HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 89


__ADS_3

Noted: Baca episodenya dulu, baru klik tanda jempolnya jika berkenan ya.


Thank You


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia


Dua insan yang seringnya suka saling berdebat atau melempar cibiran jika bertemu, masih terlibat pembicaraan satu sama lain sejak beberapa saat sebelumnya.


“Lo ada rencana nikah muda? ..”


Arya yang sudah iseng dengan pertanyaan-pertanyaannya yang unfaedah menurut Mika itu, masih iseng melontarkan pertanyaan unfaedah pada Mika.


“Sama sekali engga!” jawab Mika dengan cepat.


“Kalau tau – tau ada yang lamar? –“


“Akan gue tolak mentah – mentah!” jawab Mika lagi dengan cepatnya juga.


“Sekalipun gue yang melamar lo? ..”


Mika sontak menoleh dan menatap Arya, namun gadis jutek itu diam.


“Mau?. Gue lamar ke Uncle Dewa nih sekarang ---“


“Nih! ...”


Mika menyumpalkan satu potong dessert berukuran finger snack ke mulut Arya.


“Lo lamar itu Daifuku!”


Mika lalu berjalan cepat menjauhi Arya setelah ia membuat si Sadboy itu bungkam dengan mulut yang tersumpal sepotong kue manis yang merupakan jenis dessert khas Jepang.


Dimana Arya kemudian terkekeh geli.


Lalu melangkahkan kakinya kembali untuk menyusul Mika masuk ke ruang santai keluarga dalam Kediaman Utama keluarga besar Mika yang berada di Jakarta itu.


*


“Ngomong-ngomong, Putra dan Gadis mana?—“


Kafeel yang masih berada di ruang santai keluarga pada Kediaman Utama The Adjieran Smith tersebut, bertanya soal anak Varen-Andrea serta anak dari Nathan-Via.


“Tidur mereka. Kecapean dari tadi ikut main sama onties en unclesnya ......” Momma yang sudah ikut bergabung di ruang santai keluarga tersebut yang menjawab pertanyaan Kafeel barusan.


“Salut aku, Putra itu ga pernah rewel ya kalau ditinggal sama Alva dan Drea.”


Kafeel berucap.


“Padahal biasanya bocah-bocah seumuran Putra, paling minim ga mau ditinggal sama ibunya ...”


“Sudah dibiasakan seperti itu Ka, sama seperti Papap dan Mamamnya dulu juga waktu mereka kecil, dan mereka ini ...”


Mommy Ara yang memang sedari tadi ada di ruang santai keluarganya bersama Kafeel yang menanggapi ucapan Kafeel barusan itu, sambil menunjuk pada beberapa pewaris muda yang juga masih betah berleyeh-leyeh di ruang santai keluarga pada Kediaman mereka tersebut.


“Yah, kamu kan tahu, ini keluarga seperti apa, Ka ----“


Mommy Ichel yang baru ikutan nimbrung di ruang santai macam Momma ikut berbicara.


“Even our life move so well now ( Meskipun hidup kami berjalan dengan sangat baik saat ini ), tapi tetap kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan ... Tidak berharap sesuatu yang buruk pada kami selaku orang tua, tapi setidaknya anak-anak, termasuk Putra dan Gadis sudah memiliki bekal untuk mandiri ... Selain, tahu bagaimana caranya untuk bertahan hidup ...”


“Iya sih, Aunt.”

__ADS_1


“Lagipula, ya macam dari Varen sampai Ares ini kan, Putra dan Gadis itu harus dibiasakan untuk tahu dan terbiasa, jika orang tua mereka bukan hanya Varen dan Drea, serta Nathan dan Via saja ...”


Gamma yang juga ada di ruang santai keluarganya berikut satu eyang lainnya yaitu Nenek Yuna, ikut juga berkomentar.


Kafeel pun manggut-manggut seraya tersenyum.


*


“Are you going with us to SIN to watch Aro in his first Proffesional Tournament ( Apa kamu akan ikut dengan kami untuk menonton Aro pada Turnamen Profesionalnya yang pertama ), Ka? ...” Ini Mama Fabi yang bertanya pada Kafeel.


The Moms memang sudah hampir semua kini berada di ruang santai keluarga pada Kediaman Utama mereka yang berada di Jakarta itu.


“Aku lihat jadwal kerjaku dulu sebelumnya, Aunt Fabi ...”


Kafeel pun dengan segera menjawab pertanyaan Mama Fabi.


“Yah, ikut dong Kak Kaf---“ Aro yang punya hajat di SIN itu bersuara.


Yang kemudian kalimat Aro itu diikuti oleh Rery yang juga masih bertahan di tempatnya, yang memang sedang bermain game konsol bersama Aro.


“Ikut dong Kaak ....”


Kekasih kecilnya Kafeel yang masih berada di tempatnya itu pun ikut meminta Kafeel agar turut serta pergi ke SIN untuk memberikan support pada Aro pada Turnamen Tenis Profesional Junior, yang merupakan debutnya Aro untuk menjadi pemain tenis profesional.


Val membujuk dengan manja.


“Iya .... Aku usahakan bisa ikut Val.”


Kafeel pun menyahut dengan lembut pada Val.


