yang nampak murung didepannya, yang adalah Val.
Yang mana posisi Val duduk, membelakangi kursi bagian depan mobil yang Val tumpangi bersama kedua orang tua kandungnya, serta satu supir dan satu pengawal pribadi.
“Tidak, Dad.”
♥
“Berbahagialah selalu, hem?” Dad R menangkup wajah Val dengan lembut. “Karena kebahagiaan kalian adalah sumber energiku. Sedih kalian jika hati kalian terluka, akan menjadi rasa sakit yang teramat sangat di hatiku. Jadi berbahagialah selalu, karena kalian yang bahagia itu adalah alasanku untuk terus bertahan hidup –“
“Terima kasih, Daddy.”
“Ya sudah, berhenti memasang wajah murung seperti itu...”
“Iya, Dad...“
Tepat setelah Val mengiyakan pemintaan Dad R, didetik berikutnya Dad R melirik Sky dari balik kacamata hitam yang dikenakannya seraya Dad R mengangguk samar. Yang mana anggukan Dad R itu Sky dapat tangkap maksudnya.
No need to send the video to me, just keep it until I tell you to erase it ( Tidak perlu kirimkan video itu padaku, simpan saja dulu sampai aku menyuruhmu untuk menghapusnya )
Dad R meraih lagi ponselnya, dan mengirimkan satu pesan chat pada Sky setelah pria itu rampung memvideokan percakapannya dengan Val beberapa saat barusan.
Sungguh Daddy yang peka.
Tepat setelah Dad R selesai mengirimkan pesan chat pada Sky, satu pesan chat masuk ke ponselnya.
Dimana pesan chat tersebut datang dari wanita cantik yang duduk di sebelahnya, yang kemudian memandang padanya saat Val sedang kembali membuang pandangannya ke arah luar jendela mobil.
Aku hanya mengikuti naluri seorang ayah yang peduli pada kebahagiaan putrinya.
Dad R mengirimkan pesan chat balasan ke nomor kontak ponsel wanita yang sedang memandang padanya dan mengulum senyuman.
Lagipula jika dilihat dari wajah bocah Adiwangsa tadi, aku yakin dia akan menghubungi cepat atau lambat. Entah untuk membantunya bicara dengan Val, atau bertanya apa Val membahas masalah mereka.
Satu pesan chat Dad R kirimkan lagi ke nomor kontak wanita disampingnya itu, yang mana wanita tersebut adalah sang istri tercinta Dad R.
Mommy Ara.
Yang kembali mengulum senyuman, saat membaca dua pesan chat dari Daddy R.
♥
Beberapa saat kemudian..
‘Heh! Apa kubilang?!’
Ini Dad R yang mencibir dalam hatinya, ketika satu pesan chat masuk ke ponselnya.
Kaka:
Assalamu’alaikum, Dad R, sorry. Aku tidak menghubungi Dad via panggilan. Aku menghubungi Val tapi dia tidak mau menerima panggilanku. Aku sungguh tidak mengerti mengapa putrimu itu bersikap dingin dan melarangku ikut mengantar ke bandara. Mungkin aku ada salah yang tidak aku sadari pada Val. Aku minta maaf untuk itu. Val mengatakan jika aku tidak ada salah apa-apa padanya memang, tapi sungguh aku tidak tenang.
Jadi bisakah aku minta tolong padamu, Dad? Tanyakan pada Val apa kesalahanku agar aku tenang?
Thanks before, Dad.
Dad R:
Hem.
__ADS_1
Lalu pesan balasan teramat singkat Dad R kirimkan pada Kafeel yang mengirimkan pesan chat padanya itu. Pesan chat yang sudah Dad R duga pasti akan datang dari calon menantunya yang baru terverifikasi, belum resmi.
♥
Sky, send that video to Kafeel’s contact number ( Sky, kirimkan video tadi ke nomor kontaknya Kafeel )
Lalu Daddy R mengirimkan pesan chat pada Sky untuk satu tugas.
Dan satu pesan chat balasan dari Sky yang mengiyakan sigap perintah Dad R itu, masuk dengan cepat ke ponsel sang Daddy yang peka dan penuh perhitungan itu.
