
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
Terima kasih masih setia baca yawgh.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jakarta, Indonesia,
Pada suatu waktu,
“A’ JANGAN A’, BAHAYA A’! AA BISA DIKEROYOK SAMA DIA DAN ANAK – ANAK GENG MOTORNYA ITU!”
“JANGAN ATUH AA ...”
“Jangan disamperin A’, mereka kejam ... Apalagi AA udah mukul dia tadi ... Dia pasti dendam sama AA ... Inipun Lena udah takut, besok – besok AA dijegat sama dia terus dikeroyok sama dia dan komplotannya. AA bisa mati, A’ ...”
“Ya Allah AA, mendingan kita lapor polisi daripada AA samperin dia ...”
“LAKI – LAKI BANGSAT KEK GITU MESKI DIKASIH PELAJARAN!”
“AA!!!”
♦♦♦♦
“ALVA! ALVA!-“
“Ada apa Bun??!! ...”
“YA ALLAH ALVA, ATUH SI AA MAU PERGI SAMPERIN ITU PACARNYA LENA YANG KETUA GENG MOTOR ITU LAGII!!!!”
♦♦♦♦
“Bram, tahan si Kaka.”
“Baik, Tuan Alva ...”
♦♦♦♦
“Minggir Bram! ...”
“Maaf, kami tidak bisa membiarkan anda pergi atas perintah Tuan Alva ...”
“Bilang gue yang maksa kalian semua buat minggir!”
“Tuan Alva sedang menuju kesini, Tuan Kafeel.”
♦♦♦♦
Ada Varen yang sedang mengobrol secara pribadi dengan Kafeel, selepas ia menyusul bersama Nathan ke tempat Kafeel dihentikan oleh Achiel dan beberapa orangnya.
Nathan juga ikut serta dalam pembicaraan Varen dan Kafeel yang masih berada di area tempat Achiel dan beberapa rekannya menghentikan Kafeel yang tadinya ingin menyambangi pria yang memiliki hubungan khusus dengan adik perempuan Kafeel, yakni Lena ----- setelah tadi Kafeel sudah sempat menyambanginya untuk membawa Lena yang mengendap – endap dari kamarnya untuk menemui pria tersebut.
Ada sebab yang membuat Kafeel tak berpikir panjang untuk segera menyambangi kembali pria yang memiliki hubungan khusus dari adiknya itu, setelah sang adik pada akhirnya jujur bercerita mengapa ia sampai nekat mengendap – endap dari kamarnya di waktu hampir tengah malam hanya untuk menemui pria yang memiliki hubungan khusus dengan Lena itu, padahal Kafeel sudah meminta dengan keras pada adik perempuannya tersebut agar tidak lagi menjalin hubungan dengan pria yang merupakan ketua geng motor yang banyak melakukan tindak kriminalitas.
“Sudah menjadi idiot, hem? ... Gegabah nganter nyawa sama berandalan – berandalan brengsek itu? ...”
Varen buka suara, saat ia sudah berada di hadapan Kafeel yang nampak emosi selain kacau.
“Arrghh!!!! ...”
Kafeel memekik frustasi kemudian.
♦♦♦♦
“Bunda hanya berteriak panik dan mengatakan lo mau samperin itu berandalan, dan gue belum sempat bertanya ada apa pada Bunda.”
Varen kembali berbicara, ketika Kafeel yang tadi terlihat begitu emosi dan nampak gusar ----- sekarang sudah nampak tenang.
Nathan juga ada bersama Varen dan Kafeel, namun ia belum berkomentar.
Nathan sedikit terkejut juga melihat wajah Kafeel yang biasanya tenang itu begitu emosi beberapa saat yang lalu.
Dan lagi, Nathan tidak mau dulu berkomentar, karena menurutnya Abang lebih pantas untuk bertanya kepada Kafeel yang memang sahabatnya selain orang kepercayaan si Abang Varen ----- atas masalah yang sedang di hadapi Kafeel hingga ia nampak gusar dan geram tadi.
