HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 25


__ADS_3

Terima kasih masih setia


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading yah....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


London, England...


The Great Mansion of The Adjieran Smith...


Dimana ponsel milik seorang Daddy  yang mulai naik tensi darahnya masih menempel di telinga si empunya.


Telinga Daddy R.


Yang orangnya sering berdesis sinis sejak telepon dari anak gadis kandungnya yang sedang berada di belahan dunia yang berbeda Daddy R terima.


“Mengerti tapi aku tidak mau tahu! ... Jika Daddy tidak mau segera datang kesini dan melamarkan Kak Kafeel untukku, aku akan ...”


Suara sang putri kandung yang sedari tadi merengek pada Daddy R itu pun terdengar lagi. Dan kali ini kalimat dari putri kandung Daddy R yang tak lain tak bukan adalah Val alias Valera itu berindikasi ancaman, namun kalimatnya menggantung di akhir.


“Kamu mau mengancam Dad-mu ini hah?!” Daddy R pun berseru dengan matanya yang masih mendelik, juga satu tangannya yang berada di pinggang. Sementara satu Papa yang tadi sedang bersama Daddy R akhirnya ikut berdiri juga, melihat satu saudaranya yang nampak gusar setelah menerima panggilan telepon yang masuk ke ponselnya.


“Iya!” Ah, sahutan terlontar dari suara nyaring di seberang sambungan telepon ponsel Daddy R dengan entengnya.


Ga ada takut-takutnya.


“Anak ini ...”


Daddy R sontak menggumam dan menggeram disaat yang bersamaan.


“Kalau Daddy tidak mau mengabulkan permintaanku, Aku akan Ka-Win La-Ri!”


Dan ancaman yang luar angkasa hingga membuat Daddy R menganga terdengar dari mulut putri kandungnya yang masih tersambung dalam sambungan telepon di ponselnya.


“Ya sudah, lari sana!” Daddy R yang sudah jengkel itu kemudian menyahut dengan entengnya.


“Aaa Daddyy!! ..”


“Kalau perlu kamu lari keliling Indonesia atau dunia sekaligus agar masuk ke dalam Buku Rekor Dunia!”


“Aaa Daddyy!! ..”


“Hentikan rengekan mu yang memekakkan telinga Daddy-mu ini, dan kubur permintaan gilamu barusan! Jangan pernah kau memintanya lagi padaku!. Atau akan Dad jauhkan kamu seumur hidup dari Kak Kafeel mu itu dan Dad kirim kamu ke Kutub Utara. Mengerti?!”


“Aaa Daddyy!! Daddy jahaattt! ..”


“Masa bodoh!” ketus Daddy R. “Mau Dad kirim ke Kutub Utara?!”


“Aaa tidak mauu!! ..” Diseberang sana putri kandung Daddy R masih merengek. “Aku maunya menikah dengan Kak Kafeel ..”


“Benar-benar akan Dad kirim kamu ke Kutub Utara kalau kamu tidak menghentikan rengekanmu itu agar sekalian kau pa-caran dengan beruang kutub!”


Sedang nge-gas Daddy R.


“Nah, nanti baru akan aku lamarkan itu beruang kutub untukmu!”


Klik!


Tak mau memperdulikan rengekan Val yang bisa membuat tensinya semakin naik, Daddy R pun dengan cepat mematikan sambungan teleponnya dengan sang putri kandung yang sedang merengek tak karuan itu.


“Benar-benar membuatku pusing! ...”


Daddy R menggumam kesal setelah ia mematikan sambungan teleponnya dengan Val.


“What’s wrong ( Ada apa ), R? ...”


Itu satu Papa Lucca yang langsung bertanya ketika Daddy R sudah nampak terlihat selesai dengan sambungan teleponnya.


Papa Lucca.


Yang penasaran sekaligus terkejut juga, dengan nada suara Daddy R yang sedikit meninggi saat melakukan berbicara dalam sambungan telepon tadi.


Karena sedari tadi memang Papa Lucca sudah bersama Daddy R lebih dulu.


