
Noted: Baca episodenya dulu, baru klik tanda jempolnya jika berkenan ya.
Thank You
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia
“Katakan berapa target jumlah tabungan Kak Kafeel untuk sampai melamar dan menikahi Val. Dimulai dari berapa jumlah tabungan Kakak sekarang, nanti tinggal Val kalkulasikan dengan pendapatan Kak Kafeel setiap bulan, lalu bla ... bla ... --- ” cerocos Val.
Dan Kafeel pun dibuat melongo pada Val yang bercerocos ria, setelah Kafeel mengatakan jika ia ingin membiayai sendiri acara lamaran dan pernikahannya dengan Val sedikit banyak, tanpa menampik pastinya akan ada andil dari keluarga besar Val dalam kedua acara tersebut yang memang sudah Kafeel niatkan untuk diwujudkan.
Hanya saja tidak sesegera mungkin, karena ya itu, Kafeel ingin mengumpulkan uang terlebih dahulu agar setidaknya-meskipun nanti ada andil biaya dari keluarga Val yang sudah pasti akan ada sih sebenarnya, namun paling tidak, Kafeel punya keinginan untuk membiayai kedua acaranya dengan Val nanti, dengan dominasi dari hasil jerih payahnya sendiri.
“Val harus memastikan target Kak Kafeel, agar Kakak tidak beralasan lagi nanti untuk menunda-nunda melamar dan menikahi Val----“
Namun ya itu, Val yang punya mimpi untuk menikah muda itu, selain memang karena sudah resmi menjalin hubungan asmara dengan Kafeel, nampak tak sabar menunggu, dan entah kenapa Val seolah selalu menemukan celah untuk membuat Kafeel tak berkutik.
Seperti tadi contohnya, saat Kafeel membahas tentang apa yang menjadi pertimbangan untuk menikah, berakhir dengan dirinya yang diroasting oleh Val dengan masalah umur, berikut kemungkinan-kemungkinan soal cibiran orang.
Dan sekarang, maksud Kafeel adalah, memberikan gambaran jika ia senantiasa memiliki target nominal uang untuk melamar dan menikah dengan Val agar juga tidak mendapat cibiran jika dia aji mumpung dengan kekayaan keluarga Val, yang tak terhingga jumlahnya.
Juga, Kafeel ingin kelak Val merasa bangga pada dirinya yang bisa mewujudkan mimpi Val untuk menikah dari hasil jerih payahnya.
Lagipun, Kafeel sendiri belum menargetkan jumlah nominal dengan pasti berapa modal-istilahnya, yang ia perlukan untuk melamar dan menikahi Val.
Paling tidak, sampai nanti Kafeel tahu, konsep pernikahan apa yang Val inginkan.
Karena Val pasti punya mimpi akan tema pernikahannya bukan?.
Tapi lagi-lagi, buah pikiran Val seolah di luar jangkauan Kafeel.
Alih-alih mendapatkan pengertian Val soal hal kemandirian yang Kafeel sematkan dengan target nominal tabungan yang ia katakan, Val malah jadi mau hitung-hitungan soal jumlah uang Kafeel ditabungan, yang akan di kompilasi lalu dikalkulasi dengan penghasilan Kafeel sebagai tangan kanannya Abang.
“Salary resmi Kak Kafeel kan ga hanya dari Abang ya?, dari Daddy R, dari Perusahaan Utama juga ada..... Bla... Bla...”
‘Oh Val.....’
Membuat Kafeel ingin menepak jidatnya sendiri.
Mommy Ara berikut beberapa Moms yang bersamanya, serta juga Gamma dan Nenek Yuna mendengus geli saja dengan tingkah Val, serta melihat ekspresi wajah Kafeel yang nampak pasrah tak habis pikir.
“Val.....”
Kafeel memanggil lembut pada kekasih kecilnya yang baru selesai mengoceh itu.
Entah apa bunyi ocehan Val yang terakhir, Kafeel tidak terlalu memperhatikan. “Kita bicarakan tentang ini nanti ya?.....”
Kafeel berkata pada Val kemudian.
“Lebih etis kalau dibicarakan berdua terlebih dahulu..... Bukan begitu?”
