HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
ABOUT


__ADS_3

( Tentang )


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Author’s POV,


Lega rasanya bagi keluarga The Adjieran Smith karena amnesia spesifik Val dirasa akan mulai menghilang dengan ingatan Val yang perlahan kembali.


Walau tentang Kafeel yang mendominasi, namun sedikit-sedikit Val mulai bercerita tentang sesuatu yang pernah terpotong dalam ingatannya lalu menggelap kemudian loncat ke scene berikutnya—katakanlah begitu.


Kini yang menggelap itu sudah menciptakan gambar. Gambar tentang segala hal yang pernah tertutup, karena berkaitan dengan masa dimana Kafeel mulai muncul dalam hidup Val, yang mana sempat hilang karena suatu tindakan.


Dan semua hal yang berlangsung dari sejak Val jatuh cinta pada Kafeel itu sempat ikut menghilang dari ingatan Val, meskipun hal itu berkaitan dengan keluarganya sendiri.


Pokoknya amnesia Val berinti pada dari masa ia jatuh cinta pada Kafeel, sampai dengan usianya yang hampir 18 tahun.


Semua yang ada dalam masa itu, terlepas dari ingatan Val. Namun ingatan yang terlepas itu, mulai satu per satu kembali menempel di otak Val.


Tak hanya itu, namun semua ingatan yang ada di dalam masa Val melupakan dirinya dari sejak berusia dari 14 tahun sampai ke 18, masih juga tetap menempel di kepalanya.


Membuat Val senang, tentu saja!


Namun keluarga dan para kerabat dekat Val lebih senang.


Karena dengan begitu, Val tidak akan lagi merutuki bahwa dirinya menjadi orang yang begitu bodoh sejak ia terbangun dari komanya.


Miris melihat Val jika ia sedang mengeluh seperti itu, karena Val bisa menjadi labil emosi, kadang histeris walau tak parah. Hanya terkadang, saat sedang labil emosi itu--tangisan Val akan disertai dirinya yang memukul-mukul kepalanya sendiri.


Namun hal itu kemungkinan tidak akan terjadi, karena Val sudah perlahan mengingat semua yang pernah ia lupakan.


Hanya saja masih ada sedikit kekhawatiran andai nanti tiba saat Val mengantuk lalu tidur kemudian terbangun, amnesia spesifiknya akan kembali.


Well, untuk yang satu ini, lihat saja nanti, tunggu sampai Val mengantuk lalu tidur. Kemudian lihat bagaimana dirinya saat terbangun setelah saat ini ia telah mengingat beberapa dari ragam hal yang sempat ia lupakan.


End of Author’s POV.



Kediaman Utama The Adjieran Smith Family, Jakarta, Indonesia,


“Nih maaf ya aku ngomong gini ya? Kalo kamu balikan lagi sama Kak Kaf, emang kamu udah mutusin Simon Val? ....” Ini Isha yang bertanya.


Ketika Val telah datang bersama Kafeel berikut ibu dan adiknya ke KUJ, selepas Val sempat  tinggal dari tengah malam sampai pagi di rumah keluarga Kafeel.


“Kak Kaf juga jangan tersinggung ya? Kalo Isha nanya gini sama Val.”


Isha lalu beralih pada Kafeel yang orangnya langsung merespons ucapan Isha barusan.


“Santai, Sha ....” kata Kafeel dengan senyuman yang menyertai ucapannya tersebut. Lalu Val terdengar suaranya.


“Belum,” ucap Val yang menjawab pertanyaan Isha, seraya Val menggeleng.



“Wuih mantep punya pacar dua! Keren Kak Kaf. Segitu bucinnya sampe rela diduain ....“ lalu atas jawaban Val, celetukan iseng dari mulut Drea pun terlontar. Dan timpalan sama meledek langsung juga terdengar dari mulut mami Prita.


Dimana kekehan dari mereka yang bersama dua orang yang iseng mulutnya itu sontak saja terdengar. Termasuk juga Kafeel yang ikut terkekeh. Hanya Val saja yang tidak ikutan terkekeh.


“Ya bukan seperti itu juga maksud Vaal....”


Dan Val terkesan serius menanggapi ucapan Drea dan mami Prita yang sebenarnya hanya ledekan iseng-isengan saja.


“Ya pokoknya diselesaikan dengan baik-baik hubungan diantara kamu dan Simon....“


Sergahan Val lalu ditimpali oleh mommy Ara.


“Ya memang Val berniat seperti itu, Mommy.... tapi Val ingin menemui Simon secara langsung untuk memutuskan hubungan dengannya meski Val bingung bagaimana memulainya karena Simon kan tidak ada salah apa-apa....”


Dan Val pun langsung menanggapi timpalan mommy Ara tersebut.


“Katakan saja yang sejujurnya. Walau mungkin terkesan Simon habis manis sepah dibuang, tapi kejujuran adalah jalan yang baik, bukan?”

__ADS_1


Dimana ucapan Val sebelumnya mendapat komentar bijak dari mommy Ara. Dan pendapat mommy Ara itu diaminkan oleh semua yang bersamanya.