“Jadi ada apa?” Varen melontarkan pertanyaan pada Kafeel. “Alasan Lena sampai berani kabur seperti itu kenapa?. Masih juga nekat berhubungan dengan itu berandalan meskipun lo sudah memberinya peringatan keras. Cinta mati? Lena membantah lo buat ninggalin itu berandal makanya lo geram macam tadi? ...“
Varen yang barusan berbicara seraya bertanya pada Kafeel yang lekas menjawab pertanyaan Varen barusan.
“Bukan.“
“Lalu?-“
__ADS_1
“Awalnya Lena memang mau menerima si brengsek itu karena cinta .....“
Kafeel mulai bercerita.
“Tapi kemudian Lena mengetahui tabiat asli si brengsek itu yang penjahat kelamin. Sudah pernah memang Lena putusin itu si brengsek, kalau menurut pengakuan Lena ke gue.”
“.....”
“Dan nyatanya, Lena kemakan bujuk rayunya, lalu mau kembali berhubungan sama si brengsek itu yang katanya udah insaf buat ga lagi ‘main’ sama cewe – cewe lain ....”
“Tapi Lena tahu kalau berandal itu ketua geng motor kriminal? ....” sela Varen, seraya bertanya.
“Awalnya engga.”
“.....”
“Tapi setelah ....”
Kafeel menggantung kata-katanya, seolah berat untuk meneruskan ceritanya.
“Jangan bilang Lena ----- Sorry ----- diperkosa sama berandal itu?-“
“Iya ....”
Kafeel menyahut lesu.
“Bajingan itu udah memperkosa ade gue, Va. Dan parahnya, kejadian itu direkam sama si anj*ng satu itu-“
“B*ngsat!”
Varen dan Nathan menukas geram, seraya mengumpat secara spontan.
“Itu yang bikin si Lena terpaksa ngikutin maunya itu anj*ng. Bahkan ade gue sempet dapat penyiksaan fisik kalo dia sampe nolak kemauan itu anj*ng buat ngelayanin nafsu bejatnya-”
“Emang Anj*ng!”
“Dan Lena tunjukin ke gue beberapa luka yang pernah ia terima dari si bangsat itu, yang sempet dia foto karena Lena sempet mikir buat lapor polisi....”
Kafeel lanjut bicara setelah Varen dan Nathan mengumpat lagi dengan geram selepas mendengar cerita Kafeel soal apa yang menimpa adik perempuannya itu, yang mana sudah Varen dan Nathan anggap juga sebagai adik mereka.
“Tapi keburu si bangsat itu ngancem adik gue bakal nyebarin video keparat itu kalau adik gue sampai cerita pada siapapun soal kelakuannya.... Jadi ya Lena ga berkutik-“
“Bantai aja udah!.... Abisin itu satu kelompok geng motor b*ngsat!” geram Nathan. “Jangan ada yang disisain barang satu juga!....” tambah Nathan. “Libas lah Bang!”
"Tentu harus dilibas. Sayang kalau dikasih ke polisi. Keenakan itu si b*ngsat dan kawanan pecundang kriminalnya nanti-"
♦♦♦♦
“Ga usah lo samperin dia, dia pasti bakal cari lo karena udah hajar dia, Ka....”
“Abang bener. Yakin gue juga dia pasti lagi ngerencanain buat nyerang lo, Kak-“
“Bram!”
“Saya, Tuan Alva.”
“Awasi itu pergerakan cecunguk – cecunguk bangsat.... cari tahu dari dekat rencana mereka-“
“Siap, Tuan.”
♦♦♦♦
“Fix lo dah jadi target bulan – bulanan mereka, Ka-“
“Jadi?....”
“Tapi mereka kayaknya ngawasin dulu kegiatan lo, dan bergerak saat dirasa lo sendirian, Kak ....”
“Kasih mereka jadwal kalo gitu. Beri mereka rute tetap lo pulang pergi seharian ini.”
“Oke ....”
“Bram, Achiel dan beberapa orang akan ngawasin lo dari jauh. Selain beberapa orang yang akan jaga rumah lo, meski gue yakin mereka ga akan sampai melakukan penyerangan ke sana.”