Dan saat ini, semua orang yang sedang berada di Mansion Utama keluarga The Adjieran Smith yang berada di London dan sudah keluar dari kamar mereka, juga sudah mengerubung di dekat Daddy R dan Papa Lucca akibat mendengar suara Daddy R yang sepertinya sedang marah-marah.


“Ada apa, Hon? ...”


Termasuk Mommy Ara yang juga sudah ada ada di dekat Daddy R dan Papa Lucca, bersama dua tiga orang tua lainnya.


Sementara dua remaja yang tinggal di Mansion Utama, belum kelihatan batang hidungnya. Hanya tiga pasang orang tua saja yang kini sedang terlihat berkumpul di teras halaman belakang. Dimana empat diantaranya baru saja bergabung, karena sedikit terkejut mendengar suara Daddy R yang nampak seperti sedang marah-marah tadi.


Pertanyaan ‘Ada apa’ pun, juga tidak hanya keluar dari mulut Papa Lucca dan Mommy Ara, yang langsung menyapa Daddy R setelah ia mematikan sambungan teleponnya dan berbalik badan dengan bergumam dan berdesis sinis dan kesal.


Mama Fabi, Poppa dan Momma yang juga sudah ada itu ikut mempertanyakan, dengan raut wajah penuh tanda tanya setelah sempat terkejut. “Kau bicara dengan siapa barusan?” itu Poppa yang bertanya. - Poppa, emak angen ih.😁


“Val,” jawab Daddy R.


“What’s wrong? ( Ada apa? )”


Papa Lucca bertanya lagi.


“She asked me for a stupid and crazy thing ( Dia meminta sesuatu hal yang bodoh dan gila padaku )”


Daddy R mendengus kemudian sembari ia geleng-geleng sendiri.


“What is it? ( Apa itu? )...” Mommy Ara yang bertanya pada suaminya yang nampak gusar, setengah frustasi itu.


“Satu putri kita itu, memintaku untuk datang ke Jakarta dan melamarkan Kafeel untuknya.”

__ADS_1


Dan lima orang tua itu pun kompak menganga selepas mendengar ucapan Daddy R.


“Aku rasanya tidak pernah bermain dengan ulat bulu saat kamu hamil Val dulu, Babe.”


Daddy R berucap.


“Tapi kenapa anak kandung kita jadi gatal seperti itu, huh?!”


Menggerutu kemudian.


♥♥♥♥


R Corp, Jakarta, Indonesia...


Lounge Utama R Corp.


“Aaa Daddyy!! Daddy jahaattt! ..” Suara rengekan Val masih terdengar di dalam Lounge Utama R Corp.


“Masa bodoh!”


Suara ketus Daddy R terdengar menyahut dari sebrang sambungan telepon Val dalam ponselnya.


“Mau Dad kirim ke Kutub Utara?!”


“Aaa tidak mauu!! ..” Dan rengekan kembali terdengar kala kalimat ancaman dari Daddy R terdengar dari sebrang ponsel. “Aku maunya menikah dengan Kak Kafeel ..” Rengekan Val masih bersambung.


“Benar-benar akan Dad kirim kamu ke Kutub Utara kalau kamu tidak menghentikan rengekanmu itu agar sekalian kau pa-caran dengan beruang kutub!”


Suara Daddy R dari dalam ponsel Val itu terdengar sedikit meninggi dan kesal.


“Nah, nanti baru akan aku lamarkan itu beruang kutub untukmu!”


Klik!


“Aaa Daddyy!!”


Dan Val kembali merengek karena Daddy R memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


“Daddy R jahaattt! ..”


Val merengek dan merutuk di saat yang bersamaan.


Lalu Val menghempaskan kasar bokongnya ke atas sofa yang ada di Lounge Utama, sambil masih memegangi ponselnya, lalu ia duduk bersedekap sembari menghentakkan kakinya pada lantai beralaskan karpet di bawahnya itu.


“Masa aku disuruh pacaran sama beruang kutub?!! ...” Val menggumam seraya menggerutu.


Melihat Val telah selesai melakukan panggilan telepon yang diketahui, jika Val baru saja berbicara dengan Daddy R, Varen dan Andrea menghampirinya.