Lalu Kafeel membujuk seraya berucap untuk memberikan kekasih kecilnya – yang mana pola pikirnya itu kadang diluar dugaan, sebuah pengertian lewat kalimatnya yang menyiratkan suatu makna, bahwasanya Kafeel ingin berbicara secara pribadi terlebih dahulu dengan Val untuk rencana masa depan mereka, sebelum dibawa untuk dibahas didepan keluarga.
“Ya sudah deh kalau maunya Kak Kafeel seperti itu.....” jawab Val.
♥
“Moms, Gamma, Nek Yuna, Val, aku permisi sebentar.....” ucap Kafeel seraya ia berdiri, saat ponselnya berdering.
Mereka yang Kafeel sebutkanpun mengangguk.
Lalu Kafeel berlalu dari hadapan mereka, sambil memegang ponsel yang tak berapa lama ia tempelkan di telinganya sambil Kafeel berjalan ke arah luar ruang santai keluarga dalam kediaman utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta itu.
“Hei Val, Mika, kalian mau ikut spa tidak?.....”
Ann yang tadi tidak terlihat ada di ruang santai, kemudian muncul lagi ke dalam ruangan tersebut.
Mika langsung berdiri dari tempatnya. “Mau dong.”
“Kamu Val?-----“
__ADS_1
Ann beralih pada Val.
“Mau sih, tapi aku mau ikut Kak Kafeel-“
“Cie Val, ingin pergi kencan ya?” goda Ann.
Val pun mesam – mesem. “Begitulah---“ sahut Val.
Ann tersenyum lebar, sementara Mika nampak biasa saja menanggapi salah satu saudarinya yang sedang dimabuk asmara itu.
“Mika ga ngiri?.....” lalu celetukan iseng datang dari belakang Mika yang sudah berdiri dan hendak keluar dari ruang santai.
Dan Mika spontan berbalik, sambil menatap sebal pada orang yang barusan melontarkan celetukan padanya.
Dimana orang tersebut malah cengengesan dengan menyebalkannya di mata Mika. “Sadboy usil!” ketus Mika.
Lalu Arya terkekeh dan Mika langsung balik badan.
“Kak Arya mau ikut spa? ....” Ann bertanya pada Arya saat Mika berlalu.
“Pengen sih Ann, tapi habis dari sini mau ke rumah Kak Kafeel, jadi kayaknya mepet waktu .....” jawab Arya.
“Oh ya sudah kalau begitu,” Sahut Ann pada Arya, lalu beralih pada Rery dan Aro. “Aro, Rery, kalian bagaimana? ....”
“You guys better take some massage regarding a lot of exercise that you guys just did ( Kalian sebaiknya pijat saja karena kalian kan telah melakukan banyak kegiatan tadi ) ....”
Mama Fabi berbicara pada Aro dan Rery.
“We want Mama ( Kami mau Mama ). Tapi seperti yang dibilang Rery, we want take some massage only with the man theraphist ( kami hanya mau mendapatkan pijatan hanya oleh terapis pria )” Aro yang menanggapi usulan Mama Fabi.
“Ya sudah Ann, bilang pada Joy untuk memanggilkan beberapa terapis pria untuk Aro dan Rery dan tanyakan pada saudara lelakimu yang lain jika ada yang ingin massage juga dengan terapis pria, jadi Joy tahu persis berapa orang terapis pria yang harus ia panggil untuk datang kesini ....”
Mom Ichel angkat bicara.
“Okay Mom Ichel!---“ sahut Ann.
*
“Kak Kafeel.” Val berpapasan dengan Kafeel yang nampak telah selesai menerima panggilan telepon saat ia hendak menyusul kekasih setengah om – omnya itu untuk menanyakan sesuatu.
“Hey Val ---“
“Mau kemana? ....” tanya Kafeel.
“Menyusul Kakak -----“ jawab Val. “Mau menanyakan, apa Kak Kafeel jadi mau mengajak Val bertemu Bunda dan Lena----“ sambung Val. “Karena kalau Kak Kafeel jadi mengajak Val bertemu Bunda dan Lena, Val ingin berganti pakaian ....”
“Iya jadi.”
Kafeel menyahut.
“Ini barusan Bunda ngabarin kalau sebentar lagi udah mau sampe di rumah, dan aku disuruh menyampaikan ke Uncle Rico dan Aunt Shireen ....” tutur Kafeel kemudian.
“Kalau begitu Val ganti pakaian dulu yah? ---“
Val berucap manja. Dan Kafeel mengangguk seraya tersenyum.