“Iya, Mommy Peri.... nanti Val akan jujur mengatakan alasan Val ingin putus dengannya. Tapi kalau nanti Simon tidak mau bagaimana?” termasuk juga Val.


Hanya saja, Val didera kebingungan. Dan kebingungan Val itu langsung mendapat sahutan yang berupa saran dari dad R. “Dicoba saja terlebih dahulu.”



“Saranku padamu,” ucap dad R yang tertuju pada Kafeel, setelah kini hanya ada para pria saja yang bersamanya. “Saat Val kembali ke London untuk menemui Simon, kau juga ikut serta. Meski mungkin dapat menyulut api ketidakterimaan Simon yang menganggap Val membuangnya begitu saja dan menaikkan emosinya, namun kemunculan dirimu dihadapan pria itu nanti setidaknya sebagai bentuk tanggung jawabmu sebagai seorang pria yang mencintai Val. Dan sedikit banyak, kau yang menjadi penyebab sampai Val hendak memutuskan hubungannya dengan Simon. Meski kau pun tak dipersalahkan dalam hal itu. Tapi setidaknya, kau yang menghadapi Simon membuktikan bahwa kau adalah seorang gentleman.”


Dad R bicara panjang lebar, dimana saran dan nasehat terkandung dalam ucapannya yang ia tujukan pada Kafeel itu. Dan Kafeel langsung merespons ucapan dad R tersebut. “Iya, Dad.... Aku pun sudah berpikir untuk melakukan itu—“


“Baguslah. Kami tahu kalau kami bisa mengandalkanmu—“


"Emang kudunya begitu!"


Celetukan keluar dari mulut Nathan, dan Kafeel langsung tersenyum menanggapinya.


“Makasih, Dads,“ ucap Kafeel kemudian. "Thanks juga sama lo Than, juga kamu, Ro," lanjutnya. "Makasih pada kalian semua The Adjieran Smith tanpa terkecuali lah.


"Sama-sama, Kak."


Aro lalu menyahut.


"Sampaikan sendiri terima kasihmu pada yang lain."


"Iya, Dad--"


“Lalu setelah urusan Val termasuk dirimu dengan Simon selesai,”


Papi John kemudian angkat suara.


“Baiknya apa yang pernah tertunda, bahkan terhenti diantara kau dan Val.... Disegerakan—“


“Agree (Setuju)”


Kafeel lalu menarik sudut bibirnya selepas mendengar ucapan papi John yang langsung diaminkan oleh para pria lain The Adjieran Smith yang sedang bersamanya termasuk Aro.


Dimana Kafeel memahami arah kemana maksud ucapan papi John yang diaminkan oleh para pria yang ada bersamanya dan pria itu sekarang.


Kafeel tersenyum penuh arti kemudian, karena hatinya merasa lega atas restu yang kembali ia dapatkan dari dad R dan lainnya—meski belum semua keluarga inti Val berkumpul saat ini. Namun rasanya Kafeel tak perlu mengkhawatirkan restu yang tak mungkin dirinya tak dapat dari personel anggota The Adjieran Smith yang berada di London, jika restu dari Naga 1 telah ia kantongi.



“Kami dengar dari Alva kau sedang drop?”


“Udah sehat sekarang, Dad. Udah dapet obat paling mujarab.”


“Heleh!”


Daddy Dewa yang sempat bertanya pada Kafeel langsung mencebik setelah mendengar jawaban Kafeel.


Dimana Kafeel berikut lima pria lainnya sontak terkekeh.


“Bagaimanapun kau masih belum nampak sehat benar....”


Dad R yang kemudian bicara.


“Istirahatlah yang cukup.”


Daddy Jeff menimpali ucapan dad R.


“Dah ke dokter lo, Kak?....”


Nathan menyambar dan bertanya.


Kafeel mengangguk sebelum menanggapi ucapan dan pertanyaan tiga orang tadi.


“Aku sudah cukup beristirahat. Udah dapet obat dari Marsha juga kok. I really feel better already (Aku sudah benar-benar merasa lebih baik)”


“Syukurlah kalau begitu—“


“Kau menginap saja di sini.”


Dad R kembali berkata pada Kafeel selepas mengatakan kalimat kelegaan, yang kurang lebih sama diucapkan oleh lima pria lain yang bersamanya dan Kafeel,  setelah Kafeel meyakinkan jika kondisi tubuhnya sudah cukup membaik selepas drop selama beberapa hari. Dan tawaran dad R pun langsung ditanggapi oleh Kafeel.

__ADS_1


“Oh iya, emang aku udah niat nginep sampe Val pulang ke London nanti. Udah bawa baju ganti buat seminggu.”


Dan tanggapan Kafeel itu bercampur dengan selorohon yang membuat  lima pria yang bersamanya itu terkekeh kecil, sementara dad R langsung mengeluarkan cibiran yang berkesan candaan.


"Niat betul kau menginap di sini, huh?!...."


