
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.....
Bertahun – tahun mengenal seorang Arya Narendra, hingga kurang lebih di tiga tahun terakhir – ralat – lebih dari itu, Mika menunjukkan terang – terangan betapa sentimennya dia pada seorang Arya Narendra.
Tatapan sinis dan ucapan ketus akan selalu Mika berikan pada seorang Arya Narendra tanpa peduli dengan perasaan pria muda itu. Memang tidak seharusnya dipedulikan, kalau kata Mika. Karena Arya Narendra akan selalu punya kata-kata menyebalkan yang ia lontarkan pada Mika sebagai balasannya pada Mika.
Dimana hal itu akan memprofokasi geramnya Mika pada seorang Arya Narendra, lalu Mika akan juga memberikan balasan ketus, lalu Arya akan meledeknya. Yang terakhir sering Arya lakukan, adalah melontarkan selentingan-selentingan yang merupakan gombalan receh, dengan ekspresi yang konyol, hingga membuat Arya semakin dan semakin menyebalkan di mata Mika.
Bahkan Arya juga suka ngegas pada Mika.
Yah, meski memang pasti karena Mika yang memulainya.
Mika tak akan habis kata untuk melontarkan cibiran, sindiran, dengan sinis dan ketus pada Arya, selain sikapnya yang terang-terangan menunjukkan betapa Mika sentimen sekali pada pria yang Mika berikan predikat sebagai ‘sadboy’ itu.
Dan si sadboy itu, akan balas membuat Mika menjadi jengkel dengan kekonyolan, kejahilan, serta kalimat-kalimat menjengkelkan yang keluar dari mulut lemesnya Arya.
Tapi sekarang ...
“Di dalem sini....”
Kala Arya berkata,
Dan si sadboy yang biasanya rusuh pada Mika itu, bersikap berbeda pada Mika sejak beberapa saat yang lalu.
Memang sih, beberapa hari belakangan Mika sudah tidak terlalu-lalu menampakkan sentimennya pada Arya, karena Arya pernah menolongnya hingga Mika tidak sampai celaka.
Sesentimen apapun Mika pada Arya, tetap Mika bukan gadis yang kelewat egois meski judesnya minta ampun. Dan Arya yang menolongnya itu, tidak akan membuat Mika bungkam untuk berterima kasih, bagaimana pun sebalnya Mika pada Arya.
Tapi sial bagi Mika, kenapa dari sejak Arya menolongnya, rasa sentimen-yang ga hilang juga sepenuhnya itu, perlahan terkikis?...
Sebal Mika sih masih ada pada Arya memang masih sering meledek, dan beberapa hari belakangan sering menggodanya dengan rayuan receh.
Entah apa maksudnya.
Mika pun tak ambil pusing akan rayuan receh Arya, yang Mika anggap adalah suatu keusilan si sadboy yang lain padanya.
Tapi yang Mika rasa aneh, kenapa rasa sebalnya malah membuat Mika sesekali memperhatikan Arya? Malah Mika merasa, dia sering membiarkan saja Arya duduk disampingnya begitu saja, walau diawal akan ada protes kecil dari Mika.
Kenapa Mika tidak memperpanjang hal itu seperti biasanya dengan Arya? Padahal kan sebelum-sebelumnya, jangankan si sadboy itu duduk disampingnya.
Ada di bumi yang sama dengan si sadboy itu aja rasanya Mika kesal bukan main.
Tapi lagi, coba lihat sekarang?
Mika mau-mau saja diajak nongkrong di sebuah kafe, walau sempat memberikan penolakan sebelum Arya membawanya ke tempat itu.
Tapi setelah sampai, Mika ikut-ikut aja kala Arya menggiringnya masuk dan duduk di dalam kafe tersebut sampai memesan minuman segala.
Mau ada yang diomongin sama Mika-kata Arya.
Oke, kalau memang begitu. Mika akan mendengarkan omongan si sadboy.
Penasaran juga itu si Arya mau ngomong apa sih sama dia?.
“Sekali lagi gue minta maaf, atas sikap gue tadi siang ke elo.”
Oh, mau minta maaf soal Arya yang bilang Mika pelit dan ga punya hati nurani?....
