
( Proses Yang Harus Dijalani )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Isola, Italia,
“Kenapa sih lo??? ...” Adalah Aro yang bersurara, ketika kembarannya itu telah berada kembali ke tempatnya semula di bagian ruang tunggu dalam kamar rawat Val.
Dimana setelah mengantar Val selepas dia diobservasi oleh Celine lalu diminta untuk beristirahat, Aro bersama enam saudara saudarinya memilih untuk tetap tinggal di kamar rawat Val sambil menunggu para orang tua, tetua dan empat kakak berikut satu calon ipar ga jadi selesai berdiskusi dengan Celine saat Aro CS menjauh dari lab yang ada di Little Star Island.
Menanggapi ucapan Aro yang serupa pertanyaan, Isha pun langsung berucap. “Aku ngecek Val udah pules apa belum?” setelah sebelumnya gadis yang sama persis ceriwisnya dengan ibu kandungnya itu sempat terlihat grasak-grusuk ke arah kamar intensif Val, lalu melongok dan berinteraksi dengan asisten Celine yang sedang menjaga Val seperti bertanya --- namun tanpa suara.
“Kenapa memangnya, Sha? –“
“Ada yang mau aku bahas dengan kalian semua.”
“Tentang? ...”
“Val.”
Isha pun menjawab para saudara saudarinya yang kompak bertanya barusan.
🌷🌷
“Kenapa dengan Val? –“
“Kalian menangkap sesuatu yang aneh dari ucapan Val waktu sebelum dia tidur ga sih?” ... Aku tuh ya kalo ga salah denger, Val nanya soal usianya bener ga 18 tahun ... Kalian engeh ga Val nanya gitu tadi? ... Aneh ga sih Val nanya kek gitu? –“
“Iya, ya? ...“
“Ya ampun! Jangan – jangan Val amnesia! –“
“Ngaco! –“
“Ish Aro!”
“Ya elo ngaco! Kalo si Val amnesia, mana mungkin dia inget sama kita orang sih?! ...”
“Iya juga sih,”
“Tapi Isha memang benar, kalau pertanyaan Val itu terdengar aneh ... Aku sempat menangkap wajahnya seperti orang tidak percaya kalau usianya 18 tahun –“
“Eh emang bisa aja loh Val kena amnesia. Aku baru inget pernah baca buku kedokteran yang ada di perpus KUJ, kalo amnesia itu banyak jenisnya –“
“Isha benar ... Jika Val lupa berapa usianya sekarang -- namun dia dapat mengingat kita semua, bisa jadi Val mengalami amnesia lakunar ...”
“Itu jenis amnesia yang membuat penderitanya kehilangan ingatan secara acak ya, Ann? –“
“Iya, May –“
“Bisa jadi sih. Val kan pernah mendapatkan tindakan penghapusan memori tentang Kak Kaf. Siapa tahu benar Val tidak ingat usianya sekarang karena efek tindakan itu.”
Kemudian Rery yang menimpali percakapan Ann dan Mika barusan. Dimana keduanya langsung manggut-manggut, diikuti juga dengan empat lainnya.
“Tapi kita tunggu saja nanti penjelasan dari The Dads and Moms, The Olds, serta dari Abang, Kak Tan – Tan, Kak Drea atau Kak Via yang sedang bicara dengan Kak Celine.”
Kembali Rery bicara. Lalu enam saudara saudarinya itu manggut – manggut lagi.
Kemudian terdiam sesaat.
🌷🌷
“Widih anak sultan pada ngumpul kek bulu ketek!...”
Adalah Arya yang datang dan memecah kesunyian yang terjadi di ruang tunggu kamar rawat Val.
“Sssttt...”
Tepat setelah Arya datang sambil berseloroh cengengesan, Mika langsung menyambutnya dengan desisan tajam.
“Sorry...”
Arya spontan menutup mulutnya ketika mendengar desisan Mika dengan satu telunjuknya yang tertempel di bibir.
“Val tidur?” tanya Arya kemudian dengan setengah berbisik.
Lalu anggukkan kompak Arya dapati sebagai jawaban dari enam ekor anak-anak sultan yang tadi ia sebut itu.
“Asal gue ke sini Val tidur terus sih?” kesah Arya.
“Nah elo ngayap terus –“
__ADS_1
“Ngayap dari mana sih??”
Arya membela diri.
“Gue kan jaga malem? Begadang. Baru tidur abis sholat subuh tadi. Itu juga gue ga langsung tidur, ngurusin kerjaan dulu di com - room –“
“Siapa?...”
Mika menukas ucapan Arya.
“Ya gue lah –“
“Siapa yang nanya? –“
“Wah! Ngajak gulet!”