Sementara Harsena sudah diminta keluar oleh Varen untuk kembali ke mejanya. “Kak Drea! Abang! Bantu Val bujuk Daddy R dong!”


Dan wajah memelas tanpa dosa Val tunjukkan pada dua kakaknya itu.


“Sadar se-sadar-sadarnya.”


Val menyahut mantap.


“Permintaanmu itu tidak masuk akal dan gila!”


Varen menegaskan pada adiknya yang cantik iya, imut, namun kadang manjanya berlebihan, menjadi terasa menyebalkan bagi Varen.


Beda kalau Drea yang manja. Kalo itu Varen akan merasa jadi senang. Tapi kalau Val, apalagi dia sedang merengek akan sesuatu, sungguhlah sering menjengkelkan.


Apalagi ini, merengek untuk sesuatu yang tidak masuk akal kalau kata Varen, kurang lebih sama dengan pendapat Daddy R.


“Mana ada wanita yang melamar laki-laki?! ...” Varen melanjutkan keluhannya.


“Ada tuh di India! ... Laki-laki di India kan, pihak wanitanya yang melamar!”


Tapi tentu saja Val punya stok kalimat balasan.


“Ya sudah sana pindah ke India!” sambar Varen dengan cepat dan ketus.


Varen ikutan jengkel seperti Daddy R sekarang. Sementara Andrea hanya mesam-mesem saja, dan baru bersuara saat Varen dirasa sudah tak lagi mau bicara pada adik kandungnya itu.


“Abang benar tau Val, mana ada perempuan yang melamar laki-laki ...” ucap Andrea yang ingin menenangkan Val.


“Macam-macam saja kamu ini, Val!” sambar Varen lagi seraya melirik sinis dari duduknya pada Val yang sedang di elus-elus kepalanya oleh Andrea.


“Abang nih sama kayak Daddy!” seru Val. “Tidak mengerti perasaan Val,” lanjutnya. “Kalian itu tidak sayang pada Val! Jangan-jangan aku ini anak pungut sebenarnya, hiks! ...”


“Oh God ...”


Varen langsung memijat keningnya.


Luar angkasa sekali pemikiran adik kandungnya itu bukan?.


“Pasti aku anak pungut, iya kan? Makanya Abang sama Daddy tidak mau mengabulkan permintaanku? .. hiks ...”


Bukan merengek lagi, kini Val sudah merajuk dengan mata yang berkaca-kaca.


“Jangan-jangan aku tertukar saat bayi lalu sekarang kalian sudah menemukan anggota keluarga yang sesungguhnya makanya sekarang aku diabaikan ... hu-uu ...”


Val menambahkan isakan kecil dalam rengekan-nya.


“Oh astaga.”


Andrea dan Varen terperangah dengan pemikiran makhluk berwajah imut didepan mereka itu


“Benar ya begitu? ... Val ini anak pungut, iya?! ...” Makhluk berwajah imut itu memandang pada sang Abang, dengan matanya yang berkaca-kaca.


“Valeraa—“ Varen hendak berbicara.

__ADS_1


Rencananya.


“Katakan aja Abang, kalau memang benar begitu kenyataannya ...”


Tapi Val sudah keburu memotong ucapan Varen.


“Biar Val yang pergi dari keluarga ini, andai kalian sudah tidak menginginkan keberadaan Val lagi. Val ikhlas ... Hiks ...”


‘Demi Nunu dan Nana ... bagaimana bentuk otak adikku yang satu ini ...’


Varen membatin frustasi.


Ah Varen ikutan pusing seperti Daddy R.


Varen membatin sembari melirik dan geleng-geleng pada adik kandungnya yang kini sedang menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


‘Ini si Val kan tinggal di London. Tapi kenapa dia buat drama macam drama lokal disini?. Haduh, Val, Val ... Aya, aya wae kalo kata Momma!’


Sementara Andrea membatin geli dan bibirnya mesem-mesem, sambil melemparkan pandangan pada Varen yang juga sedang memandangnya.


“Hentikan rengekanmu, Val! ...” kata Varen.


“Tuh kan, Abang sudah mulai menunjukkan ketidak perdulian Abang sama Val ... Hiks!”


