
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Pesawat yang ditumpangi oleh delapan orang pewaris muda The Adjieran Smith bersama mereka yang menyertai kedelapan pewaris muda generasi adik dibawah Varen, Nathan dan Drea itu telah lepas landas dari Bandara Singapura.
Meski pulang kembali ke Indonesia bukan dengan jet pribadi yang selalunya menjadi kendaraan mereka jika bepergian lewat jalur udara, nyatanya kedelapan pewaris muda tersebut nampak fine-fine saja duduk di kabin pesawat komersil biasa.
Karena setidaknya-meski tidak menggunakan jet pribadi melainkan menggunakan pesawat komersil biasa dan duduk di kabin kelas ekonomi, namun kenyamanan bisa Mika CS dapatkan dalam perjalanan mereka ke Indonesia. Karena meskipun mereka duduk di kabin kelas ekonomi, namun satu area kabin itu telah disewa khusus untuk mereka dan rombongan saja, tidak bergabung dengan beberapa penumpang umum.
Dan meskipun kabin pesawat tempat para pewaris muda generasi adik itu adalah kabin kelas ekonomi, namun bukanlah kabin kelas ekonomi biasa yang padat penumpang dan sempit.
The Dads yang memberikan hukuman pada Mika CS memberikan tempat yang cukup lumayan untuk anak-anak mereka di kabin kelas ekonomi premium, yang mempunyai kualitas diantara kelas ekonomi dan kelas bisnis.
Dengan ukuran kursi yang lebih besar dari kelas ekonomi biasa, dan tersedia sandaran lengang yang lebih besar, sehingga menciptakan cukup ruang agar tidak bersenggolan dengan penumpang disebelah.
Yang mana ruang kaki di sekitar area tempat duduk kabin ekonomi premium itupun lebih luas sehingga dapat penumpang dapat selonjoran dengan nyaman.
♥
Selama di perjalanan udara menuju Indonesia, kedelapan pewaris muda The Adjieran Smith tidak ada yang mengeluarkan keluhan tentang pesawat yang mereka tumpangi. Kesemuanya berpikir oke-oke saja naik pesawat yang bukan jet pribadi atau jet sewaan. Yah walau signifikan sekali perbedaan luas dan fasilitas dari setiap jet pribadi milik keluarga mereka.
Mungkin ada rasa tidak nyaman pada Mika dan para saudara-saudarinya itu berada di pesawat komersil biasa yang sedang mereka tumpangi itu. Tapi kesemuanya tidak ada yang melontarkan keluhannya. Diam saja, tanpa bersikap pongah dengan membandingkan pesawat tersebut dengan jet pribadi milik keluarga mereka.
Tidak boleh menghina siapapun, jika tidak dihina lebih dulu. Itupun dengan catatan, bagaimana hinaan balik itu dipergunakan, jika memang ada yang memulai lebih dulu.
Juga jangan menghina apapun jika yang dilihat tidak sesuai selera, karena di dunia ini banyak sekali perbedaan. Hal yang jauh untuk dibandingkan, jangan dibandingkan. Kalaupun harus, lihat dulu situasi dan kondisinya.
Begitu kira-kira pesan yang orang tua mereka pernah katakan untuk dicamkan baik-baik dalam ingatan, diantara banyak nasihat dan kalimat-kalimat bijak lainnya untuk mereka pakai sebagai bekal mereka dalam bersikap diluaran. Bandel, rusuh, suka seenaknya tapi para pewaris juga dapat dikatakan adalah anak-anak yang patuh dan berbakti.
Cerdas, tak hanya dalam akademis, namun cerdas menempatkan diri. Setidaknya, punya cukup bekal untuk tahu bagaimana bergaul dan berinteraksi serta bersikap diluaran.
♥
“Ry, kata Kak Jo kamu ikutan di Project Ota?”
Itu Arya yang duduk bersama Rery di kabin pesawat yang kursinya ada dua di setiap satu baris.
“Iya Kak.”
Kemudian pembahasan kedua orang itu berlanjut ke masalah game online yang sedang dibuat Nathan di perusahaan yang ia rintis bersama Varen yang sesuai dengan hobi Nathan sebagai gamer profesional dari sejak ia SMA.
Aro, Ares bahkan Kafeel pun sesekali ikut nimbrung pembicaraan cowo-cowo pecinta game baik yang online ataupun game konsol tersebut. Sementara Val akan sesekali ikut nimbrung obrolan dengan para saudarinya yang bahasannya lebih beragam.
♥
Dua jam kemudian..
“Are we straightly go to Ake and Ene’s house ( Apa kita langsung ke rumah Ake dan Ene )? ..”
Ann segera bertanya pada para saudara dan saudarinya, kala pesawat yang mereka tumpangi telah landing dan berhenti sempurna untuk menurunkan para penumpang.