"Namanya juga usaha, Dad. Pengen selalu deket-deket sama calon tulang rusuk aku kan?"


Kafeel yang dicibir dad R terkekeh, dan langsung juga menjawab cibiran canda dad R padanya.


Dimana dad R pun dengan cepat menanggapi ucapan bucin Kafeel.


"Perutku mual mendengarnya....”


Lalu gelakan di tempat tujuh pria itu sedang berada, membahana.


Dan berikutnya tujuh pria tersebut pun mengobrol tentang topik ringan yang berhubungan dengan hobi para pria kebanyakan.


Disertai juga cetusan rencana untuk menjalankan hobi itu bersama dengan para pria lain yang ada di London, baik keluarga inti atau juga kerabat terdekat mereka yang berdomisili di beberapa area.


Lalu sesi bercengkrama terjeda, dimana mereka yang bercengkrama dalam membentuk kubu satu per satu undur diri untuk melakukan ragam hal yang bersifat personal.


Dan sesi bercengkrama di KUJ berlanjut kembali sampai waktu makan malam tiba, juga setelahnya. Baru membubarkan diri disaat masing-masing sudah merasa mengantuk.



Para orang tua sudah lebih dulu memisahkan diri dari sesi bercengkrama selepas makan malam, dikala waktu tidur telah tiba.


Selain memang sudah diserang rasa kantuk, termasuk sepasang orang tua yang kini sudah berada di dalam kamar pribadi mereka pada KUJ.


Yang mana sepasang orang tua itu, adalah dad R dan mommy Ara. Dimana keduanya yang sudah memposisikan diri di atas ranjang, sedang melakukan pillow talk.


“By the way, Hon.... kita berapa lama di sini? Lalu bagaimana dengan kuliah Val? meski sudah akan liburan musim panas, tapi kalau Val tetap ingin berada di tingkatnya sekarang dan juga ingin mengejar materi perkuliahannya yang tertinggal,  paling tidak Val kembali dulu saja ke London sampai waktu libur tiba dan datang kembali ke sini bersama May, Ann dan Rery....“


Mommy Ara yang duluan angkat suara. Dan dad R langsung menanggapi ucapan sang istri, “Besoklah kita bicarakan ini dengannya. Toh Val memang tidak akan lama berada di sin, karena dia harus menyelesaikan urusannya dengan Simon.... “ kata dad R.


“Hem, ya sudah kalau begitu,” jawab mommy Ara atas perkataan dad R tersebut. Dimana dad R langsung melontarkan pertanyaan pada istrinya itu.


“Kamu bertanya kapan kita kembali ke London, apakah ada jadwalmu dalam waktu dekat, Mom Perinya Dad R?“ tanya dad R lembut dan sedikit genit, sambil menyempatkan mencuri ciuman dari istrinya yang dad R teruskan dengan cumbuan.


“Kakak ganteng makin tua makin genit?....” membuat mommy Ara jadi meledek dad R.


“Genit sama istri sendiri....” jawab dad R yang menghentikan cumbuannya untuk sejenak, dan dibalas mommy Ara jawaban dad R itu sebelum sang Naga 1 meneruskan aksinya mencumbui perlahan mommy Ara.


“Coba saja genit pada wanita lain. Aku hanya tinggal mengadu pada Little F. Tidak hanya wanita lain itu yang akan menderita, tapi Kakak ganteng juga.”


“Aku menyerah kalau Mom Peri sudah mengancamku dengan adikku yang lumayan bar-bar itu selain sampai 10 oktaf suaranya yang dapat membuat para naga tuli seketika.”


Dad R sedikit menarik tubuhnya dari mommy Ara sambil mengangkat kedua tangannya dan membuat wajahnya nampak pasrah seolah sedang terpojok, membuat mommy Ara sontak terkekeh geli.


“Sepertinya ada panggilan masuk ke ponsel kamu, Hon?”


Lalu kekehan mommy Ara terhenti, ketika dering ponsel ia berbunyi.


“Iya, Babe....“ respons dad R atas ucapan mommy Ara barusan.


“Sebentar aku ambilkan.”



“Siapa?” tanya dad R pada mommy Ara yang sebelumnya beringsut dari ranjang untuk membawakan dad R ponselnya yang sedang berdering itu, dimana dad R sudah berubah posisinya menjadi duduk di pinggir ranjang pribadinya dan mommy Ara di KUJ itu.


“Andrew.”


Mommy Ara menjawab pertanyaan dad R, seraya menyorongkan tangannya untuk memberikan ponsel dad R kepada si empunya.


Dan dad R langsung mengambil pelan ponselnya dari tangan mommy Ara, dan langsung menggeser tombol untuk menerima panggilan.


“Ya, Bald Drake?“


Dad R lalu berbicara dengan ponselnya yang sudah ia tempelkan ke telinganya.


Dimana suara Poppa langsung terdengar bicara dari seberang ponsel dad R. “There is something you need to know about Simon Atley (Ada sesuatu yang perlu kau ketahui tentang Simon Atley), R—“


♥♥

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2