‘Terima kasih pada Tuhan karena memberiku kecerdasan diatas rata-rata –“
Dad R membatin kemudian.
‘Karena aku bisa sampai memiliki insting yang kuat, hingga aku bisa melihat dan merasakan setiap ketidakberesan yang terjadi didekatku.’
Dad R masih bermonolog dalam hatinya.
'Oh hebatnya aku.'
Mode narsis Dad R menyala kemudian.
‘Tentu saja hebat! Karena jika tidak, aku tidak akan sampai dapat memikirkan setiap antisipasi dengan baik. Karena jika aku tidak sampai berpikir untuk menyuruh Sky memvideokan percakapanku dengan Val tadi, jempolku akan kapalan menjelaskan pada si bocah Adiwangsa tentang semua yang Val curahkan padaku dan Kyara lewat chat!’
Lalu menggerutu kemudian.
♥
Saat ini....
Di dalam sebuah jet pribadi berbadan besar, dimana ada sebuah kejutan yang diberikan untuk seorang gadis yang sedari tadi nampak lesu.
“Kau harus lebih patuh padaku setelah ini ulat bulu. Karena demi tidak melihat kesedihanmu itu, aku rela mengorbankan satu setengah jam waktuku – selain membujuk yang lainnya agar tidak keberatan menunda penerbangan, hanya untuknya yang galau ingin menyusulmu!”
Itu Dad R yang berucap, kala Val dilanda keterkejutan yang teramat sangat atas kehadiran Kafeel disampingnya dalam kabin jet pribadi keluarga The Adjieran Smith yang dibelikan oleh Gappa. Dad R nampak acuh tak acuh bicara sambil memandang pada Val dan Kafeel yang sedang memandanginya, namun ada haru yang menyeruak di hati Val atas apa yang dilakukan ayah kandungnya itu sehubungan dengan kehadiran Kafeel saat ini disampingnya.
Val terharu sampai kehilangan kata-kata atas apa yang sudah dilakukan Dad R hanya agar Val tidak bersedih karena akan LDR-an sama Kafeel.
“Sa – yaang Dad R ....” ucap Val kemudian, sambil ia beranjak dari tempatnya dan berhambur ke pelukan Dad R yang berdiri acuh tak acuh itu. Namun kemudian Dad R mengulum senyumnya lagi saat Val telah berhambur memeluknya.
Dimana Dad R menyambut dan menerima, serta membalas pelukan Val padanya dengan begitu hangat.
Lalu senyum Dad R melebar, dan kecupan ia daratkan di puncak kepala Val. Ada rasa bahagia menyeruak di dalam hati Dad R, dan juga di hati semua Daddy, jika mereka merasa berhasil membuat anak-anak mereka merasa senang dan bahagia.
“Sudah sana,” ucap Dad R sambil mengurai pelukannya. “Kembali ke pacar om-om mu yang membuatmu uring-uringan itu-“
“Love you, Dad R!”
♥
Selepas interaksi hangat Dad R dan Val barusan itu--dimana baik Dad R dan Val sudah kembali duduk ke tempat mereka masing-masing, di detik berikutnya ada yang bergerak cepat dari tempatnya duduk dan melesat ke satu bagian tempat duduk--di satu bagian kabin yang sebutannya adalah Infinity Cabin.
“Hai Ayang Mika,” dialah Arya.
“Apa?” Yang dipanggil menoleh dengan mata menyipit.
“Du ilah Neng Mika, judes amat sama pacarnya ...” tukas Arya.
“Sabodo ...” sambar Mika, yang sudah memalingkan wajahnya dari Arya.
Dan Mika kini nampak sedang sibuk dengan ponselnya.
Acuh tak acuh pada Arya, membuat si eks-sadboy itu berdecak sebal.
Hingga tangan Arya dengan cepat merampas ponsel Mika. Dan tentunya tindakan Arya itu menuai protes dari si empunya ponsel.