Kalo itu doang sih ga Mika pikirin. Arya bukan satu-satunya orang yang pernah memandang Mika seperti itu.
Lagian Mika juga ogah tuh disebut sebagai dermawan.
Toh yang Mika lakukan hanya bentuk kewajiban sesama manusia. Yah, walaupun Mika pilih-pilih sekali orang yang menurutnya layak dibantu, terlepas dari, maaf-para orang miskin itu. Mika punya pertimbangannya sendiri.
♥
Sudah tuh ya, Arya sudah ngomong pada Mika yang minta maaf atas sikapnya.
Mika juga rasanya tidak perlu memaafkan Arya, karena Mika tidak menganggap sikap dan tudingan Arya itu adalah sebuah kesalahan di mata Mika.
Kalo Arya ga bahas dengan permintaan maafnya itu pun, Mika sama sekali memang tidak memikirkannya. Tapi ya sudah, Mika terima saja permintaan maaf Arya itu, walau Mika terkesan datar saja menanggapinya. Namun sedatar-datarnya sikap Mika, tetap saja ia dibuat terperangah dengan sikap Arya yang meminta maaf padanya itu.
Bahkan sedari tadi, Arya membuat Mika menjadi salah tingkah, yang Mika pun tidak tahu kenapa. Apa karena Arya berucap dengan lembut dan tulusnya saat mengatakan kalimat permintaan maafnya itu pada Mika?. Ah tidak, bukan karena ucapan Arya dengan nada suara lembut yang terdengar memang sangat tulus meminta maaf pada Mika.
Tapi gestur si sadboy yang membuat Mika jadi salah tingkah dalam diam, dimana Mika sedang menguatkan dirinya agar tidak terkena sindrom yang namanya ‘baper’.
Namun betapa menyebalkannya si sadboy nih bagi Mika sekarang, karena Arya terus-terusan menggiring Mika pada itu yang namanya ‘kebaperan’ dengan gesturnya. “Maafin gue ya, Mi? - Bisa?-“
Ingin sekali Mika toyor kepalanya si sadboy, yang kenapa sih ngomongnya dalam jarak yang sedekat ini dengannya?. Kenapa Arya Narendra yang tengil itu, jadi macam Kak Kafeel kalau sedang menghadapi Val?
Penuh kelembutan, sungguh meresahkan. Bukan seperti Arya yang lemes, iseng, nyebelin seperti biasanya.
__ADS_1
Kan Mika jadi tegang kalau sikap Arya malah manis begini?..
Saking tegangnya, boro-boro mau noyor Arya, mau bergerak walau hanya menolehkan kepalanya saja Mika ga berani.
Karena bisa-bisa, bibir perawan Mika itu akan bertabrakan dengan bibir si sadboy yang Mika tebak pasti udah ‘menduda’ berapa kali itu bibir.
Biar rasanya Mika iyuh pada itu bibir yang Mika yakini udah terkontaminasi oleh banyak bibir cewe, secara Mika tau sejak SMA, Arya Narendra ini adalah Most Wanted Boy yang merangkap Playboy cap kaki dua-tapi tetap saja wajah Mika rasanya memanas jika memikirkan bibirnya akan bertabrakan dengan bibir Arya jika ia menoleh dengan Arya yang posisinya seperti itu sekarang ini.
Lalu,
“Boleh ga gue minta satu hal sama lo?”
Duh, bukannya ganti posisi ini si Arya, malah anteng aja dia begitu.
Pake punya permintaan lagi?... Emang lo siapa? ....
Harusnya kan, Mika menyanggah kalimat permintaan Arya dengan ucapan itu?
“A, pa? ....”
Tapi kenapa mulutnya malah bertanya dengan lancangnya untuk tahu apa yang Arya akan minta padanya?. Mika sungguh tak mengerti.
“Jangan judes-judes lagi sama gue,”
Jawabannya Arya, tapi Mika bergeming. Bukan apa, ini gerak-gerik si sadboy yang membuat Mika jadi bergeming di posisinya.
Mengelus rambut Mika dengan lembut, sambil ngomong dengan sama lembutnya juga kayak itu elusan lembut tangan Arya di surainya.