“.....”
“Lo target mereka ....”
“Lena udah dapet ancaman soal video keparat itu bakal di sebar sama si anj*ng dengan segera....”
“Dan lo udah berubah jadi idiot karena ga tau gimana mencegahnya selama ini lo ikut gue, ha? Kafeel Adiwangsa? ....”
__ADS_1
“Gue cuma ga tega kalau gue sampai lihat itu video ....”
“Biar Ann dan Rery yang kerjakan itu kalau begitu-“
“Oke-“
♦♦♦♦
“Tapi jika ingin melibas mereka semua, tidak cukup Kaka yang jadi pancingan....”
“Poppa benar....”
“Aku selalu benar....”
“Heleh....”
“Iri?..... karena kau kan seringnya jarang selalu benar jika dihadapkan dengan Drea-“
“Sabodo....”
“Halah, lo kalau buat salah sama si Kajol. Kena mental macam si John, wahai Donald Bebek tua!”
“Nah iya! Betul itu.”
“Aku salah, Heart. Aku salah. Silahkan hukum aku sesuka kamu....”
“Diam kalian bocah tengik!....”
“Hahaha!!!!!”
♦♦♦♦
Setelah saling ledek – ledekan, mereka yang sedang berbicara itu kemudian melanjutkan lagi pembahasan topik yang sedang mereka bicarakan itu dengan sedikit serius.
“That losers (Para pecundang) itu, bukannya punya dendam dengan si gengnya si Bagas, Bang?-“
“Ya-“
“Ya sudah, minta Bagas untuk terlihat dekat dengan Kaka....”
Dad R lanjut bicara.
“Karena jika kita mau melibas mereka sekali lewat, pastikan semua anggota berkumpul untuk lebih dari sekedar mengeroyok Kaka.”
“Iya, itu sudah terpikirkan olehku,” tukas Varen. “Nanti Bagas temuin lo, di tempat beberapa anggota mereka yang sembunyi untuk mengawasi lo, Ka-“
“Oke-“
♣♣♣
Saat ini,
“Gimana, Bang? ...”
Rery lantas bertanya ketika Varen telah bergabung bersamanya dan mereka yang sedari tadi bersama Rery sebelum Varen bergabung.
“Sesuai rencana ... jika memang mereka bergerak malam ini. Pastikan saja pasukanmu dan Aro siap bertarung melawan para berandalan itu, jangan hanya menang bendera saja yang sangar tapi kemampuan bertarung lembek ...” jawab Varen.
“Boleh dicoba,” kekeh Rery dan mereka yang bersamanya selepas mendengar jawaban Varen barusan, yang orangnya langsung mendengus geli ketika mendengar sahutan Rery atas cibirannya soal geng motor yang diketuai oleh Rery dan Aro.
Dimana geng motor itu terbentuk memang hanya untuk sebuah hobi balapan, bukan untuk rusuh – rusuhan, apalagi mengarah kepada kriminalitas.
Namun yang tergabung di dalam geng motor bawahan Rery dan Aro juga bukan hanya mereka yang menggilai balapan motor, namun beberapa pentolan sekolahan yang sebaya dengan Aro dan Rery.
Yang punya nyali, dan beberapa juga tokoh – tokoh tawuran di beberapa Sekolah Menengah Atas di Jakarta dan sekitarnya.
Yang macam Aro, akan maju jika ada yang menyerang sekolah mereka, atau bahkan salah satu murid yang jadi bulan – bulanan siswa iseng sok jago dari sekolah lain.
Selebihnya, hanya berkumpul untuk sekedar bercengkrama untuk menyalurkan hobi dalam balapan motor.
“Ngomong – ngomong, Kak Kafnya mana, Bang? –“
“Nanti menyusul.”
“Tuan Alva –“
“Ya, Chiel?”
“Para pecundang itu sudah bersiap untuk menghadang Tuan Kafeel selepas dari sini, Tuan.”
♣♣♣♣♣♣♣♣♣
__ADS_1
To be continue.......