“Yah, jangan diusahakan dong, tapi harus bisa ikut ....”


Lalu Val merengek manja.


Mereka yang berada di dekat Val dan Kafeel hanya mendengus geli saja, sementara Kafeel tersenyum sambil mengusap lembut kepala Val.


“Aku sungguh mau ikut, tapi aku juga ga bisa janji.”


Kafeel tersenyum lagi.


“Karena itu salah satu tanggung jawab aku, Val ...”


Kafeel dengan cepat menanggapi protes kecilnya Val.


“Aku kan bekerja pada Abang ... pada keluarga kamu ini ... dipercaya untuk membantu Abang mengemban bisnis keluarga kalian agar stabil bahkan kalau bisa lebih besar lagi. Jadi aku harus bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan sama aku untuk membantu Abang ...”


“Tapi sekarang Kak Kafeel kan kekakasih Val ... jadi Val ini termasuk tanggung jawabnya Kakak juga kan? Kan? ...”


Dan yah, seperti biasa, bukan Val namanya kalau tidak mendebat perkataan yang tidak memuaskannya.


“Iya, Val termasuk tanggung jawab Kakak juga.”


“Nah ya sudah, berarti Kak Kafeel ikut menemani Val ke SIN ...”


“Val -----“


Kafeel kembali mengusap lembut kepala Val, dengan juga berucap sama lembutnya.


“Abang kan pasti ikut ke SIN ... Nah, sebagai tangan kanannya Abang di Perusahaan-apalagi Perusahaan yang Abang pegang bukan hanya satu, aku lah yang harus mengambil tanggung jawabnya Abang kalau Abang sedang berhalangan.”


“Iya Val tahu itu ---“


“Ya kalau memang sudah tahu, kenapa masih merengek aja sih kamu? ---“


Mommy Ara menyambar.


“Ya habis kan, kita bukannya akan langsung kembali ke London dari SiN? Jadi kan aku dan Kak Kafeel hanya punya waktu sebentar saja untuk menikmati waktu kami sebagai seorang kekasih....“

__ADS_1


“Tapi kan dua minggu setelahnya kita akan kembali lagi kesini untuk menghadiri The Culture Festival?”


“Oh iya ya ....” tukas Val.


“Lagipula Kaka kan bekerja buat kamu juga nantinya, Val ... iya ga, Ka? –“


“Betul sekali Aunt Ichel cantik!” sahut Kafeel dengan cepat.


“Kejar target ya, Ka?” celetuk Gamma.


“Begitulah Gam .... kan aku harus bekerja lebih giat supaya cucu Gamma itu memberikan aku bonus buat nambah-nambahin tabungan, demi persiapan ini nih ----“


Kafeel menggoyangkan pelan kepala Val.


“Melamar, lalu menikahi adiknya Tuan Alva .....”


Lalu mencubit gemas hidung Val.


“Ah, Kak Kafeel nih, repot-repot sekali.”


Val kembali menukas.


“Uang Val rasanya cukup untuk membiayai kedua hal itu, tanpa Kak Kafeel repot-repot bekerja -----“


“Ya aku ga mau seperti itu Val -----“


“Kenapa engga? ....”


“Karena aku ingin membiayai kedua hal itu dengan hasil keringat aku sendiri Val ....”


“Lagipula, ini nih para anggota kerajaan The Adjieran Smith kan banyak uangnya. Masa tidak mau menyumbang untuk Val dan Kak Kafeel sih?”


Yang mana mereka yang dimaksud oleh Val dan sedang berada di dekat gadis itu langsung saja mendengus geli setelah mendengar celotehan Val.


“Memangnya panti sosial pake acara dikasih sumbangan?....”


Nenek Yuna bersuara, sambil ia tersenyum geli.


“Tau nih, anaknya Bapak Naga dan Ibu Peri suka asal aja ngomongnya.”


Kafeel kembali mencubit gemas hidung Val.


“Biar bagaimanapun kan aku punya target Val, selain aku tidak ingin dianggap aji mumpung memiliki hubungan dengan kamu ....”


“Target apa?” tanya Val.


“Ya target jumlah tabungan aku untuk mencukupi dua hal yang aku sebutkan tadi----“


“Memang berapa target yang Kak Kafeel tetapkan untuk melamar dan menikahi Val sampai Kakak merasa uang yang Kakak punya itu cukup untuk keduanya?....”


“Ya masa harus aku perinciin sih Val? ---“


“Ya harus. Karena Val ingin segera menghitung ....”


Val menyambar.


“Katakan berapa target jumlah tabungan Kak Kafeel untuk sampai melamar dan menikahi Val. Dimulai dari berapa jumlah tabungan Kakak sekarang, nanti tinggal Val kalkulasikan dengan pendapatan Kak Kafeel setiap bulan, lalu bla ... bla ... --- ” cerocos Val.


Dan Kafeel pun dibuat melongo.


“Val harus memastikan target Kak Kafeel, agar Kakak tidak beralasan lagi nanti untuk menunda-nunda melamar dan menikahi Val----“


Membuat Kafeel ingin menepak jidatnya sendiri.


****


To be continue .....

__ADS_1


Enjoy dulu yah, mepet waktu soalnya buat manjangin episode.


Terima kasih tetap setia


__ADS_2