Ah, Val. Bikin Abang Varen mendengus frustasi kemudian.


“Benar kan Val anak pungut? Bukan adik kandung Abang? Bukan anak kandung Daddy R dan Mommy Ara? Bukan juga anak dari Moms dan Dads dalam The Adjieran Smith Fam? Hiks ...”


Masih saja Val merengek yang ditambah dengan isakan. Membuat Varen geleng-geleng, dan berkali-kali menghela-hembuskan nafasnya.


“Val—“


“Eh, Val cantik kenapa? ...”


Andrea yang barusan bersuara hendak membujuk Val itu tidak jadi melanjutkan kalimatnya, karena kedatangan seseorang yang kiranya dapat menjadi penyelamat keadaan, penghilang peningnya Abang Varen.


**


“Eh, Val cantik kenapa? ...”


Itu Kafeel yang baru saja masuk ke dalam Lounge Utama.


“Kenapa Va?” tanya Kafeel pada Varen seraya ia mendekati Val yang masih menutupi wajahnya itu.


“Lo tanya aja langsung lah sama dia.”


Varen menyahut datar pada Kafeel yang kini sudah bersimpuh dihadapan Val.


Kafeel pun langsung melengos pada Val.


Dirapihkannya rambut hitam kecoklatan dengan model layer yang sedikit berantakan pada tangan yang sedang menutupi sebuah wajah imut.


Kafeel kemudian memegang kedua tangan Val yang menutupi wajah imut itu.


“Val cantik kenapa? ...”


Lembutnya suara Kafeel yang bertanya pada Val.


Val terisak kecil saat Kafeel telah membuka kedua tangan Val yang kemudian di letakkan Kafeel di atas kedua paha adik kandungnya Abang Varen yang sudah meraih sang istri untuk duduk di atas pangkuannya.


Meski begitu, walau space di samping Val yang tadi diduduki Andrea sudah kosong, Kafeel masih memilih untuk bersimpuh di depan Val yang setengah terisak itu.


“Val dimarahi Abang? ...” tanya Kafeel dan Val menggeleng.


“Val ternyata hanya anak pungut Kak ...” lirih Val.


“Haa? ...”


Dimana Kafeel langsung menoleh ke arah Varen yang sedang memangku Andrea dan nampak juga mendengus di tempatnya.


Kafeel mengharapkan jawaban dari Varen sebenarnya.


“Val ... Itu tidak mungkin cantik,” kata Kafeel dengan lembutnya pada Val, yang sudah kembali memperhatikan Val karena belum dapat jawaban yang jelas dari Varen.


Dimana Varen mengendikkan bahunya masa bodoh kala Kafeel menoleh padanya selepas Val mengatakan dirinya adalah anak pungut.


Jadi Kafeel menunda saja untuk bertanya lebih jauh, karena rasanya Kafeel tidak tega melihat Val yang sepertinya habis menangis di mata Kafeel itu.


“Iya itu benar, Kak. Val ini sepertinya hanya anak pungut saja ... buktinya Daddy R sama Abang tidak mau mengabulkan permintaan Val, dan malah membentak-bentak Val ...”


Val nampak terluka. Sementara Drea tetap saja mesam-mesem. Dan Varen memutar bola matanya malas.


“Itu sangat tidak mungkin, Val cantik,” ucap Kafeel sembari mengusap lembut kepala dan rambut Val. Ia masih bersimpuh didepan adik kandungnya Varen itu.


Val lalu mengangkat wajahnya, menatap Kafeel.


“Bawa Val pergi Kak!” Dengan cepat juga Val memeluk Kafeel yang lumayan terkejut saat Val menegrep-nya, lalu tangan Val melingkar erat di bahunya.


Namun Kafeel tak menyegerakan Val agar melepas pelukannya yang tiba-tiba itu. “Pergi?” tanya Kafeel., yang mengusap-usap punggung Val.


Dan anggukan Kafeel rasakan di pundaknya, dimana Val meletakkan kepalanya di satu sisi pundak Kafeel.


“Ayo kita kawin lari!”


“Heeuu??!!”


AA Kafeel pun melongo.


♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2