Yang mana Mika mencoba mengambil ponselnya dari Arya, namun tidak dibiarkan oleh Arya. “Ih gue mau setting mode ponsel gue lah ...” sewot Mika.
“Dah!” ucap Arya tak berapa lama sambil menahan Mika yang ingin merebut ponselnya kembali, setelah Arya selesai menyetel mode ponsel Mika ke mode pesawat.
“Ya udah siniin ponsel gue ...”
“Ada syaratnya ...”
“Ih rese!” gerutu Mika, sambil terus berusaha merebut ponselnya dari Arya.
“Udah, sstt. Diem.” Arya menyatukan tangan Mika, setelah memasukkan ponsel milik si Judes Girl itu ke saku celananya.
Dimana didetik berikutnya, Mika memberengut. “Ya udah, kenapa? –“ tanya Mika kemudian. Lalu Arya tersenyum kecil.
“Sama pacar ilangin dong judesnya ...”
Arya mencubit gemas pipi Mika, yang masih memberengut.
“Siapa suruh pacaran sama gue? –“
“Karena gue cinta!”
Arya dengan cepat menukas gumaman Mika. – Nampak kesal.
‘Eh?’ hati Mika yang terkesiap. “Ar –“ panggil Mika pelan, pada Arya yang beranjak dari tempatnya disisi Mika tadi.
__ADS_1
“Don’t be that mean to your boyfriend, My Dear ( Jangan terlalu judes pada kekasihmu, Sayangku ) ...”
Ada Gappa yang kemudian terdengar suaranya.
Dimana Gappa memang sudah berdiri di dekat Mika bersama Gamma di sisinya.
“Tau nih kamu! ...” tukas Gamma. “Sama aja macam Mom Ichel kamu tuh. Judesnya kelewatan!”
“Ih aku kenapa coba???” bela Mika pada dirinya.
“Kenapa ... kenapa ...” tukas Gamma lagi. “Nah tadi kamu bilang ‘siapa suruh pacaran sama gue?’—“
Gamma menirukan ucapan Mika yang berupa gumamannya, dimana Gappa makin mengulum senyumnya karena Gamma yang menirukan gaya bicara satu cucunya itu.
Dimana Mika menoleh polos ke arah Gamma. “Memang aku salah berkata begitu?”
Lalu Mika bertanya juga dengan polosnya pada Gamma yang memutar bola matanya malas, sementara Gappa masih mengulum senyumnya. Setelahnya Gamma berdecak sambil geleng-geleng kecil.
“Iya salah dong. Namanya kamu menggores perasaan orang yang tulus mencintai kamu dengan bicara seperti itu.”
Gamma berucap kemudian. Lalu Mika tertegun. Kemudian Mika memandang pada Arya, yang duduk di salah satu kabin dimana ada Rery dan Ann di depan Arya.
“Jadi Arya itu tersinggung sama ucapan aku gitu?” tanya Mika sambil memandang pada Gappa dan Gamma, dimana Gamma berdecak dan geleng-geleng kecil lagi -- sambil Gamma juga memandang pada cucu judesnya itu.
“Lebih parah dari si Michelle cucu kamu yang satu ini Anth,” cibir Gamma pada Mika. “Pintar dalam soal akademis, tapi lo-la sekali dalam soal percintaan,” tambah Gamma. “Parah ... parah ...”
Dimana Gappa sontak terkekeh geli pada sang istri yang kadang gaya bicaranya meniru dua menantu gesreknya, dan sok-sok kekinian.
“Aku kan tidak serius bicara seperti itu juga. Dia aja yang kelewat sensitif jadi cowok ...” gumam Mika.
“Arya hanya terlalu mencintai kamu, My Dear. Dan ucapan kamu tadi memang terdengar meragukan kesungguhannya –“
Gappa lalu berkomentar.
“Dan jika seorang pria diragukan kesungguhannya oleh wanita yang dia cintai-terlebih Arya memang aku lihat bersungguh-sungguh padamu setelah berbicara dengan gentlenya -- seperti Kaka pada kami saat dia meminta ijin untuk menjalin hubungan dengan Val, jadi ucapanmu tadi -- aku pikir sedikit menyinggung perasaannya.”