__ADS_1
Dan para saudara-saudari Ann pun mengangguk serta mengiyakan pertanyaan Ann tersebut yang meminta kejelasan akan tujuan mereka berikutnya setelah dari bandara.
“Lalu kita dari sini naik apa?” gantian Isha yang bertanya.
Namun bukan pada para saudara dan saudarinya, melainkan pada Kafeel, sambil juga memandangi Achiel bergantian.
“Jangan bilang disuruh naik bus juga?” celetuk Mika sambil ia dan lainnya berjalan membelah orang-orang di area kedatangan untuk pergi ke pintu keluar. Kafeel yang melihatnya tersenyum geli mendengar celetukan Mika.
“Tenang aja, udah ada mobil yang standby untuk menjemput kita.”
“Oh Thanks God!” tukas Ann dan para saudarinya setelah mendengar jawaban Kafeel yang melegakan untuk mereka, karena sudah terbayang sejuknya berada di dalam mobil nyaman keluarga mereka.
Setelah tadi di pesawat, mereka merasa sedikit kepanasan. Dan sekarang merasa lega, karena rasa gerah itu akan segera hilang setelah masuk ke dalam mobil keluarga mereka itu nanti, yang penyejuk suhunya aman sangat menentramkan kulit mereka.
♥
“Masuk cepetan Mi, panas nih!”
Aro berkata pada Mika saat mereka telah berada di dekat beberapa mobil keluarga mereka yang telah standby untuk mengangkut Aro CS tersebut.
“Ga mau ah. Aku mau duduk disini-“ tolak Mika sambil menunjuk pada kursi penumpang dalam mobil bagian tengah, yang memang adalah spot favorit Mika.
“Ck!” decak Aro yang nampak sebal, namun dia tetap memasukkan dirinya ke mobil yang sama dengan Mika dan mengambil tempat di kursi penumpang bagian belakang.
Lalu, Val dan Kafeel menyusul untuk masuk di dalam mobil yang sama dengan Mika, dan mengambil tempat di kursi penumpang belakang bersama Aro.
Sisanya, menaiki mobil yang berbeda.
Mika bergegas masuk mobil ketika tiga orang yang menempati kursi penumpang belakang mobil yang ia tumpangi karena ingin buru-buru duduk nyaman serta merasakan sejuknya pendingin mobil setelah pintu tertutup rapat.
♥
Mika langsung meminta bodyguard yang duduk di kursi penumpang depan untuk memaksimalkan pendingin suhu dalam mobil ketika ia telah duduk di spot favoritnya. Sambil Mika meraih air mineral dalam botol kemasan dari dalam kulkas kecil yang ada di dalam mobil keluarga mereka tersebut.
Mika melirik kursi penumpang disebelahnya yang masih kosong, sambil ia membasahi kerongkongannya yang Mika rasa kering dengan air dingin dari dalam botol kemasan.
“Ini yang-“ Mika sudah buka suara untuk bertanya karena kursi di sebelahnya masih kosong. Namun ucapannya terjeda karena pintu mobil nampak dibuka dari luar. “Ish!”
Tapi tak lama setelah pintu mobil terbuka, Mika langsung saja berdesis sinis, pun melirik sinis pada orang yang baru saja membuka pintu mobil kemudian duduk di kursi penumpang kosong di sebelahnya itu.
♥
Wajah Mika spontan tertekuk saat orang yang menurut Mika adalah cowo menjengkelkan dan Mika malas sekali kalau lama-lama berada didekatnya. Karena cowo itu kayaknya Cuma berapa detik aja anteng tidak mengganggu Mika dengan celetukan-celetukannya yang menyebalkan.
“Udah bagus kayak tadi di pesawat, jauh-jauh dari gue,” gumam Mika, lalu ia merungut. Dan cowo disebelah Mika itu, yang adalah Arya, mengulum senyumnya karena gumaman Mika ia dengar. “Nyebelin.”
“Tenang aja, gue ga akan ganggu lo selama perjalanan karena gue ngantuk!” Arya berucap, karena ia dapat menebak apa yang ada di otak Mika tentang dirinya yang sengaja memang masuk di mobil yang sama dengan Mika.
Mika terdengar berdecak, tapi Arya melebarkan senyumnya. Karena membuat Mika sebal sampai kesal padanya itu adalah hiburan tersendiri bagi Arya, sejak Mika nampak super sentimen padanya kala Arya dianggap mengganggu hubungan Drea dengan Varen.
Namun setelahnya, seperti yang Arya katakan pada Mika bahwasanya ia takkan mengganggu Mika selama perjalanan, ternyata benar adanya.