“Tunggu sebentar ya Kak? ---“ kata Val dan Kafeel mengangguk lagi.
Dan Val pun hendak berlalu dari hadapan Kafeel untuk pergi ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.
Namun belum sempat Val melangkah, Kafeel sudah memanggilnya. “Val....”
“Ya, Kak Kafeel?....”
Val pun menyahut.
“Val benar tidak merasa letih?---“
“Tidak sama sekali!”
Val menyahut lagi, kini dengan antusias.
Kafeel pun tersenyum.
“Tapi apa Val sudah ijin pada The Dads and The Moms serta Kakek dan Nenek untuk pergi dengan aku?....”
__ADS_1
Kafeel lalu bertanya lagi.
“Oh iya! Belum!”
Val dengan cepat menyahut, lalu menunjukkan barisan giginya pada Kafeel.
Kafeel mendengus geli sambil geleng-geleng. “Kamu nih....”
Kafeel mencubit gemas hidung Val.
“Ijin dulu ya?----“
“Pasti diijinkan Kak....”
“Meski begitu, tetap Val harus meminta ijin dulu pada The Dads dan The Moms, termasuk pada para Kakek dan Nenek ---“
Kafeel menasehati Val dengan lembut.
“Oke?....”
“Okay duey suamiku!---“
‘Val.... Val....’ Kafeel membatin seraya tersenyum geli melihat tingkah polah kekasih kecilnya itu.
♥
Ijin untuk pergi didapatkan oleh Val dan Kafeel dari para orang tua dan tetua.
“Kau benar-benar akan membawanya ke rumah Bundamu kan?....” ucap seorang Daddynya Val sambil memicingkan matanya pada Kafeel, setelah Val dan Kafeel meminta ijin pada para Dad yang ada ruang billiard.
Dimana Val telah lebih dulu keluar dari ruang billiard untuk pergi ke kamarnya dan berganti pakaian.
“Ya ampun Uncle, untuk apa aku bohong?. Bisa cek nanti ke Bunda langsung apa aku membawa Val ke rumah kami atau engga---“
Kafeel menampik kecurigaan seorang Daddy yang paling besar tubuhnya diantara para Daddynya Val yang lain.
“Lagipula kan ini ....”
Kafeel menunjuk pada Uncle Rico yang telah berdiri disisinya bersama anak sulungnya, karena ayahnya Arya dan Sony itu juga hendak berpamitan pada The Dads yang ada di ruang billiard bersama juga Nathan.
“Juga mau ketemu Bunda sama Lena di rumah ....”
“Aku hanya memastikan jika kau tidak memiliki niat buruk pada Val ....” ucap Poppa.
“Astagfirullah ....” jawab Kafeel pada nyinyiran Poppa, sambil memasang wajah terluka yang dibuat-buat.
Dimana mereka yang sedang berada di dekat Kafeel pun terkekeh melihatnya.
“Bocah tengik!”
Termasuk juga Poppa yang kemudian memiting canda leher Kafeel.
♥
“Uncles,”
Kafeel yang masih berdiri di tempatnya itu berucap sambil memandang pada semua Daddynya Val yang berada di ruangan yang sama dengannya saat ini, sambil menunggu Val selesai mengganti pakaian di kamar pribadinya.
“What’s wrong, Boy (Ada apa, Nak)?....” Papa Lucca yang berada di samping Kafeel sambil ia bersandar pada salah satu meja billiard, yang menyahut sekaligus bertanya pada Kafeel.
“Mungkin ini terlambat aku tanyakan---“ ucap Kafeel. “Dan aku mohon maaf sebelumnya ....” sambung Kafeel.
Dengan wajah yang nampak serius, sambil memandang satu persatu The Daddies yang kini memperhatikannya, termasuk Nathan, Sony dan Uncle Rico.
“Tapi rasanya aku tetap harus membicarakan ini dengan kalian ----“
Kafeel lanjut berbicara.
Dengan Kafeel yang telah menegakkan tubuhnya.
“About (Tentang)? ....”
Papi John bersuara seraya bertanya pada Kafeel.
“About me. About my attitude in the past (Tentangku. Tentang kelakuanku dimasa lalu) .... tentang perilaku pergaulan bebasku .... serta segala hal yang berkenaan dengan itu.Apa kalian sudah tahu dengan pasti?---”
__ADS_1
♥♥♥♥♥
To be continue....