Mika melipat bibirnya setelah mendengar penuturan Gappa yang berbicara dengan lembut seperti selalunya itu, sambil Gappa tersenyum dan membelai lembut surai Mika. “Jadi aku harus gimana, Gap?”
“Ya minta maaf dengan lembut lah!” gemas Gamma pada Mika. “Begitu saja, pakai bertanya..” tambah Gamma. “Sudah sana minta maaf pada Arya. Jangan terlalu egois –“ Lagi, Gamma berucap. “Jangan selalu ingin dimengerti, apalagi pada pasangan – walau baru sebatas pacar, tapi kamu tidak mau mengerti pasangan kamu sendiri. Jodoh atau tidak jodoh kalian kedepannya, setidaknya kamu, Nona Judes, mulai belajar untuk bagaimana bersikap pada pasanganmu dimasa depan –“
Lalu Gamma bercerocos menasehati.
“Dan hal itu, kamu bisa mulai pelajari bersama Arya, yang Gamma sangat harapkan – memang dia lah jodoh kamu nantinya –“
Gamma masih berujar.
Lalu Gappa kembali bersuara untuk berkomentar.
“Gamma benar, My Dear –“ kata Gappa. “Aku dan para Dad mu tidak pernah salah menilai orang. Jika Arya tidak kami yakini baik untukmu, kami tidak akan memberikan ijin padanya – bahkan walau hanya ingin mendekatimu.”
Gamma lalu mengiyakan ucapan Gappa.
“Yang baik sudah ada didepan mata, jangan kamu sia-siakan. Terlepas entah kapan kalian ingin mengikat janji sehidup semati –“
Lalu Gamma sedikit mengoceh lagi, dan Gappa tersenyum lembut.
“Duhai dua orang terlalu tua, dan kau – Nona Muda, kalian bisa berhenti bergosip dan duduk dengan baik tidak? pesawat tertunda lepas landas karena menunggu kalian selesai bergosip –“ Suara bariton ngebas dan dalam terdengar.
Yang mana pemilik suara tersebut adalah Poppa – yang sudah berdiri bersedekap memandang pada Gappa, Gamma dan Mika, memandang malas pada ketiga orang tersebut – yang memang tiga orang itu saja yang belum ambil posisi duduk dan mengikat diri mereka dengan seatbelt.
“Sudah sana. Minta maaf pada Arya. Lagipula Gamma dan Gappa ingin berduaan disini –“
Gamma berucap malas seraya mengusir Mika, selepas dicibir Poppa – yang orangnya telah menjauh darinya , Gappa dan Mika – dan Poppa sudah mengambil tempat untuk duduk, di salah satu kursi pada bagian kabin pesawat yang lain.
“Eerrr..” Mika sedikit meringis.
“Tunggu apalagi, Mikaela Finn Adjieran Smith? –“
“Itu –“ Mika tergugu.
“Apa, itu, itu?”
“Aku harus bagaimana bicaranya pada Arya?” polos Mika.
“Ya Tuhaann!”
Gamma menepak pelan jidatnya sendiri.
Benar-benar Gamma tidak habis pikir pada satu cucunya yang kelewat judes ini.
Yang saking judes dan dinginnya pada lawan jenis di luar keluarga dan kerabat mereka, sampai-sampai Mika tidak paham membaik-baikkan seorang pacar.
“Cucumu satu ini benar-benar mengkhawatirkan.”
Gamma berkesah kemudian. Setelahnya Gamma pun bercerocos ria.
“Aku rasa jika Arya tidak mencintai dan mengerti tentangnya lalu mau menjalin hubungan dengan satu cucu judes kita ini, dia akan jadi perawan tua judes -- atau baru menikah saat para saudara-saudarinya sudah punya cucu, saking terlalu judes dan cuek begini jadi perempuan, sampai jadi bodoh -- hingga tidak tahu bagaimana bersikap manis pada pacarnya sendiri.”
“Ih Gamma, julit sekali,” cebik Mika.
♥♥
__ADS_1
To be continue ...