__ADS_1
♥
“Ya ampun, belum nyampe juga kita ini?” celetuk Aro yang juga sempat pulas tertidur, karena semalam ia memang kurang tidur akibat ngiderin toko suvenir dalam hotel bareng Rery dan Ares. Tidak hanya Aro dan Arya yang memang langsung tertidur tak lama setelah mobil melaju dari bandara, tapi juga Mika, Val dan Kafeel.
Yang mana, kelima orang itu memang tidur sangat larut semalam, dan bangun cukup pagi, selain memang selama di SIN, rasa-rasanya mereka lumayan beraktifitas dengan kepentingan masing-masing hingga waktu tidur mereka dirasa tidak maksimal, saking menikmati waktu saat sedang berada di negeri orang yang hitungannya jalan-jalan.
Suara Aro yang bertanya dengan suara khas orang bangun tidur itu, membuat empat lainnya mulai mendusin dari tidur mereka. Padahal sebenarnya Aro tidak ada maksud untuk membangunkan ke empat orang yang berada didekatnya itu. Aro hanya spontan saja nyeletuk ketika ia sudah mendusin, lalu menyingkap tirai kaca mobil disampingnya, yang kemudian Aro kenali daerahnya.
Dan yah, celetukan Aro itu keluar spontan. Karena setelah ia melirik arlojinya, nyatanya dua jam telah berlalu, dan dirinya beserta mereka yang berada di dalam mobil yang sama dengannya, belum sampai juga ke rumah Keluarga Cemara.
“Dari bandara ke arah bekasi saja sudah lumayan macet tadi Tuan.” Bodyguard yang matanya terus melek bersama supir selama perjalanan itu segera menjawab keluhan Aro. “Mau masuk tol Bekasinya malah lebih macet lagi.”
Aro terdengar menghela nafasnya, kemudian ia menguap. “Bekasi oh Bekasi,” gumam Aro kemudian, sambil ia geleng-geleng. “Mi, ambilin minuman kaleng.”
“Aduh Aro, ambil sendiri kenapa?..”
Mika yang masih malas-malasan diposisinya itu menyahut dengan posisi satu tangannya yang menutupi mata.
“Kalo gue nyampe, ga bakal gue minta tolong sama lo Kakak Mikaela,” cibir Aro.
Mika masih nampak bermalas-malasan di posisinya, dan Arya yang akhirnya mengambilkan minuman untuk Aro, serta untuk Val dan Kafeel yang juga ikut meminta diambilkan minuman dingin dari dalam kulkas kecil dalam mobil.
“Apa sih lo?! ....”
Mika sedikit terperanjat dikala ia telah menyingkirkan tangannya yang tadi ia gunakan untuk menutup mata dan matanya telah terbuka setelah sempat jatuh tertidur beberapa saat lalu, dirinya mendapati wajah Arya lumayan dekat dengan wajahnya. Dimana Arya kemudian mengulas senyuman.
“Tidur lo manis banget...” kata Arya kemudian.
Lalu Mika sontak terdiam, dan Arya masih mengulas senyumannya.
“Simpen rayuan lo untuk para cabe-cabean diluar sana!-“ Mika kembali pada kesadarannya, serta sikap ketusnya pada Arya.
Arya terkekeh kecil. Sementara tiga orang yang ada dibelakang Arya dan Mika itu sekedar memperhatikan saja, karena interaksi dua tom and jerry versi manusia itu dengan tingkah yang berbeda dari dua tokoh kartun ikonik dalam film itu sudah rasanya biasa mereka lihat.
Arya yang senang menjahili dan menggoda Mika, sementara Mika yang selalu bersikap judes dan ketus pada Arya, walau sekarang agak mendingan, ga dikit-dikit saling ngatain, yang biasanya memang Mika yang memulai.
Lalu Aro, Val dan Kafeel sibuk sendiri tak berselang lama kemudian, meninggalkan Arya dan Mika yang nampak sedang berinteraksi aktif itu.
“Gue ga suka cabe-cabean, gue sukanya cabe beneran,” tanggap Arya atas celetukan ketus Mika sebelumnya.
“Masa bodo!” tukas Mika yang langsung melengoskan wajahnya ke arah jendela mobil yang ada disamping kirinya. Malas melayani keisengan Arya yang sepertinya akan berkelanjutan hingga membuatnya sangat jengkel seperti biasa.
“Tapi gue serius bilang kalo tidur lo emang manis,” bisik Arya di telinga Mika.
Yang ingin segera Mika sanggah. Namun sebelum itu terjadi, ucapan Arya berikutnya membuat jantung Mika lebih terasa detakannya.
“Apa gue beneran naksir sama lo ya Mi?..”
♥♥♥
To be continue ....
__ADS_1
Semoga selalu enjoy.