Belum lagi, Mika dapat melihat dari ekor matanya, kalau si sadboy ini sedang lekat menatap wajah Mika. Hingga hal itu membuat Mika menjerit dalam hatinya.
‘Bisa ga sih dia ga beginiiii?!’
Bisa ga si sadboy ini kembali ke mode normalnya dia yang menyebalkan, agar Mika ga gugup begini?
Meskipun kegugupan itu sedang Mika tahan sekuat tenaga agar tidak nampak dihadapan Arya.
Namun belum sempat Mika menetralkan dirinya dari kegugupan sikap Arya padanya, Mika kembali dibuat benar – benar membeku di tempatnya, saat Arya lagi bicara,
“Karena gue pengennya disayang sama orang yang gue udah gue sayang juga ....”
‘Maksudnya dia?? ....’
Mika membatin disela hatinya yang sempat Mika rasa kena serangan jantung ringan secara tiba-tiba beberapa detik yang lalu.
Mika memang belum pernah pacaran.
Yang Mika selalu abaikan. Jijik malahan.
Tapi kenapa saat si Arya Narendra menyebalkan ini yang mengatakannya, Mika jadi dibuat tak berkutik?
Boro-boro mau mencibir, membaca saja aku sulit. – 😃
Untuk bergerak sedikit saja Mika tak mampu rasanya.
Jadi bagaimana mau mencibir untuk menyanggah ucapan Arya tentang sayang-sayangan itu?
Sedang coba menetralkan dirinya, hatinya, Mika kembali dibuat tak berkutik hingga panas dingin-Kala Arya bilang,
“Elo.... Mikaela Finn Adjieran Smith. Gadis judes menyebalkan, tapi belakangan bikin gue kepikiran, dan saat gue kepikiran sama dia, jantung gue langsung berasa lagi ajep - ajep. Dugem terus jantung gue akhir – akhir ini kalo inget elo Mi....”
Lalu Arya meraih dagu Mika dan membuat wajahnya dan Mika kini berhadapan, semakin Mika dibuat panas dingin oleh si sadboy itu.
Karena setelahnya, Arya bilang begini,
“Di dalem sini....”
Sambil Arya menunjuk dada kirinya, lalu berkata lagi,
“Ada nama lo....”
Lalu Arya meraih tangan Mika dan menggenggamnya lembut.
“Lo ga punya pacar kan?....” tanya Arya.
Mika menggeleng saja menjawab pertanyaan Arya yang kemudian tersenyum sumringah.
‘Iihh kenapa gue jadi begini sii??!!....’ hati Mika menjerit frustasi, karena menyadari ketidakberdayaanya dengan sikap Arya padanya saat ini.
“Jadi berhenti judesin gue ya?.... Manja aja sama gue mulai sekarang....”
Cup
Dengan cepat Arya mengecup kening Mika sekilas saja-namun lembut adanya, sebelum Mika sempat memberikan tanggapan.
“Sorry lancang ---“ kata Arya. “Abisnya gue sayang, ga tahan pengen ngecup kening cewek yang mau gue jadiin kesayangan....”
__ADS_1
‘Fix gue demam!’ batin Mika yang berbisik.
Akibat Mika rasa sekujur tubuhnya panas dingin, dan jantungnya juga sudah dugem di tempat.
“Gue suka sama lo Mi.”
Arya lagi berkata, dan Mika tak mampu bicara.
“Sayang malah.”
Arya menambahkan, dan Mika semakin kehilangan kata-kata.
“Biar lo judes banget sama gue juga, tapi judes lo itu, justru makin hari malah makin gue suka. Sampe gue nungguin hari dimana gue bisa ketemu lo lagi, terus bisa ngeledek sampe lo kesel. Makin judes lo sama gue, makin suka gue ngeliatnya. Eh, malah tumbuh jadi sayang-“
Arya tersenyum manis, Mika mau menangis.
Karena saking Mika merasa, jika bapernya sudah hampir melampaui garis finish.
“Sejudes apapun lo, tetep ga bisa nutupin wajah cantik lo. Tapi nyatanya, gadis judes itu, punya hati macam Ibu Peri. Peri judes tapi.”
Arya terkekeh kecil, dan kekehannya menular pada Mika.