Arya tertawa lebar menanggapi ledekan Mika padanya, sementara para anak sultan sisanya cekikikan melihat interaksi dua sejoli itu.
“Guys, kami tunggu di ruang keluarga.” Tak lama suara Daddy Dewa terdengar, bersamaan dengan sosoknya yang berdiri di ambang pintu ruang rawat Val – bicara pada para anak yang sedang berada di ruang tunggunya.
🌷🌷
“Kami sudah menceritakan pada Kaka, perihal tindakan yang pernah kita putuskan bersama untuk Val...“
Varen yang angkat suara, ketika para adik dibawah Nathan dan Drea tanpa terkecuali, telah duduk bersama dengannya dan beberapa anggota keluarga mereka yang lain, termasuk juga Arya. Sementara beberapa Mom berikut 3 nenek, pergi ke kamar rawat Val menggantikan The Kiddos yang kini sedang diajak bicara oleh Varen dan para Dad serta Gappa dan Ake.
Sementara Kafeel juga ikut serta ke kamar rawat Val, setelah mengetahui jika Val sedang tertidur.
“Tindakan apa?”
Arya spontan menyela, ketika Varen mengatakan hal yang barusan ia katakan kepada adik-adiknya.
“Nanti gue ceritain,” cetus Mika.
Arya lalu mengangguk. Kemudian kembali diam mendengarkan Varen bicara.
🌷🌷
“Penghapusan memori Val tentang Kaka...” Varen menjawab secara garis besar pertanyaan Arya sebelumnya.
Arya pun melongo. Namun dia tidak bertanya lebih jauh, melainkan memilih untuk mendengarkan cerita lengkapnya dari Mika saja.
Kan lumayan tuh, bisa sambil mesra-mesraan di kamar? – otak bulus Arya berkata.
“Dan hal itu, berhasil...”
“Ya.”
🌷🌷
The Kiddos kompak melongo setelah mendengar pernyataan dengan pasti kakak tertua mereka itu.
“Bukankah Kak Celine mengatakan jika hal itu tidak bekerja pada orang yang sedang koma? –“
“Iya memang... akupun berpikir seperti itu...”
Varen menukas ucapan Rery.
“Tapi aku dan Celine mengatakan begitu sebagai sebuah kemungkinan. Yang mana kemungkinan itu bisa terjadi diluar dugaan, dan itu yang sedang terjadi sekarang. Val mungkin terkena Highly Superior Autobiographical Memory, atau amnesia lakunar.”
Varen menambahkan ucapannya, lalu Rery dan The Kiddos lainnya menganggukkan paham.
Terkecuali dua anggota The Kiddos yang paling muda – ikut mengangguk juga sih, tapi paham banget sih engga.
The Kiddos kemudian diam dalam duduk mereka. Sama – sama merasa kasihan pada Kafeel. Begitu juga Arya. Yang walau belum dengar cerita perihal penghapusan memori Val secara lengkap, namun satu yang ia tangkap, jika Val lupa pada Kafeel.
Dan hal itu membuat Arya merasa mencelos juga, membayangkan perasaan Kafeel yang sampai dilupakan oleh wanita yang amat ia cintai. Arya sendiri saja tidak bisa membayangkan jika itu adalah dirinya.
🌷🌷
“Ada satu hal lagi yang perlu kalian ketahui mengenai kondisi Val.” Tak lama setelah keheningan menyusup diantara mereka yang sedang berkumpul bersama dalam satu ruangan itu, Poppa lalu berbicara. “Val mengalami kemunduran ingatan.”
“Heu?...” The Kiddos dan Arya lalu kompak terperangah.
“Val terjebak dalam memori dirinya yang masih berusia 14 tahun –“
“Hah?!”
The Kiddos dan Arya tambah terperangah.
Poppa mengangguk.
“Untuk satu hal itu, Celine telah memberitahu jika dia telah berusia 18 tahun. Namun menurut Celine jika Val tidak percaya dengan kenyataan itu.”
Poppa sambung bicara.
__ADS_1
“Pantes tadi Val tanya ke kita orang soal bener atau engga dia sekarang udah lapan belas tahun –“
“Lalu kalian bilang apa?”
🌷🌷
“Karena kami ingat pesan Rery yang sebaiknya kita orang ga usah jawab pertanyaan Val kalo rasanya ada yang bikin heran, ya kita ga jawab pertanyaan Val yang itu.”
Aro yang lalu menjawab pertanyaan ayah kandungnya dan Isha yang menukas ucapan Isha mengenai perkataan Val sebelum satu saudari mereka itu tidur.