“Tapi peri judes itu, udah mulai terlalu sering ganggu kinerja hati gue asal gue inget dia. Receh ya?. Tapi itu kenyataan. Perlahan, lo mulai jadi impian. Impian yang udah mulai gue sayang lebih dari sekedar ade-adean. Yang gue mau jadiin kesayangan, saking gue udah ga tahan pengen liat lo manja sama gue, Mi. Meskipun mungkin gue bukan tipe lo, tapi yakin deh gue, kalo lo ketemu sama cowok yang emang tipe lo, kayaknya boleh dibandingin sayangnya dia sama sayangnya gue ke elo. Yakin pasti lebih gede gue.”
Rasanya Mika sudah tidak sanggup lagi untuk menjaga wajahnya agar tidak merona karena cerocosan Arya itu.
“Too soon (Terlalu cepat) kalo bilang cinta....”
“.......”
“Tapi sayang gue udah kebangetan sama lo Mi,” lanjut Arya. “Dan udah ga tahan buat gue simpen lama-lama sendirian,” tambahnya. “Jadi Mi,”
Arya melepaskan satu tangannya yang menggenggam Mika, lalu beralih ke surai Mika, yang Arya usap sekilas, kemudian diselipkan sejumput ke belakang telinga Mika.
“Maafin gue ya?-“ pinta Arya.
“Kalo soal yang tadi siang-“
“Iya soal itu, ngomong-ngomong udah dimaafin guenya?”
Mika mengangguk sebagai jawaban. “Kan gue udah bilang, kalo gue ga permasalahin hal itu.”
“Makasih ya?’ ucap Arya.
Dan Mika mengangguk lagi.
“Tapi gue juga mau minta maaf untuk satu hal lagi,” Arya kembali berucap.
“Karena sering bikin gue kesel?” tukas Mika dan Arya sontak terkekeh.
“Iya itu buat itu gue juga minta maaf deh kalo rasanya salah bikin lo sering darting,” tanggap Arya.
“Hem ...”
Mika menggumam sembari tersenyum tipis saja sambil manggut-manggut. Well, rasanya Mika sudah bisa mulai santai sekarang. Jantungnya perlahan berdegup normal.
Tapi..
Tak lama.
Karena,
“Ini bukan gombal ya?. Tapi kenyataan yang pengen gue ucapkan. Lo cantik. Terutama di mata gue.”
Arya kembali berucap sambil menatap Mika dengan tatapan yang sukar untuk Mika gambarkan. Dan bukan itu saja, yang membuat Mika tidak jadi terus santai.
Karena selain tatapan lekat Arya padanya, tangan Arya-telunjuknya, yang Arya tekuk itu, mengelus dengan lembutnya satu sisi pipi Mika hingga ke garis rahangnya.
Sambil Arya berkata lagi,
“Lo cantik banget Mi .. terlalu cantik sampe bisa bikin gue minder sebenarnya buat kasih tau perasaan gue ini ke elo .. tapi mau gimana?. Gue ga sanggup nahan lama-lama buat kasih tau lo, kalo lo udah jadi pencuri. Pencuri hati gue.” Arya tersenyum teduh. “Tapi ga apa sih, gue relain deh hati gue lo curi ... cakep lo kelewatan soalnya.”
Ah, ada yang bisa pinjemin mIka remote ga sih?. Soalnya Mika mau pause dulu ini si Arya sebentar, supaya Mika bisa kabur buat menyembunyikan wajahnya yang Mika rasa tidak sanggup ia tahan untuk merona maksimal.
“Apapun tanggapan lo Mi, gue akan terima,” tambah Arya. “Tapi yang jelas gue mau minta maaf buat satu hal lagi sama lo.”
“Maaf, buat apa, lagi?..” tanya Mika dengan spontan disela gugupnya.
“Maaf kalo gue akan sering gangguin lo lebih dari sebelumnya. Karena itu akan jadi bentuk usaha gue, biar gue bisa masuk ke hati lo, terus gue huni, supaya gue bisa kasih beribu-ribu kebahagiaan buat lo.”
Dengan Arya tersenyum tampan, menatap manik mata Mika lebih dalam.
'YA ALLAH GA KUAATT!!'
♥♥♥
__ADS_1
To be continue ....