“Terus kita paksa Val istirahat, sambil kita alihin ke topik yang lain, terus dia langsung deh tuh mau tidur—“
“Ya sudah kalau begitu—“
“Terus kita harus gimana?”
Mika menukas ucapan ibu kandungnya yang sebelumnya bersuara.
Sambil Mika menatap Mom Ichel dan para orang tua dan tetua serta dua kakak lelakinya bergantian.
“Untuk mengatakan lagi tentang usianya, kita perlahan saja memberitahukan hal itu pada Val. Toh kita dapat menunjukkan foto – foto nanti untuk meyakinkan jika usianya sudah 18 tahun saat ini...”
Daddy Jeff yang menjawab pertanyaan Mika yang kemudian langsung mengangguk.
Lalu Daddy Jeff kembali berbicara. “Namun seperti yang aku katakan, ceritakan semua yang terjadi pada Val dari sejak ingatan terakhirnya untuk dikaitkan dengan masa yang sekarang dengan perlahan.”
Mika mengangguk lagi.
Begitupun Aro, Isha, Rery dan Ann.
Termasuk Aina dan Ares.
“Lalu tentang Kak Kaf?” cetus Ann. “Bagaimana Dad?”
Kembali Ann bertanya pada Dad R. Namun satu Daddy itu tak langsung menjawabnya, karena Dad R nampak melamun.
🌷🌷
Tentang Kak Kaf, yakni Kafeel yang dimaksudkan Ann, telah juga diceritakan apa yang sudah pria itu sampaikan di hadapan para orang dewasa dalam keluarga mereka.
Yakni jika Kafeel telah ikhlas menerima takdir yang harus ia jalani saat ini. Dilupakan oleh Val. Lalu setelah dua hari berlalu, Kafeel membuat keputusan untuk hengkang dari Little Star Island.
Karena selama dua hari itu, Val yang sedang sedikit demi sedikit diyakinkan jika usianya sudah 18 tahun saat ini, nampak masih sulit menerima kenyataan yang ada.
Malah Val masih agak syok.
Dan karena hal itu, selama dua hari setelah ia diberitahukan fakta jika Val telah diberikan tindakan penghapusan memori tentang dirinya yang mana berhasil namun juga kebablasan.
Dalam hal ini efek tindakan tersebut yang difokuskan untuk melupakan Kafeel , menjalar pada ingatan Val yang lain.
Tepatnya, masa dari ingatan sejak pertama Val benar – benar berkenalan dengan Kafeel saat gadis itu masih remaja unyu – unyu pun ikut terhapus juga.
Jadi Val merasa jika dirinya masih 14 tahun saat ini.
Yang kenyataan itu bersama rentetan ceritanya, sedang sangat perlahan diberitahukan pada Val. Dan kian perlahan, karena Val terlihat sulit menerima jika 18 tahun usianya sekarang.
Karena saat Val coba keras mengingat, keluhan kepalanya terasa sedikit nyeri akan keluar dari mulut gadis itu.
Dan semua itu tak luput dari perhatian Kafeel, yang memutuskan untuk menjaga jarak dari Val.
🌷🌷
Kafeel sudah tidak lagi berada di Little Star Island. Pria itu sudah bertolak ke dari sana untuk kembali ke Ibu Pertiwi. Juga kembali kepada ibu dan adiknya.
‘Pria yang sering memperhatikanku dari jauh itu, sepertinya sudah tidak aku lihat sejak kemarin? ...’
Adalah Val yang sedang membatin dalam hatinya, saat ia tengah duduk – duduk di halaman depan kastil pada Little Star Island.
“Kenape Val? ...” dan pertanyaan itu tercetus spontan dari Ene Bela yang sedang menemani Val duduk – duduk cantik di halaman depan kastil bersama beberapa anggota keluarga mereka lainnya.
Karena Ene Bela perhatikan, Val yang sudah memegang segelas jus jeruk itu tidak langsung meminumnya. Melainkan Val nampak celingukan.
“Itu, Val tidak melihat pria yang kalau tidak salah, pertama kali Val melihatnya di sana. Saat Val dibawa Abang untuk berjalan – jalan di luar kastil.”
Val menjawab pertanyaan Ene Bela barusan, sambil ia menunjuk ke arah dimana ada padang golf berukuran tidak luas yang berada pada halaman kastil di depan Val sedang duduk bersama beberapa anggota keluarga lainnya.
“By the way, siapa sih dia?—“
“Kafeel Adiwangsa—“
Praanngg!
Di detik dimana Val mendengar Drea menyebutkan satu nama, di detik itu juga gelas dalam genggaman Val terlepas.
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
To be continue....